Claim Missing Document
Check
Articles

TESTING THE ANTIHYPERGLYCEMIC POTENTIAL OF THE ETHANOL EXTRACT OF PAPUAN ANTS' NESTS (Myrmecodia pendans) ON MENCIT (Mus musculus) fania, vikafania; Hardia, Lukman; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 7 No. 2 (2023): Volume 7, Nomor 2, December 2023
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v7i2.31654

Abstract

The use of synthetic drugs has potential pose a risk of complications in sufferers of hyperglycemia. WHO recommends the use of traditional medicine to prevent & treat chronic diseases. The problem formulation includes the effectiveness of the original Papuan EESS test in treating hyperglycemia in mice, with a comparison of results at doses of 100.8 mg/kgBB, 50.4 mg/kgBB, and 25.2 mg/kgBB. This research aims to prove effectiveness of native Papuan EESS in treating hyperglycemia with mice & compare the effectiveness at different doses. The research uses an experimental laboratory design. Male mice aged 2 – 3 months with body weight of 20 – 30 grams, divided into five groups: control + glibenclamide 13.39 mg/kgBW, control - NaCMC 1%, native Papuan EESS treatment dose 100.8 mg/kgBW, 50.4 mg/kgBB, and 25.2 mg/kgBB. Alloxan 4.54 mg/kgBW was administered to create hyperglycemia in mice. Extraction used the maceration method with 70% ethanol solvent. The research results showed that EESS suspension was effective in treating hyperglycemia. The dose of 100.8 mg/kgBB had an average decrease in blood sugar of 122.17 mg/dL, higher than the dose of 50.4 mg/kgBB (decrease of 155.00 mg/dL) and 25.2 mg/kgBB (decrease 200.33mg/dL). In the control group, control + with 13.39 mg/kgBW glibenclamide showed a greater reduction (121.87 mg/dL) than control - with 1% NaCMC (205.83 mg/dL reduction). EESS is native to Papua antihyperglycemia is effective in mice with hyperglycemia. Comparison of the effectiveness of EESS doses showed a significant difference in response.
ANTIOXIDANT ACTIVITY OF ETHANOL EXTRACT Areca catechu L. Stalk USING THE DPPH METHOD Tunnazilah, Nurhikmah; Arum Astuti, Ratih; Hardia, Lukman
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i4.1667

Abstract

A monocotyledonous plant from the wild palm group, the areca nut (Areca actechu L.), has numerous health advantages. Most people in Sorong City empirically cure illnesses with areca nut medication. Using the DPPH (2,2 diphenyl-1-picrylhydrazyl) technique, the secondary metabolite chemicals and antioxidant activity were determined. The areca palm stalks were extracted using a maceration method with a 96% ethanol filter. The IC50 value was used to test for antioxidants using UV-Vis spectrophotometry. Phytochemical analysis revealed that the areca stem extract contained tannins, alkaloids, steroids, and flavonoids.The results of the antioxidant activity test of areca nut stalk extract showed that the IC50 value in replication 1 was 32.66µg/mL, replication 2 was 32.88µg/mL, and replication 3 was 32.84 µg/mL. Conclusion: Ethanol extract of areca stalk (Areca catechu L.) has secondary metabolite compounds and antioxidant activity with an average IC50 value of mean ± SD = 32,79 ± 0,114. Keywords: antioxidants, dpph method, Areca catechu L.
Literature Review : Aktivitas Antioksidan Ekstrak Tongkol Jagung (Zea mays L.) Anisa, Meilinda; Hardia, Lukman; Budiyanto, Angga Bayu
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v2i1.601

