Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pemberdayaan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Melalui Taman Gizi (Sistem Aquaponik) Untuk Ketahanan Pangan di Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun Rukmana, Erni; Sandy, Yatty Destani; Fransiari, Muhammad Edwin; Damanik, Kanaya Yori; Lubis, Shofia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.672

Abstract

Program Pemberdayaan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) melalui Taman Gizi dilaksanakan pada Juni-Juli 2025 di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun. Kegiatan ini melibatkan 30 kader PKK dan ibu balita sebagai agen edukasi ketahanan pangan dan gizi di keluarga dan komunitas. Kegiatan dilakukan dalam satu hari penuh dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, meliputi penyuluhan ketahanan keluarga dan pelatihan aquaponik. Program ini difasilitasi oleh tim pengabdian dari Program Studi Gizi, Universitas Negeri Medan, dengan dukungan dari pihak kelurahan dan tokoh masyarakat setempat. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya konsumsi pangan bergizi dan memperkenalkan teknik bertani ramah lingkungan. Dengan melibatkan peserta dalam setiap langkah kegiatan, diharapkan dapat mendorong pemberdayaan perempuan dan keluarga dalam pengelolaan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
THE RELATIONSHIP BETWEEN FAT INTAKE AND LDL CHOLESTEROL LEVELS IN OUTPATIENTS WITH CORONARY HEART DISEASE AT DR. PIRNGADI GENERAL HOSPITAL, MEDAN Simamora, Cike Grenada Sriningsih; Rukmana, Erni; Emilia, Esi; Purba, Edy Marjuang; Sandy, Yatty Destani
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 9 No 2 (2025): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jgipas.2025.9.2.18064

Abstract

Coronary heart disease (CHD) begins with blockage of blood vessels due to plaque buildup in the heart, which occurs when there is an excess of LDL cholesterol, causing damage to the blood vessels. Based on provincial data, the prevalence of heart disease in North Sumatra is 0.60% or around 48,469 cases. One of the causes of coronary heart disease is high fat intake and high LDL cholesterol levels. This study aims to identify the relationship between fat intake and LDL cholesterol levels in outpatients with coronary heart disease at the cardiology clinic of Dr. Pirngadi General Hospital in Medan. This is a quantitative study with a cross-sectional design and purposive sampling technique. The research sample consisted of all coronary heart disease patients who sought treatment at the cardiology clinic of Dr. Pirngadi General Hospital in Medan, totaling 50 respondents aged 25-85 years. The results showed that 58% of patients had a high fat intake (>25% of total energy requirements) and 68% had LDL cholesterol levels (≥130 mg/dL). The analysis results showed a relationship between fat intake and LDL cholesterol levels (ρ=0.022; r=0.324). There was a positive and significant but weak correlation between fat intake and LDL cholesterol levels in outpatients with coronary heart disease at Dr. Pirngadi General Hospital in Medan.
The Relationship Between Maternal Nutrition Knowledge and Energy Intake in Lunchbox and Children's Nutritional Status Elfanny Elfanny; Hardi Fatma Tresno Ingtyas; Nila Reswari Haryana; Yatty Destani Sandy
Sport and Nutrition Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/spnj.v7i1.20805

Abstract

Nutritional status describes fulfilling nutritional needs through the intake and use of nutrients. Nutritional status is influenced by maternal nutritional knowledge, energy intake, and the status of working mothers. This study aims to determine the relationship between maternal nutrition knowledge and energy intake in lunchboxes and the nutritional status of children in the kindergarten of the Pengharapan Sejati Indonesia foundation. The design of this study is cross-sectional; the sample uses a total sampling technique of 46 respondents. This research was carried out in September 2024 - January 2025 at the Yayasan Pengharapan Sejati Indonesia. The data analysis was descriptive, Spearman's rank, and logistic regression. The results showed that the nutritional knowledge of the medium category of mothers was 23 respondents (50%). Energy intake for 25 children (54.3%) was in the low category. The nutritional status of malnourished children was 25 children (54.3%). The rank-spearman test results on the maternal nutrition knowledge variable were obtained with a p-value of 0.000. The variable energy intake in the lunchbox obtained a p-value of 0.002. The results of the logistical regression analysis of the nutritional knowledge variable with the nutritional status of the child obtained a p-value of 0.002 with an Exp B of 1.102, which means that every 1 point increase in nutritional knowledge provides a 1.102 times greater chance of a normal child nutritional status. The variable of energy intake in lunchboxes with nutritional status was obtained with a p-value of 0.264, meaning there was no relationship between the variable of energy intake in lunchboxes and nutritional status. This study concludes that there was a relationship between maternal nutrition knowledge and child nutritional status, and there was no relationship between energy intake in lunchboxes and children's nutritional status.  
Peningkatan Pengetahuan CPPOB untuk Menjamin Keamanan dan Mutu Produk Frozen Food di UMKM Al-Baroqah Kota Kabanjahe Caca Pratiwi; Nila Reswari Haryana; Zulfa Nur Hanifa; Iza Ayu Saufani; Yatty Destani Sandy
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.977

