Claim Missing Document
Check
Articles

PENETAPAN KADAR LOGAM TIMBAL (Pb) PADA IKAN (Rastrelliger kanagurta)DI DAERAH KAMPUNG NELAYAN KECAMATAN PANJANG DENGAN SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) Robby Candra Purnama; Agustina Retnaningsih; Ahmad Andriyan
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.07 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v3i4.2818

Abstract

Ikan kembung memiliki warna kehijauan di bagian atas dan bagian bawahberwarna putih kekuningan. Habitat ikan kembung tersebar membentuk gerombolan(schooling) besar di wilayah perairan pantai. Telah dilakukan penelitian penetapankadar logam timbal (Pb) pada ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) secaraspektrofotometri serapan atom (SSA). Hasil uji Kualitatif dilakukan dengan ujipengendapan membentuk endapan putih yang berarti sampel mengandung positiftimbal. Dari hasil analisis diperoleh rata-rata sampel A 1,3691 mg/kg, sampel B1,1398 mg/kg, sampel C 1,3436 mg/kg dan diperoleh kesimpulan dari ketiga sampelsemua tidak layak untuk dikonsumsi jika dilihat dari keamanan pangan berdasarkanBadan Standarisasi Nasional Nomor 7387:2009 tentang Batas Maksimum CemaranLogam Berat dalam pangan tidak boleh melebihi 0,3 mg/kg.Kata Kunci : Ikan kembung, Logam timbal (Pb), Spektrofotometri Serapan Atom.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK Spirulina platensisTERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus DANPropionibacterium acneDENGAN METODE DIFUSI AGAR Diah Astika Winahyu; Agustina Retnaningsih; Siti Koriah
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.754 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v5i2.4084

Abstract

Spirulina platensismerupakan salah satu jenis fitoplankton yang berasal dari golongan Cyanophyta(alga hijau biru) yang sering dimanfaatkan untuk berbagai bahan baku industri, diantaranya untuk pakan alami, makanan tambahan, farmasi, dan kosmetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antimikroba dari ekstrak metanol Spirulina platensis terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acne.Ekstrak Spirulina platensisdidapat dari maserasi serbuk Spirulina platensisdengan pelarut metanol p.a.Uji antimikroba ekstrak Spirulina platensis terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnemenggunakan metode difusi agar melalui pengukuran zona hambat disekitar kertas cakram. Konsentrasi ekstrak Spirulina platensis yang digunakan adalah 100%, 75%, 50%, dan 25 % dengan antibiotik eritromisin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak Spirulina platensis dapat menghambat pertumbuhan bakteri dengan diameter rata-rata Staphylococcus aureus pada konsentrasi 100% = 14,44 mm, 75% = 11,27 mm, 50% = 10,35 mm, dan 25% = 8,71 mm. Pada bakteri Propionibacterium acne didapat diameter rata-rata yaitu untuk konsentrasi 100% = 16,97 mm, 75% = 16,43 mm, 50% = 10,39 mm, dan 25% = 14,88 mmHasil pengujian daya hambat ekstrak metanol Spirulina platensisterhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnememiliki aktivitas antibakteri dengan kategori sedang hingga kuat, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif obat jerawat alami.Kata kunci :Antibakteri, Spirulina platensis, Staphylococcus aureus, Propionibacterium acne
PENETAPAN KADAR BESI (Fe) PADA DAUN TAPAK LIMAN (Elephantopus scaber L) SEBAGAI OBAT TRADISIONAL ANEMIA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Diah Astika Winahyu; Agustina Retnaningsih; Tries Saraswati
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.375 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2805

