Claim Missing Document
Check
Articles

EFEK UMBI SINGKONG (Manihot utilissima Pohl.) DALAM MENURUNKAN TINGKAT KEMERAHAN MUKOSA LAMBUNG TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI ASPIRIN Assem, Vincentia Santy; Hardia, Lukman
JURNAL ETNOFARMASI Vol 1 No 1 (2021): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.127 KB)

Abstract

Umbi singkong (Manihot utilissima Pohl.) secara empiris digunakan untuk obat maag. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek menurunkan tingkat kemerahan mukosa lambung pada perasan segar umbi singkong, suspensi dan bubur pati singkong pada tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi dengan aspirin dosis 150 mg/KgBB. Penelitian ini menggunakan metode The Post test – Only Control Group Design. Tikus sebanyak 35 ekor dibagi menjadi 6 kelompok. Kemudian masing- masing diberi, K1 (aqua destilata 2,5 mL/200gBB), K2 (aqua destilata 2,5 mL/200gBB), K3 (sukralfat 0,18 mL/200gBB), K4 (perasan segar umbi singkong 2,5 mL/200gBB), K5 (suspensi pati singkong 2,5 mL/200gBB) dan K6 (bubur pati singkong 2,5 mL/200gBB) secara peroral. Sebelum perlakuan tikus dipuasakan selama 24 jam. Setelah 10 menit perlakuan kelompok 2, 3, 4, 5 dan 6 diinduksi dengan aspirin dosis 150mg/KgBB dan dibiarkan selama 12 jam. Kemudian tikus dikorbankan menggunakan eter dan lambungnya lambungnya diangkat untuk diperiksa adanya ulcer kemudian diskor. Data yang diperoleh dianalisis dengan Kruskal-Wallis Test dan uji Mann-Whitney Test dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasan segar umbi singkong, suspensi dan bubur pati singkong memiliki aktivitas antiulcer pada tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi dengan aspirin dosis 150 mg/KgBB.
UJI FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN KATUK (Sauropus adrogynus (L) Merr) Lanipi, Retna Paricca; Astuti, Ratih Arum; Hardia, Lukman; Budianto, Angga Bayu
JURNAL ETNOFARMASI Vol 1 No 02 (2022): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.549 KB)

Abstract

Daun katuk mengandung antioksidan yang tinggi seperti, protein dari daun katuk yang mampu melancarkan metabolisme tubuh dan menjaga kesehatan jantung, serat dapat menurunkan kadar kolesterol dengan meningkatnya ekskresi garam empedu dan kolesterol melalui fases maka garam empedu yang mengalami siklus enterohepatik juga berkurang, berkurangnya garam empedu yang masuk ke hati dan berkurangnya absorbsi kolesterol akan menurunkan kadar kolesterol sel hati, hal ini akan meningkatkan pengambilan kolesterol dari darah akibatnya akan menurunkan kadar kolesterol darah, vitamin B1 untuk kestabilan suhu tubuh dan membantu metabolisme karbohidrat, vitamin C dalam tubuh adalah untuk sintesis karnitin, noradrenalin, serotonin, absorbsi dan metabolisme besi, absorbsi kalsium, mencegah infeksi, mencegah kanker, penyakit jantung, pembuatan kolagen (protein berserat yang membentuk jaringan ikat pada tulang), pengangkut lemak.Tekanan darah tinggi juga dapat disebabkan oleh kadar kalsium didalam darah yang sangat rendah, oleh karena itu telah dilakukan penelitian tentang uji flavonoid ekstrak etanol daun katuk (Sauropus adrogynus (L) Merr.). Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah daun katu memiliki senyawa kimia yang dapat digunakan dalam berbagai pengobatan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun katuk memiliki kandungan kimia seperti alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan polifenol.
TREN PENELITIAN BAKTERI RESISTEN PENGHASIL METALLO-BETA LACTAMASE (MBL) TERHADAP ANTIBIOTIK GOLONGAN KARBAPENEM: ANALISIS BIBLIOMETRIK Hardia, Lukman; Muslihin, A. M.
