Claim Missing Document
Check
Articles

UJI SIFAT FISIK FORMULASI SEDIAAN SAMPO EKSTRAK BIT MERAH (BETA VULGARIS L.) DAN UJI ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH Asrini, Dhana Putri; Retnaningsih, Agustina; Sembiring, Enny Rimita
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20414

Abstract

Buah Bit merah (Beta vulgaris L.) termasuk dalam keluarga Chenophodiaceae. Kandungan yang dimiliki sebagian besar vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, fosfor, potasium, elektrolit, enzim, karotenoid, silika, protein, karbohidrat dan Kandungan senyawa antioksidan terdiri dari senyawa flavonoid (350-2760 mg/kg), betasianin (840-900 mg/kg), betanin (300- 600mg/kg), asam askorbat (50-868 mg/kg), dan karotenoid (0,44 mg/kg).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada sampo ekstrak etanol buah bit merah dengan pereaksi DPPH secara spektrofotometri UV-Vis. Sampel buah bit merah diesktrasi dengan metode maserasi. Pengujian sifat fisik sampo esktrak bit merah dilakukan uji organoleptik, uji homogenitas, uji tinggi busa, uji pH dan uji hedonik. Selain itu, sampo esktrak bit merah dilakukan uji aktivitas antioksidan dengan pereaksi DPPH. Hasil uji sifat fisik sampo pada semua uji memenuhi persyatan dengan standar (SNI 06-2692-1992). Hasil nilai IC50 pada formulasi 1, 68,91 ppm pada formulasi 2, 42,74 ppm dan pada formulasi 3, 40,60 ppm. Kesimpulan penelitian ini, sampo esktrak bit merah memenuhi persyaratan uji sifat fisik dan uji aktivitas antioksidan memiliki kategori sangat kuat dan kuat (IC50 < 50 ppm, 50-100ppm).
Uji formulasi sediaan lotion dari ekstrak daun cengkeh (syzygium aromaticum l.) sebagai repellan terhadap nyamuk aedes aegypti Juniyanti, Anti Revo; Retnaningsih, Agustina; Marcellia, Selvi
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v1i1.76

Abstract

Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang menular disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegyptii yang sebelumnya telah terinfeksi oleh virus dengue dari penderita DBD. Ekstrak daun cengkeh yang mengandung saponin, flavonoid, dan tanin dapat membunuh nyamuk Aedes aegypti. Senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman cengkeh memiliki sifat insektisida Repellan. Tujuan: untuk mengetahui efek Repellan ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) terhadap nyamuk Aedes aegypti. Metode: Maserasi dengan perendaman menggunakan pelarut dengan beberapa kali pengocokan pengadukan pada temperatur ruangan (suhu kamar). Hasil: konsentrasi 5% memiliki daya efektivitas yang hampir sama dengan kontrol positif yaitu 93,5% pada 30 detik dan per 6 jam diperoleh rata-rata 89%. Nilai uji statistik p < 0,05 yaitu 0,000. Simpulan: Uji evaluasi ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dalam sediaan lotion memiliki karakteristik yang baik sebagai repellan nyamuk Aedes aegypti.  
ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Kausar, Radho Al; Retnaningsih, Agustina
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23270

Abstract

Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda, memperlambat atau menghambat reaksi oksidasi. Antioksidan alami banyak terdapat pada buah-buahan, biji-bijian, sayur-sayuran dan daun-daunan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan alami yaitu daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbing L) menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan DPPH. Flavanoid, fenol, alkaloid, tanin dan kumarin merupakan kandungan senyawa aktif yang terdapat di dalam daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Flavanoid berperan sebagai antioksidan alami karena menangkap radikal bebas dengan membebaskan atom hidrogen dari gugus hidroksilnya. Ekstraksi dengan metode seduhan pada suhu 500C dan waktu 10 menit dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) kemudian di uji aktivitas antioksidannya secara kuantitatif untuk memperoleh nilai IC50 menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 515 nm dengan asam askorbat sebagai baku pembanding dibuat dalam kosentrasi 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm, 10 ppm dan 12 ppm. Hasil IC50 yang diperoleh pada asam askorbat yaitu 16,06 ppm dan pada ekstrak daun belimbing wuluh 1.115,53 ppm. Aktivitas antioksidan pada ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) termasuk kedalam nilai IC50 yang sangat lemah yaitu >200 ppm.
UJI SIFAT FISIK DAN ANTIBAKTERI SEDIAAN BALSEM STIK KOMBINASI EKSTRAK DAUN KEMANGI DAN MINYAK SERAI SEBAGAI PEREDA NYERI Kencana, Yola; Retnaningsih, Agustina; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23272