Abstract

Daun tapak liman merupakan jenis rumput-rumputan yang tumbuh sepanjangtahun. Kandungan senyawa yang terdapat dalam daun tapak liman antara lain zatbesi, elephantopin, dan deoxyelephanthopin. Daun tapak liman dapat digunakansebagai obat tradisional untuk anemia karena terdapat kandungan zat besi. Zat besimerupakan mineral yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar zat besi (Fe) yang terkandung dalam daun tapak liman. Sampel didapatkan dari salah satu daerah yang tumbuh tanaman tapak liman dengan subur. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil daun dimulai dari daun ke-3 setelah pucuk. Alat yang digunakan untuk analisis zat besi yaitu Spektrofotometri Serapan Atom menggunakan lampu katoda Fe pada panjanggelombang 248,40 nm. Dari hasil penyerapan panjang gelombang diperolehpersamaan garis regresi linier yaitu y = 0,0929x + 0,011 dengan koefisien korelasi (r) yaitu 0,9989. Pengukuran kadar zat besi dilakukan sebanyak tiga kali, diperoleh kadar zat besi pada pengukuran 1 sebesar 24,463 mg/100gram, pengukuran 2 sebesar 24,367mg/100gram, dan pengukuran 3 sebesar 24, 345mg/100gram. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kadar rata-rata zat besi dari daun tapak liman yaitu 24,392 mg/100g.Kata kunci : Fe, Anemia, Daun Tapak Liman, SSA
PENETAPAN KADAR TIMAH (Sn) PADA SUSU KEMASAN KALENG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) Robby Candra Purnama; Agustina Retnaningsih; Hernanda Romadona Putri
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.998 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v5i1.3979

Abstract

Susu kental manis kemasan kaleng merupakan bahan minuman yang istimewa bagi manusia karena memiliki kelezatan dan komposisi yang ideal dan bergizi tinggi. Susu biasanya dikemas dalam berbagai macam wadah seperti plastik, alumunium foil, dan kaleng. Pengemasan susu hendaknya dapat melindungi produk dari kontaminasi, mempertahankan nilai gizi, danagar dapat disimpan lebih lama. Oleh karena itu kemasan kaleng banyak digunakan sebagai pengemas susu. Untuk itu dilakukan penelitian tentang penetapan kadar logam timah pada susu kental manis kemasan kaleng dengan metode spektrofotometri serapan atom. Sampel diambil dari tiga tempat yaitu pasar tradisional, warung sembako, dan minimarket yang didahului dengan variasi destruksi basah, dimana proses pendestruksiannya dilakukan dengan beberapa variasi yaitu variasi pelarut : HCl pekat, dan HNO3 pekat, variasi tempat penjualan, serta variasi keutuhan kemasan. Hasil penelitian menunjukkan, semua sampel tidak mengandung timah. Kadar logam timah yang didapatkan yaitu pasar -52,8879 mg/kg, market -52,7326 mg/kg, dan warung -43,2553 mg/kg tidak melebihi batas maksimum yang ditetapkan dalam SNI No: 2971:2011 yaitu maksimal 40,0 mg/kg.Kata kunci :Sn, Susu Kental Manis Kemasan Kaleng, SSA.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID PADA KULIT BATANG KAYU RARU(CotylelobiummelanoxylonP) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Diah Astika Winahyu; Agustina Retnaningsih; Marisa Aprillia
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.541 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v4i1.1304

