Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisis Peran Gender dalam Pengasuhan Anak pada Keluarga Etnis Jawa dan Sunda di Wilayah Perbatasan Noeranisa Adhadianty Gunawan; Nunung Nurwati; Bintarsih Sekarningrum
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 12, No 1 (2020): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v12i1.15568

Abstract

This study aims to analyze gender roles in childcare of families in Jawa-Jawa Ethnic, Jawa-Sunda Ethnic, and SundaSunda Etnic. Javanese-Javanese Ethnic and Sundanese-Sundanese Ethnic family as the main study that will show a mixture of values, culture, and behavior in Javanese-Sundanese Ethnic families. The study uses qualitative descriptive to approach with the case study research techniques. Data collection was obtained through observation, interviews, research studies and documentation studies. The results of the study shows that the differences gender roles in childcare of the Javanese-Javanese ethnic families, the Sundanese-Sundanese ethnic families, and the JavaneseSundanese ethnic families caused by habits, the way of life, and values are still embraced by each family. Based on the culture of its respective ethnicity The role of gender in the family is functioning but there is also a dysfunction where one of the roles are not practiced by men or women in parenting. Thus, it is, although the two ethnicities have coexisted for decades, the people still see differences in childcare caused by the application of the values in each family. 
Cyberspace: Dampak Penyimpangan Perilaku Komunikasi Remaja (Cyberspace: The Impact of Adolescent Communication Behavior Deviation) Suci Wahyu Fajriani; Bintarsih Sekarningrum; Munandar Sulaeman
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 23, No 1 (2021): Jurnal IPTEK-KOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi)
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33164/iptekkom.23.1.2021.63 - 78

Abstract

Cyberspace telah menjadi bagian dari kehidupan dan kebutuhan sehari-hari remaja dalam berkomunikasi melalui koneksi internet melalui aplikasi. Penyimpangan perilaku remaja akibat komunikasi remaja melalui cyberspace dengan teman sebaya atau orang lain yang berdampak pada kepribadian remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dampak penyimpangan perilaku komunikasi remaja dalam cyberspace. Teori asosiasi diferensial pada poin komunikasi remaja dalam subkultur menyimpang digunakan untuk proses analisis dalam artikel ini. Artikel ini menggunakan metode penelitian kuantitatif eksplanatori, dengan sampel 100 remaja SMA Kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner online melalui Google Form. Hasil menunjukkan bahwa kepribadian yang terbentuk dari hasil penyimpangan perilaku komunikasi remaja adalah: (1) .embentuk kepribadian yang agresif (30%); (2) Membentuk kepribadian yang mudah emosi (27%); (3) Membentuk kepribadian yang cemas/stress (25%); dan Membentuk kepribadian yang lebih berani mencoba untuk hal baru (18%). Kesimpulan penelitian menunjukkan dalam membentuk kepribadian remaja berdampak kepada empat hal pada hasil penelitian yang disebabkan oleh aktivitas remaja pada cyberspace.
COMMUNITY MOVEMENT IN WASTE MANAGEMENT (Case in Cikapundung River Basin in Bandung City) Bintarsih Sekarningrum; Desi Yunita
Jurnal Community Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.149 KB) | DOI: 10.35308/jcpds.v1i1.810

Abstract

There is a connection between the behaviour of throwing waste into the river with the community perspective about river. The behaviour of people throwing waste into the river assosiated with the lack of availability of facilities dispose of waste in the area and looked at the river as an object or place that is easiest to throw garbage into the river. Related to these problems, this research describes the community who doing the social movement in waste management a long the river, as well as analyzing patterns of community organizing in waste management.The approach used is a qualitative method of data collection techniques consisted of observation, interviews and focus group discussions. Research shows that the government has made efforts through the program "Clean Cikapundung River", and waste management efforts, sediment transport and manufacture kirmir on a riverbank to prevent abrasion. However Cikapundung still dirty and full of trash. To overcome these problems, there are many communities who awakened and stirred to make an effort in order Cikapundung no longer become dumping grounds. The movement to strive for existence of the river can be used again as an important source of livelihood for the people. Community was formed to instill public awareness of the environment, especially rivers, in the form of an appeal and a call to people not to throw garbage into the river and do the cleaning and arrangement along the river so that the river Cikapundung clean and free of trash based on solidarity and mutual assistance. The social movements showed public awareness to make changes to their environment, especially the problem of waste in the river.
Gerakan Sosial dan Mobilisasi Sumber Daya dalam Memperjuangkan Pengakuan Kepercayaan Berbeda Tesa Amyata Putri; Bintarsih Sekarningrum; Muhammad Fedryansyah
SOCIUS Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v9i1.381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gerakan sosial yang dilakukan oleh organisasi Aliran Kebatinan Perjalanan (AKP), dalam memperjuangkan pengakuan keyakinan mereka di Indonesia. Masalah ini menarik karena, Mahkamah Konstitusi saat ini telah memberikan layanan kependudukan dan pencatatan sipil pada para penghayat kepercayaan untuk mengisi kolom agama sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya sesuai yang diatur di dalam Surat Keputusan MK No. 97/PUU-XIV/2016. Hal ini merupakan bukti dari keberhasilan kelompok aliran kepercayaan memperjuangkan keyakinannya dan melepaskan diri dari 6 agama yang dipaksakan oleh negara. Salah satu organisasi aliran kepercayaan yang aktif memperjuangkan hak beragama dan keyakinannya adalah organisasi Aliran Kebatinan Perjalanan yang ada di Kota Bandung. Perjuangan dan keberhasilan tersebut memperlihatkan adanya gerakan sosial yang terorganisir agar tujuan yang diinginkan organisasi Aliran Kebatinan Perjalanan tercapai. Artikel ini menganalisis hal tersebut dengan menggunakan Teori mobilisasi sumber daya (Resources Mobilisation Theory) Anthony Oberschall sebagai pisau analisis dalam artikel ini. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan Teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan organisasi AKP merupakan wujud dari gerakan sosial. Sedangkan keberhasilan organisasi AKP ditentukan dari pemaksimalan berbagai sumber daya organisasi AKP baik secara internal maupun eksternal. Salah satu faktor terbesar dari keberhasilan gerakan sosial AKP adalah kemampuan dalam memobilisasi sumber daya dengan baik dan pemanfaatan peluang politik yang dilakukan oleh organisasi ini
Peningkatan Kualitas Petani Kopi sebagai Modal Sosial di Jawa Barat Bintarsih Sekarningrum; Desi Yunita; Wahju Gunawan
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v3i2.37271

