p-Index From 2021 - 2026
10.126
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Conservation Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan MetaKom : Jurnal Kajian Komunikasi Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Buletin Perpustakaan Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Panggung Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi PROSIDING KOMUNIKASI Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Pustabiblia: Journal of Library and Information Science Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Metahumaniora LINIMASA: JURNAL ILMU KOMUNIKASI Pantun: Jurnal Ilmiah Seni Budaya Jurnal Imam Bonjol : Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Info Bibliotheca: Jurnal perpustakaan dan ilmu Informasi Unilib: Jurnal Perpustakaan Jurnal Pewarta Indonesia LIBRIA: Library of UIN Ar-Raniry Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Informatio: Journal of Library and Information Science ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Literatify : Trends in Library Development LibTech : Library and Information Science Journal Baitul Ulum: jurnal Ilmu Perpustakaan Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Jurnal Ilmiah Multidisiplin (JUKIM) Libraria: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Innovative: Journal Of Social Science Research Midang Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Philosophiamundi : Journal of Global Humanistic Studies Journal of Innovative and Creativity Pustabiblia: Journal of Library and Information Science Kabuyutan: Jurnal Kajian Iilmu Sosial dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal Panggung HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Al Maktabah Jurnal kajian Ilmu dan Perpustakaan
Claim Missing Document
Check
Articles

INVENTARISASI PENGETAHUAN LOKAL HAJAT LEMBUR MASYARAKAT TATAR KARANG: INVENTARISASI PENGETAHUAN LOKAL HAJAT LEMBUR MASYARAKAT TATAR KARANG CMS, Samson; Kusnandar, Kusnandar; Rukmana , Evi Nursanti
KABUYUTAN Vol 1 No 2 (2022): Kabuyutan, Juli 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v1i2.38

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan lokal tentang tradisi Hajat Lembur di Tatar Karang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta disusun berdasarkan struktur inventarisasi budaya Kemendikbud. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: 1) Secara historis, Hajat Lembur di Tatar Karang merupakan warisan sistem adat yang sudah ada sebelum tahun 1860 serta erat kaitannya dengan komunikasi kebencanaan; 2) Secara konseptual, Hajat Lembur merupakan: (a) pesan kewaspadaan terhadap pontensi ancaman bencana di wilayah Tatar Karang, baik bencana alam, nonalam maupun sosial; (b) aktivitas yang memiliki struktur, ritus, ruang dan waktu yang sudah baku dan dilaksanakan setiap bulan Muharram antara tanggal 1 s.d 10 pada sore hari; (c) aktivitas yang menggunakan simbol-simbol ritus baku; (d) aktualisasi nilai-nilai Sadrasa Kamanusaan; (e) aktivitas regenerasi melalui transfer pengetahuan. 3) Secara faktual, Hajat Lembur yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah mengalami perubahan pada struktur, ritus, ruang dan waktu sehingga menimbulkan ketegangan di masyarakat. Oleh karena itu, sejak 2017 berdasarkan dorongan dari pihak adat, Hajat Lembur kembali digelar sesuai dengan ketentuan adat yang berlaku. 4) Strategi pelestarian tradisi Hajat Lembur: (a) terdapat tujuh faktor penting dalam pelestarian budaya; (b) melestarikan Hajat Lembur menurut guru/maestro budaya: kembalikan Hajat Lembur sesuai tradisinya; lakukan penelitian supaya pesannya dipahami semua pihak; gunakan semua media termasuk media sosial untuk publikasi. Simpulan: inventarisasi budaya merupakan salah satu hal penting untuk menumbuhkan kesadaran bangsa dalam melestarikan warisan budaya benda maupun takbenda.
Inventarisasi Sumber Informasi Dokumenter dan Non-Dokumenter untuk Dokumentasi Budaya Kusnandar; CMS, Samson; Rukmana , Evi Nursanti
KABUYUTAN Vol 1 No 3 (2022): Kabuyutan, November 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v1i3.74

