Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Ahmad Subhi Mansur's Thoughts on Hadith Alienation Siregar, Idris; Sulidar; Faza, Asrar Mabrur
AN NUR: Jurnal Studi Islam Vol. 17 No. 1 (2025): January - June
Publisher : Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta Komplek PP An Nur Ngrukem PO BOX 135 Bantul 55702 Yogyakarta Tlp/Fax (0274) 6469012. http://jurnalannur.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/annur.v17i1.1769

Abstract

Hadith plays an important role in Islamic teachings as an explanation of the Qur'an and a source of Islamic law. However, Ahmad Subhi Mansur's thinking rejects the authority of hadith and asserts that the Qur'an is the only source of Islamic law. Mansur, an academic from Al-Azhar University, developed the idea of ??Quranism which rejects hadith as a valid source of Islamic teachings. He argued that the Qur'an has covered all aspects of human life and does not require additional explanation from hadith. By referring to various verses of the Qur'an, Mansur reinterprets the concept of "rasul" as referring to revelation, not the figure of the Prophet Muhammad personally. This study uses a qualitative method with a literature study approach to analyze Mansur's thinking. Some of the arguments used to reject the authority of hadith include the claim that the Qur'an is perfect, does not require additional laws, and the prohibition of following anything other than the Qur'an. Mansur's thinking has caused controversy and is contrary to the views of the majority of scholars who accept hadith as an integral part of Islamic teachings. This study aims to understand the basis of Ahmad Subhi Mansur's thinking, his method of interpretation, and the implications of his ideas for the study of hadith and Islamic law.
Implementation Of Genetic Algorithm In Advertising Scheduling On Commercial Radio Stations siregar, idris; Zufria, Ilka; Nasution, Yusuf Ramadhan
Bahasa Indonesia Vol 15 No 02 (2023): Instal : Jurnal Komputer Periode (Juli-Desember)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jurnalkomputer.v15i02.138

Abstract

In this research, scheduling ad plays on a commercial radio station. Ad plays In this study, scheduling of advertisements was carried out on a commercial radio station. Ads are shown every day from Sunday to Saturday. There are two types of playing time, namely prime time and regular time. Prime time (pt) is 06-10 and 16:00-20:00, while regular time (rt) is 05-06, 11:00-15:00 and 21:00-24:00. The number of ad playback slots is 3 slots per hour and thus for pt time there are 15 slots, where at 16 to 20 hours there are 15 slots, so in total at pt time there are 30 slots per day and for rt time there are 15 slots and 21 hours -23 there are 3 clocks x 3 slots makes 9 slots. So in total at re time there are 27 slots. Prime time rules apply, namely the hours when the general public (listeners) have the greatest opportunity to listen to the radio, namely between 6:00-10:00 in the morning and 16:00-20:00 in the evening. The number of broadcasts of the same advertisement in one day is limited to prime time, which is 5 times, while for regular time it is 8 times. The radio scheduling process is carried out using a genetic algorithm which consists of the processes of chromosome initialization, selection, crossover and mutation. A chromosome represents the chromosomal matrix, namely Ad, Day and Time code. Each chromosome will be evaluated based on its fitness value which is calculated based on the number of penalties that occur on each chromosome in an individual. Where penalty 1 is the number of ad screenings more than once at a time while penalty 2 is the ad playing not at the specified type of time. The results of this study are to produce the best ad schedule by scheduling all ad data, the day and time of ad playing.
Kebijakan Kua Medan Deli: Dampaknya Terhadap Peningkatan Kualitas Layanan Keagamaan di Masyarakat Efendi, Rustam; Siregar, Idris; Zikraa; Affandi, Ahmad; Mahendra, Ihza; Nisak, Khairun
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 7 No. 2 (2025): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v7i2.6802

Abstract

This article aims to analyze the policies implemented at the Office of Religious Affairs (KUA) in Medan Deli and their impact on improving the quality of religious services in the community. The research uses a qualitative approach with a case study at the KUA in Medan Deli, involving in-depth interviews with KUA staff and community members directly engaged in religious services. The findings reveal that the existing policies have positively contributed to the improvement of services, particularly in marriage services, religious guidance, and increased community participation. However, challenges remain in the consistent implementation of policies. The internship program for students has also proven to have a positive impact on enhancing the quality of services at the KUA in Medan Deli.
INGKAR SUNNAH (Telaah Pemikiran terhadap Hadis) siregar, idris
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v5i2.501