Abstract

UMKM Al-Baroqah, yang memproduksi olahan pangan beku (frozen food) seperti otak-otak, tahu bakso, dan bakso ikan, menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas produk akibat belum sepenuhnya menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Kurangnya pengetahuan karyawan mengenai CPPOB menyebabkan ketidakpatuhan terhadap standar, seperti penggunaan alat pelindung diri yang tidak sesuai dan pengemasan produk yang belum vakum. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan kegiatan edukasi pada Juli 2024 yang melibatkan 12 orang, termasuk dari pemiliki, istri pemilik dan pekerja. Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang disampaikan oleh narasumber yang kompeten di bidang teknologi pangan. Pemaparan materi dilakukan selama 30 menit menggunakan media PowerPoint, dan peserta dibekali dengan booklet yang dirancang untuk membantu pemahaman mereka. Hasil kegiatan ini terjadi peningkatan secara signifikan (p<0.05) terhadap skor pengetahuan dari pre-test dibandingkan post-test. Selain itu juga terjadi peningkatan jumlah individu yang memiliki tingkat pengetahuan baik dari 16.7% (2 orang) menjadi 75% (9 orang). Berdasarkan hasil ini, kegiatan edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang CPPOB yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keamanan untuk meningkatkan keamanan pangan produk olahan. Dengan meningkatnya pemahaman mengenai CPPOB, diharapkan UMKM Al-Baroqah dapat lebih berkomitmen dalam menjaga kualitas produk melalui penerapan CPPOB secara menyeluruh, seperti perbaikan dalam penggunaan alat pelindung diri, pengemasan produk yang lebih aman, serta standar kebersihan yang lebih baik. Dalam jangka panjang, UMKM Al-Baroqah dapat meningkatkan pendapatan melalui kualitas produk yang terus meningkat.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Seimbang Dan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Gizi Kurang Pada Balita di UPTD Puskesmas Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal Fadia Diva Ramanda Nasution; Yatty Destani Sandy
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi kurang pada balita merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak ditemukan di Indonesia dan berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, daya tahan tubuh anak, serta kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2024, prevalensi gizi kurang secara nasional sebesar 16,9%, sedangkan di provinsi Sumatera Utara sebesar 7,9%, dan 12,6 % di Kabupaten Mandailing Natal. Balita merupakan kelompok yang rentan mengalami kekurangan gizi karena pertumbuhan yang cepat dan kebutuhan gizi yang tinggi. Hasil observasi awal di UPTD Puskesmas Hutabargot menunjukkan bahwa dari 10 balita, 5 balita (50%) mengalami gizi kurang, 70% ibu memiliki pengetahuan gizi yang rendah, dan 80% belum menerapkan pola asuh yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dan pola asuh ibu dengan kejadian gizi kurang pada balita di UPTD Puskesmas Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini dilakukan di UPTD Puskesmas Hutabargot, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal pada bulan September – Oktober 2025. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel 94 orang ibu yang memiliki balita usia 12-60 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pengetahuan gizi seimbang, kuesioner pola asuh, serta pengukuran antropometri balita menggunakan indikator BB/U. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi- square, dan multivariat menggunakan Regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan tentang gizi seimbang kategori kurang sebanyak 35 ibu (37,2%), kategori baik sebanyak 32 ibu (34,0%) dan kategori sedang sebanyak 27 ibu (28,7%). Pola asuh ibu sebagian besar termasuk kategori cukup sebanyak 63 ibu (67,0%), pola asuh kurang sebanyak 31 ibu (33,0%). Kejadian gizi kurang ditemukan pada 48 balita (51,1%), sedangkan balita yang tidak mengalami gizi kurang sebanyak 46 balita (48,9). Hasil uji Chi- square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu dengan kejadian gizi kurang pada balita (p=0,000) serta pola asuh ibu dengan kejadian gizi kurang (p=0,000). Analisis Regresi logistik menunjukkan bahwa pengetahuan gizi seimbang dan pola asuh ibu berpengaruh signifikan (p=0,000) terhadap kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Hutabargot.
Hubungan Status Imunisasi dan Kesehatan dengan Status Gizi pada Balita di Kelurahan Titi Papan Kota Medan Muhammmad Edwin Fransiari; Erni Rukmana; Tyas Permatasari; Yatty D. Sandy
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 3 No. 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i2.48887