Abstract

Sebagai ahli informasi, pustakawan dan arsiparis dapat berkontribusi dalam kegiatan dokumentasi budaya dengan cara memilih serta menyediakan sumber-sumber informasi dokumenter dan non-dokumenter yang kredibel terkait dengan suatu karya budaya. Melalui artikel ini, penulis bermaksud menyajikan tentang inventarisasi sumber informasi dokumenter dan non-dokumenter dengan penyajiannya mengacu pada beberapa pertanyaan berikut: Apa yang dimaksud dengan sumber informasi dokumenter dan non-dokumenter untuk dokumentasi budaya?; Bagaimana inventarisasi sumber informasi dokumenter untuk dokumentasi budaya?; dan Bagaimana inventarisasi sumber informasi non-dokumenter untuk dokumentasi budaya? Artikel ini disusun berdasarkan studi pustaka dari berbagai sumber bertema sumber informasi dokumenter dan non-dokumener. Adapun hasil studi pustaka tersebut adalah sebagai berikut: (1) Sumber informasi dokumenter merupakan sumber informasi tentang suatu karya budaya yang sudah tertuang dalam media rekaman. Sementara itu, sumber informasi non-dokumenter adalah sumber informasi tentang suatu karya budaya yang belum terekam dan diperoleh secara langsung dari sumber perorangan, kelompok atau pun lembaga. (2) Inventarisasi sumber informasi dokumenter dapat berupa Bibliografi Beranotasi dari sumber informasi primer dan sekunder. Pemilihan sumber informasi dokumenter yang kredibel menggunakan prinsip CRAAP (Currency, Relevance, Authority, Accuracy, and Purpose). (3) Inventarisasi sumber informasi non-dokumenter dapat berbentuk Profil Ahli Budaya dan Profil Lembaga Budaya. Selain itu, dapat juga menggunakan prinsip dan teknik Pemetaaan Budaya untuk menyusun profil sumber informasi non-dokumenter seraya menandai lokasi geografis dari sumber informasi tersebut di dalam sebuah peta bumi. Dalam menentukan kredibilitas sumber informasi non-dokumenter, perlu memperhatikan beberapa hal yaitu: (1) daftar karya tulis dari seorang Ahli/Pelaku Budaya Formal; (2) intesitas enkulturasi, sumber enkulturasi, motivasi enkulturasi, serta rekognisi dan otoritas sosial dari seorang Ahli/Pelaku Budaya Non-formal; (3) adanya kejelasan tujuan dan masa eksistensi yang cukup lama dari Lembaga Budaya Non-pemerintah. Sementara itu, Lembaga Budaya Pemerintah lazimnya memilki krebilitas yang tinggi sebagai sumber informasi mengingat adanya tuntutan akuntabilitas dan kinerja yang baik dalam pelayanan publik.
Kebijakan/Regulasi yang Dilakukan oleh Petugas Museum Geologi Bandung Farida, Ismi Anjar; Ute Lies Siti Khadijah; CMS, Samson; Lutfi Khoerunnisa
Buletin Perpustakaan Vol. 6 No. 1 (2023): Buletin Perpustakaan Volume 6 Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Segala bentuk peninggalan manusia di masa lalu yang memiliki nilai sejarah harus dapat dilindungi dan dilestarikan dengan baik. Hal ini dilakukan agar dapat terus diingat dan menjadi pembelajaran di masa yang akan mendatang. Kegiatan yang dapat dilakukan yaitu melakukan tindakan preservasi maupun konservasi terhadap suatu objek yang memiliki nilai sejarah. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi secara langsung ke museum Geologi Bandung dan melakukan wawancara dengan petugas museum. Diperlukan pula studi literatur yang berisikan dukungan serta menjawab beberapa pertanyaan yang ada pada penelitian ini. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat beberapa koleksi tersedia di museum geologi yang digolongkan ke dalam Sejarah Kehidupan, Geologi Indonesia, dan Geologi untuk Kehidupan Manusia. Tindakan perlindungan koleksi yang dilakukan yaitu melakukan pembersihan seluruh koleksi secara berkala dan pengaturan suhu ruangan. Dapat disimpulkan bahwa tindakan preservasi merupakan hal yang sangat penting dilakukan untuk melindungi maupun melestarikan peninggalan sejarah. Dengan tujuan untuk dapat menjaga nilai yang terkandung di dalam koleksi.
Reproduksi Folklor dan Permainan Rakyat sebagai Bahan Pembelajaran Pengetahuan Lokal di Perpustakaan Evi Nursanti Rukmana; Kusnandar Kusnandar; Yunus Winoto; Samson CMS
AL Maktabah Vol 8, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v8i2.2656

