Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Hasil Belajar Biologi Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan Tipe Make A Match Pada Materi Pokok Ekosistem di MAN Dolok Masihul Sari, Puspita; Febriani, Husnarika; Khairuna, Khairuna
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar biologi siswa ketika diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan Make a Match di kelas X MAN Dolok Masihul. Populasi siswa kelas X MAN Dolok Masihul. Ada dua kelompok sampel yaitu siswa kelas X MIPA1 (eksperimen) dan kelas X MIPA2 (kontrol). Teknik atau cara yang di pakai untuk menarik serta menyatukan data yaitu pengamatan dan ujian (tes) tertulis. Teknik analisis memakai uji hipotesis. Penelitian merangkum hasil diantaranya adanya perbandingan hasil nilai belajar biologi murid yang memakai model STAD dan MAM pada topik utama ekosistem di MAN Serdang Bedagai dilihat dari hasil belajar menggunakan tipe STAD diperoleh sebesar 75 dengan persentase 13%, sedangkan untuk Make A Match hasil yang diperoleh sebesar 68,83 dengan persentase 5,83%. Terdapat perbandingan hasil belajar biologi siswa yang menggunakan model STAD dan model MAM pada pokok bahasan ekosistem di MAN Serdang Bedagai dilihat dari hasil uji hipotesis thitung = 1,867 dan ttabel = 1,672 yang artinya thitung    ttabel sehingga Ho nya ditolak sedangkan untuk Ha diterima. This research aims to determine students' biology learning outcomes when the Student Teams Achievement Division (STAD) and Make a Match type cooperative learning models are applied in class X MAN Dolok Masihul. Population of class X MAN Dolok Stillul students. There are two sample groups, namely students of class X MIPA1 (experiment) and class X MIPA2 (control). The techniques or methods used to collect and combine data are observation and written tests. The analysis technique uses hypothesis testing. The research summarizes the results, including a comparison of the results of students' biology learning scores using the STAD and MAM models on the main topic of ecosystems at MAN Serdang Bedagai, seen from the results of learning using the STAD type which was obtained at 75 with a percentage of 13%, while for Make A Match the results obtained were 68 .83 with a percentage of 5.83%. There is a comparison of the biology learning outcomes of students who use the STAD model and the MAM model on the subject of ecosystems at MAN Serdang Bedagai seen from the results of the hypothesis test tcount = 1.867 and ttable = 1.672, which means tcount ttable so that Ho is rejected while Ha is accepted.
Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Resisten Merkuri Dari Air Sungai Sekitar Pertambangan Emas Batang Toru Sumatera Utara Damanik, Novita; Febriani, Husnarika; Mayasari, Ulfayani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7979

Abstract

Telah dilakukan investigasi isolasi dan identifikasi bakteri resisten merkuri yang ditemukan dalam air sungai di dekat tambang emas Batang Toru di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri resisten merkuri di sungai dekat Tambang Emas Batang Toru di Sumatera Utara, mengkarakterisasi morfologi dan sifat bakteri resisten merkuri yang diisolasi dari aliran sungai di sana, dan menilai kapasitas bakteri yang diisolasi dari aliran sungai di dekat Tambang Emas Batang Toru di Sumatera Utara untuk mengurangi merkuri. Sampel di ambil dari aliran limbah Pertambangan Emas Batang Toru dan dari aliran air sungai yang terkena buangan limbah dari Pertambangan Emas Batang Toru. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai bulan Agustus di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Sumatera Utara Medan. Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen laboratorium dengan pengujian pengamatan morfologi penelitian dianalisis secara deskriptip. Hasil dari penelitian ini diperoleh 5 isolat bakteri sebagai bakteri resisten merkuri, dengan kode isolat Sp1, Sp2, Sp3, Sp4 dan Sp5. Hasil dari pengujian daya reduksi merkuri menggunakan alat Atonomic Absorption Spektrophotometer (AAS) ialah isolate dengan kode Sp1 menurunkan kadar merkuri sebesar 53%, Sp2 menurunkan kadar merkuri sebesar 60%, Sp3 menurunkan kadar merkuri sebesar 46%, Sp4 mereduksi merkuri sebesar 50% dan Sp5 menurunkan kadar merkuri sebsar 67%. Semua isolat bakteri dapat mereduksi mereduksi merkuri dan isolat bakteri resisten merkuri ini dapat digunakan sebagai agen bioremediasi.
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TELUR CACING PARASIT PADA FESES SAPI DI DESA KLAMBIR V KECAMATAN HAMPARAN PERAK KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA Nasution, Putri Aminah; Febriani, Husnarika; Syukriah, Syukriah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7338

