Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Usia Menarche, Frekuensi Konsumsi Fast Food, Status Gizi, Stres Akademik dan Aktivitas Fisik Berhubungan dengan Dismenore Primer pada Siswi di SMA Negeri 2 Mataram Sapitri, Ni Ketut Ayu Rachma Nanda; Mardiah, Aena; Azhar, Abdillah Adipatria Budi; Mahayani, Ida Ayu Made
Action Research Literate Vol. 8 No. 1 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i1.204

Abstract

Gangguan selama periode menstruasi yang sering terjadi pada remaja putri adalah dismenore primer. Beberapa faktor risiko penyebab dismenore primer yaitu usia menarche, keturunan, siklus dan lama menstruasi, konsumsi fast food, status gizi, penggunaan alkohol, perokok aktif dan pasif, stres, aktivitas fisik, anemia dan lain-lain. Menganalisis hubungan usia menarche, frekuensi konsumsi fast food, status gizi, stres akademik dan aktivitas fisik dengan dismenore primer pada siswi SMA Negeri 2 Mataram. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Mataram pada hari Rabu, 6 September 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dengan besar sampel 110 responden. Data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman dengan batas nilai signifikansi (p-value) < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas berusia 16 tahun (51,8%) dan kelas X (36,4%), mengalami dismenore primer sedang (50,9%), menarche dini (52,7%), sering mengonsumsi fast food (61,8%), gizi lebih (48,2%), stres akademik sedang (45,5%) dan aktivitas fisik sedang (44,5%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan usia menarche dengan dismenore primer (p=0,000), hubungan frekuensi konsumsi fast food dengan dismenore primer (p=0,000), hubungan status gizi dengan dismenore primer (p=0,000), hubungan stres akademik dengan dismenore primer (p=0,000) dan hubungan aktivitas fisik dengan dismenore primer (p=0,001) pada siswi di SMA Negeri 2 Mataram. Usia menarche, frekuensi konsumsi fast food, status gizi, stres akademik dan aktivitas fisik berhubungan dengan dismenore primer pada siswi SMA Negeri 2 Mataram.
Hubungan Paritas dan Kunjungan ANC dengan Perdarahan Postpartum di RSUD Kota Mataram Dwiyanti, Fitri; Karmila, Dany; Mahayani, Ida Ayu Made; Utami, Sukandriani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.11020

Abstract

ABSTRACT The Maternal Mortality Rate (MMR) indicates the success of maternal health efforts. Based on the 2019 Indonesia Health Profile, the MMR in Indonesia is 305 per 100,000 live births, while the MMR in West Nusa Tenggara (NTB) is 119 per 100,000 live births. The triad of direct causes of the highest maternal mortality in Indonesia is bleeding (30.3%), preeclampsia or eclampsia (27.1%), and infection (7.3%). Postpartum hemorrhage is blood loss from the body of 500 ml after vaginal delivery or 1000 ml after cesarean section delivery. Risk factors for postpartum hemorrhage are parity and disobedience of pregnant women in checking their pregnancies. This study aims to determine the relationship between parity and antenatal care (ANC) visits with the incidence of postpartum hemorrhage at Mataram City Regional Public Hospital in 2021. This research is analytical observational research with a case control research design. The sampling technique uses total sampling. The research was conducted at the Mataram City General Public Hospital. The research samples were 54 samples with 27 case samples and 27 control samples that fit the inclusion and exclusion criteria. The data obtained were analyzed using the Chi-Square and Fisher's Exact tests. The results showed 23 samples with high-risk parity and 31 samples with low-risk parity. 6 samples of non-routine antenatal care (ANC) visits and 48 samples of routine antenatal care (ANC) visits. There is no significant relationship between parity and the incidence of postpartum hemorrhage with a P-value = 0.409. There is no significant relationship between antenatal care visits (ANC) and the incidence of postpartum hemorrhage with a P-value = 0.666. Conclusion: Statistically there is no significant relationship between parity and antenatal care (ANC) visits with the incidence of postpartum hemorrhage at Mataram City General Public Hospital in 2021. Keywords: Postpartum Hemorrhage, Parity, Antenatal Care (ANC) Visits  ABSTRAK Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, AKI di Indonesia sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKI di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar 119 per 100.000 kelahiran hidup. Trias penyebab langsung kematian ibu tertinggi di Indonesia adalah perdarahan (30,3%), preeklamsia atau eklamsia (27,1%), dan infeksi (7,3%). Perdarahan postpartum adalah kehilangan darah dari tubuh sebesar 500 ml setelah persalinan pervaginam atau 1000 ml setelah persalinan seksio sesarea. Faktor risiko perdarahan postpartum adalah paritas dan tidak patuhnya ibu hamil dalam memeriksakan kehamilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas dan kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian perdarahan postpartum di RSUD Kota Mataram Tahun 2021. Penelitian analitik observasional dengan desain penelitian case-control. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian dilakukan di RSUD Kota Mataram. Sampel penelitian yang diambil sebanyak 54 sampel dengan masing-masing 27 sampel kasus dan 27 sampel kontrol yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dan Uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23 sampel dengan paritas risiko tinggi dan 31 sampel dengan paritas risiko rendah. Kunjungan antenatal care (ANC) tidak rutin sebanyak 6 sampel dan kunjungan antenatal care (ANC) rutin sebanyak 48 sampel. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan paritas dengan kejadian perdarahan postpartum dengan p-value = 0,409. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian perdarahan postpartum dengan p-value = 0,666.   Secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dan kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian perdarahan postpartum di RSUD Kota Mataram Tahun 2021.       Kata Kunci: Perdarahan Postpartum, Paritas, Kunjungan Antenatal Care (ANC) 
Hubungan Usia, Tingkat Pengetahuan, Kepatuhan Antenatal Care (ANC), dan Tingkat Stress Pada Ibu Hamil dengan Kejadian Preeklampsia di RSUD Praya Ziad, Shabrina; Mahayani, Ida Ayu Made; Mulianti, Rizki; Setiawan, Nyoman Cahyadi Tri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.15167

