Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Benalu Kopi (Scurrula ferruginea (Roxb. Ex Jack) Danser) terhadap Profil Darah Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus L.) yang Diinduksi Aloksan Harahap, Maisaroh; Febriani, Husnarika; Syukriah, Syukriah
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.431

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu kondisi di mana ketidakmampuan tubuh mengendalikan kadar glukosa menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah Penelitian ini mengamati bagaimana ekstrak etanol daun kopi benalu mempengaruhi profil darah tikus putih jantan yang terpapar aloksan. Dalam penelitian ini, 24 ekor tikus putih jantan dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan dengan menggunakan metodologi acak lengkap. Pelet dan minuman standar diberikan kepada kontrol makan normal; aloksan 90 mg/kg BB diberikan pada kontrol negatif; metformin 45 mg diberikan kepada kontrol positif; dan ekstrak daun benalu kopi diberikan dalam dosis bertingkat (P1=200, P2=300, dan P3=400 mg/kg BB) pada kelompok perlakuan 1, 2, dan 3. Sebelum pemberian ekstrak dilakukan observasi pada hari ke-0; setelah 14 hari pemberian ekstrak, kadar glukosa darah diukur pada hari ke 7 dan 14. Pada hari ke 15 dilakukan pemeriksaan sampel darah. Penelitian ini melalui beberapa tahapan, antara lain skrining fitokimia dan identifikasi tanaman. ANOVA satu arah digunakan untuk analisis data, kemudian dilakukan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tikus putih yang diberi aloksan, ekstrak etanol daun benalu kopi meningkatkan jumlah eritrosit dan hemoglobin secara signifikan, serta menurunkan jumlah leukosit dan trombosit secara signifikan (p=0,000). Dosis 300 mg/kg BB merupakan jumlah ekstrak etanol daun benalu kopi yang aman dan ideal untuk meningkatkan profil. Manfaat Penelitian adalah Menambah ilmu pengetahuan di bidang kesehatan, yang dapat memberikan informasi tentang khasiat/manfaat dari tanaman etanol dan biji kopi (Scurrulla ferruginea (Roxb.ex Jack) Danser) yang berhubungan dengan kesehatan yaitu eritrosit, hemoglobin, leukosit dan trombosit. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai potensi penggunaan ekstrak etanol biji kopi (Scurrulla ferruginela (Roxb. ex Jack) Danser) sebagai obat anti-diabetes, serta menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut.
Analisis Logam Berat Kadmium (Cd) dan Mangan (Mn) pada Ikan Lundu (Mystus nigriceps) di Sungai Asahan Tanjungbalai Riskiyah, Ainur; Febriani, Husnarika; Syukriah, Syukriah
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 1 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i1.1576

Abstract

Pencemaran akibat adanya aktivitas pembuangan sampah dan limbah oleh industri dan masyarakat di Sungai Asahan Tanjungbalai kemungkinan menyebabkan akumulasi cemaran logam berat pada perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis cemaran logam berat Kadmium (Cd) dan Mangan (Mn) pada air sungai dan daging ikan lundu (Mystus nigriceps) di Sungai Asahan Tanjungbalai. Penelitian ini menggunakan metode observasi eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Analisis air sungai dan daging ikan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil pengujian ditemukan bahwa kandungan logam kadmium (Cd) air adalah < 0,002 mg/L dan pada daging ikan adalah < 0,03 mg/kg yang artinya masih berada di bawah ambang batas yang ditentukan. Sedangkan kandungan logam Mangan (Mn) air adalah > 0,01 mg/L dan daging ikan adalah > 0,3 mg/kg artinya sudah melebihi ambang batas yang ditentukan.
Pengaruh Pemberian Salep Ekstrak Serai (Cymbopogon nardus) terhadap Gambaran Histopatologi Kulit Luka Bakar pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Nabila, Jihan; Febriani, Husnarika; Syukriah, Syukriah
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 1 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i1.1726