Abstract

DETERMINATION OF FLAVONOID LEVELS IN RARU WOOD STONE (CotylelobiummelanoxylonP) WITH METHOD UV-VIS SPECTROFOTOMETRYRaru (Cotylelobium melanoxylon Pierre) is one group of tropical forest plants endemic to Indonesia from the dipterocarpaceae family. Raru is a term for a group of bark types which is added to palm juice which aims to improve the taste and alcohol content of beverages and preserve traditional palm wine drinks. Raru wood bark has active compounds of flavonoids, tannins and saponins which have hypoglycemic activity or lower blood sugar levels. Flavonoids are polyphenol compounds which have biological activities such as antioxidants, antibacterials, anticholesterol, antihyperlipidemia, antiviral, antidiabetic, anti-inflammatory, anticancer. This study aims to determine the levels of flavonoids found in raru wood bark with UV-Vis spectrophotometry method. The samples were tested qualitatively and quantitatively. In the qualitative test ethanol extract of raru bark was done using a color reaction. In quantitative tests using quercetin mother liquor were analyzed using UV-Vis spectrophotometer with a maximum wavelength of 438 nm. A linear regression line equation is obtained which is y = 0.0065x + 0.014 with the correlation coefficient (r) is 0.9973. The qualitative results of the ethanol extract of the rattan bark are red which indicates the sample contains flavonoids. The results of quantitative analysis of the average level of flavonoids in ethanol extract of raru bark were 3.6922%. Keywords:     raru bark, flavonoid, UV-Vis spectrophotometryRaru (Cotylelobium melanoxylon Pierre) merupakan salah satu kelompok tumbuhan hutan tropis endemik Indonesia dari famili dipterocarpaceae. Raru merupakan sebutan untuk kelompok jenis kulit kayu yang ditambahkan pada nira aren yang bertujuan untuk meningkatkan cita rasa dan kadar alkohol minuman serta mengawetkan minuman tradisional tuak. Kulit batang kayu raru memiliki senyawa aktif flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar gula darah. Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang memiliki aktivitas biologi seperti  antioksidan, antibakteri, antikolesterol, antihiperlipidemia, antivirus, antidiabetes, antiradang, antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid yang terdapat pada kulit batang kayu raru dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Sampel diuji secara kualitatif dan kuantitatif. Pada uji kualitatif ekstrak etanol kulit batang kayu raru dilakukan menggunakan reaksi warna.Pada uji kuantitatif menggunakan larutan induk quersetin yang dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan didapatkan panjang gelombang maksimum 438 nm. Diperoleh persamaan garis regresi linier yaitu y = 0,0065x + 0,014 dengan koefisien korelasi (r) adalah 0,9973. Hasil kualitatif pada ekstrak etanol kulit batang kayu raru terbentuk warna merah  yang menandakan sampel mengandung flavonoid. Hasil analisa kuantitatif kadar rata-rata flavonoid pada ekstrak etanol kulit batang kayu raru yaitu 3,6922 %. Kata kunci:    Kulit batang kayu raru, flavonoid, spektrofotometri UV-Vis.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L) TERHADAP BAKTERI Escherichia Coli DAN Staphylococcus Aureus DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM Marantika Komalasari; Radho Alkausar; Agustina Retnaningsih
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.363 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v6i2.5938

Abstract

This study aims to determine the antibacterial inhibition of soursop leaf extract against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. Antibacterial test against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria using disc diffusion method. The concentration of soursop leaf extract used was 25%, 50%, 75% and 100% with Tetracycline antibiotics as a positive control.  The results of this study showed soursop leaf extract against Escherichia coli bacteria at a concentration of 25%, namely 0.00 mm, at a concentration of 50%, namely 8.30 mm, at a concentration of 75%, namely 8.80 mm, and at a concentration of 100%, namely 9.90  mm.  While soursop leaf extract against Staphylococcus aureus bacteria at concentrations of 25%, 50%, 75% and 100% did not get inhibition zones in each repetition. The results of testing the inhibitory power of soursop leaf extract were more effective on Escherichia coli bacteria which are gram- negative bacteria.
STABILITAS TABLET ASAM MEFENAMAT YANG BEREDAR DI BEBERAPA PUSKESMAS DAERAH LAMPUNG TENGAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV Agustina Retnaningsih; Ade Maria Ulfa; Titim Nurjannah R
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.237 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i4.2146