Abstract

Tongkol jagung (Zea mays L.) adalah salah satu limbah tanaman jagung yang berfungsi sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan tongkol jagung telah banyak diteliti. Oleh karena itu, perlu dilakukan literature review untuk mengumpulkan penelitian terbaru agar dapat dijadikan sebagai panduan bagi para peneliti dalam mempelajari lebih lanjut tentang antioksidan dari tongkol jagung atau untuk menghasilkan konsep baru. Tujuan dari penelitian literature review ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak tongkol jagung dan mengetahui kandungan senyawa pada tongkol jagung yang memiliki aktivitas antioksidan sehingga dapat dimanfaatkan menjadi antioksidan alami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu literature review dengan pendekatan sistematis. Oleh karena itu, pedoman PRISMA digunakan dalam pengambilan data. Database yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Scopus dan ditemukan 19 artikel yang sesuai setelah disaring. Temuan analisis menunjukkan bahwa tongkol jagung memiliki aktivitas sebagai antioksidan, kandungan senyawa pada tongkol jagung yang memiliki aktivitas antioksidan antara lain karotenoid, tanin, asam fenolik seperti asam hidroksisinamat dan asam hidroksibenzoat serta flavonoid seperti flavonol dan berbagai jenis antosianin.
Potential Antianemia Activity of Cokelat Seaweed Extract (Sargassum Duplicatum) on Mencit (Mus Musculus) Injured With NaNO2 Umpain, Agnes Nesa; Lukman Hardia; Ratih Arum Astuti
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal EduHealt, Edition April - June , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seaweed is one of the leading commodities that is rich in nutrients and bioactive compounds that have potential for human health. The content contained in brown seaweed can be used as a therapy in increasing hemoglobin levels in anemia problems. The purpose of this study was to see the potential antianemia activity of brown seaweed extract (Sargassum duplicatum) against white mice (Mus musculus) and what dose can increase hemoglobin levels in mice. This research method is an experimental method with the Hb stick method carried out on 20 white mice, which were divided into 5 groups, namely the positive control group (blood supplement tablets), negative control group NaCMC 1%, treatment group 1 dose of 21 mg / kgBB, treatment group 2 dose 42 mg / kgBB, and treatment group 3 doisis 84 mg / kgBB. Testing the potential antianemia activity of brown seaweed was carried out on mice that had been induced with NaNo 2and then given a dose of extract treatment. The data were analyzed statistically using paired-sample t-test analysis to analyze the effectiveness of the treatment indicated by the difference in the average before and average after treatment. The results of the study Hemoglobin (Hb) g/dl levels on day 1 to day 15 showed a very significant increase in hemoglobin where the parameters of the dose group were close to the normal condition of the positive control group (blood supplement tablets), namely group 3 dose of 84 mg/KgBB, so it can be concluded that brown seaweed extract (Sargassum duplicatum) in group 3 dose of 84 mg/KgBB has potential antianemia activity comparable to the positive control dose (blood supplement tablets).
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK TUNGGAL DAN EKSTRAK KOMBINASI DAUN KEMANGI (OCIMUM SANCTUM L) DAN DAUN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS KUNTH) TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI putri puspitawati, devyana; Irwandi, Irwandi; Hardia, Lukman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44768

Abstract

Escherichia coli ialah bakteri Gram-negatif yang ada secara alami di dalam sistem pencernaan manusia namun beberapa strainnya bersifat patogen dan dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan, saluran kemih hingga sepsis. Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) dan daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth) telah terdeteksi senyawa aktif di dalamnya seperti flavonoid, saponin dan minyak atsiri yang mempunyai potensi sebagai agen antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol tunggal dan kombinasi kedua tanaman terhadap E. coli. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70% sebagai pelarut. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi pada konsentrasi bertingkat: daun kemangi (12,5%, 25%, 50%), daun kenikir (15%, 30%, 60%) serta kombinasi (12,5%:15%, 25%:30%, 50%:60%). Berdasarkan hasil penelitian ekstrak daun kenikir konsentrasi 60% memberikan zona hambat terbesar yaitu 9,41 mm yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak daun kemangi konsentrasi 50% (6,58 mm) dan kombinasi 50%:60% (5,75 mm). Analisis data dengan uji ANOVA yang diteruskan dengan uji Tukey HSD mengindikasikan adanaya selisih yang signifikan antar kelompok perlakuan (p<0,05). Kesimpulan dari studi ini mengungkapkan bahwa ekstrak tunggal daun kenikir lebih efektif sebagai antibakteri terhadap E. coli dibandingkan dengan ekstrak tunggal daun kemangi maupun keduanya. Ketidaktercapaian efek sinergis pada kombinasi ekstrak diduga disebabkan oleh perbedaan atau interaksi antar senyawa aktif yang terkandung dalam masing-masing tanaman.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN BUNGKUS (SMILAX ROTUNDIFOLIA) Yapsenang, Amar Jansen; Muslihin, AM.; Hardia, Lukman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43783

