Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh pemberian ekstrak etanol lignum batang bajakah tampala (Spatholobus littoralis Hassk.) Asal Kalimantan Timur terhadap kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus) Wardayani, Rika; Fauziah Noer, Siti; Musdalifa, Musdalifa
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 1: Volume 3 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i1.1023

Abstract

Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. Hormon insulin di dalam tubuh dapat meninmbulkan hiperglikemia dan hipoglikemia. Hiperglikemia karena insulin mengalami defesiensi (kekurangan) yang berarti kadar glukosa dalam darah tinggi, dan bila kadar glukosa dalam darah terlalu rendah disebut hipoglikemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol lignum batang bajakah tampala (Spatholobus littoralis Hassk.) terhadap kadar glukosa darah pada tikus putih. Tikus putih yang digunakan diadaptasikan terlebih dahulu, tidak di beri pakan selama 8 jam namun tetap diberi minum, kemudian diukur kadar glukosa darah awal untuk memperoleh kadar gula darah awal dengan cara mengambil darah melalui vena lateralis pada ekor. Selanjutnya dibagi secara acak ke dalam 5 kelompok perlakuan kemudian tiap kelompok diberikan perlakuan selama 7 hari, lalu diberi glukosa 20% secara oral, kemudian dilakukan pengukuran kadar glukosa darah sebanyak 3 kali dengan interval waktu 60 menit, pada menit ke 60, 120 dan 180. hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol bajakah tampala dengan dosis 25 mg/kg BB, 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB pada tikus memiliki yang sangat berbeda nyata dengan kontrol negatif Na-CMC 1% dan tidak berbeda nyata dengan kontrol positif glibenklamid. Dosis 25 mg/kgBB, 50 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB memiliki efek dalam mempertahan kadar glukosa darah pada tikus puih yang telah di induksi glukosa darah 20%. KEYWORDLignum Batang Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis Hassk.); Glukosa darah; Induksi Glukosa 20%,
Aktivitas Inhibitor Agregasi Platelet Ekstrak Daun Bungur (Lagerstroemis speciosa) Terhadap Tikus Putih (Rattus norvegicus) Irianto, Ramdhani; Musdalifa, Musdalifa; Irfayanti, Nur Alfia
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4 issue 1 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i1.1335

Abstract

Telah dilakukan Penelitian Uji Aktivitas Inhibitor Agregasi Platelet Ekstrak Etanol Daun Bungur (Lagerstroemis speciosa) pada Tikus putih (Rattus norvegicus) Jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dari ekstrak etanol daun bungur (Lagerstroemis speciosa) sebagai inhibitor agregasi platelet terhadap tikus putih (Rattus norvegicus) jantan. Daun bungur ini mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin. Dimana flavonoid merupakan salah satu jenis antioksidan yang dapat menghambat agregasi platelet. Kemampuan flavonoid tersebut mampu menghambat metabolisme asam arakidonat oleh enzim siklooksiginase. Metode penelitian yang digunakan adalah maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Parameter yang digunakan yaitu waktu pendarahan dengan cara Ivy-Duke dan masa koagulasi dengan cara pipa kapiler menurut Duke. Kelompok I sebesar 16,43% dan 15,32%; kelompok II sebesar 30,33 dan 38,82%; kelompok III sebesar 60,04% dan 53,24%; kelompok IV sebesar 81,70% dan 79,76%; kelompok V sebesar 89,02% dan 85,24%. Analisis data menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bungur dosis 150 mg/200 g BB tidak memiliki aktivitas inhibitor agregasi platelet sedangkan dosis 300 mg/200 g BB dan 450 mg/200 g BB dapat meningkatkan masa pendarahan dan memperlambat masa koagulasi darah tikus putih (Rattus norvegicus) sehingga memiliki aktivitas inhibitor agregasi platelet.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak tunas Bambu Apus (Gigantochloa apus) Terhadap Bakteri Shigella dysenteriae Aswar, Muhammad; Alim, Nur; Musdalifah, Musdalifah
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1731

Abstract

Antibakteri adalah suatu senyawa yang dapat digunakan untuk menghambat atau membunuh bakteri. Ekstrak tunas bambu apus (Gygantochloa apus) memiliki kandungan senyawa Alkaloid,Tanin,dan Saponin yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas penghambatan Ekstrak tunas bambu apus (Gygantochloa apus) terhadap bakteri Shigella dysenteriae. Metode penelitian meliputi ekstraksi secara maserasi dengan menggunakan etanol 70%. Diperoleh nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) terhadap bakteri Shigella dysenteriae 0,1% dengan metode dilusi. Pengujian dengan metode difusi agar. Hasil yang diperoleh menggunakan konsentrasi 0,1%, 0,2%, 0,4%, 0,8%, 1,6%. Memiliki diameter daya hambat sebesar 13,13 mm, 14,81 mm, 16,58 mm, 18,31 mm, 21,64 mm. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Ekstrak tunas bambu apus (Gygantochloa apus) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Shigella dysenteriae.
Uji Aktivitas Analgetik Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) terhadap Mencit (Mus musculus) Marsanda A, Nia; Noer, Sitti Fauzia; Musdalifa, Musdalifa
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1767