Abstract

ABSTRAKSalah satu penyebab  penyakit bagi peternak adalah  yang diakibatkan oleh telur cacing parasit. Telur cacing menyerang jaringan lambung ternak sapi dan cacing dapat juga tumbuh pada jaringan lain misalnya paru-paru, hati, otak dan limpa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegetahui berbagai macam jenis-jenis telur cacing parasit, tingkat serangan telur cacing parasit, tingkat prevalensi, tingkat intensitas parasit pada feses sapi di Desa Klambir V Kecamatan Hamparan Perak kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Sampel feses sapi yang digunakan berjumlah 80 sampel. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dan feses yang diambil sebanyak ± 10 gram setiap ekor sapi. Metode identifikasi dengan menggunakan metode sedimentasi dan Mc Master. Menghitung analisis data menggunakan rumus prevalensi dan intensitas serangan parasit. Hasil penelitian jenis telur cacing yang ditemukan Haemonchus contortus, Echinostoma sp., Paramphistomum sp. Fasciola sp. Tingkat serangan parasit telur cacing  yang paling tinggi dilihat pada telur cacing parasit Paramphistomum sp. sebanyak 1.207 butir/gram memiliki kategori ringan. Tingkat prevalensi pada pola ekstensif Haemonchus contortus 30%, Echinostoma sp. 15%, Paramphistomum sp. 100%, Fasciola sp. 100% sedangkan pada pola Pemeliharaan intensif yaitu Haemochus contortus 22,5%, Echinostoma sp. 7,5%, Paramphistomum sp. 100% dan Fasciola sp. 100%. Tingkat intensitas serangan telur cacing tertinggi terdapat pada Paramphistomum sp. yaitu sebesar 30,17 kategori sedang, sedangkan nilai terendah telur cacing Echinostoma sp. yaitu 1,3 dengan kategori sedang. Kesimpulannya adalah Sapi yang dipelihara secara pola ekstensif memiliki resiko serangan parasit yang lebih tinggi dibandingkan secara pola intensif. Kata kunci : Sapi, Feses, Telur cacing parasit
Pengaruh Ekstrak Daun Samarinda (Carissa carandas Linn) Terhadap Histopatologi Hepar Tikus Putih (Rattus norvegicus L) Hiperkolesterolemia Lestari, Sri Murni Ayu; Febriani, Husnarika; Rahmadina, Rahmadina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8179

Abstract

Hiperkolesterolemia  adalah gangguan metabolisme yang disebabkan oleh peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Samarinda (Carissa carandas Linn) merupakan tanaman herbal yang sering dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional karena memiliki senyawa aktif flavonoid yang berguna sebagai antioksidan dalam menetralkan dan melindungi jaringan dari kerusakan akibat radikal bebas serta mampu mengatasi kerusakan sel akibat pengingkatan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun samarinda terhadap histopatologi hepar tikus putih hiperkolesterolemia. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan menggunakan tikus sebagai hewan coba yang dibagi menjadi 6 kelompok dengan 4 ulangan yaitu: kontrol normal, kontrol negatif, kontrol simvastatin, P1 : 750 mg/kg BB, P2 : 1000 mg/kg BB dan P3 : 1.250 mg/kg BB. Pembuatan preparat histologi hepar tikus menggunakan metode paraffin dengan pewarnaan hematoksilin-eosisn (HE). Analisis data menggunakan ANOVA one-way dan uji Duncan. Hasil data skoring histopatologi berupa  kerusakan sel hepar pada SPSS 23 didapatkan adanya perbedaan yang signifikan (P 0,05). Kesimpulan dari penilitian ini yaitu ekstrak daun samarinda (Carissa carandas Linn) berpengaruh dalam perbaikan histopatologi hepar tikus putih (Rattus norvegicus L).
Teams Games Tournament Learning Model on Students Activities and Learning Outcomes at Modern Islamic Boarding School Febriani, Husnarika; Tambunan, Efrida Pima Sari; Hasibuan, Turlan Rumaito
Islamic Journal of Integrated Science Education (IJISE) Vol. 1 No. 3 (2022): November
Publisher : Program Studi Tadris IPA, Fakultas Tarbiyah (IAIN) Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/ijise.v1i3.368

