Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Lama Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Sosial pada Anak Prasekolah di TK Tunas Mekar Sari, Denpasar Gusti Ayu Made Landhevi Paramasanthi; Ni Putu Diah Witari; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 2 (2024): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.4.2.2024.239-243

Abstract

[The Relationship Between Duration of Gadget Use and Social Development in Preschool Children at Tunas Mekar Sari Kindergarten, Denpasar] The term "children's social development" describes how children change their behaviors as they grow to conform to the norms of their society. The social development of preschool children becomes complicated due to the effects of gadget use. In general, technology has the potential to enhance children's communication, social circles, and educational opportunities. However, children's social development may be negatively impacted by excessive gadget use. The objective of this study is to investigate the relationship between the duration of gadget use and the social development of preschool children. This research employs an analytical correlation with a cross-sectional approach, involving 82 parent respondents selected through consecutive sampling. Information was gathered by asking parents to complete a survey about their children's social development and the duration of their gadget use. The relationship between the length of gadget use and the social development of the children was analyzed using the chi-square test (p < 0.05). The majority of children were 6 years old (57.3%), and most parents held a bachelor's degree (33.8%) and worked in the private sector (53.7%). Most children's social development was categorized as poor (65.9%), and they used gadgets for a long time (64.6%). The results of this study also indicate a statistically significant relationship between the length of gadget use and the social development of preschool children at Tunas Mekar Sari Kindergarten in Denpasar (p < 0.001). The longer the children used gadgets, the poorer their social development.
Perbedaan Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin di RSD Mangusada setelah Pemberian Teknik Distraksi Musik Klasik Dewa Gede Adrian Harta Wiguna; I Gusti Ngurah Made Bayuningrat; Putu Indah Budi Apsari; I Made Pariartha; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.2.2025.150-158

Abstract

The maternal mortality rate in Indonesia is one of the highest in the world. According to WHO, in 2017, 830 mothers in the world died due to complications that occurred during pregnancy and childbirth. One of the main factors causing maternal death according to WHO are prolonged labor. This research determine the differences in anxiety levels of mothers in the first stage of latent phase labor at the Mangusada Hospital after administering classical music distraction. Through this research, we can also determine the level of anxiety among mothers giving birth at the Mangusada Hospital using the PRAQ-R2 instrument which is valid and reliable. This research design uses quantitative research methods with an experimental and one group pretest posttest design. The sample in this study was all women giving birth in the first stage of the latent phase at the Mangusada Hospital from July to September with a total of 40 people. Univariate analysis showed that the majority of mothers were 25 years old, primiparous, with a gestational age of 38 weeks. Then the difference anxiety level measured using a non-parametric test, namely Wilcoxon Sign Rank Test. Wilcoxon showed a significant reduction in anxiety levels in mothers in the first stage of labor after being given treatment. This is proven by the value p < 0.001. Based on the results of the analysis, there were differences in the anxiety levels of mothers in the first stage of latent phase labor at the Mangusada Hospital after giving classical music distraction techniques.
Hubungan Intensitas Penggunaan Gawai dengan Kejadian Speech Delay pada Anak Usia 2-5 Tahun di RSUD Sanjiwani Gianyar Tahun 2021-2023 Rika Wulandari; Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.2.2025.159-169

Abstract

Perkembangan bahasa anak merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang yang dapat dipengaruhi oleh pola asuh dan paparan teknologi. Penggunaan gawai pada usia dini cenderung meningkat dan diduga berperan terhadap terjadinya speech delay. Namun, bukti ilmiah yang membahas hubungan antara intensitas penggunaan gawai dan keterlambatan bicara masih terbatas. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain case–control yang bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gawai dengan kejadian speech delay pada anak usia 2–5 tahun di RSUD Sanjiwani Gianyar. Sampel terdiri dari 98 responden (49 anak speech delay dan 49 anak tanpa speech delay) yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner mengenai karakteristik anak dan kebiasaan penggunaan gawai, sedangkan data sekunder berasal dari rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan nilai signifikansi p < 0,05 serta perhitungan odds ratio (OR) dan interval kepercayaan 95%. Sebanyak 50% responden mengalami speech delay. Berdasarkan intensitas penggunaan gawai, 12,2% memiliki intensitas ringan, 49% sedang, dan 38,8% berat. Hasil analisis menunjukkan bahwa intensitas penggunaan gawai berat berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko speech delay (OR = 4,24; 95% CI: 1,77–10,18; p = 0,01). Terdapat hubungan bermakna antara intensitas penggunaan gawai dan kejadian speech delay pada anak usia 2–5 tahun. Penggunaan gawai dengan durasi dan frekuensi tinggi meningkatkan risiko keterlambatan bicara, sehingga pengawasan dan pembatasan waktu penggunaan gawai oleh orang tua sangat dianjurkan.  
Sosialisasi Peraturan Bersama (SKB) Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Pendampingan UKS pada Guru PAUD di Denpasar Putu Austin Widyasari Wijaya; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.2.3.2023.150-154