Abstract

Di Indonesia salah satu masalah kesehatan yang sedang hadapi saat ini merupakan masalah status gizi pada balita. Kementerian Kesehatan Republik Indonsia melalui Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 memberikan gambaran status gizi balita (stunting, wasting, underweight, Overweight) menyatakan bahwa nilai stunting 21,6 %, nilai wasting 7,7%, nilai underweight 17,1% dan nilai overweight 3,5%. Anak yang tidak divaksinasi tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit menular, sehingga anak menjadi sakit, dan hal ini dapat menyebabkan penurunan status gizi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status imunisasi dan kesehatan dengan status gizi pada balita di kelurahan Titi Papan Kota Medan. Jenis dan desain penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan desain potong lintang. Penelitian dilaksanakan di bulan Juli 2022 di Kelurahan Titi Papa Kota Medan. Populasi dari penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 12-60 bulan di Kelurahan Titi Papan Kota Medan. Subjek penelitian diambil secara purposive sampling dengan jumlah 92 balita. Analis data menggunakan chi-square dengan taraf signifikasin p = 0,05. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan status imunisasi dan kesehatan dengan status gizi. Imunisasi yang tidak lengkap dapat menyebabkan status gizi kurang pada balita. Ada faktor lain yang harus diperhatikan dari penyebab status gizi kurang pada Balita yaitu asupan gizi yang tidak seimbang dan penyakit infeksi.
The Relationship Between Body Mass Index (BMI) and Vitamin C Intake with the Incidence of Gout in the Elderly: HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DAN ASUPAN VITAMIN C DENGAN KEJADIAN ASAM URAT PADA LANSIA Khaira Ummah; Yatty Destani Sandy; Caca Pratiwi; Risti Rosmiati; Nila Reswari Haryana
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgpkm.v5i1.67458

Abstract

Asam urat adalah suatu penyakit yang disebabkan karena keberadaan kristal monosodium urat (MSU). Faktor-faktor penyebab peningkatan kadar asam urat adalah usia, jenis kelamin, genetik, kebiasaan makan, lingkungan, berat badan (overweight), dan penyakit degeneratif (penyakit jantung, diabetes,hipertensi,dan gangguan pada sistem kerja ginjal). Penelitian ini dilaksanakan pada lansia yang berdomisili di UPT Puskesmas Bandar Khalifah Kecamatan Precut Sei Tuan pada bulan September- Oktober 2024. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional dengan metode convenience atau Accidental Sampling. Besar sampel pada penelitian ini adalah 84 responden. Teknik pengumpulan data indeks massa tubuh (IMT) menggunakan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Data asupan vitamin C mengunakkan bentuk SQ-FFQ selama 2 minggu. Dan kadar asam urat diperoleh dengan pengecekan menggunakan alat easy touch GCU yang diperiksa oleh tenaga ahli kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara indeks massa tubuh (IMT) dan kadar asam urat dengan nilai koefisien korelasi r= 0,315, dan p-value= 0,004. Asupan vitamin C dan kadar asam urat tidak memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan nilai koefisien r= -0,169, dan p-value= 0,123.