Claim Missing Document
Check
Articles

MAKNA KONSEPTUAL DAN MAKNA ASOSIATIF NARASI IKLAN ROKOK DI TELEVISI Huzaefah Arsyad; Syamsul Rijal; Alfian Rokhmansyah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 4, No 2 (2020): April 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.584 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v4i2.2705

Abstract

The purpose of this study is to describe the conceptual and associative meanings of cigarette advertising narratives on television. Research conducted in this research is descriptive qualitative research and includes library research. The data collection technique used is the listening technique which discusses the skill of engaging in engaging, recording techniques, and note taking techniques. The data analysis technique used is the basic PUP technique used to understand associative and conceptual meanings in each clause in the narrative of cigarette advertisements on television. From the results of the study found seven advertisements. From the seven narratives, it has been divided into several parts to form clauses, phrases and sentences so that 35 data are obtained which are then described based on conceptual and associative meanings. The embodiment of conceptual meaning in cigarette advertisement narratives on television consists of seven narratives that contain conceptual meanings, namely (1) A Mild Version of the Cigarette Ad Function takes 14 words; (2) Define Your Style (Make Possible) Version of the advertisement of the Dunhil Cigarette is 22 words; (3) Surya Pro Mild (We are Stonger) cigarette ad captures 10 words; (4) Sampoerna U Bold Filter (five-rain rain) ad protector; (5) Lightweight Cigarette Ads (Pure Taste) arrested 12 words; (6) White & Black version of the Malboro Mild Black Cigarette Ad in 15 words; and (7) the successful version of Wismilak Diplomat Cigarette Ad won 22 words. The embodiment of associative meaning in cigarette advertisement narratives on television consists of seven narratives that contain associative meanings, namely (1) A Mild Version of Advertisements A Function of Cigarettes takes 12 words; (2) Dunhil Cigarette Advertisement Version Define Your Style (Make Possible) A combination of 8 words; (3) Surya Pro Mild (Kami Stonger) Cigarette Ad catches three words; (4) Sampoerna U Bold Filter (Rain Water Only) Cigarette Advertising; (5) Lightweight Cigarette Ads (Pure Taste) like five words; (6) White & Black version of the Malboro Black and Black Cigarette Advertisement four-word donation; and (7) the successful version of the Wismilak Diplomat Cigarette Ad seizes freedom of words.
PANDANGAN DUNIA PENGARANG DALAM KUMPULAN CERPEN "YANG BERTAHAN DAN BINASA PERLAHAN" KARYA OKKY MASASARI: KAJIAN STRUKTURALISME GENETIK Ardi Wijaya; Endang Dwi Sulistyowati; Alfian Rokhmansyah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 5, No 4 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i4.2367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan dunia pengarang dalam tiga cerpen karya Okky Madasari yang dimuat dalam kumpulan cerpen Yang Bertahan dan Binasa Perlahan. Penelitian ini merupakan penelitian sosiologi sastra dengan menerapkan teori Strukturalisme Genetik. Metode analisis data yang digunakan adalah metode dialektik. Adapun tiga cerpen yang dianalisis memuat tema intoleransi, yaitu cerpen (1) “Dua Lelaki”, (2) “Patung Dewa”, dan (3) “Saat Ribuan Manusia Berbaris di kotaku”. Hasil penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut. Unsur ekstrinsik yang dijabarkan pada ketiga cerpen berupa latar sosial karya dan latar belakang sosial pengarang, yaitu adanya keterkaitan pengarang beserta latar belakang sejarah pada ketiga cerpen. Cerpen “Dua Lelaki” ditulis pada kurun tahun 2010 sampai 2013, menggambarkan konflik Ambon pada tahun 1999; cerpen “Patung Dewa” ditulis pada tahun 2013 merupakan gambaran peristiwa di Surakarta pada tahun 2011; dan cerpen “Saat Ribuan Manusia Berbaris di Kotaku” merupakan gambaran aksi 411 di Jakarta pada tahun 2016. Padangan dunia pengarang yang menjadi dasar terciptanya cerpen yang bertemakan intoleransi ini adalah pandangan humanisme, eksistensialisme dan religiositas. Ketiga pandangan itu adalah keyakinan pengarang terhadap kapasitas manusia sebagai makhluk yang memiliki derajat yang tinggi sebagai individu yang bebas dan merdeka. 
KEHIDUPAN HOMOSEKSUAL DALAM NOVEL CINTA TAK BERKELAMIN KARYA ANDY STEVENIO: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Suhantoro Suhantoro; Alfian Rokhmansyah; Purwanti Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 3, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.627 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v3i3.2113