Abstract

Arunavidya merupakan sekolah pendidikan anak usia dini yang tahun ini baru menyediakan jenjang pendidikan dasar yaitu Sekolah Dasar Arunavidya. Pada tingkat Sekolah Dasar (SD), Unit Kesehatan Sekolah atau UKS merupakan suatu unit yang wajib dimiliki dan diaktifkan oleh Sekolah Dasar berdasarkan Peraturan Bersama 4 Mentri (SKB) Unit Kesehatan Sekolah. Namun, PAUD Arunavidya belum memiliki unit UKS yang berperan dengan baik. karena kurangnya sarana dan prasarana, pelatihan pada SDM, dan serta monitoring dalam pelaksanaan UKS. Pada PAUD Arunavidya metode pembelajaran melibatkan baik kegiatan indoor dan outdoor. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari guru-guru di PAUD Arunavidya, kerap terjadi kecelakaan kecil pada anak-anak dan ditangani guru-guru menggunakan peralatan kotak P3K yang dimiliki sekolah, namun belum memadai. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan suatu penyuluhan mengenai kewajiban UKS di Sekolah dan pendampingan dalam pembentukan serta pelaksanaan UKS sehingga dapat berperan secara optimal. PKM dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan mengenai Peraturan Bersama 4 Menteri mengenai UKS, penyuluhan mengenai Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), serta pendampingan dalam pembentukan unit UKS sekolah. Kegiatan penyuluhan diikuti oleh seluruh guru dan staff sekolah dan pendampingan diikuti oleh guru penanggung jawab UKS. Setelah penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan mengenai UKS dan P3K oleh guru dan staff serta terbentuknya unit UKS sekolah.
Sosialisasi UMKM dan Pemberdayaan Kelompok Banten dalam Skrining Hipertensi di Desa Adat Budaga, Klungkung Putu Austin Widyasari Wijaya; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.3.2024.200-203

Abstract

Kelompok Banten merupakan sekumpulan anggota pembuat banten atau sarana upakara dalam umat Hindu. Dewasa ini peningkatan pesanan banten pada Kelompok Banten ini terjadi secara cepat, dengan jenis banten yang bervariasi dan pada banten jenis tertentu memerlukan modal yang besar. Sebelumnya, modal dikumpulkan secara kolektif oleh anggota kelompok, namun belakanga ini tidak mencukupi dan terdapat keinginan untuk melakukan pinjaman ke bank. Berdasarkan hal tersebut perlu dibentuk suatu struktur organisasi yaitu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada Kelompok Banten untuk memudahkan persayaratan kredit di bank dengan adanya program-program pinjaman khusus untuk UMKM. Oleh karena itu, dilakukan penyuluhan mengenai UMKM terhadap perwakilan Kelompok Banten. Selain itu, sering ditemukan penyakit kronis seperti hipertensi pada anggotanya, yang menimbulkan keluhan berkelanjutan dan sering menghambat proses pembuatan pesanan banten. Berdasarkan hal tersebut pula dilakukan penyuluhan mengenai cara mengukur tekanan darah dan langkah penanganan awal hipertensi. Penyuluhan UMKM dan pengukuran tekanan darah diikuti oleh perwakilan anggota Kelompok Banten. Setelah penyuluhan, pengetahuan mengenai UMKM oleh perwakilan kelompok meningkat, begitu juga dengan pengetahuan mengenai pengukuran tekanan darah, sudah dapat dilakukan oleh beberapa anggota kelompok secara mandiri. Kata kunci: Kelompok Banten, UMKM, Tekanan Darah
Pelatihan dan Pendampingan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita di Desa Bayung Gede, Kintamani, Bangli Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra; Putu Austin Widyasari Wijaya
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.3.2024.189-193