Abstract

Artikel ini berangkat dari kegiatan pengabdian yang dilakukan. Diketahui bahwa gagasan sentral modal sosial tentang ikatan sosial berupa jaringan merupakan aset yang sangat bernilai – dasar bagi kohesi sosial karena mendorong iklim kerjasama untuk memperoleh manfaat. Ditengah pandemic covid yang melanda Indonesia beberapa waktu terakhir ini jaringan-jaringan petani kopi khususnya di jawa barat sedikit merenggang karena berbagai pengaruh. Oleh karena itu untuk Kembali memperkuat jaringan masyarakat petani kopi perlu dilakukan penguatan melalui peningkatan kualitas petani kopi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini penting, karena secara jangka panjang kualitas yang meningkat dan kekuatan jaringan yang terbangun tersebut akan meningkatkan NPT petani kopi,. Metode kegiatan ini adalah pelatihan dan presentasi, Adapun peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah masyarakat petani kopi khususnya yang tergabung dalam Lembaga masyarakat desa hutan Perhutani. 
Pelatihan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) Bagi Kader Posyandu Bintarsih Sekarningrum; Desi Yunita
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v5i1.474

Abstract

Selama pandemi Covid 19, banyak bayi yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap bahkan cakupan imunisasi rutin mengalami penurunan. Hal ini disebabkan terbatasnya mobilitas penduduk dalam berkegiatan selama masa pandemi, Untuk meningkatkan kembali kinerja kader posyandu dalam memberikan pelayanan kesehatan pasca pandemi, maka dilaksanakan kegiatan pelatihan tentang komunikasi antar pribadi (KAP), agar Kader Posyandu memiliki kemampuan komunikasi dialogis dan komunikasi antar pribadi (KAP) dalam pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini terdiri dari ceramah, diskusi dan permainan tentang : (1) komunikasi dialogis dan komukasi antar pribadi; (2) bina suasana dalam komunikasi antar pribadi dan (3) teknik membangun partisipasi. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan pelatihan telah memberikan manfaat sangat penting bagi Kader Posyandu dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Kemampuan Kader Posyandu dalam komunikasi dialogis dan komunikasi antar pribadi (KAP harus berlangsung dalam situasi yang menyenangkan dan akrab; dan adanya perubahan perilaku dari masyarakat ke arah yang lebih baik, sehingga diharapkan Kader Posyandu memiliki kemampuan komunikasi dalam hubungannya dengan masyarakat yang dilayani.
Revival: New Religious Movement Aliran Kebatinan Perjalanan Tesa Amyata Putri; Bintarsih Sekarningrum; Muhammad Fedryansyah
SOSIETAS Vol 11, No 2 (2021): Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.938 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v11i2.41610

Abstract

Pengakuan hukum dari keputusan Mahkamah Konstitusi pada No. 97/PUU-XIV/2016 yang dikeluarkan oleh pemerintah kepada penghayat kepercayaan semakin menguatkan eksistensi kelompok aliran kepercayaan dan bentuk legitimasi kelompok aliran ini dalam melaksanakan kegiatan agamanya secara lebih terbuka. Artikel ini menganalisis terkait hal tersebut dengan menggunakan konsep revivalisme dan new religion movement untuk menerangkan fenomena gerakan yang dilakukan oleh kelompok aliran kepercayaan yaitu kelompok aliran kebatinan perjalanan di Kota Bandung. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi literatur kepada pengurus, warga dan pra-warga aliran kebatinan perjalanan. Hasilnya aliran kebatinan perjalanan berusaha kembali ke ajarannya dengan melakukan revivalisme. Aliran ini pun memperlihatkan wajah yang berbeda dari agama mainstream di Indonesia sebagai new religion movement.
PENDIDIKAN MASYARAKAT: MEMBANGUN AKSI PEMBELAJARAN BERKELANJUTAN BAGI PENINGKATAN KAPASITAS PENGASUHAN IBU BERBASIS KONSEP FITRAH DI DESA DAYEUKOLOT, KABUPATEN BANDUNG Wibowo, Hery; Gunawan, Wahyu; Yunita, Desy; Lesmana, Aditya Candra; Sekarningrum, Bintarsih; Nurdin, M. Fadhil; Nurwaty, Nunung; Rachim, Hadiyanto Abdul
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v5i2.56834