Abstract

This study aims to describe the views of other figures on homosexuality which are illustrated in Andy Stevenio's Love of Insecure novels. The data in this study are in the form of excerpts of stories in the novel. This study uses reading and technique notes. Data analysis using qualitative methods. The results of the study showed that there were several figures who accepted the perpetrators and rejected homosexual behavior, such as Mama Wira and Mama Wisnu the two figures both accepted the perpetrators but refused their behavior. Most people still accept homosexual behavior because it is related to human rights. However, on the other hand the community continues to accept homosexual behavior because it is contrary to trusted beliefs and customs. Then, there are also those who reject behavior as well as homosexuals like Papa Wira, schools and authors of their own stories. The form of rejection given is in the form of violence against the main character. This is consistent with what is in Indonesia because most homosexuals will be tried or treated harshly in the past. Until finally the Indonesian government formulated a law on LGBT so that LGBT perpetrators still get good treatment. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan tokoh lain terhadap homoseksual yang tergambar dalam novel Cinta Tak Berkelamin karya Andy Stevenio. Data pada penelitian ini berupa kutipan cerita di dalam novel. Penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa tokoh yang menerima pelaku dan menolak perilaku homoseksual, seperti Mama Wira dan Mama Wisnu kedua tokoh sama-sama menerima pelaku tetapi menolak perilakuknya. Kebanyakan masyarakat yang masih menerima perilaku homoseksual karena berkaitan dengan HAM. Namun, di sisi lain masyarakat tetap menerima perilaku homoseksual karna bertentangan dengan kepercayaan dan adat istiadat yang dipercaya. Kemudian, ada pula yang menolak perilaku serta pelaku homoseksual seperti Papa Wira, sekolah serta pengarang cerita sendiri. Bentuk tindakan penolakan yang diberikan berupa tindakan kekerasan terhadap tokoh utama. Hal ini sesuai dengan apa yang ada di Indoensia karena sejak dulu kebanyakan para pelaku homoseksual akan diadili atau diperlakukan secara kasar. Hingga pada akhirnya pemerintah Indonesia merumuskan UU tentang LGBT agar para pelaku LGBT tetap mendapat perlakuan baik.
ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL BERTEMAN DENGAN KEMATIAN CATATAN SI GADIS LUPUS KARYA SINTA RIDWAN Amran Amran; Mursalim Mursalim; Alfian Rokhmansyah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 2, No 3 (2018): Edisi Juli 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.778 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v2i3.1165

Abstract

Novel Berteman Dengan Kematian merupakan novel yang berisikan seorang wanita terkena lupus. Keberadaan disebagian masyarakat memberikan nilai yang positif dan memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah Novel Berteman Dengan Kematian Karya Sinta Ridwan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan kepribadian tokoh utama dalam novel Berteman Dengan Kematian Karya Sinta Ridwan. Penelitian ini akan mendeskripsikan kepribadian tokoh utama di dalam novel Berteman Dengan Kematian. Data yang dikumpulkan semata-mata bersifat deskriptif sehingga tidak bermaksud mencari penjelasan, menguji hipotesis, membuat prediksi, maupun mempelajari implikasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa kepribadian tokoh utama yang terkandung dalam novel Berteman Dengan Kematian Karya Sinta Ridwan adalah pertama approach-approach Sinta Bimbang harus memilih kuliah atau menikah. Kedua approach-avoidance conflict sinta mulai berpikir untuk bekerja jika hal itu terjadi dan dia mulai mencoba menerima. Ketiga avoidance-avoidance conflict. Keempat multiple approach-avoidance conflict
Management of Poverty Feminization Program of Women Head of Household in East Kalimantan Province Widyatmike Gede Mulawarman; Suryaningsi Suryaningsi; Henny Pagoray; Endang Dwi Sulistyowati; Alfian Rokhmansyah
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 8, No 2 (2022): May 2022
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.8.2.963-976.2022