JURNAL ETNOFARMASI Vol 1 No 01 (2023): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Publikasi mengenai bakteri penghasil enzim Metallo-β-Lactamase (MBL) masih belum memadai, hal ini karena tren publikasi yang membahas topik tersebut masih minim. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui tren penelitian bakteri resisten yang menghasilkan MBL dan menyebabkan resistensi terhadap karbapenem dengan menggunakan metode bibliometric analysis. Hasil penelitian diperoleh 1429 publikasi, dimana 83,2% (1189) dalam bentuk artikel jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren penelitian dan publikasi ilmiah pertama kali dilakukan pada tahun 1990 dengan kata kunci yang paling tren digunakan ialah humans (731), microbial sensitivity tests (596), anti-bacterial agents/pharmacology (478), carbapenems/pharmacology (359), dan beta-lactamases/genetics(306). Peningkatan tren publikasi terjadi mulai tahun 2019 dengan rata-rata publikasi lebih dari 100 dokumen. China dan USA menjadi negara dengan produktifitas publikasi tertinggi. USA juga menjadi negara yang paling banyak berkolaborasu dengan negara lain, sedangkan penulis paling produktif yaitu Bonomo, Robert A dengan total publikasi sebanyak 32 kali. Sumber jurnal Antimicrobial Agets and Chemoterapy menjadi yang paling produktif dengan menerbitkan 217 publikasi, sedangkan Institusi yang paling produktif yaitu Zagreb sebanyak 550 artikel, JMI Laboratories sebanyak 363 artikel, dan Schaumburg sebanyak 356 artikel.
EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN MANGROVE (Rhizophora mucronata) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA MENCIT JANTAN (Mus Muscullus) Ningrum, Indah Diah; Astuti, Ratih Arum; Hardia, Lukman
JURNAL ETNOFARMASI Vol 1 No 01 (2023): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangrove (Rhizophora mucronata) mengandung flavonoid, saponin dan tanin. Senyawa yang terdapat dalam daun mangrove memiliki aktivitas antiinflamasi, antivirus, dan antimikroba. Berdasarkan senyawa yang dimiliki, mangrove (Rhizophora mucronata) bisa dimanfaatkan sebagai salep untuk luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sediaan salep ekstrak etanol daun mangrove terhadap penyembuhan luka bakar pada mencit. Proses ekstraksi daun mangrove (Rhizophora mucronata) menggunakan metode maserasi. Pada pengujian sediaan salep dilakukan uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji viskositas. Pengujian efektivitas penyembuhan luka bakar menggunakan 5 kelompok yang terdiri dari 4 ekor mencit. Tiap kelompok diberi perlakuan berbeda yaitu K- diberi basis salep, K+ diberi betadin salep, F1 diberi salep konsentrasi 5%, F2 diberi salep konsentrasi 7,5% dan F3 diberi salep konsentrasi 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan salep memenuhi syarat standar uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji viskositas. Berdasarkan hasil uji luka bakar pada mencit sediaan salep yang paling efektif adalah sediaan dengan
EVALUASI POLA PERESEPAN OBAT ANTI HIPERTENSI Di PUSKESMAS Jannah, Aulia Mifthakul; Hardia, Lukman; Budiyanto, Angga Bayu
JURNAL ETNOFARMASI Vol 1 No 01 (2023): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kriteria pemakaian obat secara rasional meliputi tepat diagnosa, tepat indikasi penyakit, tepat pemilihan obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat cara pemakaian, tepat interval waktu pemberian, tepat lama pemberian, serta waspada terhadap efek samping. Evaluasi peresepan obat penting dilakukan untuk mengetahui dan memastikan bahwa pasien telah menerima pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan klinisnya, dalam dosis dan jangka waktu yang sesuai, dan dengan biaya terendah. Ketidakrasionalan peresepan masih sering ditemukan terutama di Puskesmas yang merupakan pusat pelayanan kesehatan tingkat 1, dimana obat dan dosis yang diresepkan oleh tenaga medis kurang sesuai akibat ketersediaan obat yang terbatas, dan salah satunya adalah obat hipertensi. Sehingga perlu dilakukan evaluasi pola peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Mariat Kabupaten Sorong periode Juli – September 2022. Penelitian ini bertujuan Untuk mengevaluasi pola peresepan obat anti-hipertensi di Puskesmas Mariat Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan rekam medis sebanyak 63 resep. Hasil penelitian Evaluasi Peresepan obat Antihipertensi Di Puskesmas Mariat Kabupaten Sorong Periode Juli-September 2022 bahwa tepat obat sebanyak 100% tepat pasien sebanyak 100% tepat dosis sebanyak 100%, tepat interval waktu pemberian sebanyak 88,46%. Obat Antihipertensi yang diberikan kepada pasien adalah terapi kombinasi golongan CCB+ACEI (amlodipin + captopril) dengan persentase yaitu 25% dan selanjutnya monoterapi amlodipin sebanyak 75%, dan captopril sebanyak 0%.