Abstract

Folklor dan permainan tradisional merupakan budaya tak benda Indonesia yang akan hilang sehingga harus dideminasikan kepada pengguna melalui perpustakaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana reproduksi folklor dan permainan tradisional dalam konsep GLAM melalui film animasi dan video games. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian, reproduksi folklor dalam film animasi terdiri dari pengembangan, produksi, post-production, dan tahap uji coba. Kegiatan pengembangan adalah mengumpulkan ide. Kegiatan produksi terdiri dari modeling dan texturing, rigging, tracking camera, pencahayaan, dan pengaturan kamera. Post-production terdiri dari komposisi dan pengeditan video, rendering, dan video code composition determination. Uji coba film animasi penting dilakukan untuk mengetahui hasil film animasi yang ditayangkan, pemahaman konten cerita, pesan cerita, tampilan animasi, dubbing, dan kelayakan distribusi film animasi. Pembuatan video games terdiri dari proses produksi, hasil repoduksi, dan uji coba. Kegiatan produksi antara lain konsep dalam seni, pembuatan sprite sheet animation, desain lingkungan, pengembangan permainan, interface design, dan pemilihan audio. Hasil produksi video games dianalisis sebagai uji coba produk untuk mengetahui keefektifan video games kepada pengguna. Pustakawan dapat mengumpulkan folklor dan permainan rakyat dan membuatkan film animasi dan video games. Film animasi dan video games sebagai koleksi digital perpustakaan. Perpustakaan dapat mereproduksi folklor dan permainan tradisional ke dalam desain yang menarik melalui kolaborasi antara pustakawan, filologi, sarjana ilmu komputer, sarjana komunikasi visual, dan musikus. Pustakawan dapat menerapkan reproduksi folklor dan permainan rakyat dalam membuat media pembelajarn bagi pemustaka.
Penerapan metode read aloud & think aloud dalam peningkatan keterampilan membaca siswa pada Guru SD di Kabupaten Sumedang Evi Nursanti Rukmana Rukmana; Kusnandar; Samson CMS; Rida Fatimah Zakiyatul Huda; Wawan Kusmana; Rangga; Enjang Herawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3739

Abstract

Untuk mengetahui penerapan metode read aloud & think aloud dalam peningkatan keterampilan membaca siswa pada Guru SD di Kabupaten Sumedang melalui analisis penerapan, tantangan, dan peluang read aloud & think aloud di sekolah. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan read aloud & think aloud di SD Bendungan II, SDN Gudang Kopi II, SD Negeri Tanjungsari II, SDN Pasirsari 03, SD Negeri Padasuka I, dan SDN Sukamaju menerapkan read aloud dan think aloud sebelum pembelajaran dimulai dan penerapan di mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda. Tantangan yang dihadapi saat pelaksanaan read aloud & think aloud yakni terbatasnya bahan bacaan, terbatasnya waktu membaca nyaring, dan ruangan kelas yang masih belum kondusif. Adapun peluang dalam penerapan read aloud dan think aloud ini antara lain membaca dan berpikir nyaring dapat memudahkan belajar pada sebuah mata pelajaran, menjalin kedekatan guru dan siswa, strategi melihat pembaca potensial pada siswa, dan strategi melihat minat dan bakat siswa. Penerapan read aloud & think aloud sudah berjalan namun belum maksimal dikarenakan beberapa tantangan yang ada, misalnya belum efektifnya perpustakaan sekolah.  
Peran YouTube dalam Penyebaran dan Dokumentasi Informasi Sejarah: Sebuah Kajian Literatur Ghina Fitri Azizah; Rizki Nurislaminingsih; Samson CMS
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6701