Abstract

Background The phenomenon of women working outside the home is no longer a foreign of conversation. Objective The purpose of this research is to describe the struggle of the female head of the house to survive to support the family. Methods This research uses a qualitative approach with a case study method. The research data is in the form of observations and interviews with 10 female heads of households who live in Samarinda City. Results Based on the results of observations and interviews, economically the poverty that occurs in female heads of household is due to: a) There is no good management from the government related to human resources so that assistance does not run optimally. b) Lack of ownership of land assets, decent housing for families, salary erratic activities that interfere with the activities of women heads of households, c) The lack of working capital that is currently being carried out, economic activities are carried out with minimal capital, d) There are no business facilities, women heads of households only rely on capital assistance, and e) Economic efforts for survival has not been maximized and there is no good management from the government. Conclusion Female heads of households need not only capital intake but also assistance to improve life skills to create family resilience. Implication practice This research can be used as statistical data for female heads of households in formulating programs activities to alleviate poverty for female heads of households.
Seksualitas Tokoh Utama Novel Falling Karya Rina Suryakusuma: Kajian Psikoseksual Hanita Yunia Sari; Widyatmike Gede Mulawarman; Alfian Rokhmansyah
LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 18 No. 2 (2021): September
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30957/lingua.v18i2.708

Abstract

This study aims to reveal changes in sexual orientation, causes, and impacts of changes in the sexual orientation of the main character in Rina Suryakusuma's novel Falling. This study will examine a novel with the theme of female homosexuals using psychosexual theory. This study uses a qualitative research type. The data are in the form of quotations or story fragments obtained from the Falling novel. Reading and note-taking techniques were used as data collection techniques. The reading technique is the first step used to understand the story and find data. The note-taking technique is used to record data that has been obtained in the previous technique. The data taken is the data needed to answer the problem formulation that has been set. The data is then analyzed using a predetermined theory. From the results of the analysis then a conclusion is drawn. The results showed that, first, the main character's orientation changes due to physical contact and emotional attraction to the same sex. Second, the factors that cause changes in the sexual orientation of Carly's character, namely the inhibition of Carly's psychosexual development at the phallic, latent, and genital stages; parenting; traumatic experiences; and feelings of boredom towards heterosexual relationships. Third, the impact of changes in the main character's sexual orientation, namely: the character's decision to become a lesbian who does not get support will be shunned from his family and people around him; changes in sexual orientation affect the mindset of the perpetrator to come out.
Study Of Structuralism With Robert Stanton's Perspective In A Novel Every Night Is Separated By Alfiansyah On Language Learning Based On Literature Widyatmike Gede Mulawarman; Nina Queena Putri; Endang Dwi Sulityowati; Alfian Rokhmansyah; Herdita Noor Wanda
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 7, No 3 (2021): September 2021
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.7.3.1273-1284.2021