UJI EFEK HIPOGLIKEMIK EKSTRAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus L.) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) Rahayu, Dika; Hardia, Lukman; Irwandi, Irwandi
JURNAL ETNOFARMASI Vol 1 No 01 (2023): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah merah (P. conoideus L.) merupakan salah satu tanaman endemik yang secara tradisional dimanfaatkan oleh masyarakat Papua dengan cara mengambil sari buahnya dan telah digunakan oleh masyarakat untuk pengobatan berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek hipoglikemik ekstrak buah merah (Pandanus conoideus L.) terhadap mencit (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan hewan uji mencit jantan sebanyak 25 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 5 ekor mencit jantan. Kelompok K+ diberi glibenklamid 0,433 mg/kg BB yang disuspensikan dengan Na-CMC 2% (kontrol positif) , kelompok K- diberi Na-CMC 2% (kontrol negatif), kelompok P1, P2, dan P3 diberi ekstrak buah merah masing-masing 0,175 g, 0,35 g, dan 0,7 g. Pemberian dilakukan dengan cara peroral dengan volume pemberian 1 mL/25 g BB, dan pengukuran kadar glukosa darah dilakukan setelah menit ke 30, 60, 90, dan 120 dengan menggunakan glukometer. Hasil penelitian menunjukan adanya aktivitas hipoglikemik pada mencit jantan yang diberikan glukosa secara oral. Konsentrasi dosis yang paling efektif dan memiliki efek sebanding dengan kontrol positif suspensi glibenklamid dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit yaitu konsentrasi dosis 0,175 gram.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN MANGROVE (Rhizophora mucronata) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA MENCIT (Mus muscullus) Wiwik, Wiwik Triyani; Irwandi, Irwandi; Hardia, Lukman
JURNAL ETNOFARMASI Vol 2 No 01 (2024): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangrove (Rhizophora mucronata) contains flavonoids, saponins and tannins. Compounds contained in mangrove leaves have antiinflammatory, anti viral and antimicrobial activites. Based on the compound, mangrove (Rhizophora mucronata) can be used an ointment for cuts. This study aims to test the preparation ofmangrove leaf ethanol extract ointment on the healing of cuts in mice. The process of extracting mangrove leaves (Rhizophora mucronata) uses the maceration method. In testing the ointment preparations, organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, spreadability tests and viscosity tests were carried out. Testing the effectiveness of wound healing using 5 groups consisting of 3 mice. Each group was giffen different treatment, namale K- was given an ointment base, K+ was given betadine ointment, F1 was given an ointment with a concetration of 2,5%, F2 was given an ointment with a concentration of 5% and F3 was given an ointment with a concentration of 7,5%. The results showed that the ointment met the standard organoleptic test requirements, test homogeneity, pH test, spreadability test and viscosity test. Based on the results of the incision test on mice, the most effective ointment preparation was a preparation with a concentration of 5%
UJI EFEKTIVITAS ANALGESIK EKSTRAK ETANOL BUAH MERAH (Pandanus conoideus) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) Sanaky, Nazla Wati; Hardia, Lukman; Irwandi, Irwandi
