Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK PENYEDAP RASA ALAMI JAMUR TIRAM DAN KEPALA UDANG VANAME DENGAN METODE FOAM MAT DRYING Nur Jihan Maulidia; Shanti Pujilestari
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 4 (2025): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol4.2025.441

Abstract

Pembuatan penyedap rasa alami berbahan dasar jamur tiram dapat menjadi alternatif penggunaan MSG. Jamur tiram memiliki tingkat kegurihan yang rendah, dibandingkan penyedap rasa dari jamur merang yang sudah banyak digunakan. Sehingga perlu ditambahkan bahan lain untuk menambah cita rasa gurih, yaitu dengan kepala udang vaname. Kepala udang vaname mengandung asam glutamat sebesar 15,46 mg/g. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh formulasi jamur tiram dan kepala udang vaname yang berbeda terhadap karakteristik penyedap rasa. Formulasi jamur tiram dan kepala udang vaname yang digunakan yaitu 90:10; 85:15; 80:20; 75:25 dan 70:30. Analisis data menggunakan ANOVA dan dilakukan uji lanjut Duncan. Proses pembuatan penyedap rasa menggunakan metode foam mat drying. Hasil menunjukan bahwa formulasi jamur tiram dan kepala udang vaname yang berbeda berpengaruh nyata terhadap waktu larut, kadar air, kadar protein, hedonik dan skor mutu (α<0,05). Perlakuan terbaik adalah formulasi 70:30 dengan waktu larut 86,04 detik, kadar air 7,33%, kadar protein 27,54%, hedonik warna 4,0 (suka), hedonik aroma 3,9 (agak suka), hedonik rasa 4,1 (suka), hedonik tekstur 4,2 (suka), skor mutu warna 3,5 (putih kekuningan), skor mutu aroma 3,7 (cukup kuat), skor mutu rasa 4,1 (gurih), skor mutu tekstur 4,1 (halus), kadar lemak 0,59% dan kadar asam glutamat 3,30%. Kadar protein penyedap rasa memenuhi SNI 01-4273.1996 tentang penyedap rasa.
Optimalisasi Literasi Digital pada UMKM Kuliner dalam Mendorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Wisata Pasir Eurih Ferry Santoso; Shanti Pujilestari; Rahmawati, Rahmawati; Dewi Gita Kartika; Utami, Annisa Retno; Khansa Ananda Triesdianto
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 1 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i1.6230

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM kuliner di Desa Wisata Pasir Eurih melalui penguatan literasi digital dan pendampingan pencatatan keuangan berbasis aplikasi. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya pemanfaatan media digital untuk pemasaran serta belum tertibnya pencatatan keuangan usaha. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan literasi digital dan digital branding, pendampingan penggunaan aplikasi BukuWarung, evaluasi, serta keberlanjutan program. Kegiatan melibatkan 28 pelaku UMKM kuliner yang tergabung dalam Pokdarwis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pemasaran digital dan pengelolaan keuangan sederhana. Pelaku usaha mulai terbiasa mencatat transaksi penjualan dan pengeluaran secara digital, memantau arus kas, serta memahami estimasi laba usaha. Pendampingan oleh dosen dan mahasiswa serta penyediaan modul panduan aplikasi membantu mitra mengoperasikan teknologi secara lebih mandiri. Program ini berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri pelaku UMKM, penguatan manajemen usaha, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa wisata. Keberlanjutan kegiatan diarahkan melalui pendampingan berkala dan kolaborasi dengan Pokdarwis untuk memastikan praktik literasi digital tetap berjalan secara berkelanjutan.
MULTI-COMMODITY INVENTORY MODEL FOR FREE NUTRITIOUS FOOD PROGRAMS BASED ON ECONOMIC ORDER QUANTITY, JUST-IN-TIME, AND REORDER POINT: A CASE STUDY OF GUNUNG SINDUR DISTRICT Shanti Pujilestari; Siti Aminatu Zuhria; Handono Bayuadji
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 2 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18464274

Abstract

The Free Nutritious Meal Program (MBG) requires efficient inventory management due to its routine distribution schedule and the involvement of food commodities with different shelf lives. This study evaluates MBG inventory management at the Nutrition Fulfillment Service Unit (SPPG) level in Gunung Sindur District using a multi-commodity framework based on Economic Order Quantity (EOQ), Just-in-Time (JIT), Reorder Point (ROP), and Safety Stock (SS), including an assessment of cold storage for vegetable commodities. A deterministic quantitative approach is applied, assuming a daily demand of 42,467 meal portions over 240 operational days per year. Rice and eggs are managed using EOQ with ROP and SS, while vegetables are analyzed under JIT and EOQ with cold storage. The results show annual distribution costs of IDR 399 million for rice and IDR 153 million for eggs. JIT-based vegetable distribution incurs the highest cost at IDR 720 million per year. Although cold storage reduces vegetable distribution costs to IDR 480 million per year, additional cold storage costs of IDR 529.2 million increase total system costs from IDR 1.272 billion (without cold storage) to IDR 1.561 billion (with cold storage). As of January 2026, only six of eight SPPG units are operational, serving 21,575 beneficiaries, indicating that at least 12 SPPG units are required to meet full MBG demand.