Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN PANDANGAN TOKOH UTAMA TERHADAP PROFESI PELACUR DALAM NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL DAN NOVEL TUHAN, IZINKAN AKU MENJADI PELACUR! Rokhmansyah, Alfian
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 2, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.089 KB) | DOI: 10.30872/calls.v2i2.697

Abstract

This study was focused on the comparison of view of life between the main character in the novel Perempuan di Titik Nol by Nawal el-Saadawi and the novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! by Muhidin M. Dahlan. As the method of analysis, content analysis was used along with objective approach. The results showed that there are similar views towards prostitute as profession from the two main female characters in both novel. The main character in the novel Perempuan di Titik Nol considers prostitute as her escape since she rejected to be the object to satisfy the lust of men without certain price. While the main character in the novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! considers prostitute as a force to restore her self-confidence in life.Keywords: comparison of novels, women’s points of view, main character, prostitute
RELIGIUSITAS DALAM CERITA RAKYAT PUAN SIPANAIK Maulidianto, Herianda; Rokhmansyah, Alfian; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i1.3141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Fakta cerita dan Nilai Religiusitas tokoh utama dalam Cerita rakyat Puan Sipanaik karya Saafruddin Istur. Cerita Rakyat Puan Sipanaik dipilih karena cerita ini memiliki tokoh utama dengan sifat yang kompleks sehingga penulis tertarik untuk menelitinya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan Teori structural Robert Stanton dan Religiusitas Y.B Mangunwidjaja Sumber data dalam penelitian ini adalah Cerita rakyat Puan Sipanaik karya Safruddin Istur dalam bukunya BANGBAL. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) atau disebut dengan analisis isi (content analisys), yaitu langsung mengadakan pengamatan dan mecari identitas serta gambaran tokoh dan penokohan. Teknik analisis data menggunakan analisis mengalir, yaitu terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan: (1) pada tokoh utama (Bapak Tua) ditemukan memiliki sifat, yakni berjiwa besar, bijaksana, dermawan, suka menolong, berjiwa ikhlas, pekerja keras; (2) Nilai religius yang ada pada cerita rakyat Puan Sipanaik adalah Hubungan religius dengan Tuhan yang mana Tokoh utama menonjolkan sifat religiusitasnya dengan tokoh pendukung yang ada dalam cerita. Nilai religius dengan sesama manusia adalah dengan adanya tolong-menolong antar sesama manusia pada cerita rakyat Puan Sipanaik. Nilai religius dengan alam adalah dengan memanfaatkan hasil alam yang telah diberika Tuhan yang Maha Esa.
RESPONS MAHASISWA SASTRA INDONESIA FIB UNIVERSITAS MULAWARMAN TERHADAP CERPEN AIR KARYA DJENAR MAESA AYU:KAJIAN SASTRA INDONESIA Pesiliani, Tri; Mulawarman, Widyatmike Gede; Rokhmansyah, Alfian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.7779

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respons Mahasiswa Sastra Indonesia terhadap cerpen Air karya Djenar Maesa Ayu melalui resepsi pembaca. Resepsi pembaca tentang respons pembaca terhadap karya sastra. Responden penelitian terdiri atas dua belas mahasiswa Sastra Indonesia FIB yang diambil secara acak. Pendekatan penelitian ini pendekatan kualitatif deskriptif. Datanya berupa ujaran dari responden yang sudah ditranskripsikan dan sumber datanya merupakan dua belas mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman. Teknik pengumpulannya merupakan teknik baca, teknik catat, teknik wawancara, teknik rekam, dan transkrip. Berdasarkan hasil penelitian bahwa cerpen Air karya Djenar Maesa Ayu dapat dipahami oleh sebagian besar responden, karena responden yang dapat menjawab semua jawaban dan ada pula yang tidak memberikan tanggapannya mengenai cerpen tersebut. Sedangkan hampir semua responden menyukai cerpen Air karya Djenar Maesa Ayu dan ada dua responden yang kurang menyukai cerpen tersebut. Dua belas Mahasiswa Sastra Indonesia memberikan harapan terhadap cerpen Air karya Djenar Maesa Ayu sebagian responden memiliki harapan ingin memiliki sifat seperti tokoh perempuan yang pekerja keras dan dapat bertanggung jawab atas perbuatannya. Dalam penelitian ini objek yang digunakan adalah pembaca biasa sehingga dapat memberikan tanggapan yang apa adanya. Kata kunci: resepsi pembaca, unsur pembangun, cerpen
TANGGAPAN ANAK TERHADAP LEGENDA PESUT MAHAKAM: KAJIAN RESEPSI SASTRA Sariana, Sae; Mulawarman, Widyatmike Gede; Rokhmansyah, Alfian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i4.3984

