Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI METHANYL YELLOW PADA SEDIAAN KOSMETIK YANG DIJUAL DI PASAR TENGAH BANDAR LAMPUNG Gusti Ayu Rai Saputri; Agustina Retnaningsih; Rama Ardhy Permana
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.896 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i3.1155

Abstract

Kosmetik saat ini masih menjadi salah satu pilihan untuk mempercantik diri misalnya perona pipi, perona mata dan perona bibir. Kosmetik ini merupakan jenis kosmetik dekoratif yang bersifat mencerahkan kulit wajah serta dapat menutupi bagian wajah yang kurang sempurna. Zat warna yang tidak diizinkan yang mungkin sengaja ditambahkan dalam kosmetik ini adalah Methanyl Yellow. Berdasarkan Peraturan Kepala BPOM RI NomorHK.03.1.23.08.11.07517 TAHUN 2011 tentang persyaratan teknis bahan kosmetika bahwa tidak boleh mengendung zat warna yang tidak diizinkan sebagai bahan pewarna pada kosmetik. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian pada kosmetik seperti perona pipi, perona mata dan perona bibir. Tujuan penelitian tersebut adalah untuk mengetahui apakah terdapat pewarna Methanyl Yellow pada sampel sediaan padat perona pipi, perona mata dan perona bibir yang dijual di Pasar Tengah Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah Kromatografi Lapis Tipis dengan fase diam silika gel G dan fase geraknya yaitu n-butanol : etanol : air : asaam asetat glasial dengan perbandingan 60:10:20:0,5. Dari hasil identifikasi pada sampel perona pipi, perona mata dan perona bibir menunjukan bahwa ketiganya tidak mengandung Methanyl Yellow, kemudian identifikasi dengan deteksi secara visual tidak menunjukan adanya bercak pada totolan sampel. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sampel negatif mengandung Methanyl Yellow.   Kata kunci : Methanyl Yellow, Kosmetik, KLT.
PENETAPAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS PADA MINYAK KELAPA, MINYAK KELAPA SAWIT DAN MINYAK ZAITUN KEMASAN SECARA ALKALIMETRI Ade Maria Ulfa; Agustina Retnaningsih; Rizkina Aufa
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.607 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i4.2142

Abstract

ABSTRAKMinyak atau lemak merupakan sumber energi yang efektif dibandingkan dengan karbohidrat dan protein. Selain itu minyak juga digunakan sebagai media penghantar panas dan memberikan rasa gurih pada makanan. Tujuan penelitian ini adalah berapakah kadar asam lemak bebas pada minyak kelapa, minyak kelapa sawit dan minyak zaitun apakah memenuhi persyaratan mutu minyak. Minyak yang sering digunakan masyarakat adalah minyak kelapa, minyak kelapa sawit, dan minyak zaitun. Dalam minyak terkandung asam lemak bebas, asam lemak bebas yang tinggi dapat menyebabkan mutu minyak yang rendah. Populasi pada sampel ini adalah minyak dalam bentuk kemasan bermerk yaitu minyak kelapa, minyak kelapa sawit, dan minyak zaitun yang beredar di supermarket Bandar Lampung berdasarkan kode produksinya. Titrasi asidi-alkalimetri adalah titrasi volumetri dengan menggunakan NaOH sebagai larutan baku sekunder dan kalium hidrogen ftalat sebagai larutan baku primer serta ditambahkan indikator pp. Titik akhir titrasi ditandai dengan adanya perubahan warna larutan menjadi warna merah muda. Hasil penelitian diperoleh kadar asam lemak bebas pada minyak goreng kemasan. Minyak kelapa adalah sebesar 0,1243%, minyak kelapa sawit 0,4305%, dan minyak zaitun 0,2077%. Hasil tersebut menunjukan bahwa minyak kelapa, minyak kelapa sawit dan minyak zaitun memenuhi persyaratan SNI yaitu minyak kelapa 0,2%, minyak kelapa sawit 0,5%, dan minyak zaitun 1,8%. Sehingga penelitian ini merekomendasikan masyarakat untuk lebih memilih minyak goreng dalam bentuk kemasan bermerk.Kata kunci : Minyak, Asam Lemak Bebas, Titrasi Alkalimetri.
UJI ANTIMIKROBA INFUSA DAUN JAMBU BIJI DAGING BUAH PUTIH DAN DAGING BUAH MERAH (Psidium guajava L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Salmonella typhi Agustina Retnaningsih; Annisa Primadiamanti; Abdul Aziz
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i4.2824