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah cara informasi sejarah diproduksi, disebarkan, dan didokumentasikan dalam masyarakat kontemporer. YouTube sebagai platform berbasis audiovisual muncul sebagai ruang alternatif dalam penyebaran narasi sejarah sekaligus berfungsi sebagai media penyimpanan pengetahuan sejarah dalam bentuk digital. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau peran YouTube dalam penyebaran dan dokumentasi informasi sejarah melalui pendekatan kajian literatur. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan menganalisis artikel-artikel ilmiah yang relevan dan diterbitkan dalam lima tahun terakhir, yang membahas YouTube, informasi sejarah, serta praktik dokumentasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa YouTube berperan penting dalam memperluas akses terhadap informasi sejarah melalui konten audiovisual yang mudah diakses dan tersebar luas. Selain itu, YouTube berfungsi sebagai arsip digital non-formal yang memungkinkan konten sejarah disimpan dan diakses kembali oleh masyarakat. Hasil dari penelitian ini bahwa YouTube dapat dipahami sebagai media alternatif yang melengkapi praktik dokumentasi sejarah formal serta berkontribusi dalam perkembangan historiografi digital. Meskipun demikian, tantangan terkait kredibilitas konten, keberlanjutan penyimpanan, dan ketiadaan mekanisme kurasi arsip yang baku masih perlu mendapat perhatian dalam penelitian selanjutnya.
Mentoring sebagai Praktik Berbagi Pengetahuan dalam Pengembangan Kapasitas Sosial Anggota Baru Mahaperan Febrian Gibran Juliansyah; Rully Khairul Anwar; Samson CMS
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6823

Abstract

Organizations with a membership system face challenges in maintaining the continuity of knowledge, values, and social practices during membership turnover. This study aims to examine mentoring as a knowledge-sharing practice in developing the social capacity of new members at Mahaperan Bandung. The study employed a qualitative approach through a case study method. Data were obtained through in-depth interviews with five mentors and five new members, observations of organizational activities, and documentation. The data were then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results demonstrate that mentoring serves as a bridge for knowledge sharing, internalization of organizational values, and the creation of social relationships through formal learning spaces, informal interactions, practical activities, and periodic evaluations. The success of this process is influenced by trust, a family culture, two-way communication, frequency of meetings, alignment of meanings, and organizational support. The impact is evident in the development of communication skills, collaboration skills, empathy, trust, active participation, and a sense of belonging among new members. This study demonstrates that mentoring is not merely personal development, but rather a mechanism for targeted knowledge sharing to enhance the social capacity of student organizations.
Preservasi Naskah Kuno Babad Banten di Museum Sri Baduga Nida Nurmustafha; Elnovani Lusiana; Samson CMS
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.1.91

Abstract

Naskah kuno Babad Banten berumur lebih dari seratus tahun sehingga bentuk fisiknya mulai mengalami kerusakan. Salah satu cara untuk mencegah kerusakan yang lebih parah yaitu melalui kegiatan preservasi. Penelitian ini bertujuan untuk membahas kegiatan preservasi naskah kuno Babad Banten di Museum Sri Baduga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konservasi preventif yang dilakukan pihak museum meliputi pembuatan kebijakan terkait penyimpanan dan perawatan naskah, penentuan anggaran preservasi, penyediaan alat keamanan, serta mengikutsertakan staf pada workshop dan seminar. Konservasi pasif meliputi pengaturan suhu dan kelembapan relatif, pemeliharaan kebersihan, pengaturan cahaya ruangan penyimpanan, dan survei kondisi fisik naskah. Konservasi aktif meliputi pembersihan naskah dan penyimpanan naskah dalam boks khusus dan kertas bebas asam. Kendala preservasi yang dihadapi pihak museum yaitu keterbatasan anggaran, sarana prasarana untuk perbaikan, serta kurangnya jumlah dan kompetensi sumber daya manusia. Kondisi fisik naskah Babad Banten yang rusak dapat diatasi dengan melakukan laminasi dan penjilidan ulang. Pihak museum harus lebih cekatan dalam berkomunikasi dengan mitra kerja sama agar tindakan restorasi pada naskah Babad Banten dapat segera dilaksanakan. Pemerintah provinsi perlu mengalokasikan anggaran untuk pengadaan sarana prasarana preservasi yang memadai dan pengembangan sumber daya manusia, agar kegiatan preservasi di Museum Sri Baduga dapat terlaksana lebih optimal. 
Merancang Media Sosial sebagai Sarana Promosi Perpustakaan SMAN 13 Bandung Lulu Mutiara; Ninis Agustini Damayanti; Samson CMS
Baitul 'Ulum: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 9 No. 1 (2025): Baitul Ulum: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/baitululum.v9i1.255