Abstract

Balsem merupakan produk farmasi yang memiliki kegunaan yaitu bisa menghangatkan tubuh dan meredakan nyeri pada sendi dan aroma yang  membuat relaks. Zat aktif yang digunakan untuk  sediaan balsem adalah ekstrak daun kemangi dan minyak serai. Daun kemangi  mengandung senyawa fitokimia. Minyak serai memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu sitronelal, sitronelol, dan geraniol  sehingga memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak daun kemangi dan minyak serai dapat memiliki uji fisik yang baik dan memiliki aktivitas antibakteri. Formulasi sediaan balsem stik ekstrak daun kemangi dan minyak serai  dibuat bervariasi yaitu F1 (5%), F2 (7%), dan F3 (9%). Sediaan  balsem stik dilakukan pengujian uji sifat fisik dan uji antibakteri. Dari uji sifat fisik balsem stik menghasilkan tekstur setengah padat, berwarna hijau olive, memiliki aroma menthol dan minyak serai, tidak terdapat butiran kasar, memiliki pH yang memenuhi syarat karena sesuai dengan pH kulit manusia yaitu berada pada kisaran 4,5 – 6,5 menempel dengan baik, tidak menumbulkan adanya iritasi, memiliki daya sebar yang memenuhi syarat sediaan semisolid yaitu 3-5 cm. Nilai rata rata zona hambat uji antibakteri pada F1 (6.98 mm), F2 (8.53 mm), dan F3 (10.41 mm). Uji antibakteri sediaan balsem stik kombinasi ekstrak  daun kemangi dan minyak serai memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Kausar, Radho Al; Retnaningsih, Agustina
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23270

Abstract

Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda, memperlambat atau menghambat reaksi oksidasi. Antioksidan alami banyak terdapat pada buah-buahan, biji-bijian, sayur-sayuran dan daun-daunan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan alami yaitu daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbing L) menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan DPPH. Flavanoid, fenol, alkaloid, tanin dan kumarin merupakan kandungan senyawa aktif yang terdapat di dalam daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Flavanoid berperan sebagai antioksidan alami karena menangkap radikal bebas dengan membebaskan atom hidrogen dari gugus hidroksilnya. Ekstraksi dengan metode seduhan pada suhu 500C dan waktu 10 menit dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) kemudian di uji aktivitas antioksidannya secara kuantitatif untuk memperoleh nilai IC50 menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 515 nm dengan asam askorbat sebagai baku pembanding dibuat dalam kosentrasi 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm, 10 ppm dan 12 ppm. Hasil IC50 yang diperoleh pada asam askorbat yaitu 16,06 ppm dan pada ekstrak daun belimbing wuluh 1.115,53 ppm. Aktivitas antioksidan pada ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) termasuk kedalam nilai IC50 yang sangat lemah yaitu >200 ppm.
UJI SIFAT FISIK DAN ANTIBAKTERI SEDIAAN BALSEM STIK KOMBINASI EKSTRAK DAUN KEMANGI DAN MINYAK SERAI SEBAGAI PEREDA NYERI Kencana, Yola; Retnaningsih, Agustina; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23272

Abstract

Balsem merupakan produk farmasi yang memiliki kegunaan yaitu bisa menghangatkan tubuh dan meredakan nyeri pada sendi dan aroma yang  membuat relaks. Zat aktif yang digunakan untuk  sediaan balsem adalah ekstrak daun kemangi dan minyak serai. Daun kemangi  mengandung senyawa fitokimia. Minyak serai memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu sitronelal, sitronelol, dan geraniol  sehingga memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak daun kemangi dan minyak serai dapat memiliki uji fisik yang baik dan memiliki aktivitas antibakteri. Formulasi sediaan balsem stik ekstrak daun kemangi dan minyak serai  dibuat bervariasi yaitu F1 (5%), F2 (7%), dan F3 (9%). Sediaan  balsem stik dilakukan pengujian uji sifat fisik dan uji antibakteri. Dari uji sifat fisik balsem stik menghasilkan tekstur setengah padat, berwarna hijau olive, memiliki aroma menthol dan minyak serai, tidak terdapat butiran kasar, memiliki pH yang memenuhi syarat karena sesuai dengan pH kulit manusia yaitu berada pada kisaran 4,5 – 6,5 menempel dengan baik, tidak menumbulkan adanya iritasi, memiliki daya sebar yang memenuhi syarat sediaan semisolid yaitu 3-5 cm. Nilai rata rata zona hambat uji antibakteri pada F1 (6.98 mm), F2 (8.53 mm), dan F3 (10.41 mm). Uji antibakteri sediaan balsem stik kombinasi ekstrak  daun kemangi dan minyak serai memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BOL (Syzygium malaccense L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Erlisa, Reni; Marcellia, Selvi; Retnaningsih, Agustina
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 02 October (2023) Analit: Analytical and Enviromental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p12-23