Abstract

Fenomena Inkar Sunnah, yaitu penolakan terhadap kedudukan dan otoritas sunnah dalam sistem hukum Islam. Secara khusus, kajian ini berfokus pada pemikiran Inkar Sunnah yang tidak menerima terhadap hadis-hadis Nabi Muhammad saw. sebagai sumber hukum kedua setelah Alquran. Pembahasan dimulai dengan pengertian Inkar Sunnah, yang merujuk pada penolakan terhadap hadis-hadis yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Alquran atau rasionalitas modern. Selanjutnya, artikel ini menguraikan awal munculnya Inkar Sunnah. Dan juga membahas tentang pemikiran dan ajaran-ajaran inkar sunah, yang bertolak belakang dengan syariat Islam. Ajaran Inkar Sunnah juga dianalisis dari berbagai perspektif, seperti teologis, filosofis, dan hukum Islam, serta dampaknya terhadap pemahaman syariat. Artikel ini juga mengulas berbagai tanggapan ulama hadis terhadap fenomena ini, yang menegaskan pentingnya validasi dan penguatan metodologi ilmu hadis dalam menjaga kemurnian ajaran Islam. Dengan demikian, artikel ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang Inkar Sunnah dan implikasinya dalam kajian hadis serta syariat Islam. Kata Kunci: Inkar Sunnah, Ajaran Inkar Sunnah, Argumen Ulama Hadis
Implementasi Hadist Nilai Pendidikan Ukhuwah Islamiyah di Kalangan Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Siregar, Idris
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14487

Abstract

Penelitian tentang Implementasi Nilai Pendidikan Ukhuwah Islamiyah di Kalangan Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi nilai pendidikan ukhuwah islamiyah di kalangan mahasantri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, verifikasi dan menarik kesimpulan. Teknik keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis model Miles dan huberman, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi nilai pendidikan ukhuwah islamiyah di kalangan mahasantri begitu sangat terlaksana dengan baik sehingga kehidupan di ma’had al-jami’ah berjalan dengan rukun dan nyaman.
Terorisme dalam Studi Agama-Agama Siregar, Idris; Irwansyah, Rio; Musa, Tazkia Shuhaila; Khadijah, Siti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soal terorisme bukan persoalan mudah untuk dijelaskan. Apalagi jika dicarikan definisi yang baku. Ada banyak definisi tentang terorisme, tetapi secara umum definisi terorisme menjelaskan ada hubungannya dengan dan perilaku tindakan yang mengancam masyarakat. Tetapi untuk sekedar memahaminya, ada beberapa kriteria dengan terorisme. Diantaranya adalah, berkaitan dengan persoalan legalitas ( hukum ) sehingga bersifat criminal, dan mudah cara mengukurnya dan menindaknya. Sekaligus bersifat politik, karena lintas ideologis, lintas geografis, lintas negara dan lintas suku demi mempertahankan harga diri dan kekuasaan politik tertentu. terorisme seringkali dihubungkan dengan persoalan ketertindasan, perebutan kebebasan ( perjuangan untuk kebebasan ) dari penindasan yang dilakukan oleh partai politik dan rezim militer tertentu.
Liberalisme dalam Prespektif Agama-Agama (Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu) Siregar, Idris; Siregar, Ilham Jaya Kusuma; Juita, Juita; Amanda, Tasya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liberalisme, sebuah ideologi yang telah tumbuh dan berkembang sejak abad ke-17, telah menciptakan jejaknya sendiri dalam evolusi pemikiran dan politik global. Dari berbagai sumber yang tersedia, kita bisa melihat bahwa evolusi liberalisme seringkali dikaitkan dengan negara-negara Barat. Negara-negara ini, dengan kekuatan ekonomi, politik, dan militer mereka, berhasil mendominasi hampir semua aspek kehidupan dan pemerintahan. Namun, liberalisme bukan hanya fenomena Barat. Di Timur, khususnya di negara-negara Islam seperti Arab, liberalisme juga menjadi fokus para pemikir. Agama-agama lain seperti Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu juga memiliki pandangan mereka sendiri tentang liberalisme. Setiap agama ini memiliki pemahaman dan interpretasi mereka sendiri tentang apa arti kebebasan dan bagaimana kebebasan itu harus diterapkan dalam konteks agama dan masyarakat mereka. Jurnal ini dirancang untuk membahas liberalisme dari perspektif berbagai agama, menggunakan penelitian kepustakaan, yaitu serangkaian penelitian yang berfokus pada metode pengumpulan data literatur. Pada akhirnya, tulisan ini mencapai kesimpulan bahwa secara umum, semua agama mengakui pentingnya kebebasan individu, tetapi mereka juga menekankan bahwa kebebasan ini harus diiringi dengan tanggung jawab dan tidak boleh bertentangan dengan ajaran dan nilai-nilai agama masing-masing.
Peran Sekolah Tahfiz Al-Quran dan Hadis dalam Pembentukan Karakter Islami Dikalangan Remaja Siregar, Idris; Amin, Muhammad Nasrul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an adalah kitab suci umat muslim yang Dimana adalah Al-Qur’an adalah sumber hukum bagi umat muslim, dengan Al-Qur’an manusia bisa mengetahui kemana arah dan tujuan dalam kehidupan dunia dan akhirat, dalam Al-Qur’an terdapat banyak-banyak hukum, sejarah para nabi dan banyak membahas tentang masalah-masalah kehidupan, oleh karena itu menghafal Al-Qur’an adalah suatu hal yang sangat mulia, dalam penelitian ini berfokus kepada peran sekolah tahfidz dalam pembentukan karakter Islami dikalangan remaja, apakah sekolah tahfiz membantu kalangan remaja untuk membentuk karakter Islami, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode kualitatif pada Metode penelitian kepustakaan (Library Research), yaitu sumber data yang dikumpulkan dari buku-buku, jurnal ilmiah dan lain-lain yang berkaitan dengan topik penelitian, baik data primer maupun sekunder. Dari pembahasan yang telah dikaji dalam artikel ini maka dapat disimpulkan bahwa peran sekolah tahfidz untuk pembentukan karaktek Islami klangan remaja sangat-sangat bagus dan sangat berguna untuk kehidupan dunia akhirat, menjadi penghafal qur’an tidaklah mudah jika tidak dibarengi niat, guru dan lingkungan yang bagus, dengan sekolah di sekolah tahfiz maka remaja akan mendapatkan teman-teman yang satu tujuan, guru-guru yang pandai dibidangnya dan lingkungan yang bagus.
PARADIGMA BARU HADIS: TELAAH PEMIKIRAN M. SYUHUDI ISMAIL Siregar, Idris
SHAHIH (Jurnal Ilmu Kewahyuan) Vol 3, No 2 (2020): SHAHIH (Jurnal ilmu Kewahyuan) Jul-Des 2020
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/shh.v3i2.8905

