Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Menghidupkan Nilai Profil Lulusan dalam Video Pembelajaran Animasi Bersama Sekolah Yunus, Rusyda Nazhirah; Feby , Feby; Harahap, Nursaima; Aswar, Luki; Aji, Satriya Bayu; Rumodhon, Berliansyah; Suandi, Fadli
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v5i2.3305

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menyosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai dalam Profil Pelajar Pancasila (P8), khususnya pada dimensi kesehatan jasmani dan mental. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendampingan pembuatan dan penyebaran video animasi edukatif bertema gaya hidup sehat di lingkungan sekolah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta didik tentang pentingnya kebiasaan hidup sehat, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menjaga kesehatan mental. Pendekatan kegiatan mencakup beberapa tahapan, yaitu sosialisasi tentang konsep kesehatan menyeluruh, pelatihan pengembangan konten edukatif, serta evaluasi terhadap pemahaman peserta didik setelah menyaksikan video. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap positif peserta didik terhadap pentingnya menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik mampu menyebutkan kebiasaan-kebiasaan sehat dan berkomitmen untuk mulai menerapkannya. Kegiatan ini berhasil memberikan kontribusi dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan menanamkan nilai-nilai tanggung jawab terhadap diri sendiri melalui pemeliharaan kesehatan fisik dan mental, serta mendorong peserta didik untuk menjalani gaya hidup sehat secara berkelanjutan.
Analisis Kelayakan Usaha Alpukat dalam Pot di Desa Wisata Jambu Kabupaten Kediri Fauzan, Muhammad Bishma; Artini, Widi; Sidhi, Eko Yuliarsha; Aji, Satriya Bayu; Rahardjo, Djoko
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v5i1.6511

Abstract

Avocado Kelud cultivation in Jambu Tourism Village, Kediri Regency, using the Tabulampot technique (fruit plants in pots), shows great potential as an agribusiness. This training aims to analyze the financial feasibility of the farming business by highlighting the main problems, such as the limitations of optimal application of the Tabulampot technique and the lack of research on its financial feasibility. Data were obtained from farmers' financial records during 2024 through a purposive sampling method. The analysis was carried out to calculate production costs, income, and financial feasibility indicators, such as Break-Even Point (BEP), Revenue-Cost Ratio (R-C Ratio), and Benefit-Cost Ratio (B-C Ratio). The results showed a total production cost of IDR 18,705,815, resulting in a total income of IDR 51,041,250 with a net profit of IDR 32,335,435. BEP was recorded at IDR 19,108 per kilogram, far below the selling price of IDR 45,000 per kilogram. The R-C Ratio value of 2.97 and B-C Ratio of 1.72 indicate that this business is efficient and profitable. This study emphasizes the importance of innovative marketing strategies, production cost management, and optimization of Tabulampot techniques to maintain product competitiveness in the premium market. This study provides practical recommendations for farmers and stakeholders to increase the productivity and sustainability of Tabulampot-based agribusiness, which can become a model for sustainable farming. Budidaya Alpukat Kelud di Desa Wisata Jambu, Kabupaten Kediri, menggunakan teknik Tabulampot (tanaman buah dalam pot) menunjukkan potensi besar sebagai usaha agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha tani tersebut dengan menyoroti permasalahan utama, seperti keterbatasan penerapan teknik Tabulampot secara optimal dan minimnya penelitian mengenai kelayakan finansialnya. Data diperoleh melalui metode purposive sampling dari catatan keuangan petani selama tahun 2024. Analisis dilakukan untuk menghitung biaya produksi, pendapatan, serta indikator kelayakan finansial, seperti Break-Even Point (BEP), Revenue-Cost Ratio (R-C Ratio), dan Benefit-Cost Ratio (B-C Ratio). Hasil menunjukkan total biaya produksi sebesar Rp18.705.815 menghasilkan total pendapatan Rp51.041.250 dengan keuntungan bersih Rp32.335.435. BEP tercatat sebesar Rp19.108 per kilogram, jauh di bawah harga jual Rp45.000 per kilogram. Nilai R-C Ratio sebesar 2,97 dan B-C Ratio sebesar 1,72 mengindikasikan bahwa usaha ini sangat efisien dan menguntungkan. Studi ini menekankan pentingnya strategi pemasaran inovatif, pengelolaan biaya produksi, dan optimalisasi teknik Tabulampot untuk mempertahankan daya saing produk di pasar premium. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi petani dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan agribisnis berbasis Tabulampot, yang berpotensi menjadi model usaha tani berkelanjutan.
Mengubah Sampah menjadi Peluang: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menjadi Barang Bernilai di Desa Woromarto, Kediri Firmansyah, Edo Prastiko Fredi; Prayoga, Reksa Nanda; Probojati, Rasyadan Taufiq; Nareswari, Aptika Hana Prastiwi; Supandji, Supandji; Saptorini, Saptorini; Sutiknjo, Tutut Dwi; Aji, Satriya Bayu; Rahardjo, Djoko
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): MAY
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i1.6470