Abstract

Penyakit degeneratif disebabkan oleh radikal bebas yang merusak sel dalam tubuh manusia. Radikal bebas dapat dinetralisir oleh senyawa antioksidan. Antioksidan merupakan zat yang berperan penting dalam menjaga kesehatan karena kemampuannya menetralkan molekul radikal bebas. antioksidan dikategorikan menjadi dua jenis: antioksidan sintetis dan antioksidan alami. Antioksidan alami lebih umum ditemukan dari pada antioksidan sintetis, karena antioksidan sintetis dapat menimbulkan efek samping, sehingga antioksidan alami menjadi alternatif yang diperlukan. Salah satu sumber antioksidan eksogen adalah daun bungkus (Smilax rotundifolia). Secara tradisional dan penelitian, daun bungkus sering digunakan masyarakat papua sebagai obat kejantanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari daun bungkus (Smilax rotundifolia) yang diukur dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1- picrylhydrazyl) Penelitian ini dilakukan secara observasional dengan sampel yang diambil dari Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Ekstrak daun bungkus dibuat dengan metode meserasi menggunkan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antioksidan daun bungkus dengan menggunakan konsentrasi 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, 100 ppm, 125 ppm. Vitamin C digunakan sebagai control positif. Absorbansi diukur dengan menggunakan spektrovotometer UV-Vis pada panjang gelombang 600 nm. Hasil dari skrining fitokimia menunjukkan adanya flavonoid, steroid, alkaloid, tanin, dan saponin. Uji DPPH dari penelitian ini menunjukkan IC50 ekstrak daun bungkus dengan pelarut etanol 96% didapatkan bernilai 190.26 ppm. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun bungkus menggunakan pelarut etanol 96% tergolong ke dalam antioksidan lemah berdasarkan klasifikasi Blois
Efektivitas Antibakteri Gel Hand Sanitizer Berbasis Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum L.) Terhadap Escherichia coli Siska, Siska; Budiyanto, Angga Bayu; Hardia, Lukman
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 3 (2025): Juni 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i3.1904

Abstract

Daun sirih merah (Piper crocatum L.) mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin yang memiliki sifat antibakteri yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai gel hand sanitizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa efektivitas gel hand sanitizer ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri E. coli. Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium dengan desain penelitian posttest-only control group. Kelompok pengujian terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok I kontrol negatif (cakram blanko), kelompok II kontrol positif (cakram kloramfenikol), kelompok III, IV, dan V yaitu gel hand sanitizer ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum L.) konsentrasi 10%, 15%, dan 20%. Metode difusi cakram digunakan untuk uji daya hambat pertumbuhan bakteri dengan jumlah replikasi sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel hand sanitizer ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum L.) dengan konsentrasi 10% (rata-rata daya hambat 1,75 mm), 15% (rata-rata daya hambat 3,58 mm), dan 20% (rata-rata daya hambat 4,25 mm) yang termasuk kategori lemah. Kesimpulan: gel hand sanitizer ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum L.) konsentrasi 10%, 15%, dan 20% dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dengan kategori lemah.
A 90-day intervention study of honey-black cumin and Curcuma xanthorrhiza supplementation on hematological profiles in stunted children Hardia, Lukman; Akrom, Akrom; Sulistyani, Nanik; Sun, Suny; Hidayati, Titiek
Pharmaciana Vol. 15 No. 2 (2025): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v15i2.30300

