Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

EDUKASI PENTINGNYA PENANAMAN HIJAUAN PAKAN DAN MENJAGA PRODUKSI BANK PAKAN PADA PETERNAK DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Ria Harmayani; Abyadul Fitriyah; Alimuddin Alimuddin; Yuni Mariani; Ni Made Andry Kartika; Nefi Andriana Fajri; Sahrul Gunadi; Hari Permadi; Yuniarti Yuniarti
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 12: Desember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk melakukan edukasi penanaman hijauan pakan dan menjaga produksi bank pakan pada peternak di Kecamatan Kediri dan Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan yang dilakukan tim PKM diantaranya melakukan survey lokasi dan peternak, sosialisasi pentingnya penanaman hijauan pakan, penyuluhan dan pendampingan penanaman hijauan pakan, serta melakukan monitoring dan evaluasi penanaman hijauan pakan dan produksi bank pakan milik peternak atau kelompok ternak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program kegiatan pengabdian pada masyarakat berjalan dengan baik, dari 50 orang peternak sapi dan kambing di Desa Ombe Baru dan Desa Lembuak Lombok Barat sebagian besar (70% peternak) mampu memahami pentingnya penanaman tanaman pakan dan menjaga produksi bank pakan miliknya terbukti sudah mampu menanam HMT unggul, mampu memahami kriteria HMT unggul bernutrisi tinggi dan sesuai dengan kebutuhan ternaknya serta memiliki bank pakan secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini juga memberikan motivasi kepada peternak yang belum melakukan usaha penanaman hijauan pakan untuk memulai penanaman hijauan pakan, dan peternak yang sudah memiliki bank pakan terus menjaga dan memelihara produksi tanaman hijauan pakan di bank pakan miliknya atau milik kelompok tani, sehingga ketersediaan dan kontinuitas hiajuan pakan tetap terjaga dan mampu meningkatkan pendapatan karena mengurangi biaya pembelian pakan hijauan serta mengefisiensikan waktu pencarian dan pemberian pakan.
EDUKASI PAKAN TERNAK BERNUTRISI TINGGI KEPADA PETERNAK KAMBING BERANAK KEMBAR DI DESA OMBE KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT Harmayani, Ria; Fitriyah, abyadul; Alimuddin, Alimuddin; Mariani, Yuni; Andry Kartika, Ni Made; Andriana Fajri, Nefi; Permadi, Hari; Gunadi, Sahrul; Damar Pamenang, Galang; Aminah Zaim Alyaminy, Ishmah Humaidatul; Nazar Fajri, Lalu Moh.
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 7: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v3i7.8036

Abstract

The birth of twin goats needs to be prepared and supported by paying attention to the genetic characteristics and environment of the goats, especially the management of animal feed, especially the nutrition of pregnant animal feed, where it is important to increase the quantity and quality of feed. The stages in this service include observation, planning, follow-up and evaluation. The training implementation method is lecture and direct practice, question and answer method and discussion. The results of community service activities in Ombe Baru Village showed that of the 40 goat breeders in Ombe Baru Village, the majority (70% of breeders) were able to select twin and single type goat breeds, were able to improve their feeding management and were able to understand the criteria for high nutritional feed, the concept of feeding according to the needs of the livestock as well as feed requirements to increase the reproduction of goats with twins. It is hoped that breeders will continue to be committed to maintaining the sustainability of twin goat farming, continuing to improve feeding management such as providing superior forages and high nutritional feed, especially for goats with twins.
PENDAMPINGAN MODEL DESA WISATA BERBASIS TERNAK DI DESA BATU KUTA LOMBOK BARAT Alimuddin, Alimuddin; Syukur, Abdul; Hilyana, Siti; Harmayani, Ria; Fitriyah, Abyadul; Mariani, Yuni; Andry Kartika, Ni Made; Andriana Fajri, Nefi; Permadi, Hari; Gunadi, Sahrul; Damar Pamenang, Galang; Aminah Zaim Alyaminy, Ishmah Humaidatul; Jupri Hadi, Marham; Nazar Fajri, Lalu Moh.
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 7: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v3i7.8041