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketertarikan anak terhadap legenda Pesut Mahakam, dilihat dari isi cerita, tokoh, dan amanat yang terkandung dalam cerita. Sumber data berupa hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap responden Adapun responden yang dipilih ialah anak pada tahap operasional konkrit yaitu diusia 10-11 tahun sebanyak 39 orang. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Dengan sumber data penelitian berupa hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap responden. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara. Data yang berupa ujaran dari responden mengenai tanggapan anak terhadap legenda Pesut Mahakam kemudian, dianalisis dan ditarik kesimpulannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan. Pertama, mengenai minat membaca cerita tradisional seperti legenda Pesut Mahakam yang cukup baik, hal tersebut dibuktikan dengan kemampuan anak dalam menjawab pertanyaan wawancara dan menghipotesiskan unsur pembangun cerita. Hal tersebut mampu membuktikan bahwa cerita legenda menarik bagi anak-anak, disamping kemajuan dunia sastra modern. Kedua, berdasarkan hasil analisis menyimpulkan bahwa pendapat anak usia 10-11 tahun mengenai isi cerita, dan amanat cukup argumentatif dan variatif.Kata Kunci: tanggapan anak, legenda pesut mahakam, resepsi sastra ABSTRACT The research was intended to describe the child's interest in legend Pesut Mahakam, Judging from the content of the stories, characters, and discourses contained in the stories. A data source results from interviews that have been conducted with respondents. As for the respondents who are chosen are children at the concrete operational stage, which is 10-11 years of age as many as 39. The method used is qualitative descriptive. With research data sources resulting from interviews conducted with respondents. The data gathering technique used is the interview technique. The data in which the respondents responded to the child's response to the legend of the almighty then, was analyzed by deduction. Based on conclusive research. First, on the interest of reading traditional stories such as the well-developed legend Pesut Mahakam is evidenced with the child's ability to answer questions and trim the building blocks of the story. It proves that legends appeal to children, despite advances in modern literature. Second, analysis concludes that the opinions of 10-11  year  old respondents on the content of stories, characters, and speeches are sufficient and argumentative.Keywords: child response, legenda pesut mahakam, literature reception
RESPONS PEREMPUAN TERHADAP CERPEN PEREMPUAN HAJAR KARYA ABIDAH EL KHALEQY Sunarti, Titi; Mulawarman, Widyatmike Gede; Rokhmansyah, Alfian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i4.6113