Abstract

ABSTRAK UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI  EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BOL (Syzygium Malaccense L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli. Daun dari tanaman jambu bol yang kurang termanfaatkan memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri yaitu senyawa alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, dan tanin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ekstrak daun jambu bol memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun jambu bol yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Metode ekstraksi daun jambu bol dengan metode perkolasi menggunakan pelarut etanol dan uji aktivitas antibakteri ekstrak daun jambu bol terhadap bakteri Escherichia col. hasil skrining fitokimia daun jambu bol menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrakdaun jambu bol menunjukkan hasil positf pada pengujian kandungan tanin, flavonoid, dan fenol. Ekstrak daun jambu bol memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia colidengan konsentrasi 2% dengan zona hambat 5,73mm. Ekstrak daun jambu bol berpotensi dapat digunakan dalam mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Ekstrak etanol daun jambu bol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan memiliki aktivitas antibakteri Escherichia coli pada konsentrasi 2% dengan diameter hambatan sebesar 5,73 mm dengan kategori sedang ekstrak daun Jambu Bol (5-10 mm).Kata kunci: Daun jambu bol (Syzygium malaccense), antibakteri, Escherichia coli.
Community Outreach on Dengue Fever Prevention and the Use of Ovitraps: A Collaborative Initiative Between the Faculty of Health Sciences, Malahayati University, and Universiti Putra Malaysia Perdana, Agung Aji; Nuryani, Dina Dwi; Sary, Lolita; Muhani, Nova; Aryawati, Wayan; Riyanti, Riyanti; Retnaningsih, Agustina; Winahyu, Diah Astika; Soliha, Annisa Mayang; Arisandi, Syafik; Kartini, Maharani; Pratama, Muhammad Putra
Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): April
Publisher : FKM UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/shihatuna.v6i1.28544

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health problem in tropical regions, including Indonesia and Malaysia. Population mobility, environmental changes, and limited community participation in vector control contribute to the persistence of dengue transmission. This community service activity was conducted in Hajimena Village, South Lampung Regency, on October 30, 2025, as a promotive and preventive effort in community-based dengue prevention. The program aimed to improve community understanding and awareness of dengue prevention through integrated health education and the utilization of ovitraps as a simple and environmentally friendly appropriate technology. The activity was implemented through collaboration between the Faculty of Health Sciences, Universitas Malahayati, and Universiti Putra Malaysia using a participatory education approach, interactive discussions, and hands-on practice in making and installing ovitraps. The evaluation was conducted using a qualitative descriptive approach through participatory observation, group discussions, and participant feedback. The results indicated an improvement in participants’ understanding of dengue, the life cycle of Aedes aegypti mosquitoes, and the importance of environmental-based vector control. Participants also demonstrated interest and readiness to independently apply ovitraps in their residential environments. This activity highlights that cross- institutional and cross-national collaboration can strengthen promotive and preventive efforts in community-based dengue control.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Aziz Abdul Aziz Ade Maria Ulfa Afiva, Isnita Mayang Agung Aji Perdana Ahmad Andriyan Alia Yulina Amarila Malik Anisah Febrianti Aprinosa, Rika Apriza, Mertalia Arisandi, Syafik Ariza Setya Ningrum Arkhananta, Dhea Adzilla Aryawati, Wayan Asrini, Dhana Putri Berlyana, Adynda Budiarti, Ria Deni Candra Saka Nusantari Destiana Eka Oktaviantari Desyandri Desyandri Dewi Maysaroh Komsatun Diki Prakoso Dina Dwi Nuryani Dwi Mentari Eka Novita Sari Erdina Erdina Erlisa, Reni Falsianingrum, Mupi Fatmawati, Rindi Feladita, Niken Fransiska, Amelia Gita Kharisma, Gita Gusti Ayu Rai Saputri Gusti Ayu Saputri Handayani, Erina Herawati, Karlina Hernanda Romadona Putri Indah Aprianti Intan Marisa Juniyanti, Anti Revo Kartini, Maharani Kencana, Yola Khoidar Amirus Liana Fajriah Lolita Sary Maksum Radji Marantika Komalasari Marcellia, Selvi Marisa Aprillia Muhammad Hafizd Abdillah Muhammad Rizki Muhani, Nova Niken Feladita Niken Feladita Niken Feladita Santoso Ningsih, Novia Sulistia Nofita Nofita NUR HASANAH Pratama, Muhammad Putra Primadiamanti, Annisa Puji Susanto Purnama, Robby Candra Putri, Nur Aisyah Putri, Selomita Nabela Radho Al Kausar Rama Ardhy Permana Reni Erlisa Retno Handayani Riska Pandala Putri Risna Dayanti Riyanti Riyanti Rizkina Aufa Romadon, Fiqri Ardiansyah Safitri, Laila Selvi Marcellia Selvi Marcellia Sembiring, Enny Rimita Septiyanti, Anisa Eka Shinta Wulandari, Shinta Siska Anggraini Siti Koriah Soliha, Annisa Mayang Tiara Inggrit Margareta Titim Nurjannah R Tries Saraswati Winahyu, Diah Astika