Abstract

This research aims to find out the influence of the Teams Games Tournament (TGT) learning model  on students activities and learning outcomes of class XI at Nurul Hakim Modern Islamic Boarding School. The type of this research is a Quasy Experiment. The population in this study was all students of class XI IPA of Nurul Hakim Modern Boarding School which amounted to 60  students. The sample used was class XI IPA 1 as an experimental class of 30 students and class XI IPA 2 as a control class of 30 students. Research instruments used to find out student learning activities are using a student learning activity questionnaire and for student learning outcomes was use multiple choices test of 25 questions. Data analysis was done using hypothesis tests. The percentage of students' learning activities in the experimental class was 83.70% which was higher than the learning activities of the control class students, which was 51.50%. The average learning outcome in the experimental class model was 82.00  and in the control class was 78.00. Based on the results of the analysis of thitung > ttabel which is 3.06 > 2.00, which means that Ha is accepted, and Ho is rejected. So, it could be concluded that there is an influence of student learning activities and outcomes using the Teams Games Tournament (TGT) learning  model.
PENGARUH PAKAN TAMBAHAN TEPUNG IKAN GABUS (Channa striata) UNTUK KUALITAS FISIK DAN KIMIA DAGING BEBEK PEKING (Anas platyrhynchos domestica L.) Anggraini, Gita; Tambunan, Efrida Pima Sari; Febriani, Husnarika
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9 Nomor 2 tahun 2024 periode (Juni 2024 - September 2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i2.3934

Abstract

Daging sebagai asal protein hewani semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Gabus (Channa striata) adalah ikan air tawar dengan albumin tinggi. Kualitas fisik dan kimia daging itik Peking (Anas platyrhynchos domestica L.) dipengaruhi oleh pemberian makanan tambahan tepung ikan gabus. Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Medan serta Laboratorium Inseminasi Buatan menjadi lokasi penelitian ini. Pada penelitian ini digunakan 25 itik peking DOD (Anas platyrhynchos domestica L.). Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang memiliki 5 perlakuan dan 6 kali pengulangan. Penelitian ini mengkaji parameter pH, daya ikat air, susut mentah, susut masak, kadar air, kadar lemak, dan kadar protein. Pakan perlakuan termasuk dari P0 (pakan perlakuan tanpa pakan tambahan); P1 (pakan kormesil 980 gram, tepung ikan gabus 20 gram); P2 (pakan kormesil 960 gram, tepung gabus 40 gram); P3 (pakan kormesil 940 gram, tepung ikan gabus 60 gram); dan P4 (pakan kormesil 920 gram, tepung ikan gabus 80 gram). Oneway ANOVA digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menyatakan bahwa pemberian makanan tambahan tepung ikan gabus berdampak nyata (P<0,05) terhadap pH daging itik peking 0,026 dengan rata-rata 6,0%; dampak nyata (P<0,005) terhadap daya ikat air 0,001 dengan rata-rata 75,96%; tidak ada dampak nyata (P>0,005) terhadap susut mentah 0,574 dengan rata-rata 4,09%; berdampak nyata (P<0,005) terhadap penyusutan masakan 0,011 dengan rata-rata 19,37%; berdampak nyata (P<0,005) terhadap kadar air 0,003 dengan rata-rata 76,00%; berdampak nyata (P<0,005) terhadap kadar lemak 0,000 dengan rata-rata 5,21%; berdampak nyata (P<0,005) terhadap kadar protein P<0,005 dengan rata-rata 18,97%. Kata Kunci: Kualitas Daging, Lemak, Pakan Tambahan, Protein, Tepung Ikan Gabus
Effect etanol extract of senduduk leaves (melastoma malabathricum L.) On SGPT and SGOT levels in white rats induced with Monosodium Glutamate Rahmadani, Nurul; Febriani, Husnarika; Hutasuhut, Melfa Aisyah
International Journal of Ecophysiology Vol. 7 No. 1 (2025): International Journal of Ecophysiology
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijoep.v7i1.20217

Abstract

The use of Monosodium Glutamate (MSG) has caused a lot of controversy because people think that overuse of MSG may have adverse effects on health. Prolonged consumption of MSG and excessive amounts can cause an imbalance between antioxidants that will disrupt liver function characterised byeinicreased lievelseoif !iSer.um Gliutamic Oxialoacetic Train.saminasee (Si.G.OT) and Seirum Gilutamic PyiruvateeTra.nsiaminasee (SiG.PT) in the bloodstream. The negative effects of MSG can be prevented by reducing MSG consumption and utilising herbal plants such as senduduk leaves. This experiment wants to measure the effect of senduduk le.af e.xtract o.n the number o.f S.GPT and SGOT due to MSG. This study used experimental research for 14 days with 20 male white rats with 5 treatment groups. K- without treatment. K+ was given MSG 100 mg/kgBW (morning), P1, P2, and P3 were given MSG 100 m!g/kgBW (morning) and senduduk leaf extract (P1 = 150, P2 = 200, P3 = 250 m.gi./ .k.g BiW) (afternoon). Theestages inethisestudy include phytochemical screening, observation of hepatic morphology and observation of SGPT and SGOT levels. Blood collection through the orbital sinus. Data analysis used o.neewi.ay anio.va ain.d diu.ncan'sef.ur.th.er t.esit. The optimal dose to improve the amount of SGPT and SGOT due to MSG induction is group P3 wiith a d.os.eeoif 250 m.gi./ .kig BiW.