Abstract

Robert Stanton's structuralism is a study that focuses on the means of storytelling by looking at gender perspective as a problem in the novel that will be discussed in this study. This study aims to (1) describe Robert Stanton's Structuralism in the form of a literary means of building the novel Every Night is Sepi by Alfiansyah; (2) describing the gender perspective in the novel Every Night is Sepi by Alfiansyah. This study uses a qualitative approach with the analysis of the content of Robert Stanton's model. The results showed structural elements focusing on the means of the story and gender perspective as follows: Literary means are things that are utilized by the author in choosing and arranging the details of the story. The novel Every Malam is Sepi is built by excellent literary means because it meets all elements, namely: title, point of view, style and tone, symbolism, and irony. The gender perspective in the novel Every Night is Sepi is gender equality and gender injustice. The novel's gender injustices are marginalization, subordination, stereotypes, violence against women, and the double burden
PERUBAHAN NOVEL CATATAN AKHIR KULIAH KARYA SAM MAULANA MENJADI FILM CATATAN AKHIR KULIAH SUTRADARA JAY SUKMO: KAJIAN EKRANISASI Chrisdayanti Chrisdayanti; Mursalim Mursalim; Alfian Rokhmansyah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i4.4079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan-perubahan yang terjadi pada novel Catatan Akhir Kuliah karya Sam Maulana menjadi film Catatan Akhir Kuliah sutradara Jay Sukmo berupa perubahan alur, tokoh, dan latar. Novel Catatan Akhir Kuliah adalah novel yang diterbitkan Januari 2014, berisi tentang kisah Sam, mahasiswa yang merasa salah jurusan kuliah hingga mendapat julukan “matelu” (mahasiswa telat lulus). Film Catatan Akhir Kuliah adalah film yang dirilis Juli 2015, menceritakan kisah Sam saat masa perkuliahannya di Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dengan kajian ekranisasi, yaitu penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Catatan Akhir Kuliah karya Sam Maulana dan film Catatan Akhir Kuliah sutradara Jay Sukmo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik membaca, teknik menonton, dan teknik mencatat. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif yang terdiri dari tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, perubahan alur novel menjadi film Catatan Akhir Kuliah untuk aspek penciutan alur sebanyak 40 penciutan, aspek penambahan alur sebanyak 37 penambahan, dan untuk aspek perubahan bervariasi alur sebanyak 30 perubahan bervariasi. Kedua, perubahan tokoh novel menjadi film Catatan Akhir Kuliah untuk aspek penciutan tokoh sebanyak 19 penciutan, aspek penambahan tokoh sebanyak 8 penambahan, dan untuk aspek perubahan bervariasi tokoh sebanyak 6 perubahan bervariasi. Ketiga, perubahan latar novel menjadi film Catatan Akhir Kuliah untuk aspek penciutan latar sebanyak 8 penciutan, aspek penambahan latar sebanyak 16 penambahan, dan untuk aspek perubahan bervariasi latar sebanyak 5 perubahan bervariasi.
Model Transformasi Babak Sinta Obong dalam Puisi-Puisi Indonesia Alfian Rokhmansyah; Bayu Aji Nugroho
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model transformasi babak Sinta Obong yang terdapat dalamepos Ramayana menjadi hipogram puisi-puisi Indonesia. Konsep intertekstual dan hipogram digunakansebagai landasan penelitian ini. Untuk mencapai tujuan penelitian, digunakan metode pembacaan retroaktifuntuk mendapatkan konsep transformasi babak Sinta Obong yang muncul pada teks-teks puisi. Adapun puisiyang dijadikan objek adalah Api Sita karya Arif Bagus Prasetyo, Sita Sihir karya Sapardi Djoko Damono,Elegi Sinta karya Dorothea Rosa Herliany, dan Asmaradana karya Subagio Sastrowardoyo. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa model transformasi babak Sinta Obong yang dilakukan oleh pengarang pada puisi-puisiyang diciptakannya meliputi transformasi tanpa perubahan dan transformasi dengan perubahan. Transformasitanpa perubahan dilakukan pengarang dengan mengambil cerita teks hipogram secara utuh sebagai dasarpenciptaan teks transformasi. Sedangkan transformasi dengan perubahan, dilakukan oleh pengarang denganmengubah konsep dan motif cerita dari teks hipogram sebagai dasar penciptaan teks transformasi, khususnyadengan teknik dekonstruksi.
Struktur dan Fungsi Cerita Rakyat Paser Putri Petung di Kabupaten Paser Kalimantan Timur Qomariyah, Fitri; Rokhmansyah, Alfian; Purwanti, Purwanti
Jurnal Sastra Indonesia Vol 12 No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v12i1.56461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan fungsi cerita rakyat Paser Putri Petung dari Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan termasuk jenis penelitian lapangan. Data dalam penelitian ini berupa kutipan cerita rakyat yang diperoleh dari informan dan telah melalui proses transkripsi. Adapun cerita Putri Petung yang dijadikan objek penelitian adalah cerita versi Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi kemudian melalui proses transkripsi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data, analisis strukturalisme naratologi, dan analisis fungsi cerita rakyat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cerita rakyat Putri Petung yang berasal dari Kecamatan Tanah Grogot memiliki lima pola aktan serta lima model fungsional. Cerita rakyat Putri Petung tersebut juga memenuhi empat fungsi cerita rakyat, antara lain sebagai sistem proyeksi, sebagai alat pengesahan sosial, sebagai lembaga pendidikan, dan sebagai alat pengendalian sosial.