Abstract

Analgesik yang sering dikenal sebagai anti nyeri adalah obat yang menghalangi atau mengurangi rasa sakit tanpa menyebabkan ketidaksadaran. Daun jambu biji merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai obat anti nyeri karena dianggap oleh masyarakat dapat memberikan alternatif dalam penanganan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas analgetik daun jambu biji (Psidium guajava L.) pada mencit (Mus musculus) dengan metode hot plate. Metode penelitian meliputi ekstraksi daun jambu biji dengan metode maserasi menggunakan cairan penyari etanol 70% dilanjutkan dengan pengujian analgetik pada mencit sebanyak 15 ekor dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelompok I kontrol positif diberi asam mefenamat, kelompok II kontrol negatif diberi Na-CMC 1%, kelompok III, IV dan V diberi ekstak etanol daun jambu biji dosis 0,6 g/kg BB, 1,2 g/kg BB dan 1,8 g/kg BB yang diinduksi panas. Hasil penelitian menunjukkan 1,8 g/kgBB memiliki efek analgetik yang tidak berbeda nyata dengan kontrol positif asam mefenamat sedangkan pada dosis 0,6 g/kgBB dan 1,2 g/kgBB memiliki efek analgetik yang berbeda nyata dengan kontrol positif asam mefenamat. Kata Kunci: Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.), Analgetik, Nyeri
Formulasi Dan Uji Mutu Fisik Sediaan Patch Ekstrak Etanol Daun Gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) Darajat S, Zakia; Musdalifah, Musdalifah; Arifin, Arfiani
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1877

Abstract

Tanaman gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) secara empiris sering digunakan oleh masyarakat di indonesia sebagai obat mengurangi peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi ekstrak etanol daun gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) dalam sediaan patch yang memenuhi syarat evaluasi mutu fisik. Penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan variasi konsentrasi ekstrak daun gedi F0 (tanpa ekstrak), F1 (0,5%), F2 (1%) dan F3 (1,5%). Selanjutnya dilakukan pengujian mutu fisik meliputi uji organoleptik dan uji keseragaman bobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) yang diformulasi dalam bentuk sediaan patch memenuhi syarat uji mutu fisik meliputi uji organoleptik dan uji keseragaman bobot.
oksisitas Subkronis Biji Alpukat (Persea Americana Mill) Terhadap Kadar SGOT, SGPT Tikus Putih (Rattus norvegicus) Safitri, Pipit; Irfayanti, Nur Alfia; Musdalifa, Musdalifa
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1886

Abstract

Tanaman alpukat (Persea americana Mill) adalah salah satu tanaman tropis dari family lauraceae yang bersal dari amerika tengah. Biji alpukat mengandung senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid, steroid, terpenoid, saponin,tannin, alkaloid, sedangkan senyawa metabolit primer yaitu magnesium, kalsium, vitamin C dan vitamin E. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penggunaan biji alpukat dalam jangka waktu yang panjang maka perlu dilakukan pengujian untuk memastikan efek toksisitas dari ekstrak etanol biji alpukat dengan variasi dosis 700 mg/kgBB, 850 mg/kgBB dan 1000 mg/kgBB selama pemberian 28 hari secara berturut-turut pada tikus putih untuk melihat efek toksik yang ditimbulkan dengan melihat peningkatan parameter kadar SGOT dan SGPT. Metode maserasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Hewan uji yang digunakan yaitu tikus putih sebanyak 20 ekor dan dibagi dalam 4 kelompok y aitu kelompok 1 Na-CMC 1% dan 2,3,4 diberi dosis perlakuan 700 mg/kgBB, 850 mg/kgBB, 1000 mg/kgBB. Hasil penelitian yang telah dilakukan setelah pemberian ekstrak etanol biji alpukat selama 28 hari pada tikus putih tidak menimbulkan efek toksisitas terhadap kadar SGOT dan SGPT tidak berbeda secara signifikan dengan dosis pemberian kontrol negatif Na-CMC 1%.Kata Kunci: Ekstrak, Alpukat, Subkronis, SGOT, SGPT
Efektivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) Dan Daun Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Terhadap Tikus (Rattus norvegicus) Sahruni, Dian; Musdalifa, Musdalifa; Mustainah, Mustainah
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1887

Abstract

Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin dan alkaloid. Daun kacang panjang (Vigna sinensis L.) mengandung senyawa flavonoid, kalium, vitamin C, dan efektif sebagai menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Efektivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) dan Daun Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) pada kombinasi berapa yang paling efektif pada Tikus (Rattus norvegicus). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (Na-CMC 1%), kontrol positif (Insulin), Ekstrak etanol daun sirsak dan daun kacang panjang dengan konsentrasi 25:75, 50:50, 75:25. Sebelum perlakuan tikus diinduksi dengan Aloksan secara intraperitoneal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirsak dan daun kacang panjang menunjukkan efektivitas antidiabetes pada tikus dengan konsentrasi 50:50 dan 75:25 yang memberikan efektivitas antidiabetes yang paling efektif dan tidak berbeda nyata dengan pemberian larutan insulin sebagai kontrol positif.