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyakit yang banyak diderita masyarakatIndonesia sejak dulu, diantaranya adalah infeksi usus (diare). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antimikroba infusa daun jambu biji daging buah putih dan daging buah merah (Psidium guajava L.) terhadap bakteri Escherichia coli dan Salmonella typhi. Konsentrasi sari daun jambu biji daging buah putih dan daging buah merah (Psidium guajava L.) yang digunakan adalah 25 %, 50 %, 75 %, dan 100 %, dengan antibiotik kloramfenikol sebagai kontrol positif. Uji antimikroba infusa daun jambu biji daging buah putih dan daging buah merah (Psidium guajava L.) terhadap bakteri Escherichia coli dan Salmonella typhi menggunakan metode difusi agar melalui pengukuran zona hambat di sekitar kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa daun jambu biji daging buah putih dan daging buah merah (Psidium guajava L.) tidak dapat menghambat pertumbuhan  bakteri Escherichia coli dan Salmonella typhi, Kesimpulan berupa penolakan H, sehingga hipotesa yang diperoleh Ho diterima dan H, ditolak, ar tinya tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Salmonella typhi. Kontrol positif yaitu kloramfenikol pada bakteri Escherichia coli terdapat zona hambat sebesar 25,28 mm dan pada bakteri Sa/monella typhi sebesar 29,02 mm.Kata kunci : Psidium guajava L., Escherichia coli, Salmonella typhi, Kloramfenikol
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DANShigella dysentriaeDENGAN METODE DIFUSI SUMURAN Agustina Retnaningsih; Annisa Primadiamanti; Intan Marisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.038 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v4i2.2242

Abstract

Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyaratkat di negara berkembang seperti Indonesia.Bakteri yang dapat menyebabkan diare adalah Escherichia coli dan Shigella dysentriae.Salah satu obat tradisional untuk pengobatan diare adalah dengan biji pepaya yang mempunyai kandungan karpain yang bersifat antibakteri.Untuk mengetahui aktivitas antibakteri maka dilakukan uji daya hambat ekstrak etanol biji pepaya dengan menggunakan metode difusi sumuran.Media agar dibuat lubang atau sumuran kemudian diteteskan larutan uji pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%.Lalu diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam.Penghambatan pertumbuhan mikroorganisme terlihat adanya zona hambat (wilayah jernih) disekitar sumuran. Penelitian ini digunakan kotrimoksazol sebagai kontrol positif dan aquadest steril sebagai kontrol negatif. Zona hambatan terbesar pada bakteri Shigella dysentriae adalah pada konsentrasi 100% dengan rata-rata 16,03 mm dan zona hambatan terkecil adalah pada konsentrasi 60% dengan rata-rata 9,22 mm. pada bakteri Escherichia coli tidak terdapat hambatan. Hasil penelitian ini dapat disimpukan bahwa ekstrak etanol biji pepaya memiliki efek antibakteri terhadap bakteri Shigella dysentriae.Kata kunci : Ekstrak biji papaya, diare, Escherichia coli, Shigella dysentriae, difusi sumuran.
UJI DAYA HAMBAT DAUN SUKUN (Artocarpus altilis folium) TERHADAP Candida albicans Dan Bacillus subtilis DENGAN METODE DIFUSI Agustina Retnaningsih; Gusti Ayu Saputri; Eka Novita Sari
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.464 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i3.1160

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak etanol daun sukun yang memiliki daya antibakteri dan antifungi. Bahan uji yang digunakan adalah daun sukun yang telah dikeringkan, diserbuk, dilakukan proses maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dengan penggantian pelarut 24 jam selama 3 hari dan hasil maserasi di evaporasi sehingga mendapatkan ekstrak kental daun sukun. Ekstrak yang diperoleh diuji antifungi dan antibakteri dengan menggunakan sumur difusi. Konsentrasi yang digunakan adalah 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. dengan menggunakan kontrol positif nystatin untuk jamur Candida albicans didapatkan zona hambat dengan konsentrasi 100%  sebesar 11,3 mm sedangkan untuk bakteri Bacillus subtilis menggunakan kontrol positif sefadroksil didapatkan diameter zona hambat rata-rata dengan konsentrasi 20% sebesar  9 mm, konsentrasi 40% sebesar 10,4 mm, konsentrasi 60% sebesar 10,8 mm, konsentrasi 80% sebesar 11,3 mm dan konsentrasi 100% sebesar 13,1 mm. Jadi ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dan bakteri Bacillus subtilis dan dapat digolongkan ke dalam bahan yang mempunyai kemampuan menghambat tinggi. Kata kunci : Ekstrak daun sukun, Candida albicans, Bacillus subtilis dan Sumur difusi. 
AKTIVITAS ANTIMIKROBA KOMBINASI AIR PERASAN DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DAN DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Shigella dysenteriae Annisa Primadiamanti; Agustina Retnaningsih; Ariza Setya Ningrum
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.972 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v4i2.2243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antimikroba dari kombinasi air perasan daun mengkudu (Morinda citrifolia L. ) dan daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae. Konsentrasi kombinasi perasan yang digunakan adalah 100%, 75%, 50%, dan 25% dengan antibiotik ciprofloxacin sebagai kontrol positif. Uji antimikroba kombinasi air perasan daun mengkudu (Morinda citrifolia L. ) dan daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae menggunakan metode difusi agar melalui pengukuran zona hambat disekitar kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi air perasan daun mengkudu (Morinda citrifolia L. ) dan daun pepaya (Carica papaya L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan diameter rata-ratapada konsentrasi 100% = 11,43 mm, 75% = 9,21 mm, dan untuk 50% = 8,02 mm dan pada konsentrasi 25% = 7,71 mm. Pada bakteri Shigella dysenteriae diperoleh diameter rata-rata yaitu untuk konsentrasi 100% = 11,68 mm, 75% = 10,68 mm, 50% = 10,08 mm dan 25% = 8,61 mm. Kontrol positif yang digunakan yaitu ciprofloxacin, diameter zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli = 33,21 mm, dan bakteri Shigella dysenteriae = 23,38 mm. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi air perasan daun mengkudu (Morinda citrifolia L. ) dan daun pepaya (Carica papaya L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae.Kata kunci :Morinda citrifolia L., Carica papaya L., Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Difusi agar
PENETAPAN KADAR ASAM SALISILAT PADA KRIM WAJAH ANTI JERAWAT YANG DIJUAL BEBAS DI DAERAH KEMILING MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Niken Feladita Santoso; Agustina Retnaningsih; Puji Susanto
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.987 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v4i2.2238