Abstract

Pendidikan, merupakan basis pembangunan peradaban manusia. Maka aktivitas pendidikan, dalam hal ini kegiatan belajar, merupakan sesuatu yang perlu menjadi arus utama pencapaian kesejahteraan bangsa. Keluarga merupakan unit kecil terpenting pembentuk masyarakat dan peradaban. Sehingga orang tua, dalam hal ini merupakan pendidik utama dalam keluarga. Program pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk membangun proses belajar berkelanjutan dan peningkatan kapasitas yang berkesinambungan. Maka program didesain dengan mengkolaborasikan pendekatan pembelajaran tatap muka langsung/sinkrous dan pembelajaran tidak lansung/daring/asinkronus. Program pengabdian masyarakat diikuti oleh lebh dari 30 orang ibu-ibu dan lebih dari 20 orang anak yang mengikuti proses pembelajaran secara penuh. Proses belajar berlangsung secara interaktif penuh dengan tanya jawab. Sejumlah permasalahan sehari-hari dalam pendidikan anak berhasil dikupas dan dibahas bersama.
PEMBELAJARAN HIBRIDA PENGUATAN KAPASITAS PENGASUHAN ORANG TUA BAGI PENINGKATAN KETAHANAN KELUARGA SISWA BIMBINGAN BELAJAR DI DAYEUH KOLOT KABUPATEN BANDUNG Wibowo, Hery; Lesmana, Aditya Candra; Rachim, Hadiyanto Abdul; Nurdin, Muhammad Fadhil; Fedryansyah, Muhammad; Taher, Rusdin; Sekarningrum, Bintarsih; Nurwati, Nunung
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 5, No 1 (2024): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v5i1.52606

Abstract

Tantangan untuk menjadi orang tua yang baik, dalam rangka menumbuhkembangkan generasi cerdas berakhlak mulia kian hari kian berat. Oleh sebab itu, setiap upaya yang bertujuan pada penguatan ketahanan keluarga, khususnya peningkatan kapasitas pengasuhan adalah penting. Program pengabdian pada masyarakat ini berbentuk pemberian pembelajaran hibrida penguatan kapasitas pengasuhan orang tua bagi peningkatan ketahanan keluarga siswa Bimbingan Belajar di Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung. Pola pembelajaran hibrida dipilih dengan tujuan untuk menjaga kesinambungan proses belajar dan memastikan peningkatan kapasitas orang tua dari waktu ke waktu. Metode yang diberikan melalui pembelajaran hybrid dengan memberikan materi baik secara luring maupun daring melalui media youtube. Adapun materinya adalah tentang penyadaran akan kewajiban menuntut ilmu bagi umat Islam, maksud dan tugas penciptaan manusia di muka bumi serta pemahaman dasar pengasuhan. Hasil kegiatan ini menemukan bahwa orang tua menjadi lebih memahami bagaimana melakukan pengasuhan bagi keluarganya. Selain itu juga ditemukan bahwa terjadi peningkatan interaksi antara orang tua dan anak dalam proses belajar yang diberikan selama kegiatan.
Ritus Sedekah Laut sebagai Mekanisme Sosial Masyarakat Nelayan Urban di Muarareja Kota Tegal Amanatin, Elsa Lutmilarita; Sekarningrum, Bintarsih; Supangkat, Budiawati
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2024)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v7i3.3376

Abstract

The tradition of Sedekah Laut in Muarareja, Tegal City, is a crucial aspect of the social and cultural life of urban fishing communities. This tradition not only holds religious significance but also plays a vital role in maintaining collective identity and social cohesion amidst rapid social and economic changes. This study aims to elucidate how the ritual of Sedekah Laut in Muarareja functions as a social mechanism among urban fishing communities. Employing a qualitative approach, the research utilized semi-structured interviews with 7 urban fishermen and 3 community members from Muarareja, direct observations, and documentary analysis for data collection. Findings indicate that Sedekah Laut serves not only as a religious ceremony but also as a manifestation of strong social solidarity and sustainable social networks within the fishing community. The study concludes that firstly, Sedekah Laut plays a crucial role in preserving the cultural continuity and community identity of fishermen in Muarareja; secondly, it strengthens social relations among individuals and groups within the community; thirdly, the ritual demonstrates its adaptability and relevance amidst the dynamic social and economic changes along the coastal region. This research provides a foundation for understanding how local traditions can support social and cultural sustainability in continuously transforming coastal communities. The study recommends further interdisciplinary research to deepen understanding of the impacts and significance of this tradition in an evolving global context.