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui respons pembaca perempuan terhadap isi cerita dalam cerpen Perempuan Hajar karya Abidah El Khaleqy. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan pendekatan resepsi sastra secara sinkronis yang dianalisis secara kualitatif dengan pemaparan secara deskriptif. Data primer penelitian ini adalah hasil kuesioner dengan responden. Sedangkan data sekunder adalah data pendukung berupa unsur intrinsik cerpen. Adapun sumber utama penelitian ini adalah mahasiswi Universitas Mulawarman. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik baca, catat, dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu teknik analisis reseptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memberikan tanggapan secara aktif dan pasif. Hal tersebut dipengaruhi oleh minat baca responden, kedekatan pengalaman dan pengetahuan, serta kesamaan zaman. Cerpen Perempuan Hajar karya Abidah El Khaleqy menceritakan kisah perjuangan seorang mahasiswi untuk menyelesaikan kuliahnya tanpa bantuan dana dari orang tua. Cerita tersebut sangat relevan kehidupan nyata dan umum diangkat menjadi karya sastra. Setelah membaca cerpen tersebut, responden dapat menemukan motivasi dan inspirasi untuk terus semangat, pantang menyerah, serta berprasangka baik kepada Allah dalam menggapai keinginan. Oleh karena itu, responden menilai bahwa cerpen ini cukup menarik untuk dibaca meskipun tidak mengandung unsur romantis.
TRANSFORMASI TOKOH DALAM CERITA DEWI KEKAYI SEBAGAI HIPOGRAM CERPEN KEKAYI KARYA OKA RUSMINI (Character Transformation in the Dewi Kekayi Story as Hypogram of Short Story Kekayi by Oka Rusmini) Alfian Rokhmansyah; Azizatur Rahma
SAWERIGADING Vol 25, No 1 (2019): Sawerigading, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v25i1.582

Abstract

This study aims to describe the transformation undergone by the characters in the story of Dewi Kekayi as a hypogram of the short story Kekayi (2017) by Oka Rusmini. Intertextual and hypogram theory are used as the basis of analysis. The research is a qualitative study with a structural approach. In addition, a text comparison method is also used to compare a short story text with its hypogram. Data analysis was done by comparing the motive of the story of Dewi Kekayi in the Ramayana epic as a hypogram and the short story Kekayi as a result of its transformation. The results of this study show that the story of Dewi Kekayi in the Ramayana epic was taken as the hypogram of the short story Kekayi, through the transformation of the story, especially with regard to the characters. In the transformation process, the author incorporates the original story (as a hypogram) into the new story, by adopting the characters in the story of Dewi Kekayi as figures in the short story Kekayi, including Kekayi, Bharata, Dasarata, Kekaya, and Rama. In addition, the author also deconstructs the personality of these characters leading to character trait discrepancies between the story of Dewi Kekayi story and the short story Kekayi.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan transformasi tokoh-tokoh dalam cerita Dewi Kekayi sebagai hipogram cerpen Kekayi (2017) karya Oka Rusmini. Teori intertekstual dan hipogram digunakan sebagai dasar dalam analisis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan struktural. Selain itu juga digunakan metode perbandingan teks untuk membandingkan teks cerpen dengan hipogramnya. Analisis data dilakukan dengan membandingkan motif dari cerita Dewi Kekayi dalam epos Ramayana sebagai hipogram dan cerpen Kekayi sebagai hasil tranformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Dewi Kekayi dalam epos Ramayana dijadikan hiprogram cerpen Kekayi oleh Oka Rusmini melalui transformasi cerita, khususnya pada tokohtokohnya. Dalam proses transformasi, pengarang mengembangkan cerita asal (sebagai hipogram) di dalam cerita baru, yaitu dengan menjadikan tokoh-tokoh dalam cerita Dewi Kekayi menjadi tokoh-tokoh dalam cerpen Kekayi, seperti tokoh Kekayi, Bharata, Dasarata, Kekaya, dan Rama.Selain itu, pengarang juga mendekonstruksi karakter tokoh-tokoh tersebut yang menyebabkan adanya kontradiksi sifat tokoh dalam cerita Dewi Kekayi dan cerpen Kekayi.
MEDIA AUDIOVISUAL SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PUISI SISWA KELAS VII SMP (AUDIOVISUAL MEDIA FOR IMPROVING SEVENTH-GRADE JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS' POETRY READING SKILLS) Nilawati, Nilawati; Rokhmansyah, Alfian; Prakoso, Teguh
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v15i2.23166

