Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN EXPERIENTAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL Indrastoeti, Jenny; Mahfud, Hasan
Mimbar Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v2i2.1325

Abstract

The purpose of this research is  (1) to improve the social skill of elementary school students, (2) finding adequate instructional design model to improve students’ social skill. The research is conducted at the  classroom action research consists of two cycles, every cycle consists of planning, action, observation, and reflection. The average value of Social Skills students in a cycle one is 62.01 and 72.52 in the two cycles.  The percentage asset value  in the classical mastery of social skills is 40% in cycle 1 and 85.85% in cycle 2. Based on the result, the conclusions are: 1) Model cooperative learning with experiential learning approach, can improve students' social skills.  (2) Instructional design to improve the social skills of students in learning social study is a model of cooperative learning with experiential learning approach.Keywords: cooperative model, experiental learning, social skill.
Penggunaan google classroom sebagai media pembelajaran daring mata pelajaran PKn di kelas V sekolah dasar Harumi, Novika; Mahfud, Hasan; Ardiansyah, Roy
Didaktika Dwija Indria Vol 9, No 6 (2021): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v9i6.51977

Abstract

Online learning in the pandemic is obstacle for both side of educational services user. Google Classroom learning media is one of the learning media that can support teaching and learning so that students can still attend school despite distance constraints. The purpose of this study is to describe the use Google Classroom and the obstacle faced in the learning process with Google Classroom as learning media. The research method used is the qualitative method with a phenomenological approach. This research was conducted at SDN Purwotomo No. 97 with a sample of 7 people. The instruments used are interviews, observations, and documentation. Based on the results of the study, the use of Google Classroom as a learning medium is considered effective by utilizing the features contained in Google Classroom and according to the circumstances of teachers and students. Common obstaacles are unstable signal networks and loss of students focus due pop-up notifications that appear during learning. 
Pengembangan Multimedia Interaktif Mobawi untuk Mengenalkan Motif Batik Ngawi di Sekolah Dasar Rosita, Firda; Mahfud, Hasan; Saputri, Dwi Yuniasih
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.874 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i5.2717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dalam mengenalkan motif batik kepada siswa jenjang sekolah dasar. Media Pembelajaran yang dikembangkan yaitu multimedia interaktif melalui metode pengembangan dengan tiga tahap yaitu pendefinisian, perancangan dan pengembangan. Penelitian ini memperoleh data melalui forum group discussion melalui guru dan kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pitu 3 Ngawi dalam memperoleh permasalahan di lapangan dan menganalisa kebutuhan media pembelajaran, wawancara dan dokumentasi. Penilaian ini menggunakan angket kepada ahli media memperoleh persentase 81,11%, ahli materi 85,33%, dan ahli praktisi 96,84%. Penilaian uji coba terbatas siswa SDN Pitu 3 Ngawi mendapatkan persentase 86,2%, sehingga multimedia interaktif Motif Batik Ngawi (MOBAWI) mendapatkan kategori baik untuk digunakan dalam mengenalkan motif batik Ngawi. Multimedia interaktif MOBAWI dapat diterima oleh siswa dan guru sebagai media pembelajaran yang dibutuhkan dalam mengenalkan batik dan efektif dalam membantu proses pembelajaran seni budaya dan prakarya.
Tingkat Kompetensi Guru dalam Penelitian dan Publikasi Artikel Ilmiah untuk Pengembangan Profesionalisme Marmoah, Sri; Istiyati, Siti; Hadiyah, Hadiyah; Mahfud, Hasan
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1577