Abstract

ABSTRAKAsam mefenamat merupakan senyawa obat yang rentan baik terhadap cahaya maupun udara atau kelembapan, sehingga penyimpanannya tidak lebih dari 30o C dan terlindung dari cahaya. Ketidakstabilan tablet asam mefenamat dapat dilihat dari sifat fisika dan kimianya yaitu : Perubahan warna, bentuk, ukuran, kekerasan, waktu hancur, lama penyimpanan dan penurunan kadar tablet dapat mempengaruhi khasiat obat dan toksisitas yang membahayakan pasien.Penelitian ini dilakukan dengan metode spektrofotometri uv dan dengan tujuan untuk mendapatkan data stabilitas tablet asam mefenamat yang disimpan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Lampung tengah sebagai bahan pertimbangan dalam penyimpanan obat yang baik di Puskesmas serta untuk mengetahui apakah mutu dari tablet asam mefenamat sesuai dengan standar mutu Farmakope Indonesia edisi IV yaitu tidak kurang dari 90,0 % dan tidak lebih dari 110,0 %. Dari hasil Penelitian dilakukan dengan cara menentukan 3 Puskesmas berdasarkan sampling acak dari 30 Puskesmas di Lampung Tengah. Mutu tablet asam mefenamat di teliti dengan menggunakan metode eksperimental sesuai dengan Farmakope Indonesia Edisi IV. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi penyimpanan di 3 Puskesmas belum optimal, suhu ruangan berkisaran 27-35 oC sehingga menyebabkan terjadinya penurunan kadar yaitu pada sampel A adalah 102,36 %, sampel B 85,325 % dan sampel C adalah 98,52 %.Kata kunci : Tablet asam mefenamat, kualitas tablet, Spektrofotometri UV
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN UNGU (Graptophyllum pictum (L.) GRIFF) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis DAN BAKTERI Propionibacterium acnesPENYEBAB JERAWAT DENGAN METODE CAKRAM Agustina Retnaningsih; Annisa Primadiamanti; Anisah Febrianti
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.987 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v4i1.1300

Abstract

INHIBITORY TEST OF PURPLE LEAF ETHANOL EXTRACT (Graptophyllum pictum (L.) GRIFF) ON Staphylococcus epidermidis BACTERIA AND Propionibacterium acnes BACTERIA CAUSES OF ACNE WITH DISCUSSION METHODSAcne is a condition in which the pores of the skin become blocked causing an inflamed pus sac. One of the factors causing acne is bacteria. The bacteria Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis are bacteria that are present in acne. Antibiotics are one way to deal with acne problems. However, improper use of bacteria can cause resistance. The use of medicinal plants is an alternative to avoid resistance. Purple Leaves (Graptophyllum pictum (L.) Griff) is one of the plants that can be useful as a medicine. The purpose of this study was to determine the purple leaf extract can inhibit the growth of Staphylococcus epidermidis and Propionibacterium acnes bacteria causing acne, then the inhibitory test of purple leaf ethanol extract using disc method using distilled water as a negative control and erythromycin discs as positive control.The inhibitory test of purple leaf ethanol extract was carried out using concentrations of 100%, 80%, 60%, 40% and 20%. The results of this study found that the ethanol extract of purple leaves (Graptophyllum pictum (L.) Griff) at each concentration could not inhibit the bacteria Staphylococcus epidermidis and Propionibacterium acnes because there was no inhibition zone or clear zone around the disc. Keywords:   Purple Leaf, Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes, Diffusion.Jerawat adalah suatu keadaan dimana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang.Salah satu faktor penyebab jerawat adalah bakteri.Bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis merupakan bakteri yang ada pada jerawat. Antibiotik merupakan salah satu cara dalam mengatasi masalah jerawat. Namun, penggunaan bakteri yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya resistensi.Pemanfaatan tanaman yang berkhasiat obat merupakan alternatif untuk menghindari terjadinya resistensi.Daun Ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) merupakan salah satu tanaman yang dapatberkhasiat sebagai obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak daun ungu dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidisdan Propionibacterium acnes penyebab jerawat, maka dilakukan uji daya hambat ekstrak etanol daun ungu menggunakan metode cakram dengan menggunakan akuades sebagai kontrol negatif dan cakram eritromisin sebagai kontrol positifnya. Uji daya hambat ekstrak etanol daun ungu dilakukan dengan menggunakan konsentrasi sebesar 100%, 80%, 60%, 40% dan 20%.Hasil dari penelitian ini didapat bahwa ekstrak etanol daun ungu (Graptophyllum pictum (L.)Griff)  pada setiap konsentrasi tidak dapat menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes karena tidak adanya zona hambat atau zona bening disekitar cakram. Kata kunci:    Daun Ungu, Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes, Difusi
IDENTIFIKASI METHANYL YELLOW PADA SEDIAAN KOSMETIK YANG DIJUAL DI PASAR TENGAH BANDAR LAMPUNG Gusti Ayu Rai Saputri; Agustina Retnaningsih; Rama Ardhy Permana
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.896 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i3.1155