Abstract

Krim anti jerawat merupakan salah satu kosmetik yang dapat mempengaruhi struktur kulit.Salah satu senyawa yang sering ditambahkan ke dalam krim anti jerawat adalah asam salisilat zat anti akne dan bersifat keratolitik. Berdasarkan keputusan Peraturan Kepal Badan pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No.HK.00.05.42.1018 Tahun 2010 tentang kosmetik, asam salisilat dizinkan digunakan dalam kosmetik dengan syarat tidak lebih dari 2%. Telah dilakukan penelitian penetapan kadar asam salisilat pada krim anti jerawat yang dijual di daerah Kemiling Bandar Lampung dengan metode Spektrofotometri UV-Visible dengan tujuan untuk mengetahui kadar asam salisilat yang terdapat dalam krim anti jerawat. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah tiga sampel dengan kriteria sampel yaitu krim anti jerawat yang mengandung asam salisilat, krim wajah, krim yang tidak mencantumkan kadar asam salisilat. Penelitian penetapan kadar asam salisilat menggunakan metode Spektrofotometri UV-Visible pada panjang gelombang 532 nm. Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar asam salisilat pada sampel A yaitu 0,05% ± SD 0, sampel B yaitu 0,05% ± SD 0, dan sampel C yaitu 0,04% ± SD 0.Kata Kunci : Asam Salisilat, Krim Anti Jerawat (Anti Acne), Spektrofotometri UV- VIS
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN BASAH DAN KERING TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLIMENGGUNAKAN METODE CAKRAM Agustina Retnaningsih; Nofita Nofita; Nur Hasanah
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v5i2.4087

Abstract

Tanaman sukun (Artocarpus altilis) merupakan bahan alam Indonesia yang selama ini dikenal memiliki khasiat obat.Daun sukun mengandung senyawa yang bersifat antibakteri seperti flavonoid, tanin dan saponin.Pemanfaatan daun sukun dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti diare, sariawan dan keputihan.Escherichia colimerupakan bakteri penyebab diare.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun sukun basah dan kering terhadap bakteri Escherichia colimenggunakan metode cakram.Daun sukun di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.Konsentrasi ekstrak daun sukun yang digunakan 20%,40%,60%,80% dan 100%. Antibiotik sebagai kontrol positif yang digunakan yaitu Kloramfenikol.Penelitian ini mengunakan metode cakram dengan mengukur zona bening disekitar kertas cakram sebagai zona hambat zat uji terhadap bakteri pertumbuhan bakteri. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun sukun kering pada konsentrasi 100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli sebesar 8,28mm dan pada daun sukun basah tidak menghambat pertumbuhan bakteri. Kesimpulan yang didapat ekstrak daun sukun kering memiliki aktivitas antibakteri khususnya Escherichia coli.Kata kunci : Daun Sukun (Artocarpus altilis), bakteri Escherichia coli,zona hambat
UJI DAYA HAMBAT ANTI BAKTERI INFUSA DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatuni Ruiz & Pay) & DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE DIFUSI Agustina Retnaningsih; Ade Maria Ulfa; Dewi Maysaroh Komsatun
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i1.2780