Abstract

Introduction. SMAN 13 Bandung Library does not yet have digital media as a means of disseminating information and promoting services, so information is only delivered through printed media such as bulletin boards. This study aims to design an Instagram social media account as a medium for information and promotion of library services to reach more students.. Data Collection Methods. The method used is action research with the Kurt Lewin model which consists of the planning, action, observation and reflection stages. Data Analysis. Data were obtained through observation, interviews, documentation, and questionnaires. The results of the study indicate that the Instagram account @perpustakaan.sman13bdg has succeeded in providing library service information in an interesting, informative, and easy-to-understand manner. Results and Discussion. Based on the questionnaire distributed to 107 students, all success indicators showed a satisfaction percentage above 89%, indicating that social media is effective as a means of library promotion. The librarian's response also supports that the designed account has met user needs. Conclusion. Instagram accounts can be an effective and relevant information media in bringing library services closer to students and increasing the appeal of school libraries. The suggestions in this study are (1) continuous content development (2) periodic evaluation (3) student involvement in content creation (4) Social Media Management Training for Librarians.
PENGEMBANGAN FIKOM KNOWLEDGE HERITAGE SEBAGAI PUSAT WARISAN ORGANISASIONAL DAN PENGETAHUAN FIKOM UNPAD: PENGEMBANGAN FIKOM KNOWLEDGE HERITAGE SEBAGAI PUSAT WARISAN ORGANISASIONAL DAN PENGETAHUAN FIKOM UNPAD Kusnandar Kusnandar; Samson CMS; Evi Nursanti Rukmana
KABUYUTAN Vol 3 No 2 (2024): Kabuyutan, Juli 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i2.256