Abstract

The preparation of honey-black cumin and Curcuma xanthorrhiza to improve the hematological profile of stunted children is an innovation in utilizing local resources. The primary active components of the supplement, fructose, tymoquinone, and curcumin, have demonstrated a variety of biological activities in the lab. This study aims to determine the effect of consuming honey-black cumin and Curcuma xanthorrhiza on the hematological profile of stunted children. The research method employed a quasi-experimental design with a pre- and post-test, including a control group. The 40 subjects of stunted children were divided into two groups (stunting control and stunting intervention). Univariate analysis examined demographic characteristics, while independent samples t-test and paired samples t-test were used to study numerical data. Results: Statistical analysis of paired sample t-tests revealed that equipping the stunting group with honey-black cumin and Curcuma xanthorrhiza significantly increased lymphocyte count (p <0.001) and decreased neutrophil count (p <0.001). The number of neutrophils and lymphocytes in the intervention stunting group was significantly different (p<0.001) from the control stunting group, according to independent sample t-test findings. Conclusion: A 90-day intervention of honey-black cumin and Curcuma xanthorrhiza improved the levels of leukocyte, lymphocyte, and neutrophil in stunted children.
Uji Potensiasi Efek Sedatif – Hipnotik Ekstrak Etanol Biji Pinang (Areca Catechu L) Asal Papua Barat Daya terhadap Mencit Jantan: Mus Musculus Arif Radhika Mentari; Lukman Hardia; Ratih Arum Astuti
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v3i4.3227

Abstract

Sleep is a vital state of rest for humans to maintain a healthy body. After a day of activity, the body requires adequate sleep to recover and regain energy. One common sleep disorder is insomnia, characterized by difficulty sleeping both in terms of quality and quantity. Insomnia has traditionally been treated with sedatives, drugs that reduce anxiety and provide a calming effect with little or no impairment to motor and mental function. However, long-term use of chemical drugs can cause side effects, necessitating alternatives, one of which is the use of traditional medicine. Areca nut (Areca catechu L.) is known to possess antioxidant, antimutagenic, astringent (tightening), and intoxicating properties that have long been used in traditional medicine. This study was conducted experimentally in a laboratory to determine the sedative-hypnotic effects of areca nut ethanol extract. The observed parameter was survival time on the rotarod, and the data were analyzed using one-way ANOVA for homogeneity testing and Shapiro-Wilk for normality testing. If the data were not homogeneous or normal (p < 0.05), the analysis was continued with the nonparametric Kruskal-Wallis and Mann-Whitney tests. The results showed that administration of areca nut ethanol suspension as a positive control with varying doses did not produce significant differences, meaning that all three doses had the same sedative-hypnotic effect. In the treatment groups with areca nut ethanol extract doses of 0.52 mg/kgBW and 0.78 mg/kgBW, significant differences were observed compared to the negative control, indicating a clear sedative-hypnotic effect. Therefore, it can be concluded that areca nut (Areca catechu L.) ethanol extract at doses of 0.52 mg/kgBW and 0.78 mg/kgBW has the potential to provide sedative-hypnotic effects and can therefore be used as an alternative treatment for sleep disorders.
Potensi Antianemia Ekstrak Sarang Semut Putih (Myrmecodia tuberosa) pada Mencit (Mus mucullus): Studi Eksperimental Pre-Post dengan Kontrol Wasaraka, Fadila Alfiah; Hardia, Lukman; Muslihin, A.M.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i4.1988

