Claim Missing Document
Check
Articles

TANGGAPAN ANAK TERHADAP LEGENDA PESUT MAHAKAM: KAJIAN RESEPSI SASTRA Sariana, Sae; Mulawarman, Widyatmike Gede; Rokhmansyah, Alfian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i4.3984

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketertarikan anak terhadap legenda Pesut Mahakam, dilihat dari isi cerita, tokoh, dan amanat yang terkandung dalam cerita. Sumber data berupa hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap responden Adapun responden yang dipilih ialah anak pada tahap operasional konkrit yaitu diusia 10-11 tahun sebanyak 39 orang. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Dengan sumber data penelitian berupa hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap responden. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara. Data yang berupa ujaran dari responden mengenai tanggapan anak terhadap legenda Pesut Mahakam kemudian, dianalisis dan ditarik kesimpulannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan. Pertama, mengenai minat membaca cerita tradisional seperti legenda Pesut Mahakam yang cukup baik, hal tersebut dibuktikan dengan kemampuan anak dalam menjawab pertanyaan wawancara dan menghipotesiskan unsur pembangun cerita. Hal tersebut mampu membuktikan bahwa cerita legenda menarik bagi anak-anak, disamping kemajuan dunia sastra modern. Kedua, berdasarkan hasil analisis menyimpulkan bahwa pendapat anak usia 10-11 tahun mengenai isi cerita, dan amanat cukup argumentatif dan variatif.Kata Kunci: tanggapan anak, legenda pesut mahakam, resepsi sastra ABSTRACT The research was intended to describe the child's interest in legend Pesut Mahakam, Judging from the content of the stories, characters, and discourses contained in the stories. A data source results from interviews that have been conducted with respondents. As for the respondents who are chosen are children at the concrete operational stage, which is 10-11 years of age as many as 39. The method used is qualitative descriptive. With research data sources resulting from interviews conducted with respondents. The data gathering technique used is the interview technique. The data in which the respondents responded to the child's response to the legend of the almighty then, was analyzed by deduction. Based on conclusive research. First, on the interest of reading traditional stories such as the well-developed legend Pesut Mahakam is evidenced with the child's ability to answer questions and trim the building blocks of the story. It proves that legends appeal to children, despite advances in modern literature. Second, analysis concludes that the opinions of 10-11  year  old respondents on the content of stories, characters, and speeches are sufficient and argumentative.Keywords: child response, legenda pesut mahakam, literature reception
RESPONS PEREMPUAN TERHADAP CERPEN PEREMPUAN HAJAR KARYA ABIDAH EL KHALEQY Sunarti, Titi; Mulawarman, Widyatmike Gede; Rokhmansyah, Alfian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i4.6113

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui respons pembaca perempuan terhadap isi cerita dalam cerpen Perempuan Hajar karya Abidah El Khaleqy. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan pendekatan resepsi sastra secara sinkronis yang dianalisis secara kualitatif dengan pemaparan secara deskriptif. Data primer penelitian ini adalah hasil kuesioner dengan responden. Sedangkan data sekunder adalah data pendukung berupa unsur intrinsik cerpen. Adapun sumber utama penelitian ini adalah mahasiswi Universitas Mulawarman. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik baca, catat, dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu teknik analisis reseptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memberikan tanggapan secara aktif dan pasif. Hal tersebut dipengaruhi oleh minat baca responden, kedekatan pengalaman dan pengetahuan, serta kesamaan zaman. Cerpen Perempuan Hajar karya Abidah El Khaleqy menceritakan kisah perjuangan seorang mahasiswi untuk menyelesaikan kuliahnya tanpa bantuan dana dari orang tua. Cerita tersebut sangat relevan kehidupan nyata dan umum diangkat menjadi karya sastra. Setelah membaca cerpen tersebut, responden dapat menemukan motivasi dan inspirasi untuk terus semangat, pantang menyerah, serta berprasangka baik kepada Allah dalam menggapai keinginan. Oleh karena itu, responden menilai bahwa cerpen ini cukup menarik untuk dibaca meskipun tidak mengandung unsur romantis.
TRANSFORMASI TOKOH DALAM CERITA DEWI KEKAYI SEBAGAI HIPOGRAM CERPEN KEKAYI KARYA OKA RUSMINI (Character Transformation in the Dewi Kekayi Story as Hypogram of Short Story Kekayi by Oka Rusmini) Alfian Rokhmansyah; Azizatur Rahma
SAWERIGADING Vol 25, No 1 (2019): Sawerigading, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v25i1.582

Abstract

This study aims to describe the transformation undergone by the characters in the story of Dewi Kekayi as a hypogram of the short story Kekayi (2017) by Oka Rusmini. Intertextual and hypogram theory are used as the basis of analysis. The research is a qualitative study with a structural approach. In addition, a text comparison method is also used to compare a short story text with its hypogram. Data analysis was done by comparing the motive of the story of Dewi Kekayi in the Ramayana epic as a hypogram and the short story Kekayi as a result of its transformation. The results of this study show that the story of Dewi Kekayi in the Ramayana epic was taken as the hypogram of the short story Kekayi, through the transformation of the story, especially with regard to the characters. In the transformation process, the author incorporates the original story (as a hypogram) into the new story, by adopting the characters in the story of Dewi Kekayi as figures in the short story Kekayi, including Kekayi, Bharata, Dasarata, Kekaya, and Rama. In addition, the author also deconstructs the personality of these characters leading to character trait discrepancies between the story of Dewi Kekayi story and the short story Kekayi.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan transformasi tokoh-tokoh dalam cerita Dewi Kekayi sebagai hipogram cerpen Kekayi (2017) karya Oka Rusmini. Teori intertekstual dan hipogram digunakan sebagai dasar dalam analisis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan struktural. Selain itu juga digunakan metode perbandingan teks untuk membandingkan teks cerpen dengan hipogramnya. Analisis data dilakukan dengan membandingkan motif dari cerita Dewi Kekayi dalam epos Ramayana sebagai hipogram dan cerpen Kekayi sebagai hasil tranformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Dewi Kekayi dalam epos Ramayana dijadikan hiprogram cerpen Kekayi oleh Oka Rusmini melalui transformasi cerita, khususnya pada tokohtokohnya. Dalam proses transformasi, pengarang mengembangkan cerita asal (sebagai hipogram) di dalam cerita baru, yaitu dengan menjadikan tokoh-tokoh dalam cerita Dewi Kekayi menjadi tokoh-tokoh dalam cerpen Kekayi, seperti tokoh Kekayi, Bharata, Dasarata, Kekaya, dan Rama.Selain itu, pengarang juga mendekonstruksi karakter tokoh-tokoh tersebut yang menyebabkan adanya kontradiksi sifat tokoh dalam cerita Dewi Kekayi dan cerpen Kekayi.