Abstract

AbstractAudiovisual Media for Improving Seventh-Grade Junior High School Students' Poetry Reading Skills. This study aims to improve the poetry reading skills of seventh-grade students at SMP Al-Faqih through the implementation of audiovisual media in Indonesian language classes. The research employed a Classroom Action Research (CAR) method with a descriptive qualitative approach, carried out in two cycles, each comprising the stages of planning, action, observation, and reflection. Data were collected through participatory observation and poetry reading tests. The results show a significant and progressive improvement in students' poetry reading skills. In the initial data, the classical completeness percentage was only 44.3%. After the audiovisual media was implemented in Cycle I, the completeness percentage increased to 60%. Despite this improvement, some students still showed a lack of confidence when reading poetry aloud, and the completeness target was not fully met. To address these challenges, the learning strategy was improved in Cycle II, focusing on more intensive teacher support and encouragement. As a result, the classical completeness percentage increased sharply, reaching 80% with an average class score of 80%. This improvement was also supported by a much higher student enthusiasm and active participation during the learning process, demonstrating the effectiveness of audiovisual media in creating an interactive and enjoyable learning environment. Thus, audiovisual media proved to be an effective choice for enhancing students' learning outcomes and appreciation for poetry.Keywords: Poetry reading skills, Audiovisual media, Classroom action researchAbstrakMedia Audiovisual sebagai Sarana Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi Siswa Kelas VII SMP. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi siswa kelas VII SMP Al-Faqih melalui penerapan media audiovisual pada materi puisi mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan tes membaca puisi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca puisi siswa secara progresif. Pada data awal, persentase ketuntasan klasikal hanya mencapai 44,3%. Setelah diterapkan media audiovisual pada siklus I, persentase ketuntasan meningkat menjadi 60%. Meskipun terjadi peningkatan, sebagian siswa masih menunjukkan ketidakpercayaan diri saat membacakan puisi, dan target ketuntasan belum sepenuhnya tercapai. Untuk mengatasi tantangan tersebut, perbaikan strategi pembelajaran dilakukan pada siklus II dengan fokus pada dukungan dan dorongan guru yang lebih intensif. Hasilnya, persentase ketuntasan klasikal meningkat tajam dan mencapai 80%, dengan rata-rata nilai kelas 80%. Peningkatan ini juga didukung oleh antusiasme dan partisipasi aktif siswa yang jauh lebih tinggi selama pembelajaran, menunjukkan efektivitas media audiovisual dalam menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan menyenangkan. Dengan demikian, media audiovisual terbukti menjadi pilihan yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan apresiasi siswa terhadap puisi.Kata-kata kunci: Kemampuan membaca puisi, Media audiovisual, Penelitian tindakan kelas
Nilai Budaya Suku Paser Dalam Cerita Rakyat Pinangan Andi Mappanyuki dan Peperangan di Sadurengas Khadijah, Desy Sitti; Queena Hadi Putri, Nina; Rokhmansyah , Alfian
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 10 No 1 (2026): Volume 10, Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v10i1.1418

Abstract

Penelitian ini menggali dua cerita rakyat dari Kalimantan Timur, yakni Pinangan Andi Mappanyuki dan Peperangan di Sadurengas, dengan pendekatan antropologi sastra berdasarkan tujuh aspek yaitu peralatan hidup manusia, mata pencaharian hidup, sistem kemasyarakatan, sistem kebahasaan, sistem pengetahuan dan sistem religi, dan kesenian. Dari hasil analisis, dua cerita tersebut bukan hanya sekedar cerita rakyat Paser namun mencerminkan kehidupan budaya suku Paser di wilayah Paser serta cara bugis penekki memberikan warna dalam cerita rakyat suku paser. Nilai budaya yang terdapat dalam cerita tersebut yaitu alat kehidupan, mulai dari penggunaan alat musik, alat transportasi, senjata untuk berperang, dan barang sehari-hari sebagai simbol identitas dan alat praktis. Pada aspek mata pencaharian, terdapat perdagangan dan habib dalam cerita dimana habib untuk menyembuhkan seseorang sebagai pengganti dokter. Sistem masyarakat yang  menunjukkan hierarki sosial dengan raja dan pangeran, dan peran gender yang dominan laki-laki, serta gotong royong. Bahasa penuh kata sapaan formal seperti Tuanku, Baginda. terdapat gambaran itu pengetahuan mengenai strategi perang, agama yang berkaitan dengan leluhur menjadikan pandangan yang dianut oleh masyarakat setempat. Selain itu terdapat kesenian yaitu alat musik dan pakaian adat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui buku cerita rakyat paser berau dan menganalisis melalui teks cerita tersebut.  
MAKNA KONSEPTUAL DAN MAKNA ASOSIATIF NARASI IKLAN ROKOK DI TELEVISI Arsyad, Huzaefah; Rijal, Syamsul; Rokhmansyah, Alfian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 4, No 2 (2020): April 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.584 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v4i2.2705