Abstract

Plastic waste represents a significant global environmental challenge due to its resistance to natural degradation and its widespread pollution impact. In Indonesia, the management of household plastic waste remains inadequate, largely due to limited public awareness and engagement. To address this issue, a community-based initiative was developed to build local capacity for managing plastic waste by creatively repurposing used water gallons into functional trash bins. This approach involved direct, hands-on training and ongoing mentoring of residents in Bangi, Woromarto Village, Purwoasri District, Kediri Regency. The effectiveness of the program was evaluated through participatory observation and systematic documentation of the products created by community members. The findings revealed a significant increase in community participation in recycling activities and the strategic placement of the repurposed trash bins throughout the village, thereby improving local waste management practices. Beyond providing a practical solution for reducing plastic waste accumulation, this initiative fostered positive behavioral changes by encouraging residents to adopt more responsible and sustainable practices centered on environmental stewardship and maximizing the value of discarded materials. Permasalahan sampah plastik merupakan isu global yang memberikan dampak serius terhadap pencemaran lingkungan karena sifat plastik yang sangat sulit terurai secara alami. Di Indonesia, pengelolaan sampah rumah tangga terutama plastik, masih belum optimal akibat rendahnya tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengelola limbah tersebut. Untuk mengatasi permasalahan ini, kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik melalui pemanfaatan galon bekas sebagai bahan utama pembuatan tempat sampah. Pendekatan yang digunakan adalah metode partisipatif melalui pelatihan dan pendampingan langsung kepada warga Dusun Bangi, Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan observasi partisipatif dan dokumentasi hasil karya warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam proses daur ulang serta tersebarnya tempat sampah hasil olahan di berbagai titik desa. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis dalam pengurangan sampah plastik, tetapi memicu perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab, berkelanjutan, dan bernilai guna.
Manajemen Faktor Produksi Usahatani Padi Dengan Pupuk Tambahan POC Andajani, Wiwiek; Pamujiati, Agustia Dwi; Aji, Satriya Bayu; Saadati, Neli; Rahardjo, Djoko
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 6 No 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University - Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v6i2.3122

Abstract

Increasing rice production is an absolute thing to support national food security. This is inseparable from the inputs used by farmers in farming activities, one of which is the use of fertilizers. Fertilization is an important factor for nutrient supply during the plant growth cycle. There are two types of fertilizers used in the community, namely chemical fertilizers and organic fertilizers. The development of the two types of fertilizers is like two sides of a coin. Chemical fertilizers do have the advantage of speeding up the harvest process more than organic fertilizers. Some of the effects of chemical fertilizers are starting from an unbalanced ecosystem. The price of chemical fertilizers is getting more and more expensive amid the farmers' need to accelerate and increase the amount of production. This can be avoided by starting to use organic fertilizers. A study was conducted on the efficiency of rice farming with additional liquid organic fertilizer (POC). Using quantitative research methods, its approach was descriptive and associative analysis. The sample used was 50 farmers in Sawuh Village, Siman District, Ponorogo Regency. The sample was taken from 94 rice farmers who used additional POC fertilizer. Rice farming with additional POC fertilizer can be considered efficient and affects rice production. The average production per hectare was 7,296 Kg of harvested dry grain. The average cost incurred for rice farming using additional POC fertilizer was IDR18,263,319 per hectare. The income of rice farming using additional POC fertilizer per hectare was IDR14,932,207 in one growing season.Peningkatan produksi padi adalah suatu hal yang mutlak demi menunjang ketahanan pangan nasional. Hal ini tidak terlepas dari input yang digunakan oleh petani dalam aktifitas bercocok tanam, salah satunya adalah penggunaan pupuk. Pemupukan sebagai faktor penting untuk persediaan unsur hara selama siklus pertumbuhan tanaman. Penggunaan pupuk di masyarakat ada dua jenis, yaitu pupuk kimia dan pupuk organik. Perkembangan kedua jenis pupuk tersebut seakan seperti dua sisi koin. Pupuk kimia memang memiliki keunggulan untuk mempercepat proses panen daripada pupuk organik. Beberapa dampak pupuk kimia ialah mulai dari ekosistem yang menjadi tidak seimbang. Harga pupuk kimia yang semakin hari semakin mahal di tengah kebutuhan petani untuk mempercepat dan memperbanyak jumlah produksinya. Hal tersebut bisa dihindari dengan mulai penggunaan pupuk organik. Artikel ini melakukan peneltian yang berfokus pada efisiensi usahatani padi dengan pupuk tambahan Pupuk Organik Cair (POC). Menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis asosiatif. Sampel yang digunakan sebanyak 50 petani di Desa Sawuh Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Sampel tersebut diambil dari 94 petani padi yang menggunakan pupuk tambahan POC. usahatani padi dengan pupuk tambahan POC bisa dinilai efisien beserta memiliki pengaruh terhadap produksi padi. Rata-rata produksi per Hektar adalah 7.296 Kg gabah kering panen. Rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk usahatani padi yang menggunakan pupuk tambahan POC adalah sebesar Rp18.263.319 per hektar. Pendapatan usahatani padi yang menggunakan pupuk tambahan POC per Hektarnya sebesar Rp14.932.207 dalam satu musim tanam.
Penulisan Cerita Pendek Mengenai Lingkungan Alam di Mubut Darat Aji, Satriya Bayu; Antoni, Condra; Siahaan, Arta Uly
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/abdimaspolibatam.v5i1.3594