JURNAL ETNOFARMASI Vol 2 No 01 (2024): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many traditional plants have analgesic activity and can be used as alternative therapy. One plant that can be used for analgesic activity is Buah Merah (P. conoideus). Red fruit (Pandanus conoideus) is a medicinal plant that is well known and has proven its efficacy. The results of the phytochemical screening of red fruit, contained several active compounds, namely: tannins, flavonoids, saponins and alkaloids. The aim of this research is to determine the effectiveness of red fruit (P. conoideus) ethanol extract in providing an analgesic effect on mice (Mus musculus). This research used an analgesic meter and male mice as experimental animals. Each group was given treatment, the positive control group was given paracetamol, dose group 1 was given suspension with a concentration of 10%, dose 2 was given suspension with a concentration of 20% and dose group 3 was given 30% suspension then left for 30 minutes then placed on an analgesic meter until the mice writhe, then observe the response that appears. The response of mice from each group was observed for 30, 60, 90 and 120 minutes. The results of the one-way anova test showed that there was an influence and significant differences between the treatment groups. The results show that the ethanol extract of red fruit (P. conoideus) has an analgesic effect on mice (Mus musculus) and a concentration of 20% has the most effective analgesic activity.
UJI FISIK SEDIAAN SABUN CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN MANGROVE (Rhizophora mucronata) Tuasikal, Rasi Fitri Yanti; Irwandi, Irwandi; Hardia, Lukman
JURNAL ETNOFARMASI Vol 2 No 01 (2024): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Caffeic acid, vanillic acid, p-hydroxy benzoic acid, tannins, kau-16-ene, benzophene, phenolic compounds of the flavonoid group, phenolic acids, and dihydroflavonol tannins are all present in mangrove leaves. Alkaloids, coumarins, flavonoids, phenols and polyphenols, quinones, resins, saponins, phytosterols, tannins, xantoprotins, pigments (chlorophyll, carotenoids), and sugars are just some of the substances that can be found in plants. This plant has potential as an antibacterial, antimalarial, antiviral, and antioxidant. The purpose of this study was to obtain the formulation of Mangrove leaf ethanol extract liquid soap preparation and also know the physical properties of black mangroves leaf extract liquid soap preparation. In this study, physical tests of preparations such as organoleptic tests, pH tests, viscosity tests, and foam height tests were carried out. The results in organoleptic test research meet SNI standards, the Ph test has a high pH value of F1 12.71, the dosage properties become more alkaline, the viscosity test results meet SNI standards, while for the high test F3 foam has a high value of 84.91 so that it exceeds the SNI standard.
ANALISIS BIBLIOMETRIK PENELITIAN ETNOMEDISIN Muslihin, A.M.; Hardia, Lukman
JURNAL ETNOFARMASI Vol 2 No 01 (2024): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ethnomedicine is the study of certain communities in using medicines. Information on the use of medicinal plants can be provided using an ethnomedicine approach. Ethnomedicine as a method that can be used to explore the use of medicinal plants can be the first step to developing new medicines. Knowledge about how to process traditional ingredients used in certain community groups can be used as a reference in developing medicinal raw materials. Research on the use of medicinal plants in various communities (cross-cultural studies) can be used to find drugs and bioactive compounds. Ethnomedicine is an important stage in screening, selecting and developing new medicines derived from plants. Ethnic communities in an area have unique culture and local wisdom due to regional differences. This has an impact on knowledge about traditional medicine and medicine. Various tribes or ethnic groups in Indonesia have their own experiences in dealing with health problems. Ethnomedicine is part of a community's traditional medicine, often empirically proven, scientifically validated, for the discovery or development of new medicinal compounds.