Abstract

ABSTRACT Preeclampsia is a syndrome of hypertension and proteinuria in women who are normotensive before pregnancy, which affects around 2% to 8% of pregnancies worldwide and is one of the leading causes of maternal death in Indonesia. Cases of preeclampsia and eclampsia in Praya Regional Public Hospital, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province have increased drastically to 375 cases in 2023. This study aims to determine the relationship between age, level of knowledge, compliance with antenatal care (ANC), and stress levels with the incidence of preeclampsia at Praya Regional Public Hospital. The method used in this research is analytical observational with a case-control approach. The results of the chi-square statistical test show that there is a significant relationship between age and the incidence of preeclampsia (p-value = 0.009, p < α 0.05), there is no significant relationship between the level of knowledge and the incidence of preeclampsia (p-value = 0.464, p > α 0.05), there is no relationship between ANC compliance and the incidence of preeclampsia (p-value = 0.194, (p > α 0.05), and there is no significant relationship between stress levels and the incidence of preeclampsia (p-value = 0.731, p > α 0.05). So, there is a relationship between age and the incidence of preeclampsia at the Praya Regional Public Hospital, but there is no relationship between the level of knowledge, ANC compliance, and stress level with the incidence of preeclampsia at the Praya Regional Public Hospital.  Keywords: Preeclampsia, Age, Knowledge, Stress, Antenatal Care (ANC)  ABSTRAK Preeklampsia adalah sindrom hipertensi dan proteinuria pada perempuan yang normotensif sebelum kehamilan, yang memengaruhi sekitar 2% hingga 8% kehamilan di seluruh dunia dan merupakan salah satu penyebab kematian ibu terbanyak di Indonesia. Kasus preeklampsia dan eklampsia di RSUD Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara barat mengalami peningkatan secara drastis menjadi 375 kasus pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, tingkat pengetahuan, kepatuhan antenatal care (ANC), dan tingkat stress dengan kejadian preeklampsia di RSUD Praya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan case-control. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian preeklampsia (p-value = 0,009, p < α 0,05), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian preeklampsia (p-value = 0,464, p > α 0,05), tidak terdapat hubungan antara kepatuhan ANC dengan kejadian preeklampsia (p-value = 0,194, (p > α 0,05), dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stress dengan kejadian preeklampsia (p-value = 0,731, p > α 0,05). Jadi, terdapat hubungan antara usia dengan kejadian preeklampsia di RSUD Praya, tetapi tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, kapatuhan ANC, dan tingkat stress dengan kejadian preeklampsia di RSUD Praya. Kata Kunci: Preeklampsia, Usia, Pengetahuan, Stress, Antenatal Care (ANC)
Hubungan Usia, Paritas, Kurang Energi Kronik dan Anemia Pada Kehamilan dengan Kejadian Abortus di RSUD Patut Patuh Patju Putri Aldenia, Kharisma; Mahayani, Ida Ayu Made; S, Aulia Mahdaniyati; Shammakh, Adib Ahmad
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 15 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13771293