Abstract

Serai merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif fenol yang memiliki peran sebagai antioksidan, dan serai memiliki kandungan zat bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh salep ekstrak serai terhadap histologi dan ketebalan epitel kulit pada luka bakar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 24 ekor tikus dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan. Kontrol normal tanpa luka bakar, kontrol positif diberikan bioplacenton, kontrol negatif diberikan vaselin album, kelompok perlakuan 1 diberikan pengobatan salep 5%, perlakuan 2 diberikan pengobatan salep 10%, dan perlakuan 3 diberikan pengobatan salep 15%. Tahapan dalam penelitian meliputi skrining fitokimia, pengujian salep, perhitungan skor sel fibroblas, dan pengukuran ketebalan epitel. Preparat histologi dibuat menggunakan metode parafin dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Analisis data menggunakan one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Pada Hasil Salep Ekstrak Serai dengan dosis 15% sangat berpengaruh terhadap skor sel fibroblas dengan nilai 14,75. Dosis salep 15% juga sangat berpengaruh terhadap ketebalan epitel dengan hasil 546,75 dalam penyembuhan luka bakar.
Pengaruh Pakan Tambahan Tepung Kepala Udang dan Tepung Kacang Hijau (Vigna radiata, L.) terhadap Kandungan Protein dan Bobot Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) Sahputra, Bagus; Febriani, Husnarika; Tambunan, Efrida Pima Sari
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 1 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i1.1810

Abstract

Tepung kepala udang merupakan limbah kepala udang yang memiliki nilai protein yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan untuk dijadikan bahan dasar pada pakan ternak, termasuk pakan ikan dan merupakan salah satu unsur dalam pakan yang masih jarang digunakan. Tepung kacang hijau merupakan hasil olahan setengah jadi dari kacang hijau yang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan tambahan tepung kepala udang dan tepung kacang hijau (Vigna radiata L) terhadap kandungan protein dan bobot ikan patin (Pangasius hypophthalmus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 20 ikan patin dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, antara lain: P0= 100% pakan komersil; P1= 75% pakan komersil 20% tepung kepala udang, dan 5% tepung kacang hijau; P2= 50% pakan komersil, 40% tepung kepala udang, dan 10% tepung kacang hijau; P3= 25% pakan komersil, 60% tepung kepala udang, dan 15% tepung kacang hijau. Parameter yang diukur adalah kandungan protein dan bobot pada ikan patin. Analisis data menggunakan one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil yang didapatkan dalam penambahan pakan tambahan tepung kepala udang dan tepung kacang hijau berpengaruh terhadap kandungan protein ikan patin dengan nilai p=0.000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pakan tambahan tepung kepala udang dan tepung kacang hijau berpengaruh terhadap bobot ikan patin dengan nilai p=0.000. Pakan yang paling optimal dalam meningkatkan kandungan protein dan bobot badan ikan patin adalah pada kelompok P3.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Media Pembelajaran terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa SMAS Bina Bangsa Simpang Gambus Sari, Nada Aprilia; Febriani, Husnarika; Rasyidah, Rasyidah
Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol. 23 No. 2 (2024): Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/mk.v23i2.2173

Abstract

This research aims to determine the effect of the Two Stay Two Stray (TSTS) cooperative learning model with learning media on student activities and learning outcomes in the human respiratory system material in class XI IPA SMAS Bina Bangsa Simpang Gambus for the 2020/2021 academic year. This research is a quantitative research with a Quasi Experimental design. The samples in this research were class XI IPA-A as the experimental class and class XI IPA-B as the control class. Data analysis used to determine student learning activities is by using the TCR (Respondent Achievement Level) formula and for student learning outcomes data analysis uses statistical hypothesis testing. The results of the research show that there are differences in student learning activities and student learning outcomes in the two classes. For learning outcomes, students obtained an average posttest score for the control class, namely 70, while the average posttest score for the experimental class was 84.4. Based on the results of observations of learning activities and student learning outcomes, there is an influence of the use of the Two Stay Two Stray type cooperative learning model with learning media where student learning activities in the experimental class > control class, so that Ha is accepted. Obtaining student learning outcomes through statistical hypothesis testing shows that the tcount value is 7.28 and the ttable price is 2.068, meaning tcount>ttable, so Ha is accepted.
Pengaruh Pemberian Beberapa Jenis Yogurt Komersial terhadap Jumlah Profil Darah Tikus (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Diabetes Melitus Febriani, Husnarika; Ulfa, Syarifah Widya; Butar-Butar, Tri Novitashari
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i2.9398