Abstract

Abad 21 merupakan abad yang dikenal dengan perkembangan dan teknologi. Guru perlu memiliki keterampilan 4C yaitu critical thinking, communication, collaboration, dan creativity untuk menghadapinya dan sebagai pengembangan profesionalisme dalam peningkatan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, guru harus memiliki kompetensi dalam penelitian sebagai wujud dari berpikir kritis dan publikasi artikel ilmiah sebagai luaran dari penelitian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kompetensi guru dalam bidang penelitian dan publikasi serta menemukan solusi terhadap masalah yang terkait dengan kompetensi guru tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, angket, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru-guru Sekolah Dasar Kecamatan Nogosari, Kab. Boyolali. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistika descriptive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam penelitian dan publikasi hanya 26.98 %. Solusi terhadap rendahnya kompetensi guru dalam penelitian dan publikasi artikel ilmiah adalah melaksanakan pelatihan penyusunan dan penilaian portofolio khususnya penelitian dan publikasi ilmiah.Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai literature penelitian sejenis di masa mendatang
Classroom-Based Assessment System to Improve the Quality of Learning in Malaysia and Indonesia Poerwanti, Jenny Indrastoeti Siti; Marmoah, Sri; Supianto, Supianto; Sukarno, Sukarno; Istiyati, Siti; Mahfud, Hasan
Mimbar Sekolah Dasar Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v10i3.61098

Abstract

Malaysia and Indonesia have introduced their educational systems and are developing human resources using learning evaluation systems. Based on the issues raised, this study aims to portray the learning assessment in primary schools in Indonesia and Malaysia in accordance with the educational program utilized in both countries and the impediments experienced in carrying out classroom-based evaluation in schools. This studyused the research literature survey technique to gather information on a research topic fromnews, official government documents, etc. The analysis was conducted using a compilation of data from several references related to the assessment of primary school learning in Merdeka curricula, or other documents relevant to this study. The results of this study revelead that the assessment used in primaryschools in Indonesia refers to Minister of Education and Culture Regulation No. 21 of 2022, namely formative assessment and summative assessment. The Merdeka curriculum aimsat create a positive, high-quality learning atmosphere in Indonesia. Education system in Malaysia implements the concept of school-based assessment (SBA) in line with the implementation of Lower School Standard Curriculum, known as Primary School Curriculum. The ability to develop classroom-based assessments, the creativity of teachers in designing assessments, and knowledge literacy issues are all barriers to implementing classroom-based assessments in both countries.
WORKSHOP PEYUSUNAN INSTRUMEN TES BAGI GURU SEKOLAH DASAR Supianto, Supianto; Marmoah, Sri; Poerwanti, Jenny Indrastoeti Siti; Sukarno, Sukarno; Istiyati, Siti; Mahfud, Hasan
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v7i2.7323

Abstract

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusunan instrumen tes yang berkualitas, valid, dan dapat diandalkan. Workshop ini melibatkan 40 guru dari 5 Sekolah Dasar Penggerak di Kabupaten Wonogiri. Workshop ini terdiri dari dua sesi, sesi pertama mencakup pemaparan materi mengenai konsep dasar evaluasi, asesmen diagnostik pada Kurikulum Merdeka, dan pengembangan instrumen tes. Sesi kedua, peserta melakukan praktek pengembangan instrumen tes di bawah bimbingan tim PkM. Pada sesi dua, peserta dibagi dalam 5 kelompok. Peserta dalam kelompok menentukan spesifikasi tes, dan menyusun instrumen tes. Setelah penyusunan, soal-soal dievaluasi dan divalidasi oleh kelompok lain. Proses ini melibatkan pemeriksaan kriteria-kriteria soal yang yang berkualitas meliputi kejelasan soal, konsistensi pilihan jawaban, dan berbagai aspek kualitas lainnya hingga instrumen tes disempurnakan berdasarkan masukan dan revisi yang diberikan selama proses validasi. Workshop ini selain berhasil memberikan pemahaman teoretis dan konseptual mengenai konsep dasar evaluasi kepada guru-guru peserta, juga berhasil memberikan keterampilan kepada guru dalam dalam menyusun soal yang berkualitas.
Tingkat Kompetensi Guru dalam Penelitian dan Publikasi Artikel Ilmiah untuk Pengembangan Profesionalisme Marmoah, Sri; Istiyati, Siti; Hadiyah, Hadiyah; Mahfud, Hasan
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1577