Abstract

The purpose of this study is to describe the conceptual and associative meanings of cigarette advertising narratives on television. Research conducted in this research is descriptive qualitative research and includes library research. The data collection technique used is the listening technique which discusses the skill of engaging in engaging, recording techniques, and note taking techniques. The data analysis technique used is the basic PUP technique used to understand associative and conceptual meanings in each clause in the narrative of cigarette advertisements on television. From the results of the study found seven advertisements. From the seven narratives, it has been divided into several parts to form clauses, phrases and sentences so that 35 data are obtained which are then described based on conceptual and associative meanings. The embodiment of conceptual meaning in cigarette advertisement narratives on television consists of seven narratives that contain conceptual meanings, namely (1) A Mild Version of the Cigarette Ad Function takes 14 words; (2) Define Your Style (Make Possible) Version of the advertisement of the Dunhil Cigarette is 22 words; (3) Surya Pro Mild (We are Stonger) cigarette ad captures 10 words; (4) Sampoerna U Bold Filter (five-rain rain) ad protector; (5) Lightweight Cigarette Ads (Pure Taste) arrested 12 words; (6) White & Black version of the Malboro Mild Black Cigarette Ad in 15 words; and (7) the successful version of Wismilak Diplomat Cigarette Ad won 22 words. The embodiment of associative meaning in cigarette advertisement narratives on television consists of seven narratives that contain associative meanings, namely (1) A Mild Version of Advertisements A Function of Cigarettes takes 12 words; (2) Dunhil Cigarette Advertisement Version Define Your Style (Make Possible) A combination of 8 words; (3) Surya Pro Mild (Kami Stonger) Cigarette Ad catches three words; (4) Sampoerna U Bold Filter (Rain Water Only) Cigarette Advertising; (5) Lightweight Cigarette Ads (Pure Taste) like five words; (6) White & Black version of the Malboro Black and Black Cigarette Advertisement four-word donation; and (7) the successful version of the Wismilak Diplomat Cigarette Ad seizes freedom of words.
KEHIDUPAN HOMOSEKSUAL DALAM NOVEL CINTA TAK BERKELAMIN KARYA ANDY STEVENIO: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Suhantoro, Suhantoro; Rokhmansyah, Alfian; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 3, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.627 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v3i3.2113