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disorder that occurs due to inadequate insulin levels or insulin resistance which leads to hyperglycemia. Handling hyperglycemia conditions in diabetes mellitus is very necessary, one of which is by consuming healthy and nutritious food. The aim of this research is to determine the results of total antioxidant levels in types of yogurt which can have an influence on the blood profile of white rats (Rattus norvegicus) with diabetes mellitus. This research used white rats (Rattus norvegicus) as experimental animals which were divided into 5 groups (K+: normal type, K-: negative type (alloxan), P1: type I yogurt brand (drinking yogurt), P2: type. yogurt brand II (yogurt set), P3: kel. yogurt brand III (stirred yogurt) with 5 treatment repetitions each. Yoghurt was given using the oral sonde technique to the experimental animals. Blood samples from the experimental animals were taken through the orbital sinus using hematocrit. Profile Rat blood was tested using a hematology analyzer. The data obtained were analyzed using one-way ANOVA and Duncan's test with a significance level of 0.05. Statistical results showed that there were significant differences (p < 0.05) in each treatment group. Based on the average results erythrocytes, hemoglobin, leukocytes and platelets that brand III yogurt samples had a better level of improvement than the others. This is also in line with the results of testing antioxidant levels in brand III yogurt, namely 51.38 ppm, which means the antioxidant levels are strong.
Pengaruh Model Pembelajaran Predict, Observe, Explain (Poe) Pada Materi Sistem Indera Terhadap Keterampilan Proses Sains Dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMA Swasta Persiapan Stabat Simamora, Indah Anda Rini; Febriani, Husnarika; Rohani, Rohani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14193

Abstract

Pendidikan memainkan peran penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh model pembelajaran Predict, Observe, Explain (POE) terhadap keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI di SMA Swasta Persiapan Stabat, khususnya pada materi sistem indera. Latar belakang penelitian ini adalah observasi dan wawancara yang menunjukkan bahwa metode pembelajaran konvensional yang diterapkan di sekolah kurang efektif dalam mengembangkan kedua keterampilan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari dua kelas: kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan model POE dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest untuk mengukur perubahan dalam keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan Adanya pengaruh model pembelajaran POE (Predict, Observe, Explain) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dimana perolehan nilai post-test pada kelas eksperimen yaitu 85,28 dengan nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) 75 artinya nilai tersebut sudah mencapai nilai KKM pada pelajaran biologi. Perolehan hasil uji hipotesis hasil belajar siswa yaitu dimana harga thitung 9,22 dan harga ttabel yaitu 1,9974 artinya thitung > ttabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak.. Hal itu bermakna bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Model pembelajaran POE terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan proses sains. Kesimpulannya, penerapan model pembelajaran POE dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran biologi di sekolah, membantu siswa mengembangkan keterampilan ilmiah dan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik.Kata kunci: Pendidikan, keterampilan proses sains, kemampuan berpikir kritis, model pembelajaran POE, sistem indera.
Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Terhadap Ginjal Tikus Putih Yang Diinduksi Minyak Jelantah Aprilianti, Intan; Febriani, Husnarika; Syukriah
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2703

Abstract

Penggunaan minyak jelantah dalam jangka panjang pada pengolahan bahan pangan menimbulkan berbagai kerusakan sel tubuh dan doposisi sel lemak pada organ, salah satunya ginjal diakibatkan radikal bebas pada minyak jelantah. Radikal bebas dapat diminimalisir oleh antioksidan alami yang berasal dari tanaman daun asam jawa. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh ekstrak etanol daun asam jawa terhadap, histologi, kadar ureum dan histofotometri yang diinduksi minyak jelantah. Penelitian ini menggunakan  rancangan acak lengkap 25 ekor tikus dibagi 5 kelompok dan 5 ulangan yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif, kelompok perlakuan 1, 2 dan 3 dengan dosis 150, 200, dan 250 mg/kg BB selama 28 hari. Tahapan dalam penelitian ini meliputi skrining fitokimia, uji kualitas minyak, pengukuran kadar ureum, pengamatan histologi dan pengukuran pelebaran ruang bowman. Analisis data menggunakan one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji duncan. Hasil penelitian  menunjukkan ekstrak etanol daun asam jawa dapat menurunkan kadar ureum (21,00±3,16), meminimalisir kerusakan histologi ginjal (20,80±2,95) serta berpengaruh terhadap ruang bowman (11,94±1,29) akibat induksi minyak jelantah.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Keji Beling (Strobilanthes Crispus L. Blume) terhadap Histologi dan Faal Ginjal Tikus Putih (Rattus Norvegicus L) yang Diinduksi Natrium Benzoat (C6H5COOH): The Effect of Administration of Keji Beling (Strobilanthes Crispus L. Blume) Leaves Ethanol Extract on the Histology and Kidney Physical of White Rats (Rattus Norvegicus L) Induced Sodium Benzoate (C6H5COOH) Astuti, Mega Yulli; Febriani, Husnarika; Syukriah, Syukriah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i5.2252