Abstract

Anemia merupakan kondisi tubuh mengalami penurunan kadar hemoglobin dalam darah, flavonoid yang terkandung dalam ekstrak sarang semut putih dapat digunakan sebagai antianemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adanya peningkatan hemoglobin dalam darah mencit setelah penggunaan ekstrak sarang semut putih dalam dosis tertentu. Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium dengan desain penelitian pre post test with group control. Hasil penelitian ini ekstrak etanol sarang semut putih (Myrmecodia tuberosa) memiliki potensi antianemia yang dapat dilihat pada uji paired sample t-test bahwa pada dosis 56 mg/kgBB terjadi peningkatan yang signifikan dimana nilai p value (0,000) dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif dengan nilai p value (0,923). Kesimpulan: Ekstrak sarang semut putih (Myrmecodia tuberosa) efektif sebagai antianemia pada mencit (mus musculus) dengan dosis 14 mg/KgBB, 28 mg/KgBB, dan 56 mg/KgBB. Dosis 56 mg/KgBB ekstrak sarang semut putih (Myrmecodia tuberosa) memiliki efek antianemia yang lebih baik dibandingkan dengan dosis ekstrak sarang semut putih (Myrmecodia tuberosa) 14 mg/KgBB dan 28 mg/KgBB pada hari ke-15.
Co-Authors A. M. Muslihin Achmad Noerkhaerin Putra Adriyani E. G. Sitanggang Agus sangka pratama Akrom Akrom Akrom, Akrom Alyssa Mileta Aponno Angga Bayu Budianto Angga Bayu Budiyanto Angga Bayu Budiyanto Angga Bayu Budiyanto Angga Bayu Budiyanto Angga Bayu Budiyanto Anisa, Meilinda Arif Budi Setianto Arif Radhika Mentari Arni, Veni Zafi Assem, Vincentia Santy Astuti, Ratih Arum Aulia Mifthakul Jannah Azzahra Vivin Mahdiya Afandy Budianto, Angga Bayu Carmel Josuhua Paulus Darmayanti Tumpu Diah Wulandari Dian Nur Khofifah Dika Rahayu Dion Fahcrul Rozi Eka Savira Ni'ma Arfiani Erawati, Rika Ernifan Ernifan Eva Maya Sari Fabanyo, Syahrul H. Fajar Maulana fania, vikafania Gilda Fransiska Hikmahtul Putri Utami Ica Damayanti Ikhwan Dahlan Rais Inda Dwi Yanti Indah Amelia Rizky Indah Diah Ningrum Innal Saitis Innal Saitis Irene Eunike Tanod Irwandi Irwandi Irwandi Irwandi Irwandi Irwandi Irwandi Irwandi Irwandi Jannah, Aulia Mifthakul Justitia Cahyani Fadli Laela Hayu Nurani Lanipi, Retna Parica Lanipi, Retna Paricca Levina Virginia M Natsir Djide M. Yogi Riyantama Isjoni Mansyur Arief Marzella Dea Rossardy Meilinda Anisa Mika Tri Kumala Swandari Muh Ishar Difinubun Muh. Dahlan Wael Muslih Anwar Nanik Sulistyani Nanik Sulistyani Nazila Galela Nazla Wati Sanaky Ningrum, Indah Diah Nuhidayah Sarifuddin Nuhidayah Sarifuddin Nur ‘Azah Nurkhasanah Nurkhasanah Nurul Maghfirah1 Nurwahyuni Paulus, Johan Kartino Prasasti Bintarum Pratama, Agus Sangka putri puspitawati, devyana Rahayu, Dika Rasi Fitri Yanti Tuasikal Retna Parica Lanipi Retna Parica Lanipi Retna Paricca Lanipi Risanyel Elsan Tuturop Rizqi Fadil Nadila SALIM, MUH.AGUS Sanaky, Nazla Wati Sarifuddin, Nuhidayah Selfiana Iek Serlin Marsela Sintya Sari Dwi Kusumaningrum Siska Siska Siti Fatma Z.F. Siti Rahmadani Sitti Hadija Samual Sun, Suny Syahrul H. Fabanyo Titiek Hidayati Titiek Suhardi Haripurnomo Kushadiwijaya Hidayati Tuasikal, Rasi Fitri Yanti Tunnazilah, Nurhikmah Tutuhatunewa, Priscillia Ryani ulandari, clarista windi Umpain, Agnes Nesa Vincentia Santy Assem Wa Ode Nurwahida Wahyuni Watora Wasaraka, Fadila Alfiah Wiwik Triyani Wiwik Wiwik, Wiwik Triyani Wiwit Ayu Fitrianti Yapsenang, Amar Jansen Yuniatri, Nur Khusna Yusnita La Goa Zf, Siti Fatma