Abstract

Penyakit infeksi masih merupakan masalah kesehatan di masyrakat. Bakteri yang menyebabkan ineksi adalah Staphylococcus aureus, salah satu obat tradisional untuk pengobatan infeksi adalah menggunakan infusa daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Puv) dan daun sirih hijau(Piper betle L). Tanaman sirih hijau (Piper betle L) dan tanaman sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Puv) adalah tanaman obat yang telah banyak dimanfaatkan dan sama-sama memiliki kandungan zat kimia yang berfungsi sebagai antiseptik berupa kovikol, tanin, minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui infusa daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Puv) dan daun sirih hijau (Piper betle L) memiliki zat antiseptik yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi pada kulit. Penelitian ini menggunakan metode difusi agar dengan farian konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% dan dilakukan 2 kali pengulangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa infusa daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Puv) dan daun sirih hijau (Piper betle L) membentuk zona hambatan di sekitar kertas cakram. Daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Puv) memberikan zona hambatan tertinggi pada konsentrasi 100% dengan nilai rata-rata 18,2 mm sedangkan daun sirih hijau (Piper betle L) hambatan tertingginaya pada konsentrasi 100% dengan nilai rata-rata 28,6 mm. Kata kunci : Infusa Daun Sirih Merah dan Daun Sirih Hijau, Staphylococcus aureus, Difusi.
PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU CAIR UHT FULL CREAM PADA PENYIMPANAN SUHU KAMAR DAN SUHU LEMARI PENDINGIN DENGAN VARIASI LAMA PENYIMPANAN DENGAN METODE KJELDHAL Robby Candra Purnama; Agustina Retnaningsih; Indah Aprianti
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.061 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v4i1.1307

Abstract

COMPARISON OF THE PROTEIN CONTENT OF UHT FULL CREAM LIQUID MILK AT ROOM TEMPERATURE STORAGE AND REFRIGERATOR TEMPERATUREWITH VARIATIONS IN STORAGE TIME BY THEKJELDHAL METHOD This study aims to determine whether or not there is a decrease in the protein content of full cream liquid milk stored at room temperature and refrigerator temperature analyzed by the Kjeldahl method. The basic principle of Kjeldahl is the calculation of protein content by calculating the element N (nitrogen) based on the sample. From the results of the study the protein content of full cream liquid milk stored at room temperature in sample A from day 0 (2.43%),day 2nd (2.39%), day 4th (2.34%) , day 6th (2.34%), day 8th (2.34%), day 10th (2.32%) and day 12th (2.31%). Whereas in sample B from day 0 (2.41%), day 2nd (2.39%), day 4th (2.34%), day 6th (2.33%), day 8th (2.33%), 10th day (2.32%) and 12th day (2.32%). And the results of determining the protein content of full cream liquid milk stored at the refrigerator temperature in sample A from day 2nd (2.38%), day 4th (2.38%), day 6th (2.38 %), day 8th (2.37%), day 10th (2.36%) and day 12th (2.34%). Whereas in sample B from day 2nd (2.38%), day 4th (2.37%), day 6th (2.36%), day 8th (2.36%), day 10th (2.35%) and day 12th (2.33%). It was concluded that the decrease in protein levels was due to the temperature at the storage time.Keywords: Milk, Protein, Temperature, Kjeldahl Method Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya penurunan kadar protein susu cair full cream yang disimpan pada suhu kamar dan suhu lemari pendingin yang dianalisis dengan metode Kjeldahl. Prinsip dasar Kjeldahl adalah perhitungan kadar protein dengan menghitung unsur N (nitrogen) berdasarkan sampel. Dari hasil penelitian kadar protein susu cair full cream yang disimpan pada suhu kamar pada sampel A dari hari ke-0 (2,43%), hari ke-2 (2,39%), hari ke-4 (2,34%), hari ke-6 (2,34%), hai ke-8 (2,34%), hari ke-10 (2,32%) dan hari ke-12 (2,31%). Sedangkan pada sampel B dari hari ke-0 (2,41%), hari ke-2 (2,39%), hari ke-4 (2,34%), hari ke-6 (2,33%), hari ke-8 (2,33%), hari ke-10 (2,32%) dan hari ke-12 (2,32%). Dan pada hasil penetapan kadar protein susu cair full cream yan disimpan pada suhu lemari pendingin pada sampel A dari hari ke-2 (2,38%), hari ke-4 (2,38%), hari ke-6 (2,38%), hari ke-8 (2,37%), hari ke-10 (2,36%) dan hari ke-12 (2,34%). Sedangkan pada sampel B dari hari ke-2 (2,38%), hari ke-4 (2,37%), hari ke-6 (2,36%), hari ke-8 (2,36%), hari ke-10 (2,35%) dan hari ke-12 (2,33%). Disimpulkan penurunan kadar protein tersebut dikarenakan oleh suhu pada lama waktu penyimpanan.Kata kunci: Susu, Protein, Suhu, Metode Kjeldahl