Abstract

This study aims to describe the views of other figures on homosexuality which are illustrated in Andy Stevenio's Love of Insecure novels. The data in this study are in the form of excerpts of stories in the novel. This study uses reading and technique notes. Data analysis using qualitative methods. The results of the study showed that there were several figures who accepted the perpetrators and rejected homosexual behavior, such as Mama Wira and Mama Wisnu the two figures both accepted the perpetrators but refused their behavior. Most people still accept homosexual behavior because it is related to human rights. However, on the other hand the community continues to accept homosexual behavior because it is contrary to trusted beliefs and customs. Then, there are also those who reject behavior as well as homosexuals like Papa Wira, schools and authors of their own stories. The form of rejection given is in the form of violence against the main character. This is consistent with what is in Indonesia because most homosexuals will be tried or treated harshly in the past. Until finally the Indonesian government formulated a law on LGBT so that LGBT perpetrators still get good treatment. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan tokoh lain terhadap homoseksual yang tergambar dalam novel Cinta Tak Berkelamin karya Andy Stevenio. Data pada penelitian ini berupa kutipan cerita di dalam novel. Penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa tokoh yang menerima pelaku dan menolak perilaku homoseksual, seperti Mama Wira dan Mama Wisnu kedua tokoh sama-sama menerima pelaku tetapi menolak perilakuknya. Kebanyakan masyarakat yang masih menerima perilaku homoseksual karena berkaitan dengan HAM. Namun, di sisi lain masyarakat tetap menerima perilaku homoseksual karna bertentangan dengan kepercayaan dan adat istiadat yang dipercaya. Kemudian, ada pula yang menolak perilaku serta pelaku homoseksual seperti Papa Wira, sekolah serta pengarang cerita sendiri. Bentuk tindakan penolakan yang diberikan berupa tindakan kekerasan terhadap tokoh utama. Hal ini sesuai dengan apa yang ada di Indoensia karena sejak dulu kebanyakan para pelaku homoseksual akan diadili atau diperlakukan secara kasar. Hingga pada akhirnya pemerintah Indonesia merumuskan UU tentang LGBT agar para pelaku LGBT tetap mendapat perlakuan baik.
Co-Authors Agustina, Desy Ahmad, M Rusydi Ainin, Nur Aisyah, AzimatulMillah Al Baghdadi, Nur Syifa Rahmah Amran Amran Anggini, Dewi Salvika Anna Wandira Annisa Nurhikmah Ardi Wijaya Ari Wibowo Arifin, Syaiful Arsyad, Huzaefah Aulia, Sylva Bayu Aji Nugroho Bibit Suhatmady Carmila, Selly Dwi Chrisdayanti Chrisdayanti Dahri Dahlan Dahri Dahlan, Dahri Deka Septia Nur Alfat Elvira Azzahra Ramsi Endang Dwi Sulistyowati Erinda Nur Melati Jannah Fernando, Victhor Giriani, Nella Putri Hadijati, Sri Hanifiyah, Siti Umi Hanita Yunia Sari Hanum, Irma Surayya Henny Pagoray Herdita Noor Wanda Herlinda Wati Intan Faridatul Munawwaroh Irma Surayya Hanum Istian, Irpan Jeni Hamzah Jenny Carlina Wandira Joy Grace Bestari Simamora Juliansyah Juliansyah Khadijah, Desy Sitti Khoiriyatul Fajriyah, Khoiriyatul Listiyowardany, Yunia Hardiani Masduki Zakaria Maulidianto, Herianda Mega Fatimah Rosana Meigitha Putri Miranda Bella Mole, Martia Soa Mufidah Yasya' Hayati Muhammad Adi Drajad Muhammad Ma'rifan Nur Mulajmi Ramli Mulawarman, Widyatmika Gede Mursalim Mursalim Mursalim Mursalim Murtadlo, Akhmad Nia Novita Putri Nina Queena Hadi Putri Nina Queena Hadi Putri Nina Queena Hadi Putri Ningsih, Sulasti Nita Maya Valiantien Nur Ainin Nur Alyani Nurcahyanie, Yunia Nuryati, Lufi Pandu Pratama Putra Pesiliani, Tri Puji Astuti Purwanti PURWANTI PURWANTI Qomariyah, Fitri Queena Hadi Putri, Nina Rahma, Azizatur Ramadhani Ramadhani Raoul Hafiz Ratna Asmarani Ria Farawita Safitri, Lucyana Dewi Saputra, Marselinus Juan Sari, Amalia Sari, Monica Indah Sariana, Sae Shinta Putri Nurdila Siswahyudianto Suhantoro, Suhantoro Sulityowati, Endang Dwi Sunarti, Titi Suryaningsi Suryaningsi Syaiful Arifin Syamsul Rijal Syuhada Syuhada Teguh Prakoso Teguh Prakoso Wahyu Al Hidayat Widyatmike Gede Mulawarman Yahya, Masrur Yusak Hudiyono, Yusak Zamzamie, Nabiel