Abstract

Abortus merupakan ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan pada kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Kematian pada ibu hamil di Indonesia salah satunya penyebabnya adalah perdarahan terutama yang diakibatkan oleh abortus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, paritas, kurang energi kronik dan anemia pada kehamilan dengan kejadian abortus di RSUD Patut Patuh Patju. Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan menggunakan desain case-control. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 260 sampel dengan masing-masing sampel kasus dan kontrol sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji korelasi chi-square. Hasil penelitian ini didaptkan didapatkan responden usia risiko tinggi sebanyak 77 (29,6%) dan usia risiko rendah sebanyak 183 (70,4%). Responden paritas risiko tinggi sebanyak 166 (44,6%) dan paritas risiko rendah sebanyak 144 (55,4%). Responden KEK sebanyak 109 (41,9%) dan tidak KEK sebanyak 151 (58,1%). Responden anemia sebanyak 79 (30,4%) dan tidak anemia sebanyak 181 (69,6%). Terdapat hubungan usia dengan kejadian abortus pada ibu hamil dengan p-value 0,000 dan OR 3,928. Terdapat hubungan paritas dengan kejadian abortus dengan p-value 0,003 dan OR 2,130. Terdapat hubungan KEK dengan kejadian abortus dengan p-value 0,000 dan OR 17,909. Terdapat hubungan anemia dengan kejadian abortus dengan p-value 0,010 dan OR 2,016. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, paritas, kurang energi kronik dan anemia pada kehamilan dengan kejadian abortus di RSUD Patut Patuh Patju.
HUBUNGAN PENDIDIKAN, ANEMIA, DAN PARITAS IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PRAYA, KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN 2023 Alif Galang Pratama; Adib Ahmad Sammakh; Ida Ayu Made Mahayani; Ronanarasafa
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/m8avdw49

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) pada ibu bersalin dapat memicu infeksi dan sepsis yang berkontribusi pada meningkatnya angka kematian ibu. Sebanyak 85% kematian perinatal terkait dengan KPD. Meskipun penyebab utama KPD belum dapat dipastikan, ada beberapa faktor risiko yang diduga berperan, seperti paritas, kelainan pada selaput ketuban, usia ibu, kelemahan serviks, kehamilan kembar, kelebihan cairan ketuban (hidramnion), anemia, serta tingkat pengetahuan atau pendidikan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pendidikan, kejadian anemia, dan paritas ibu hamil dengan kasus KPD di RSUD Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian menggunakan desain case-control dengan total sampel sebanyak 120 kasus dan 120 kontrol yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pendidikan menengah sebanyak 95 orang (39,6%), tidak mengalami anemia sebanyak 133 orang (55,4%), sementara responden dengan anemia sebanyak 107 orang (44,6%), dan 146 responden (60,8%) memiliki paritas berisiko. Terdapat hubungan antara pendidikan ibu hamil dan kejadian KPD dengan nilai p-value = 0,00 dan korelasi 0,209. Hubungan anemia dengan kejadian KPD ditunjukkan dengan nilai p-value = 0,019 dan OR 1,909. Selain itu, terdapat hubungan antara paritas dan kejadian KPD dengan nilai p-value = 0,025 dan OR 1,888. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan, kejadian anemia, dan paritas ibu hamil dengan kasus Ketuban Pecah Dini di RSUD Praya, Kabupaten Lombok Tengah pada tahun 2023.
Community Diagnosis: an Overview of the Incidence of Pediculosis Capitis Infection at Dharma Laksana Orphanage Mahayani, Ida Ayu Made; Yumna, Nadira
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 4 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v5i4.2367

