Claim Missing Document
Check
Articles

MULTI-COMMODITY INVENTORY MODEL FOR FREE NUTRITIOUS FOOD PROGRAMS BASED ON ECONOMIC ORDER QUANTITY, JUST-IN-TIME, AND REORDER POINT: A CASE STUDY OF GUNUNG SINDUR DISTRICT Shanti Pujilestari; Siti Aminatu Zuhria; Handono Bayuadji
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 2 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18464274

Abstract

The Free Nutritious Meal Program (MBG) requires efficient inventory management due to its routine distribution schedule and the involvement of food commodities with different shelf lives. This study evaluates MBG inventory management at the Nutrition Fulfillment Service Unit (SPPG) level in Gunung Sindur District using a multi-commodity framework based on Economic Order Quantity (EOQ), Just-in-Time (JIT), Reorder Point (ROP), and Safety Stock (SS), including an assessment of cold storage for vegetable commodities. A deterministic quantitative approach is applied, assuming a daily demand of 42,467 meal portions over 240 operational days per year. Rice and eggs are managed using EOQ with ROP and SS, while vegetables are analyzed under JIT and EOQ with cold storage. The results show annual distribution costs of IDR 399 million for rice and IDR 153 million for eggs. JIT-based vegetable distribution incurs the highest cost at IDR 720 million per year. Although cold storage reduces vegetable distribution costs to IDR 480 million per year, additional cold storage costs of IDR 529.2 million increase total system costs from IDR 1.272 billion (without cold storage) to IDR 1.561 billion (with cold storage). As of January 2026, only six of eight SPPG units are operational, serving 21,575 beneficiaries, indicating that at least 12 SPPG units are required to meet full MBG demand.
PELATIHAN PEMBUATAN PELLET DARI JEROAN IKAN SEBAGAI PAKAN IKAN DI KELURAHAN DUREN JAYA BEKASI Siti Aminatu Zuhria; Ekaterina Setyawat; Shanti Pujilestari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42926

Abstract

Kegiatan pelatihan pembuatan pakan ikan berbahan dasar dari pemanfaatan limbah jeroan ikan bertujuan untuk memanfatkan limbah jeroan ikan menjadi produk yang lebih bernilai tambah seperti pakan ikan. Pakan ikan merupakan faktor penting dalam pembudidayaan ikan yang berpengaruh dalam menentukan jumlah dan waktu produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan jeroan ikan, yang selama ini seringkali menjadi limbah, sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan pellet ikan. Jeroan ikan kaya akan protein dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan. Pemanfaatan jeroan ikan sebagai bahan baku pellet tidak hanya mengurangi masalah limbah, tetapi juga dapat menekan biaya produksi pakan dan mendukung budidaya perikanan yang lebih berkelanjutan. Metode pelaksanaan pelatihan terdiri dari pemaparan materi mengenai proses pembuatan pellet dan praktek pembuatan pellet. Kegiatan pelatihan diakhiri dengan evaluasi berupa sesi diskusi dan pembagian kuisioner. Berdasrkan hasil evaluasi didapatkan bahwa 55,5% peserta sudah mengetahui pellet pakan ikan dari jeroan ikan, namun 44,5% peserta pelatihan belum mengetahui cara pembuatan pellet dari jeroan ikan yang dihasilkan. Setelah mengikuti pelatihan ini hampr 100 % peserta mengalami peningakatan pengatahuan dan pemahaman pembuatan pellet dari jeroan ikan dibandikan sebelum mengikuti sosialisasi dan pelatihan.
Sintesis Nanopartikel ZnO dan Aplikasinya sebagai Edible Coating Berbasis Pektin untuk Memperpanjang Umur Simpan Buah Belimbing Muhammad Fajri Romadhan; Shanti Pujilestari
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v5i1.1712

Abstract

ABSTRAKNanopartikel ZnO (NP-ZnO) merupakan partikel yang mempunyai aktivitas antimikroba cukup luas yaitu dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram negatif, Gram positif, khamir dan kapang. Nanopartikel ZnO dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk memperbaiki sifat mekanik dan fungsional dari edible coating yang berbasis pektin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh edible coating pektin+NP-ZnO terhadap masa simpan buah belimbing. Nanopartikel disintesis dengan metode presipitasi menggunakan tiga suhu pemanasan yang berbeda yaitu 60, 80 dan 100°C selama 2 jam dan ditanur pada suhu 500°C selama 5 jam. Nanopartikel yang terbentuk dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR), Particle Size  Analyzer (PSA) dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa nanopartikel ZnO telah terbentuk dengan adanya puncak pada panjang gelombang 474 cm-1. Suhu sintesis nanopartikel ZnO terbaik adalah 800C dengan ukuran partikel rata-rata 43.1 nm. Hasil analisis SEM memperlihatkan bahwa nanopartikel yang terbentuk mempunyai morfologi bulat. Hasil uji antimikroba dengan metode Total Plate Count (TPC) memperlihatkan nanopartikel ZnO dapat menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus cereus, Escherichia Coli dan kapang Penicillium Sp. Aplikasi edible coating pektin+ Nanopartikel ZnO 1% pada buah belimbing memperlihatkan penurunan susut bobot,  menjaga warna buah lebih stabil dan mencegah kerusakan buah yang ditimbulkan kapang selama delapan hari penyimpanan. Kata kunci: nanopartikel ZnO, edible coating, antimikroba, umur simpan, belimbing