Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM SMART TOURISM: KERANGKA SMART VILLAGE UNTUK DESTINAS WISATA PEDESAAN BUKIT TAWAP SUMENEP Rasaili, Wilda; Zain, Muh Hamdi
Jurnal Karaton Vol 2 No 2 (2023): Karaton: Jurnal Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep smart tourism telah menjadi tren utama dalam pengembangan destinasi pariwisata di era digital. Namun, kesuksesan pengembangan smart tourism tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan teknologi yang canggih, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan kerangka Smart Village sebagai pendekatan yang efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam smart tourism di Desa Pagar Batu, Saronggi. Konsep Smart Village menggabungkan penggunaan teknologi digital, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan dalam konteks pedesaan. Dalam kerangka ini, masyarakat di destinasi pedesaan didorong untuk terlibat dalam pengambilan keputusan, pengembangan ekonomi lokal, dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Metode yang digunakan kualitatif diskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi lapangan dan analisis dokumen. Penelitian ini menyajikan komponen-komponen kunci dari kerangka Smart Village, termasuk infrastruktur digital, pendidikan dan pelatihan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, partisipasi masyarakat, dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam smart tourism. Keterlibatan aktif masyarakat diharapkan dapat menciptakan destinasi pariwisata berkelanjutan, autentik, dan memberdayakan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman tentang bagaimana kerangka Smart Village dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam smart tourism di Desa Pagar Batu, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Kata kunci: Smart tourism, Smart Village, partisipasi masyarakat, destinasi pedesaan, pengembangan pariwisata berkelanjutan.
KEBERLANJUTAN DAN DIGITALISASI PARIWISATA PEDESAAN DALAM EKOSISTEM SOSIAL, EKONOMI, DAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SUMENEP Rasaili, Wilda
Jurnal Karaton Vol 4 No 1 (2024): Karaton: Jurnal Inovasi Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Kabupaten Sumenep memiliki beragam potensi wisata pedesaan yang dapat dikembangkan berbasis digital dan keberlanjutan. Sentuhan teknologi digital ini tidak hanya akan meningkatkan kunjungan wisatawan, akan tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal melalui peningkatan ekonomi kreatif berbasis wisata. Perkembangan pariwisata dapat memberikan manfaat yang cukup besar, akan tetapi perkembangan tersebut juga mengandung risiko yang tidak kecil. Manfaat yang diperoleh serta risiko yang mungkin timbul harus dikelola dengan baik agar dapat diusahakan suatu bentuk perencanaan pariwisata yang mampu memperoleh manfaat secara optimal tanpa harus mengabaikan kelestarian fungsi lingkungan hidup. Untuk itu, penelitian ini fokus pada keberlanjutan pembangunan dan digitalisasi pariwisata pedesaan di Kabupaten Sumenep dalam ekosistem sosial, ekonomi, dan lingkungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian adalah enam destinasi wisata pedesaan, yaitu Sumber Rajeh, Sawah Calina Bato, Pantai Tanaros, Wisata Oksigen Gili Iyang, Bukit Tawaf Pagar Batu, dan Pantai Matahari. Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data, yaitu sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data-data terkumpul dianalisis menggunakan tahapan yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Sumenep, terdapat enam wisata pedesaan yang berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis digital. Wisata pedesaan yang ada di Kabupaten Sumenep berpotensi menjadi wisata-wisata yang dapat membuat perekonomian masyarakat setempat meningkat seiring dengan maksimalnya pemanfaatan platform digital sebagai sarana media promosi pariwisata. Selain berbasis digital untuk mendongkrak perkembangan ekonomi dan memberikan dampak positif kepada masyarakat lokal, agar berlekanjutan juga harus menjamin kelestarian kualitas lingkungan. Namun, dalam hal ini masih banyak kekurangan, terutama dari sudut pandang ekologis.
Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Serta Kesadaran Protokol Kesehatandi SDIT Al Wathoniyah Sumenep Rilia Aisyah Haris; Wilda Rasaili
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v1i1.2419