Abstract

Pediculosis capitis or head lice are ectoparasites that live on the human scalp. Children are more often affected by Pediculosis capitis. One of the factors causing Pediculosis capitis is poor personal hygiene. The purpose of this study was to analyze descriptively the incidence of Pediculosis capitis infection at Dharma Laksana Orphanage with a community diagnosis approach. This was a cross-sectional study with a sample of 40 orphanages. The variables of this study were level of knowledge, education, personal hygiene, occupancy density, gender, age, and Pediculosis capitis incidence. Questionnaires were distributed to the Dharma Laksana Orphanage community at one time with the questionnaire explained first. Data was collected and processed using SPSS and analyzed univariately (descriptively). A total of 62.5% of the orphanage community experienced the incidence of Pediculosis capitis. Most members of the orphanage community have poor knowledge (67.5%) and poor personal hygiene (57.5%) regarding the prevention of Pediculosis capitis. Intervention in the form of counseling through posters and videos about Pediculosis capitis and the administration of 1% permethrin (peditox) to reduce the spread of Pediculosis capitis are needed.
Hubungan Tingkat Pendapatan, Frekuensi Kunjungan Antenatal Care (Anc), dan Usia Ibu dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Puskesmas Sigerongan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Raodatunnisa Raodatunnisa; Ida Ayu Made Mahayani; Ana Andriana; Adib Ahmad Shammakh
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24674

Abstract

ABSTRACT Anemia in pregnant women remains a health problem that increases the risk of complications during pregnancy and childbirth. Income level, adherence to antenatal care (ANC) visits, and maternal age are suspected to be associated with the incidence of anemia. To identify the relationship between income level, frequency of antenatal care (ANC) visits, and maternal age with the incidence of anemia in pregnant women at the Sigerongan Lingsar Community Health Center, West Lombok Regency in 2025. This was an observational analytic study with a case-control design. The sample size was 212 respondents, consisting of 106 anemic pregnant women (cases) and 106 non-anemic pregnant women (controls). The sampling technique used purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were collected using medical records and questionnaires, then analyzed using the chi-square test (α = 0.05).There was a significant relationship between income level and the incidence of anemia in pregnant women (p-value = 0.000; OR = 0.241; 95% CI: 0.135–0.428). The frequency of antenatal care (ANC) visits also showed a significant association with the incidence of anemia in pregnant women (p-value = 0.000; OR = 0.211; 95% CI: 0.116–0.381). Maternal age also showed a significant association with the incidence of anemia (p-value = 0.002; OR = 0.393; 95% CI: 0.219–0.705). Income level, frequency of antenatal care (ANC) visits, and maternal age are significantly associated with the incidence of anemia in pregnant women. These results are expected to provide a basis for health workers in improving anemia prevention efforts in pregnant women and serve as a reference for further research. Keywords: Anemia, ANC, Income Level, Maternal Age, Pregnant Women.  ABSTRAK Anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang berdampak pada meningkatnya risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Tingkat pendapatan, kepatuhan dalam melakukan kunjungan antenatal care (ANC), dan usia ibu diduga memiliki hubungan terhadap kejadian anemia. Mengidentifikasi hubungan tingkat pendapatan, frekuensi kunjungan antenatal care (ANC), dan usia ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Sigerongan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Tahun 2025. Penelitian observasional analitik dengan desain case control. Jumlah sampel sebanyak 212 responden yang terdiri dari 106 ibu hamil anemia (kasus) dan 106 ibu hamil tidak anemia (kontrol). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan rekam medis dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-Square (α = 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendapatan dan kejadian anemia ibu hamil (p-value = 0,000; OR = 0,241; 95% CI: 0,135–0,428). Variabel frekuensi kunjungan antenatal care (ANC) juga menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian anemia ibu hamil (p-value = 0,000; OR = 0,211; 95% CI: 0,116–0,381). Usia ibu juga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia (p-value = 0,002; OR = 0,393; 95% CI: 0,219–0,705). Tingkat pendapatan, frekuensi kunjungan antenatal care (ANC), dan usia ibu berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Hasil ini diharapkan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan upaya pencegahan anemia pada ibu hamil dan sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya. Kata Kunci: Anemia, ANC, Ibu Hamil, Tingkat Pendapatan, Usia Ibu.