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak buruk terhadap kesehatan, intelegensia, dan masa depan anak. Berdasarkan laporan SSGI tahun 2022, prevalensi stunting balita nasional mencapai 24,4%, dengan prevalensi stunting pada Bali sebesar 10,9%. Kecamatan Kintamani menempati peringkat teratas untuk prevalensi stunting, khususnya desa Bayung Gede yang termasuk dua besar peringkat stunting tertinggi (13,51%). Tugas pemantauan tumbuh kembang ini merupakan tugas semua lapisan pemerintah, dengan garda terdepan yaitu kader posyandu. Kader posyandu berperan dalam pemantauan tumbuh kembang balita, namun kesiapan kader ini harus diimbangi dengan partisipasi Masyarakat untuk memanfaatkan posyandu tersebut. Hal ini akan berdampak pada hasil pemantauan pertumbuhan oleh kader saat kunjungan rumah balita yang tidak datang ke posyandu menjadi kurang akurat. Melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi maka diadakan sebuah kegiatan pelatihan dan pendampingan deteksi dini tumbuh kembang balita bagi pengelola posyandu desa Bayung Gede, Kintamani, Bangli. Kegiatan yang dilakukan adalah melatih kader posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri yang benar dan tepat, kemudian membuat grafik berdasarkan hasil tersebut dan menginterpretasikannya, sehingga kader dapat mendeteksi dini ketika ditemukan adanya penyimpangan dalam pertumbuhan dan perkembangan. Pengetahuan partsipan sebelum dilakukan sosialisasi sebesar 30% sedangkan setelah sosialisasi dilakukan sebesar 90%. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya deteksi dini tumbuh kembang pada balita dan melakukan kegiatan yang positif untuk remaja. Simpulan dari kegiatan PKM ini tingkat pengetahuan dari kader posyandu setelah dilakukan kegiatan pendampingan ini dikategorikan baik. Kata kunci: stunting, tumbuh kembang, anak, kintamani, bali
Manajemen Stress dan Penyuluhan Anti-Scamming Pada Guru SMP di Payangan Putu Austin Widyasari Wijaya; Ni Wayan Sri Ekayanti; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.44-48

Abstract

Tenaga Pendidikan atau guru di SMP Negeri Hindu 2 Payangan berjumlah 51 orang dengan jumlah siswa 567 orang siswa. Peran guru bukan hanya sebagai pengampu mata Pelajaran, namun juga berperan pada ekstra kurikuler siswa, pembinaan perlombaan, dan juga beban administrasi yang berpotensi meningkatkan beban pikiran serta meningkatkan stress. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari mitra, kewajiban tersebut dirasa cukup menambah beban kerja sehingga mengganggu pikiran dan dapat berdampak pada proses belajar mengajar rutin. Hasil wawancara juga menunjukkan beberapa guru sempat hampir mengalami scaming dan sampai saat ini merasa kebingungan terhadap cara mencegah serta mengenalinya. Berdasarkan situasi tersebut, didapatkan dua masalah prioritas yang ada di mitra, guru SMP N Hindu 2 Payangan, yaitu peningkatan stress di kalangan mitra dan ancaman scaming. Solusi yang diberikan yaitu pembian penyuluhan dan sosialisasi mengenai manajemen stress dan cara pencegahan scamming. Hasil pelaksanaan PKM didapatkan peningkatan wawasan pada mitra yang dinilai melalui pre dan post-test.
PREVALENSI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-24 BULAN YANG BERKUNJUNG KE POLI ANAK RSU BALI JIMBARAN Putu Ayunda Trisnia; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra; Ni Wayan Sri Ekayanti
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): January
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i2.177

Abstract

Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi ideal untuk bayi. ASI banyak memberikan manfaat bagi bayi baik jangka pendek maupun jangka panjang. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia berdasarkan laporan Riskesdas tahun 2021 adalah sebesar 52,5%. Ini menunjukkan masih terdapat sekitar dua juta bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif sehingga tidak memperoleh manfaat ASI dengan maksimal. Rumah Sakit Bali Jimbaran adalah salah satu rumah sakit yang berada di Kabupaten Badung, melayani persalinan ibu hamil dengan kisaran 300 persalinan per tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi serta faktor determinan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia di bawah 6 bulan. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian potong lintang yang dilakukan pada 50 balita usia 6 sampai 24 bulan yang berkunjung ke poli anak RSU Bali Jimbaran pada periode bulan September 2023-Maret 2024. Sampel dipilih menggunakan teknik consecutive sampling berdasarkan urutan kedatangan, menggunakan pedoman wawancara terstruktur. Prevalensi pemberian ASI eksklusif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan jumlah subjek 50 orang, subjek yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berjumlah 22 orang (44%). Riwayat penghentian pemberian ASI eksklusif di bawah usia satu bulan adalah sebanyak 16 subjek (72,7%). Jumlah subjek sejak lahir tidak mendapatkan ASI adalah 4 orang (18,2%). Alasan penghentian ASI eksklusif diantaranya produksi ASI sedikit, sulit perlekatan, bayi sakit, ibu sakit, dan ibu bekerja. Kesimpulan prevalensi pemberian ASI eksklusif pada penelitian ini sebesar 56%. Alasan menghentikan ASI eksklusif terbanyak adalah produksi ASI sedikit. Penghentian ASI terbanyak didapatkan pada usia di bawah 1 bulan.
Program Pengabdian Masyarakat Pencegahan Penyakit Demam Berdarah untuk Kelompok Ibu PKK Banjar Geria di Desa Melinggih Payangan Gianyar Saraswati Laksmi Dewi; Putu Shinta Widari Tirka; Gita Pritayanti Dinar; Ratna Kartika Dewi; Wasudewa Wikananda; Indah Kusumadewi Riandra; Previyanti Dharma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25659