Abstract

Abstrak Selama masa pandemi COVID 19, penerapan pola hidup bersih dan sehat sangat dianjurkan untuk mampu menghindari infeksi virus tersebut dengan membudayakan hidup bersih dan sehat. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat telah menjadi salah satu alasan penting dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Terlebih lagi pada anak-anak usia sekolah dasar yang berusia 7-12 tahun yang masih sangat rentan untuk terinfeksi virus COVID 19. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dan protokol kesehatan. Metode pelaksanaan menggunakan beberapa metode yaitu pemberian edukasi dan sosialisasi, komunikasi interaktif, serta simulasi.Rendahnya kesadaran masyarakat dan kurangnya disiplin untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta kesadaran protokol kesehatan dapat teratasi jika semua pihak ikut andil dan berperan menggencarkan gerakan ini di setiap lingkungan rumah, sekolah, perkantoran maupun lingkungan sekitar. Oleh karena itu suksesnya gerakan ini membutuhkan partisipasi dan dukungan dari semua pihak lapisan masyarakat.
MENINGKATKAN KECERDASAN POLITIK PEMUDA KARANG TARUNA “KARYA BAJUAJU” DI DESA BANUAJU BARAT KECAMATAN BATANG-BATANG Nur Inna Alfiyah; Wilda Rasaili
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v1i1.2422

Abstract

Abstrak Politik pada dasarnya tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia, dimana manusia sendiri terlahir sudah familiar dengan apa itu politik. Sebagaimana yang disebutkan oleh Aristoteles bahwa manusia adalah Zoon Politicon atau binatang yang berpolitik. Kesamaan tujuan yang dikehendaki oleh manusia tersebut kemudian melahirkan kemerdekaan bagi suatu negara. Upaya mempertahankan kemerdekaan dalam suatu negara inilah kemudian membuat manusia membangun relasi politik. Sehingga dalam upaya memberikan edukasi terkait politik merupakan tanggung jawab bersama tidak hanya pemerintah ataupun lembaga partai politik agar masyarakat bisa berbpartisipasi dalam kemajuan bangsa ini melalui politik. Hal tersebut dapat dimulai dari kelompok-kelompok kecil di lingkungan sekitar kita tinggal, terutama bagi kaum muda sebagai generasi penerus harus bangkit dan sadar bahwa pendidikan politik merupakan kunci dari kesejahteraan dan kejayaan Indonesia di masa yang akan datang. Inilah kemudian mendasari pengabdian masyarakat ini dilakukan, dimana sebagian besar kaum pemuda karang taruna di desa Banuaju Barat Kecamatan Batang-Batang perlu diberikan edukasi dengan jalan sosialisasi untu memberikan pemahaman terkait pentingnya politik di negara demokrasi saat ini. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada pemuda karang taruna akan makna dan mafaat dari politik. Metode yang digunakan saat pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi danceramah, dimana metode ini mampu menarik minat para pemuda untuk bertanya serta berdiskusi terkait kondisi politik. Keaktifan dari para peserta ini mampu meberikan hasil signifikan dengan banyaknya wawasan yang bisa di dapatkan oleh para pemuda karang taruna terkait definisi, manfaat, sisi negatif dari politik serta cara lobying dalam politik.
Penerapan Digital Marketing Terhadap Ukm Kerupuk Paru “552” Deny Feri Suharyanto; Siti Sa’adah; Ach. Andiriyanto; Zarnuji ,; Wilda Rasaili
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v1i2.3072

Abstract

AbstrakKerupuk paru merupakan salah satu produk dengan berbahan dasar paru sapi yang di olah(diiris tipis), dijemur kemudian setelah kering digoreng dengan bahan-bahan seperti tepungberas, telur, bawang putih, penyedap rasa untuk digoreng hingga kering hingga memilikitekstur yang renyah dan menjadikan Kerupuk paru sapi menjadi teman setia untuk makan.Kerupuk paru “552” Ibu Hj. Tiyok Addus merupakan usaha kecil menengah yangmemproduksi beraneka ragam produk kerupuk seperti produk kerupuk paru, rempeyek, kikildan kerupuk kulit. Sistem produksi kerupuk paru yang dijalankan oleh perusahaan adalahmake-to-stock. Minimnya pengetahuan pelaku usaha mengenai digital marketingmenginspirasi tim pengabdian kepada masyarakat untuk menyampaikan sosialisasi danmemberikan pelatihan mengenai digital marketing. Pemasaran Digital (Digital Marketing)adalah aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh brand untuk menjangkau audiens potensialdi internet menggunakan saluran digital seperti website, email, media sosial, dan sebagainya.Berdasarkan permasalahan utama mitra yaitu kurangnya informasi manajemen pemasaranmaka solusi yang ditawarkan kepada mitra ialah dengan memberikan materi terkait denganmarketing digital, pemasaran offline untuk dapat meningkatkan penghasilan. Dengan metodeyang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan simulasi. Adapun target yang ingin dicapaidalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelaksanaan pengenalan digitalmarketing dalam upaya meningkatkan pendapatan pelaku usaha.Kata Kunci: UKM, Pemasaran, Digital Markting
Peluang Pemandu Wisata Sebagai Alternatif Pekerjaan Tambahan bagi Pekerja Migran Indonesia di Malaysia Syamsul Arifin; Nurdody Zakky; Imam Hidayat; Wilda Rasaili; Nur Inna Alfiyah
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v2i2.3956