Abstract

Consuming sodium benzoate can cause health problems. The effect is to damage blood cells, hyperactivity, and damage the kidneys. To prevent this, antioxidants are needed. These antioxidants are obtained from herbal plants, namely keji shard leaves (Strobilanthes crispa L Blume). This study aims to determine the effect of ethanol extract of keji beling leaves on urea levels, creatinine and histological damage to the kidneys of white rats (Rattus novergicus) given sodium benzoate. This study used a completely randomized design with 5 treatment groups with 4 repetitions. KN was given feed, KP was given sodium benzoate 400mg/kg BW, groups P1, P2, P3 were each given sodium benzoate 400 mg/kg BW and keji beling leaf extract 300, 400, 500mg/kg BW. The results showed that administration of sodium benzoate had the effect of increasing urea and creatinine levels and renal histology damage (nuclear necrosis, tubular degeneration, proximal tubular dilatation). The conclusion is that administering ethanol extract of keji beling leaves at a dose of 500 mg/kg BW can reduce urea and creatinine levels and reduce histological damage to the kidneys (nuclear necrosis, tubular degeneration, proximal tubular dilatation). Keywords:          sodium benzoate, urea, creatinine, kidney   Abstrak Mengkonsumsi natrium benzoat bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Efeknya merusak sel darah, hiperaktif, serta merusak ginjal. Untuk mencegahnya diperlukan antioksidan. Antioksidan tersebut didapat dari tumbuhan herbal yaitu daun keji beling (Strobilanthes crispa L Blume). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun keji beling terhadap kadar ureum, kreatinin dan kerusakan histologi ginjal tikus putih (Rattus novergicus) yang diberi natrium benzoat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap 5 kelompok perlakuan dengan 4 pengulangan. KN diberi pakan, KP diberi natrium benzoat 400mg/kg BB, kelompok P1, P2, P3 masing-masing diberi natrium benzoat 400 mg/kg BB dan ekstrak daun keji beling 300, 400, 500mg/kg BB. Hasil menunjukkan pemberian natrium benzoat berpengaruh menaikkan kadar ureum, kreatinin dan kerusakan histologi ginjal (nekrosis inti, degenerasi tubulus, dilatasi tubulus proksimal). Kesimpulannya adalah pemberian ekstrak etanol daun keji beling dosis 500 mg/kg BB bisa menurunkan kadar ureum, kreatinin dan mengurangi kerusakan histologi ginjal (nekrosis inti, degenerasi tubulus, dilatasi tubulus proksimal). Kata Kunci:         natrium benzoat, ureum, kreatinin, ginjal
Analisa Kromatografi Gas Spektrometri Massa dan Gugus Fungsi Ekstrak Metanol Daun Bidara (Ziziphus mauritiana): Analisa Kromatografi Gas Spektrometri Massa dan Gugus Fungsi Ekstrak Metanol Daun Bidara (Ziziphus mauritiana) Widiarti, Leni; Febriani, Husnarika; Dur, Sajaratud; Ningrum, Nurlian Augustin; Nurcahyani, Nadya; Andry, Muhammad
Journal of Pharmaceutical and Sciences Suppl. 1, No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i5-si.449

Abstract

Bidara leaves are a plant that is quite abundant in Medan and has many benefits in the health sector. The aim of this research is to predict the content of secondary metabolite compounds in bidara leaf extract, through qualitative tests by screening using specific reagents, functional group analysis with FT-IR and mass analysis with GC-MS. The screening results showed that the methanol extract of bidara leaves contained alkaloids, flavonoids, tannins, saponins and phenols. Functional group analysis shows that the wavelength area is 3300 cm-1, namely OH absorption, 2700 - 2900 cm-1 shows C-H absorption, 1600 - 1700 cm-1 shows C=O absorption, 1400 - 1450 cm-1 shows C-H absorption, 1365 - 1385 cm-1 shows CH3 bent absorption, and 1000 – 1100 cm-1 shows C-O absorption. The results of mass analysis using GC-MS showed four dominant peaks from the compound, namely Z-5-Methyl-6-heneicosen-11-one, 17-Pentatriacontene, Ethyl iso-allocholate and Pentacosane.