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang menuntut keterlibatan komunitas dalam pencegahannya. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan tentang strategi pencegahan DBD. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan DBD serta meningkatkan keterampilan membuat larvitrap secara sederhana, melalui pendekatan penyuluhan, pelatihan praktis, dan kegiatan partisipatif. Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta keterampilan dalam pencegahan DBD pada kelompok Ibu PKK Banjar Geria. Program pengabdian masyarakat menggunakan metode penyuluhan dengan pre-test dan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan mitra. Terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan tentang pencegahan DBD dan kebersihan lingkungan setelah penyuluhan. Rerata jawaban benar pada pre-test adalah 21, sedangkan pada post-test mitra adalah 80, yang menghasilkan peningkatan pengetahuan sebesar 73,8%. Program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pencegahan DBD di tingkat rumah tangga melalui keterlibatan aktif Ibu PKK. Hasilnya berpotensi direplikasi dalam konteks serupa di wilayah lain, dengan modifikasi sesuai kebutuhan setempat. Kata Kunci: DBD, Ibu-Ibu Banjar Geria, Penyuluhan, Pencegahan.  ABSTRACT Dengue hemorrhagic fever (DHF) remains a global health problem that requires community involvement in its prevention. This program is designed to increase awareness and knowledge about dengue prevention strategies. To increase public knowledge and awareness of dengue prevention and to improve the skills for making larvitrap traps simply, through counseling approaches, practical training, and participatory activities. To increase knowledge, awareness, and skills in dengue prevention in the Banjar Geria PKK Women's group. The community service program uses counseling methods with pre- and post-tests to evaluate increases in partner knowledge. There was a significant increase in knowledge about dengue prevention and environmental hygiene after counseling. The average correct answer in the pre-test was 21, while in the post-test, it was 80, resulting in a 73.8% increase in knowledge. This program is effective in improving knowledge and skills of dengue prevention at the household level through the active involvement of PKK mothers. The results have the potential to be replicated in similar contexts in other regions, with modifications according to local needs. Keywords: DHF, Female Group In Banjar Geria, Empowerment, Prevention.
THE EFFECT OF FRANGIPANI FLOWER ETHANOL EXTRACT ON SUPEROXIDE DISMUTASE (SOD) LEVELS IN MALE RATS EXPOSED TO CIGARETTE SMOKE AND VAPE Austin Widyasari Wijaya Putu; Pharmawati Made; Evayanti Luh Gde; Sri Ekayanti Ni Wayan; Indah Kusumadewi Riandra Ni Putu; Hwee Ming Cheng
Meditory : The Journal of Medical Laboratory Vol. 13 No. 2 (2025): Meditory, Volume 13 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/meditory.v13i2.4826

Abstract

Abstract Background: Both types of cigarettes (traditional and electronic) have negative health effects, and public interest remains high. Based on several studies, antioxidants are known to counteract the effects of ROS caused by cigarettes. One of them is frangipani (Plumeria alba), which has phenols and flavonoids.Objective: To find out the antioxidant effects of frangipani flower extract on test animals exposed to cigarette and vape smoke.Methods: An experimental method with a randomized post-test control group design was used in this study. The sample consists of healthy male Wistar rats divided into five sample groups, which received intervention for a 3-week duration. Data were analyzed using one-way ANOVA followed by post hoc tests.Results: This study found that both cigarettes and vaping lowered SOD levels (P1 and P2 groups; 3.381 and 4.462 ng/mL). Meanwhile, the groups with frangipani flower extract, who were exposed to cigarettes and vaping, had a higher level of SOD (P3 and P4; 6.999 and 8.681 ng/mL).Conclusions: The administration of frangipani flower extract containing antioxidants has a positive effect on SOD levels.