Abstract

Kosmetik saat ini masih menjadi salah satu pilihan untuk mempercantik diri misalnya perona pipi, perona mata dan perona bibir. Kosmetik ini merupakan jenis kosmetik dekoratif yang bersifat mencerahkan kulit wajah serta dapat menutupi bagian wajah yang kurang sempurna. Zat warna yang tidak diizinkan yang mungkin sengaja ditambahkan dalam kosmetik ini adalah Methanyl Yellow. Berdasarkan Peraturan Kepala BPOM RI NomorHK.03.1.23.08.11.07517 TAHUN 2011 tentang persyaratan teknis bahan kosmetika bahwa tidak boleh mengendung zat warna yang tidak diizinkan sebagai bahan pewarna pada kosmetik. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian pada kosmetik seperti perona pipi, perona mata dan perona bibir. Tujuan penelitian tersebut adalah untuk mengetahui apakah terdapat pewarna Methanyl Yellow pada sampel sediaan padat perona pipi, perona mata dan perona bibir yang dijual di Pasar Tengah Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah Kromatografi Lapis Tipis dengan fase diam silika gel G dan fase geraknya yaitu n-butanol : etanol : air : asaam asetat glasial dengan perbandingan 60:10:20:0,5. Dari hasil identifikasi pada sampel perona pipi, perona mata dan perona bibir menunjukan bahwa ketiganya tidak mengandung Methanyl Yellow, kemudian identifikasi dengan deteksi secara visual tidak menunjukan adanya bercak pada totolan sampel. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sampel negatif mengandung Methanyl Yellow.   Kata kunci : Methanyl Yellow, Kosmetik, KLT.
PENETAPAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS PADA MINYAK KELAPA, MINYAK KELAPA SAWIT DAN MINYAK ZAITUN KEMASAN SECARA ALKALIMETRI Ade Maria Ulfa; Agustina Retnaningsih; Rizkina Aufa
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.607 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i4.2142

Abstract

ABSTRAKMinyak atau lemak merupakan sumber energi yang efektif dibandingkan dengan karbohidrat dan protein. Selain itu minyak juga digunakan sebagai media penghantar panas dan memberikan rasa gurih pada makanan. Tujuan penelitian ini adalah berapakah kadar asam lemak bebas pada minyak kelapa, minyak kelapa sawit dan minyak zaitun apakah memenuhi persyaratan mutu minyak. Minyak yang sering digunakan masyarakat adalah minyak kelapa, minyak kelapa sawit, dan minyak zaitun. Dalam minyak terkandung asam lemak bebas, asam lemak bebas yang tinggi dapat menyebabkan mutu minyak yang rendah. Populasi pada sampel ini adalah minyak dalam bentuk kemasan bermerk yaitu minyak kelapa, minyak kelapa sawit, dan minyak zaitun yang beredar di supermarket Bandar Lampung berdasarkan kode produksinya. Titrasi asidi-alkalimetri adalah titrasi volumetri dengan menggunakan NaOH sebagai larutan baku sekunder dan kalium hidrogen ftalat sebagai larutan baku primer serta ditambahkan indikator pp. Titik akhir titrasi ditandai dengan adanya perubahan warna larutan menjadi warna merah muda. Hasil penelitian diperoleh kadar asam lemak bebas pada minyak goreng kemasan. Minyak kelapa adalah sebesar 0,1243%, minyak kelapa sawit 0,4305%, dan minyak zaitun 0,2077%. Hasil tersebut menunjukan bahwa minyak kelapa, minyak kelapa sawit dan minyak zaitun memenuhi persyaratan SNI yaitu minyak kelapa 0,2%, minyak kelapa sawit 0,5%, dan minyak zaitun 1,8%. Sehingga penelitian ini merekomendasikan masyarakat untuk lebih memilih minyak goreng dalam bentuk kemasan bermerk.Kata kunci : Minyak, Asam Lemak Bebas, Titrasi Alkalimetri.