Abstract

The shift from an industrial city to a tourist city in Batam may have a negative impact on the sustainability of its coastal environment, one of which is on Mubut Darat, which is planned to become a tourist destination. In addition to science, there is a need for a cultural approach through ecocriticism to reduce and prevent the negative impact of damage to the environment, disguised under the need for development. It is clear that humans are part of nature and the dualism of culture and nature is one of the main issues in ecocriticism. The main purpose of this article is to explore the perspective of the local community regarding the development of tourist villages and the problems of damage to the environment that goes along with it. The data were obtained through interviews with the managers of Mubut Darat beach and Batam Pos crews. Through the interview, informants are invited to participate in a dialogue, receive feedbacks, and express their opinions. The resulting short story is published in the form of a short story in Batam Pos' Zetizen column as a medium to promote Mubut Darat beach and offer readers perspective on environmental issues. According to the interview, the characters, plot, and setting of the story are interesting and easy to understand. However, the issue of environment is not suitable to be conveyed through the genre of romance.
Sosialisasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Sebagai Wujud dan Strategi Menciptakan Kehidupan yang Berkelanjutan di Era Modern Yunus, Rusyda Nazhirah; Aji, Satriya Bayu; Harahap, Nursaima; Rumodhon, Berliansyah; Aswar, Luki
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/abdimaspolibatam.v6i1.8956

Abstract

This community service activity aims to socialize the concept of a sustainable lifestyle in Proyek Penguatan Profil PelajarPancasila (the project to improve the reinforcement value of Pancasila for students) by highlighting the importance of waste managementand planting trees. The activity was carried out to increase students' skills and awareness in managing organic waste as part of the effort to improve the reinforcement value of Pancasila, especially in terms of environmental issues. The approach includes several stages, which aresocialization of the importance of a sustainable lifestyle and the understanding of waste and plants. The results of this activity show an increase in students' awareness of the importance of waste management and planting trees as well as the implementation of a sustainable lifestyle. The data shows that students acquire an improved understanding of a sustainable lifestyle. Students are increasingly aware of themany things they can do to foster a sustainable lifestyle, which they can incorporate into their daily routines. This activity managed to contribute to improving the reinforcement value of Pancasila by grounding it in the context of environmental issues as well as enhancing students' practical skills in using everyday tools to minimize the damage to the environment to maintain a sustainable lifestyle.
Format Debat Parlemen Inggris untuk Mengenalkan Isu Kontemporer: Studi Kasus Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia 2021 Aji, Satriya Bayu
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 2 (2022): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v2i2.899

Abstract

Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) mengadopsi sistem Parlemen Inggris sejak tahun 2021. Artikel ini mengkaji mosi sebagai komunitas Asia, Dewan ini tidak akan mendukung gerakan pro minoritas lainnya seperti Black Lives Matter, gerakan Feminist, gerakan Chicano/Latino yang diangkat pada babak perempat final KDMI 2021. Penelitian ini bertujuan menganalisis debat di dua ruang yang berbeda, yang berlangsung pada babak perempat final KDMI 2021. Argumen yang digunakan akan dibandingkan dengan temuan dalam artikel terkait. Data berasal dari transkrip video perempat final KDMI 2021. Model Toulmin digunakan dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiap ruang mempunyai variasi isu yang diangkat, namun terdapat tiga isu yang memiliki kemiripan. Berdasarkan data yang diperoleh, model juri sebagai warga yang sadar akan hak pilihnya tidak serta merta menghilangkan subjektivitas dalam penilaian. Dengan membandingkan argumen dalam debat dengan konsep terkait dalam penelitian sebelumnya, sulit menentukan apa saja yang harus diketahui dan tidak diketahui seorang juri.
Analisis Organisasi Tuturan dalam Indonesia Sales Competition 2020-2021 Aji, Satriya Bayu
Aktiva : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/aktiva.v4i1.1979