Abstract

Livestock-based tourism villages are one option in developing village potential. Apart from being a significant source of income for local communities, it is also able to develop the agricultural and livestock sectors, able to improve the local economy and create jobs for its residents. Tourists who visit villages not only have a direct economic impact obtained from visiting fees and purchasing local products, but can also strengthen small and medium businesses operating around the village. Batu Kuta Village, West Lombok has a village land area of ​​around 40,000 m2 which is called Kebon doe, which is currently a garden area planted with coconut and fruit plants which are no longer productive and have potential, so community service (PKM) is very necessary, related to the preparation of appropriate structuring and management strategies through the preparation of concepts and models for livestock-based tourism villages. The PKM method is implemented using the methods of observation, planning, implementation, follow-up, evaluation and mentoring. Mapping of village potential, preparation of concepts and models for the livestock-based Batu Kuta tourism village were carried out in coordination with the village government and local community. The concept and model of a livestock-based tourism village has the potential to be adopted and realized in Batu Kuta Village. Achievement of the objectives of this PKM activity reached 100% and 98% of participants were satisfied with the overall activity. Evaluation is carried out during the process and at the end of the activity, as well as giving questionnaires to participants. The role of all parties, especially youth organizations, Pokdarwis members, village government and the community as well as assistance from practitioners and academics, is expected to continue to actively participate and be communicative and cooperate with each other in facing concerns and challenges regarding the sustainability of the development of livestock-based tourism villages.
Kajian Kandungan Nutrisi Bio-Slurry limbah Biogas dan Pemanfaatannya sebagai Pupuk Organik di Desa Batu Kuta Lombok Barat Fitriyah, Abyadul; Harmayani, Ria; Haryanto, Hery; Alimuddin, Alimuddin; Mariani, Yuni; Kartika, Ni Made Andry; Fajri, Nefi Andriana; Permadi, Hari; Gunadi, Sahrul; Pamenang, Galang Damar; Zaim Alyaminy, Ishmah Humaidatul Aminah; Jamili, Aisah
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.204

Abstract

Kajian pemanfaatan hasil sampingan biogas dari kotoran sapi (bio-slurry) sebagai pupuk organik di Desa Batu Kuta Lombok Barat bertujuan untuk mengintroduksikan pupuk organik yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi yaitu unsur hara makro dan mikro yang dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi pertumbuhan tanaman, sehingga petani peternak di Desa Batu Kuta Lombok Barat mampu meminimalisir biaya pembelian pupuk kimia yang tidak ramah lingkungan. Kegiatan penelitian dilaksanakan dalam dua tahapan yaitu tahap pertama adalah pengujian kandungan unsur hara makro dan mikro yang terdapat pada Bio-Slurry padat dan cair, dan tahap kedua yaitu penentuan kandungan unsur hara tertinggi yang terdapat dalam Bio-Slurry padat maupun cair. Sampel bioslurry diuji berupa Bio-Slurry padat dan cair dianalisa di Laboratorium Pengujian BPTP NTB dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Mataram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kandungan unsur hara makro yang terdapat didalam Bio-Slurry padat dan cair masing-masing sebesar:  N-Total (ppm) = 0,54% dan 0,17%; P2O5 (ppm) = 0,74% dan 0,05%, K2O (ppm) =  0,96% dan 1,09%; Ca Total (ppm) = 0,15% dan 0,009%; dan Mg Total (ppm) = 0,57% dan 0,01%. Sedangkan unsur hara mikro masing-masing sebesar: Na Total (ppm) = 0,18% dan = 0,08 %; Fe Total  (ppm) = 0,49% dan 0,009 %; Mn Total (ppm) = 0,08 % dan 0,0001%; Zn Total (ppm) = 0,02 % dan 0,003 %; dan Cu Total (ppm) = 0,002% dan 0,0002 %. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, kandungan unsur hara pada Bio-Slurry padat lebih tinggi dibandingkan pada Bio-Slurry cair sehingga lebih menguntungkan jika dijadikan sebagai pupuk organik. Solusi pupuk organik ini, sangat membantu dalam budidaya tanaman jagung dan kedelai di Desa Batu Kuta Lombok Barat. Saran yang dapat diajukan dari hasil kegiatan ini bagi masyarakat desa Batu Kuta, perlunya pendampingan dalam memulai usaha atau bisnis pupuk organik Bio-Slurry.
The Education and Training on Making Local Microorganisms (MOL) as Activators of Organic Fertilizer on a Household Scale in the Women's Farmer Group in Darmaji Village, Central Lombok Regency: Education and Training on Making Local Microorganisms (MOL) as Activators of Organic Fertilizer on a Household Scale in the Women's Farmer Group in Darmaji Village, Central Lombok Regency Nurhidayah; Hijriati Sholehah; Nefi Andriana Fajri; Hairun Anwar; Sahril Ramadoan; Mulhidin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.9541

