Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hakikat Metode Pendidikan Islam Aisyah Aminda; Fellen Afifah; Sarifa Yuliani Siregar; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam persfektif filsafat pendidikan Islam metode pendidikan Islam tidaklah sama dengan metode pendidikan yang ada di barat. Walaupun ada beberapa metode yang hampir sama. Dalam perspektif barat ada begitu banyak metode pemilihan yang ditawarkan oleh tokoh-tokoh pendidikan. Tetapi perlu dicatat bahwa kadang-kadang metode ini tidak sesuai dengan karakteristik sifat manusia. Secara khusus, metode pendidikan Islam harus relevan dengan sifat manusia sebagai makhluk dimensi ganda, yang terdiri dari jism dan spirit dan konsepsi Islam tentang jalan datangnya pengetahuan ke dalam manusia melalui pendengaran (sam'a), penglihatan (bashar) dan hati (qalb). Jika ini tidak dipertimbangkan, maka tidak peduli seberapa baik metode ini dipilih, itu mungkin tidak dapat menyelesaikan masalah. Ada beberapa macam metode yang digunakan dalan pendidikan islam. Al-Syaibany berpendapat bahwa ada 12 (dua belas) metode yang dapat digunakan dalam pendidikan pendidikan islam, yaitu : metode pengambilan kesimpulan atau induktif, metode perbandingan (qiyasah), metode kuliah, metode dialog dan perbincangan, metode lingkaran (halaqah), metode riwayat, metode mendengar, metode membaca, metode imla' (dictation), metode hafalan, metode pemahaman, dan metode lawatan untuk menuntut ilmu (pariwisata).
Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Menanamkan Nilai Toleransi melalui Pendidikan Multikultural Siti Sarah Sari Mangunsong; Nurhalizah Maharaja; Azizah Hanum OK
Inovasi Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): April: Inovasi Pendidikan dan Anak Usia Dini
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/inpaud.v3i2.1110

Abstract

This research examines how families and communities play a role in instilling the value of tolerance through multicultural education. As a country rich in ethnic, religious, cultural and linguistic diversity, Indonesia needs an attitude of mutual respect so that social life continues to run in peace and harmony. Therefore, it is important to introduce the value of tolerance from an early age through the child's closest environment, such as family, community and school. In everyday life, the family is the first place where children receive education about tolerance through providing understanding, habituating positive behavior, example from parents, and monitoring children's attitudes. On the other hand, society also has a contribution as a learning environment that introduces children to diversity through social interaction and various joint activities. Schools also play a role in forming a tolerant character by implementing multicultural education in a planned and sustainable manner. This research uses a literature study method by examining various scientific sources related to multicultural education and instilling the value of tolerance. Based on the results of the study, it is known that cooperation between family, school and community has a very important role in shaping children's character so that they are able to appreciate differences, live side by side in harmony, and maintain unity in the life of a diverse society.
Religious Moderation Values In Islamic Education Textbooks At The Junior Secondary Level: A Curriculum Merdeka Perspective Junaidi Arsyad; Indah Sri Wahyuni; Yusnaili Budianti; Azizah Hanum OK
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 01 (2026): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/qs33ke21

Abstract

Penelitian ini didorong oleh kebutuhan untuk memperkuat nilai-nilai moderasi agama dalam pendidikan, khususnya di SMP, yang sejalan dengan orientasi Kurikulum Merdeka pada karakter, keragaman, dan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis konten, dengan menganalisis struktur, narasi, gambar, dan aktivitas pembelajaran dari buku teks Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter (PAI-BP) untuk kelas VIII. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai moderasi agama, bagaimana nilai tersebut diwujudkan, dan pentingnya nilai tersebut dalam memperkuat karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi yang paling sering muncul adalah keadilan, keseimbangan, toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, dan penolakan terhadap ekstremisme. Nilai-nilai ini diwujudkan melalui penjelasan konseptual, penguatan dengan ayat-ayat Al-Qur'an, contoh praktis, dan latihan reflektif pemikiran kritis. Berdasarkan hasil temuan, studi ini menilai bahwa buku teks PAI-BP kelas VIII selalu mengemban nilai moderasi dan relevan dengan tujuan Kurikulum Merdeka dalam menumbuhkan karakter moderat, toleran, dan adaptif pada siswa. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat bagaimana nilai-nilai ini diterapkan dalam praktik pembelajaran di kelas. Kata kunci: Moderasi Beragama, Pendidikan Agama Islam, Kurikulum Merdeka, Analisis Isi, Sekolah Menengah Pertama
Kajian Literatur Tentang Strategi Pembelajaran Multikultural pada Pendidikan Anak Usia Dini Azizah Hanum OK; Rekha Dyta Amelia; Siti Fadhilah Harahap
Jurnal Ilmu Bahasa dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Ilmu Bahasa dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jibpgsd.v2i3.259

Abstract

Multicultural education in early childhood is essential for fostering tolerance, empathy, and respect for diversity. As a multicultural nation, Indonesia’s cultural, linguistic, and religious diversity needs to be systematically introduced through early education. This study aims to analyze multicultural learning strategies in Early Childhood Education (ECE), including storytelling, role-playing, songs, games, and experiential culturally based learning. This study employs a library research approach by reviewing relevant scholarly sources. Data were analyzed using qualitative descriptive methods through classification, interpretation, and thematic synthesis. The findings reveal that multicultural learning strategies are most effective when implemented through play-based and collaborative approaches aligned with children's developmental characteristics. The integration of cultural elements into learning enables children to understand diversity concretely while developing social competence, communication skills, cooperation, and appreciation for different cultural backgrounds. Furthermore, teachers play a crucial role in designing inclusive learning environments that encourage meaningful interactions among children from diverse backgrounds. These findings highlight the role of multicultural education in early childhood as a foundation for nurturing inclusive individuals capable of living harmoniously in diverse societies while strengthening national unity and promoting social cohesion from an early age.