Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT GAMPONG PANGO DEAH MELALUI INOVASI SABUN PEMBERSIH LANTAI ANTIBAKTERI BERBASIS MINYAK NILAM DAN SEREH Fakri, Fajar; Nasution, Muhammad Amin; Asyifa, Cut Nella; Iryana, Mirdha; Muhni, Akmal; Afra, Mauliza; Sandrina, Syura; Humaira, Zaura
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 11 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i11.3290

Abstract

Patchouli oil and citronella oil are Aceh’s leading commodities that produce essential oils with various benefits, including natural antibacterial properties. However, their utilization in household products remains limited, while most communities still rely on chemically based floor cleaners at relatively high prices. In response to this potential, a community service program was conducted in Pango Deah Village by empowering beneficiaries of the Family Hope Program (PKH) to innovate in producing antibacterial floor cleaning soap based on patchouli and citronella oils. The activities included socialization on household hygiene, technical training on soap production, hands-on practice through a learning-by-doing approach, and evaluation using pre-test and post-test assessments. The evaluation results showed an increase in the average score from 78.50% to 99.00% after the training, indicating a significant improvement in participants’ understanding and practical skills. All participants (100%) expressed high satisfaction with the content, methods, and overall benefits of the program. The resulting floor cleaning soap exhibited a distinctive aroma of patchouli and citronella, as well as good product stability, making it a promising environmentally friendly household product with market potential. Participants’ enthusiasm was demonstrated by their intention to further develop the product as a home-based business. This program is expected to enhance community skills, promote economic independence, and encourage the sustainable utilization of local resources.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Tenaga Kesehatan terhadap Pelaporan Efek Samping Obat di Rumah Sakit Kota Banda Aceh Fakri, Fajar; Maghfiratillah, Maghfiratillah; Desiyana, Lydia Septa
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i3.89956

Abstract

Efek samping obat (ESO) merupakan reaksi yang tidak diinginkan dan berpotensi membahayakan pasien akibat penggunaan obat. Pelaporan ESO melalui sistem Monitoring Efek Samping Obat (MESO) menjadi komponen penting dalam sistem farmakovigilans, namun tingkat pelaporannya di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan terhadap pelaporan MESO, menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap tersebut, serta menggambarkan praktik pelaporan MESO di salah satu rumah sakit kelas A di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 78 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, dan apoteker dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson melalui aplikasi PSPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang (57,69%), sementara mayoritas memiliki sikap yang cukup baik terhadap pelaporan MESO (62,82%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan terhadap pelaporan MESO (p = 0,047 dan p = 0,006; p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan berpotensi memperbaiki sikap terhadap pelaporan MESO. Oleh karena itu, diperlukan strategi intervensi yang sistematis, seperti pelatihan dan sosialisasi berkelanjutan, untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi tenaga kesehatan dalam pelaporan MESO.