Abstract

Abstrak Peluang untuk berprofesi sebagai pemandu wisata menawarkan alternatif pekerjaan tambahan yang strategis bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Namun, pengembangan peluang ini memerlukan dukungan kebijakan yang tepat guna mengatasi hambatan administratif, termasuk perizinan kerja untuk profesi tambahan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh tentang profesi pemandu wisata sebagai opsi pekerjaan tambahan bagi PMI di Malaysia. Tiga pokok penting yang perlu menjadi perhatian oleh PMI dalam usaha mendapatkan akses serta peluang partisipasi dalam profesi tersebut diantaranya yang petama status legal secara hukum PMI, karena hal ini tidak hanya memberikan perlindungan hukum, tetapi juga memperluas akses PMI ke berbagai peluang ekonomi. Kedua pentingnya memahami peraturan yang berlaku dan pematuhi peraturan-peraturan tersebut dalam rangka menunjang kepada pengembangan profesi tambahan ini. Pengetahuan yang mendalam mengenai profesi ini menjadi landasan untuk menciptakan pekerjaan yang aman dan berkelanjutan, serta mendukung peningkatan keterampilan jangka panjang. Ketiga yaitu pentingya kemampuan komunikasi yang efektif, yang tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan, memperluas jaringan profesional, dan mengembangkan keterampilan. Dengan memanfaatkan keterampilan ini, PMI dapat menciptakan pengalaman wisata yang berkesan bagi wisatawan, sekaligus memperkuat reputasi mereka di sektor pariwisata.
Sustainable Agriculture: Dukungan Pemerintah Desa Terhadap Kebijakan Pangan dan Kemandirian Petani di Kabupaten Sumenep Rahman, Sindi Arista; Zarnuji, Zarnuji; Rasaili, Wilda; Hopid, Hopid; Wahyuni, Purwati Ratna
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.21920