Abstract

The northern part of Central Lombok Regency is a pristine area, one of which is Darmaji Village, with the majority of the population working as farm/plantation laborers and farmers/planters, as well as casual laborers. Generally, farmers use chemical fertilizers for plants on agricultural land and buy EM4 as a starter for making compost. From the problem of using chemical fertilizers and the constraints of the cost of purchasing EM4, a work program was created by utilizing surrounding waste or using leftover vegetables, rotten fruit and banana stems as basic ingredients for making MOL and organic fertilizer. The purpose of the service is to provide socialization, education and training to the KWT of Darmaji Village about MOL, organic fertilizer and how to make MOL, organic fertilizer by utilizing household waste. The benefits of this work program are that the Women Farmer Groups who attend can gain knowledge about MOL, organic fertilizer and how to make MOL and organic fertilizer by utilizing household waste that is easily available in the surrounding environment. The implementation time of this work program is October 2024 in Darmaji Village, Kopang District, Central Lombok Regency. The process of implementing the socialization began with the presentation of material on the definition of MOL, organic fertilizer, the impact of chemical fertilizers, the benefits of MOL and organic fertilizers, and the basic materials that can be used in making MOL and organic fertilizers. The target audience of the service is the Darmaji Village Women Farmers Group. This work program goes through two stages, namely the presentation of materials and then training. The results of this work program are MOL products, compost products and based on the evaluation of understanding, namely the MOL challenge before the activity, around 69% did not understand, 30% enough and 1% good, while after the activity around 60% were good, 30% understood enough, 10% did not understand. Organic Fertilizer before the activity 70% understood enough, 5% good and 25% less, after the activity 80% were good, 10% enough, 5% did not understand, based on the results of the evaluation, this activity is useful according to the needs of the Community. Keywords: Socialization, Education, Training in making MOL and organic fertilizer
Kajian Kandungan Nutrisi Bio-Slurry limbah Biogas dan Pemanfaatannya sebagai Pupuk Organik di Desa Batu Kuta Lombok Barat Fitriyah, Abyadul; Harmayani, Ria; Haryanto, Hery; Alimuddin, Alimuddin; Mariani, Yuni; Kartika, Ni Made Andry; Fajri, Nefi Andriana; Permadi, Hari; Gunadi, Sahrul; Pamenang, Galang Damar; Zaim Alyaminy, Ishmah Humaidatul Aminah; Jamili, Aisah
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.204