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan atas dasar adanya fenomena terkait dengan kebutuhan pihak manajemen Fikom Unpad untuk mengembangkan konsep pengelolaan koleksi hibah Dr. Ronny Adhikarya yang diberikan melalui Perpustakaan Fikom Unpad. Hibah tersebut berkaitan dengan koleksi pribadi Dr. Ronny Adhikarya dapat dikategorikan sebagai Documentary Heritage yang memiliki nilai penting bagi perkembangan ilmu komunikasi. Sebagai Documentary Heritage koleksi hibah Dr. Ronny Adhikarya perlu dikelola dengan baik guna mendukung program Memory of the World dari UNESCO. Adapun fokus dari penelitian ini meliputi: (1) konsep pengelolaan koleksi khusus di Perpustakaan Fikom Unpad; (2) kriteria koleksi khusus di Perpustakaan Fikom Unpad; serta (3) skema pengelolaan koleksi khusus di Perpustakaan Fikom Unpad. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Participatory Action Research (PAR) dengan teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara informal, diskusi, observasi, serta studi dokumen. Partisipan penelitian ini adalah pada Pimpinan Fakultas, Pustakawan, Arsiparis, Dosen, Mahasiswa, dan Alumni Fikom Unpad. Penelitian ini telah mengembangkan beberapa rumusan terkait dengan Pengelolaan Koleksi Khusus Perpustakaan Fikom Unpad sebagai berikut: (1) “Fikom Knowledge Heritage” sebagai istilah yang digunakan untuk Koleksi Khusus Perpustakaan Fikom Unpad; (2) Kriteria koleksi "Fikom Knowledge Heritage" adalah karya intelektual individual dan organisasional Fikom Unpad yang memilki nilai-nilai sejarah dan keilmuan pada bidang Ilmu Komunikasi; serta (3) Pengelolaan "Fikom Knowledge Heritage" dirumuskan sebagai bentuk pengelolaan kolaboratif yang melibatkan para pemangku kepentingan dan pihak-pihak lain sebagai mitra pengelola.
Co-Authors -, Sukaesih - ., Sukaesih Abdillah, Zilki Tsani Afrina Nabila Azhari Agus Rusmana Ajri Rhaysa Maulina Al-Banjari, M. Husin Alwi Alfiana Alya Zahra Tiaranisa Andi Kamila Ariani Andita, Shafa Shafina Putri Andri Yanto Andri Yanto Anggun Rismawanti Anggy Endrawan Anggy Endrawan, Anggy Anjani, Salsabila Apriani, Wulan Aqila Ramadhiani Asep Saeful Rohman Asep Saeful Rohman Atwar Bajari Atwar Bajari Baban Banita Budi Sujatmiko Chrisna Adhi Pranoto D, Ninis Agustini Dadang Sugiana Dadang Sugiana Damaris, Betarum Denanty, Sheila Alysia Deri Hediana Priyadi Desi Nurcahyani Elnovani Lusiana Enjang Herawan Evi Nursabti Rukmana Evi Nursanti R Evi Nursanti Rukmana Evi Rosyani Dewi Evi Rosyani Dewi Evi Rukmana Fachriani, Laila Nur Farida, Ismi Anjar Febrian Gibran Juliansyah Fitri Perdana, Fitri Ghina Fitri Azizah Ginna Megawati Hamedi Bin Mohammad Adnan4 Helen Nur Fauziyah Herlina Agustin Husin M. Al-Banjari Ilham Gemiharto Insanu, Teguh Muhamad Iwan Sukoco Khaerunnisa, Lutfi Khoerunnisa, Lutfi Kusnandar Kusnandar Kusnandar Kusnandar Kusnandar kusnandar kusnandar Kusnandar, Kusnandar Lulu Mutiara Lutfi Khoerunnisa Lutfi Khoerunnisa Lutfi Khoerunnisa Lutfi Khoerunnisa Maula Siti Sarah Muhammad Ilham Muhammad Zulfi Mutiara Susanti Solehat N Rinaju Purnomowulan Nadia Nur Azizah Neneng Komariah Neneng Komariah Nida Nurmustafha Ninis Agustini d Ninis Agustini Damayani Noormarina Indraswari Novani, Laeli Nurhidayah, Arina Nurmaya Prahatmaja Nurmaya Prahatmaja Nurmustafha, Nida Nurul Oktavia Okta Wismandanu Osama Muhammad Fikri Pawit M Yusup Pawit Muhammad Yusup Pawit Yusup Prijana Prijana Putri Abduh, Yunnisa Nabila Putri Martina Nursinta Putri, Salsa Amalia Putri, Sukma Kurnia Rangga Rani Bunga Angelina Rasus Budhyono Rasyid Jauhari Rida Fatimah Zakiyatul Huda Rifki Rizkia Malik Rizki Nurislaminingsih Rully Khairul Anwar Rully Khairul Anwar Safanawati, Siti Kartika Saleha Rodiah Salma Fatya Azzahra Salsa Amalia Putri Salsabila Anjani Sarah, Maula Siti Sari Usih Natari Saskia Dwi Indriani Siti Kartika Safanawati Sri Hastuti, Tuti Sukaesih Sukaesih - Sukaesih - Sukaesih Sukaesih Sukaesih Sukaesih Sukaesih Sukaesih Sukaesih Sukaesih, Sukaesih Sukaesih, - Susi Machdalena Syifa Ayu Salsabilla Syihabuddin, Anan Rafid Teguh Muhamad Insanu Tri Gumilar Triandra, Muhammad Alfito Trianing Tyas Anggaeni Trisna Gumilar Ute Lies Siti Khadijah Vanamamalai, Ratnamala Wawan Kusmana Wina Erwina Wina Erwina Windyani Aprilia Yoshua Gilang Pratama Yunus Winoto Yunus Winoto Zahra Fahira Iskandar