Abstract

Hadith in Islamic law is the second source after the Qur'an, so important is the position of the hadith so that the hadith also serves as al-Bayan to the law contained in the Qur'an. The textual understanding of classical hadith resulted in the law that was born at that time irrelevant to today's era. To get a correct understanding of the hadiths, the scholars understand the hadiths so that they can answer the challenges of the times. Textual understanding of hadith is not sufficient and irrelevant, so understanding hadith must be contextualized, namely by using social science, anthropology, history and culture. One of the Indonesian hadith scholars M. Syuhudi Ismail, as in his book Textual and Contextual Hadith of the Prophet: A Study of Ma'ani al-Hadith on Universal, Temporal and Local Islamic Teachings. M. Syuhudi Ismail in his book gives an offer in understanding the content of the hadith, namely looking at the shape of the eyes of the hadith and its scope, looking at the background, looking at the content of the hadith, and seeing the clues of hadith that are contradictory. So by looking at these factors then the hadith will be able to answer all the problems that occur in this contemporary era.
Pernikahan Online Di Masa Pendemi, Solusi Atau Pilihan? Siregar, Idris; Yusuf, Muhammad; Husni, Khoirurrijal
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.12481

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mengubah berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk institusi pernikahan. Upacara pernikahan tradisional yang biasanya melibatkan kerumunan besar sangat terpengaruh oleh langkah-langkah jaga jarak sosial dan pembatasan acara publik. Sebagai respons, upacara pernikahan online muncul sebagai alternatif, menimbulkan pertanyaan tentang kelayakan dan penerimaannya. Studi ini mengeksplorasi konsep pernikahan online selama pandemi, meneliti apakah pernikahan tersebut berfungsi sebagai solusi yang diperlukan untuk keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya atau hanya sebagai pilihan yang nyaman. Dengan menganalisis kerangka hukum, persepsi masyarakat, dan pengalaman pribadi, penelitian ini bertujuan untuk memahami implikasi dan prospek masa depan dari pernikahan virtual. Temuan menunjukkan bahwa meskipun pernikahan online menyediakan solusi pragmatis terhadap keterbatasan yang diberlakukan oleh pandemi, pernikahan ini juga mencerminkan pergeseran yang lebih luas menuju digitalisasi dalam praktik pribadi dan sosial.