Abstract

Kajian pemanfaatan hasil sampingan biogas dari kotoran sapi (bio-slurry) sebagai pupuk organik di Desa Batu Kuta Lombok Barat bertujuan untuk mengintroduksikan pupuk organik yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi yaitu unsur hara makro dan mikro yang dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi pertumbuhan tanaman, sehingga petani peternak di Desa Batu Kuta Lombok Barat mampu meminimalisir biaya pembelian pupuk kimia yang tidak ramah lingkungan. Kegiatan penelitian dilaksanakan dalam dua tahapan yaitu tahap pertama adalah pengujian kandungan unsur hara makro dan mikro yang terdapat pada Bio-Slurry padat dan cair, dan tahap kedua yaitu penentuan kandungan unsur hara tertinggi yang terdapat dalam Bio-Slurry padat maupun cair. Sampel bioslurry diuji berupa Bio-Slurry padat dan cair dianalisa di Laboratorium Pengujian BPTP NTB dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Mataram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kandungan unsur hara makro yang terdapat didalam Bio-Slurry padat dan cair masing-masing sebesar:  N-Total (ppm) = 0,54% dan 0,17%; P2O5 (ppm) = 0,74% dan 0,05%, K2O (ppm) =  0,96% dan 1,09%; Ca Total (ppm) = 0,15% dan 0,009%; dan Mg Total (ppm) = 0,57% dan 0,01%. Sedangkan unsur hara mikro masing-masing sebesar: Na Total (ppm) = 0,18% dan = 0,08 %; Fe Total  (ppm) = 0,49% dan 0,009 %; Mn Total (ppm) = 0,08 % dan 0,0001%; Zn Total (ppm) = 0,02 % dan 0,003 %; dan Cu Total (ppm) = 0,002% dan 0,0002 %. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, kandungan unsur hara pada Bio-Slurry padat lebih tinggi dibandingkan pada Bio-Slurry cair sehingga lebih menguntungkan jika dijadikan sebagai pupuk organik. Solusi pupuk organik ini, sangat membantu dalam budidaya tanaman jagung dan kedelai di Desa Batu Kuta Lombok Barat. Saran yang dapat diajukan dari hasil kegiatan ini bagi masyarakat desa Batu Kuta, perlunya pendampingan dalam memulai usaha atau bisnis pupuk organik Bio-Slurry.
Sosialiasi dan Vaksinasi Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku di Desa Aik Dewa Kecamatan Pringgesela Ni Made Andry Kartika; Yuni Mariani; Nefi Andriana Fajri; Ria Harmayani; Abyadul Fitriah; Alimuddin
Lumbung Ngabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/7zt93307

Abstract

Vaksinasi adalah usaha yang dilakukan untuk melindungi ternak dari serangan penyeakit PMK selain itu juga sebagai tameng untuk memperkecil resiko gejala yang timbul akibat serangan penyakit PMK pada ternak. Upaya – upaya tersebut diharapkan akan membantu mengurangi resiko yang timbul sehingga semua sapi yang ada di wilayah Lombok dapat terlindungi dengan baik. Pengabdian ini dilakukan di Desa Aik Dewa Kecamatan Pringgesela. Program ini dilakukan oleh dosen dan mahasiswa UNW Mataram. Sosialisasi dilakukan kepada semua peternak yang ada di wilayah Desa Aik Dewa. Adapun tahapan dalam pengabdian ini ada 2 yaitu sosialisasi dan pemeriksaan ternak secara langsung. Pada tahap sosialisasi terdapat 35 peternak yang telah disosialisasi kemudian ada sekitar 2 kelompok yang dilakukan pemeriksaan fisik ternak. Hasil pengabdian menunjukan antusiasme peternak yang cukup tingga dalam mengikuti kegiatan selain itu juga kondisi ternak pasca PMK sudah semakin membaik karena telah dilakukan vaksinasi oleh dinas terkait bersama tim Fakultas Peternakan UNW Mataram.
Quantitative and Reproductive Performance of Single and Triplet Births of Etawah Crossbreed Goats In Lombok Island Fitriyah, Abyadul; Kartika, Ni Made Andry; Harmayani, Ria; Mariani, Yuni; Fajri, Nefi Andriana; Isyaturriyadhah, Isyaturriyadhah
Baselang Vol 3, No 2: OKTOBER 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v3i2.116