Abstract

Abad 21 merupakan abad yang dikenal dengan perkembangan dan teknologi. Guru perlu memiliki keterampilan 4C yaitu critical thinking, communication, collaboration, dan creativity untuk menghadapinya dan sebagai pengembangan profesionalisme dalam peningkatan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, guru harus memiliki kompetensi dalam penelitian sebagai wujud dari berpikir kritis dan publikasi artikel ilmiah sebagai luaran dari penelitian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kompetensi guru dalam bidang penelitian dan publikasi serta menemukan solusi terhadap masalah yang terkait dengan kompetensi guru tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, angket, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru-guru Sekolah Dasar Kecamatan Nogosari, Kab. Boyolali. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistika descriptive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam penelitian dan publikasi hanya 26.98 %. Solusi terhadap rendahnya kompetensi guru dalam penelitian dan publikasi artikel ilmiah adalah melaksanakan pelatihan penyusunan dan penilaian portofolio khususnya penelitian dan publikasi ilmiah.Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai literature penelitian sejenis di masa mendatang
A Comparative Study of Education Equity Policy in Remote Areas in Indonesia and Malaysia Supianto, Supianto; Marmoah, Sri; Poerwanti, Jenny Indrastoeti Siti; Istiyati, Siti; Mahfud, Hasan; Sukarno, Sukarno
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2023): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v19i2.2866

Abstract

This research aims to compare the education equity policies in remote areas of Indonesia and Malaysia to identify the differences, similarities, and effectiveness in addressing socioeconomic disparities between urban and remote regions. The study examines policy documents, government reports, and previous research using a qualitative comparative approach. Indonesia employs a regional autonomy approach, while Malaysia adheres to a centralized system in education policy. Both countries have adopted financial assistance programs to increase the participation of students from low-income families in remote areas. Critical challenges in policy implementation include limited facilities and infrastructure, demanding access to transportation, limited human resources, and sociocultural barriers. The study finds that policy successes are evident in increased student participation, improved infrastructure accessibility, provision of teaching staff, and community support. However, budget constraints and human resource limitations remain significant obstacles. The research concludes that effective education equity policies require proactive government involvement, active community participation, and periodic monitoring and evaluation to enhance policy effectiveness.
Comparative Study of Technology Utilization in National Examinations in Malaysia and Indonesia Supianto, Supianto; Marmoah, Sri; Indrastoeti Siti Poerwanti, Jenny; Istiyati, Siti; Mahfud, Hasan; Sukarno, Sukarno
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 9, No 1 (2024): Volume 9 Number 1 March 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jetl.v9i1.4697

Abstract

This study analyzes the role of technology in the national examination system in Malaysia and Indonesia, focusing on comparing the use of technology and its implications. The research method uses comparative analysis based on secondary data from various reliable sources. The data were analyzed regarding six indicators: the rate of adoption of computer-based technology, the rate of adoption of online exams, the efficiency of exam implementation, the availability of infrastructure, the use of software, and technical readiness. The results showed significant differences in the rate of adoption and utilization of technology in the national exams in the two countries. Malaysia is more advanced in adopting technology with computer-based and online exams, while Indonesia still struggles to equalize the necessary infrastructure. The use of technology in the national exams in Malaysia has increased efficiency and accuracy, while in Indonesia, limited infrastructure is an obstacle. This research concludes that technology can improve the quality and efficiency of national exams. Still, technical and infrastructural challenges need to be overcome so that the benefits of technology can be felt equally in both countries.
Workshop Seni Berbasis Pendidikan dalam Rangka Menciptakan Kreativitas untuk Pencegahan Bullying di Lingkungan Sekolah Dasar Marmoah, Sri; Supianto, Supianto; Poerwanti, Jenny Indrastoeti; Istiyati, Siti; Sukarno, Sukarno; Mahfud, Hasan
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 5 No. 3 (2024): August
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v5i3.11858

Abstract

This service aims to increase the awareness and creativity of teachers and students regarding efforts to prevent bullying in elementary schools. The method for implementing this service used workshops and socialization in the form of FGD. This service partner was SD N 02 Nglebak, Karanganyar Regency. The data analysis technique was the stages of data reduction, data presentation, and conclusion or verification. The results of this service showed that there was an increase in awareness and creativity of teachers and students regarding the importance of preventing bullying in elementary schools. This service activity could be an effort to reduce bullying cases through knowledge about bullying prevention and teacher readiness to accompany students if bullying occurs.