Abstract

Sustainable agriculture is an important pillar in achieving national food security, especially in rural areas that have an agricultural production base. This study aims to analyse the role and support of village governments in food policy and its implications for farmer independence in Sumenep Regency. This study uses a descriptive-qualitative approach with data collection through in-depth interviews, surveys of 15 respondents, and analysis of village policy documents in five sub-districts that are agricultural production centres (Gapura, Runaru, Batang Batang, Lenteng, and Guluk-Guluk). The results show that 73% of villages have allocated Village Funds for food security programmes, particularly for the procurement of high-quality local seeds, organic fertilisers, and simple agricultural equipment. A total of 35% of villages have Village Food Security Regulations as a legal instrument to protect land and strengthen local food reserves. In addition, several farmers have begun to adopt environmentally friendly agricultural practices and crop diversification, which has resulted in an increase in income of 5–15% per planting season. Farmers' high social capital strengthens local institutional collaboration, such as Poktan, Gapoktan, and BUMDes agriculture. These findings indicate that village government support plays a significant role in strengthening farmer independence and local food security through policy, institutions, and community participation. However, challenges such as limited access to capital, dependence on aid, and land conversion still require cross-level policy intervention. This study emphasises the importance of a multi-level governance approach and community-based sustainable agriculture as strategies for strengthening village food sovereignty.
PENGUATAN KEBIJAKAN TATA KELOLA PARIWISATA MELALUI KOLABORASI INTEGRASI PROGRAM SERVICE-DOMINANT LOGIC (SDL) DI KEPULAUAN SEGI TIGA EMAS SUMENEP Arifin, Syamsul; Anekawati, Anik; Rasaili, Wilda; Fithry, Abshoril
Jurnal Karaton Vol 5 No 1 (2025): Karaton: Jurnal Riset dan Inovasi Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan pariwisata kepulangan segi tima emas menghadapi berbagai tantangan mulai dari aksesbilitas, penyediaan air bersih tata Kelola, termasuk kapasitas sumber daya manusia. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan memperlihatkan bagaimana kebijakan tata kelola pariwisata di Kepulauan Segi Tiga Emas Sumenep meliputi Gili Iyang, Gili Labak, dan Gili Genting dapat diperkuat melalui pendekatan Service-Dominant Logic (SDL). Menggunakan metode kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur, studi ini menggali pengalaman berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, pelaku usaha, hingga komunitas lokal dan wisatawan. Hasilnya menunjukkan bahwa bentukbentuk kolaborasi sudah mulai muncul, tetapi masih berjalan secara terputus-putus, tidak mengikuti standar yang jelas, dan belum ditopang oleh institusi yang cukup mapan. Indikasi value co-creation memang terlihat melalui peran Pokdarwis dan masyarakat lokal dalam mengintegrasikan berbagai sumber daya, namun upaya tersebut belum menghasilkan layanan yang konsisten maupun mekanisme koordinasi yang terpadu. Penelitian ini juga menemukan lima kendala utama, yaitu hambatan aksesibilitas, keterbatasan infrastruktur dasar, lemahnya struktur tata kelola, rendahnya kapasitas SDM lokal, serta tekanan lingkungan yang semakin meningkat. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan tiga strategi penguatan berbasis SDL: membangun sistem co-creation yang terintegrasi, memperjelas pengaturan kelembagaan untuk mendukung kolaborasi, serta meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penguatan peran Pokdarwis. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan bahwa tata kelola pariwisata kepulauan hanya dapat berkembang secara berkelanjutan apabila integrasi kelembagaan, kualitas layanan, dan kerja sama multipihak dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan.
Operator Competence and Management of the Village Financial System: A Study on the Use of Siskeudes in Sumenep District Rasaili, Wilda
Neo Journal of economy and social humanities Vol 1 No 2 (2022): Neo Journal of Economy and Social Humanities, June 2022
Publisher : International Publisher (YAPENBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.767 KB) | DOI: 10.56403/nejesh.v1i2.10

Abstract

Abstract. Technology-based village financial system management in Sumenep Regency has been implemented since 2018. The management is in the form of the Siskeudes application which helps accelerate planning, data collection and village financial management, and encourages transparency of the village management system. The main obstacle to using the Siskeudes application is the capacity and competence of village officials and village operators. This research uses a qualitative method with a case study approach and obtains data through in-depth interviews, documentation and observations. The results of the study suggest that the siskeudes application is very helpful in managing village finances, and the use of the siskeudes application must be supported by the competence of village officials and operators by covering, 1) educational qualifications, 2) the intensity of financial management training with and using the siskeudes application, and 3) self-development efforts. village officials and operators. Competence or resources of village officials and village operators as the main factor in the smooth management of technology-based village financial systems. Technology-based financial system management supported by operator competence can accelerate reporting, ease public accessibility and financial management innovation. Keywords: Competence, village operator, financial system management, siskeudes application.
Deliberative Policy Approaches to Conflict Resolution in Coastal Shrimp Farming Governance: Evidence from Madura Rasaili, Wilda; Zarnuji; Hasan Muchtar Fauzi; Mohammad Baladdudin Dayar
Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik Vol. 11 No. 1: April 2026
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/pjiap.v11i1.15560

Abstract

Shrimp farm management in coastal areas often causes conflicts of interest involving local governments, shrimp farm entrepreneurs, local communities, and environmental groups. Social stability is also disrupted because shrimp farm management causes environmental pollution, damage to marine ecosystems, which results in the loss of livelihoods for coastal communities, and environmental disturbances caused by continuously running aerators. This study aims to formulate deliberative policy strategies to resolve conflicts of interest and social instability in shrimp farm management. The method used is qualitative descriptive with a case study approach. This study involved 9 institutions with 15 informants with data collection through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through interview transcription, theme categorization, and pattern identification. The data were presented in the form of analysis metrics, descriptions, and data visualization using NVivo Pro 12. The results of the study show that shrimp farm management involves many actors and has a significant impact on the environment, society, and economy. Local government deliberative policies are a solution-oriented and progressive strategy to prevent conflict and harmonize the interests of actors. The research findings were explored further by interpreting the issues and reinforcing the importance of shrimp farm management practices and consultations involving local government to harmonize interests. However, public involvement in planning needs to be optimized so that solutions are more effective and conflicts are resolved quickly