Abstract

This study aims to select female goats that have the potential to give birth to triplets.  The analysis was carried out in four EC goats with triplets consisting of 12 twins and four single births. FSH and LH hormones were analyzed using the ELISA method (LIA kit). The t-test results showed that the average body size of single-born EC goats was significantly different (P0.05) in body weight (BW), chest circumference (CC), hip height (HH), and hip width (HW). The size of BW, CC, HH and HW were larger in the triplet than in the single birth type, with a ratio of BW (40.83±10.10 vs. 37.20±4.67) kg, CC (84.00±3,46 vs. 78.05±4.24) cm, HH (72.70±3.21vs 67.50±3.12) cm and HW (17.74±2.09 vs. 11.16±2.12) cm. Furthermore, there was a significant difference (P≤0.05) between the ages of single-born EC goats, which was higher than that of triplets, namely 4.20±1.41 vs. 1.67±1.03 (months). This had a significant effect (P≤0.05) on the body size, especially on the BW, BL, BH and HH. EC goats with twin birth types had significantly higher FSH hormone levels than those with single births, namely FSH (3.41±0.08 vs1.37±0.08) mlU/ml. In contrast, the EC goat kids did not show a significant difference.  Conclusion: Goats selection with the potential to give birth to triplets can be detected from hip size and FSH levels in their blood which correlate positively with body weight and chest circumference measurements.
MORPHOLOGICAL INDICES: DISTINGUISHING SINGLE AND TRIPLETS-BEARING BOER AND ETAWA GRADE GOATS IN LOMBOK BARAT Fitriyah, Abyadul; Mariani, Yuni; Kartika, Ni Made Andry; Fajri, Nefi Andriana; Alimuddin; Harmayani, Ria
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.7120

Abstract

This study aimed to identify female goats with the potential to give birth to triplets by examining morphological characteristics correlated with FSH and LH hormone levels in the blood. It included four triplet-bearing Boer goats and four triplet-bearing Etawah grade goats, each with 12 kids, and four single-bearing Boer goats and four single-bearing Etawah grade goats, each with four kids. Morphological indices of body sizes, including weight, height slope, length index, width slope, depth index, foreleg length, and hormone levels, were observed. A t-test and descriptive analysis were conducted. The average body size of Boer goats was larger than Etawah grade goats, but there were no significant morphological differences between triplet-bearing Boer and Etawah grade goats. However, single-bearing Boer goats had a significantly higher height slope than single-bearing Etawah grade goats. FSH levels significantly increased in the blood of triplet-bearing Boer goats compared to single-bearing Boer goats. Morphological indices and hormone levels can help select goats likely to give birth to triplets.
Strategi Pakan Inovatif dalam Mengungkap Potensi Kelahiran Kembar Sapi Bali sebagai Solusi Ekonomi dan Produksi Nasional Fitriyah, Abyadul; Isyaturriyadhah, Isyaturriyadhah; Mariani, Yuni; Kartika, Ni Made Andry; Fajri, Nefi Andriana; Harmayani, Ria; Alimuddin, Alimuddin
STOCK Peternakan Vol 7, No 2 (2025): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v7i2.1817

Abstract

Ketergantungan Indonesia terhadap impor daging sapi dan sapi bakalan masih tinggi, yang menghambat pencapaian Program Swasembada Daging Sapi Nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, peternak di Nusa Tenggara Barat melaporkan kejadian alami kelahiran kembar pada sapi Bali, yang secara biologis merupakan spesies uniparous. Fenomena ini membuka peluang untuk meningkatkan populasi dan produktivitas sapi potong, namun data ilmiah mengenai dampaknya terhadap performa induk dan anak masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap potensi kelahiran kembar alami pada sapi Bali melalui pendekatan strategi pakan inovatif dan manajemen reproduksi yang tepat. Penelitian dilaksanakan di tiga kabupaten di Pulau Lombok, yaitu Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Utara, dengan total 80 ekor sapi Bali yang terbagi dalam empat kelompok: induk beranak kembar (BK), anak kembar (AK), induk beranak tunggal (BT), dan anak tunggal (AT). Selama enam bulan, variabel yang diamati meliputi konsumsi pakan, bobot badan, dan kadar hormon FSH dan LH dalam darah. Data dianalisis menggunakan uji t. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi nutrien induk sapi masih di bawah kebutuhan optimal, dengan protein kasar 9,2% (BK) dan 9,0% (BT), serta TDN sekitar 55%. Induk BK mengalami penurunan bobot badan signifikan (P0,01), namun menunjukkan peningkatan kadar hormon FSH (0,46±0,08 mIU/mL) dan LH (0,13±0,12 mIU/mL) dibandingkan BT (FSH = 0,38±0,06; LH = 0,12±0,09). Dapat disimpulkan bahwa kelahiran kembar pada sapi Bali berpotensi meningkatkan efisiensi reproduksi induk dan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu strategi inovatif untuk meningkatkan pendapatan peternak serta mendukung swasembada daging nasional.