Abstract

Sebagai bagian dari South-East Asian Sales Competition (SEASAC), sejak tahun 2020 dilaksanakan ISAC, yang merupakan kompetisi di bidang penjualan di tingkat nasional. ISAC yang pertama dilaksanakan secara daring. Pada tahun berikutnya, terdapat perubahan tata cara pelaksanaan. Babak final ISAC 2021 dilaksanakan secara luring di universitas tuan rumah dengan mengundang para finalis yang lolos dari tahap sebelumnya pada babak penyisihan yang masih dilaksanakan secara daring. Meskipun sudah banyak artikel yang mengetengahkan efektivitas penerapan kompetisi sebagai metode pengajaran kemampuan di bidang penjualan, jarang yang menyoroti aspek kebahasaan yang ada di dalamnya, meskipun jelas bahwa bahasa mempunyai peran yang besar di sana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi yang terjadi dalam suatu babak kompetisi tenaga penjualan. Data berasal dari video babak final. Analisis yang dilakukan berhasil menunjukkan bagaimana peserta yang berperan sebagai penjual dan pembeli mewujudkan kegiatan pertemuan di bidang penjualan secara B2B melalui tiap tuturan yang berurutan.
An Integrated Approach to Land Condition Mapping:Combining Terrestrial Surveys, Photogrammetry, and GIS for Data Center Development in Nongsa Special Economic Zone Irawan, Sudra; Anggoro, Prastiwo; Pratama, Rizki Widi; Rassarandi, Farouki Dinda; Nainggolan, Marsanda; Basri, Muhammad Adi Hasan; M. Rajab Al Hakim; Sembiring, Fridheani Reshana; Simanjuntak, Pernando; Artini, Tia; Aji, Satriya Bayu
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 10 No. 02 (2025): JGEET Vol 10 No 02 : June (2025)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2025.10.02.21462

Abstract

Accurate and comprehensive land condition mapping is crucial for infrastructure development planning, particularly for data center construction in Nongsa Special Economic Zone (SEZ). This research integrates terrestrial survey, photogrammetry, and geographic information system (GIS) data to produce optimal land condition maps. The methodology involves field data collection through terrestrial measurements, aerial photography using photogrammetry, and data processing/analysis using GIS tools. This integrated approach enables the creation of comprehensive land condition maps, incorporating topography, land use, and other supporting parameters. The results demonstrate improved mapping accuracy and detailed spatial information, supporting informed location decisions. Eleven thematic maps were created, including topography, longitudinal and transverse profiles, composite volume, DSM/DTM contours, land cover, soil type, slope, water density, and flood hazard maps. Flood hazard analysis reveals that Nongsa has low (1.13 km²), moderate (61.16 km²), high (34.32 km²), and very high (0.0078 km²) flood risk areas. The majority of Nongsa (61.16 km²) falls within the moderate flood risk category. This research identifies that a significant portion of Nongsa, specifically 61.16 km², is categorized as having a moderate flood risk, highlighting the need for targeted infrastructure planning and risk mitigation strategies in the development of data centers within the SEZ. The results of this study also provide important insights into the impact of land use changes on the local ecosystem, making them valuable for planning more environmentally friendly and sustainable development.
Implementasi Strategi Brand Awareness Produk Jadam Sulfur “JDM” melalui Kolaborasi Komunitas Petani Nareswari, Aptika Hana Prastiwi; Kustiani, Edy; Sidhi, Eko Yuliarsha; Aji, Satriya Bayu; Dewi, Wiwin Septia
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.7082

Abstract

Implementasi brand awareness produk Jadam Sulfur (JDM) melalui pendekatan kolaboratif bersama komunitas petani merupakan inovasi dalam memperkenalkan produk pertanian ramah lingkungan di tingkat masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga bulan di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, mencakup tahap persiapan, produksi JDM, pelatihan pembuatan, demonstrasi lapang, hingga promosi berbasis komunitas. Penerapan strategi promosi yang memadukan edukasi partisipatif, pemasaran sederhana, dan pendekatan berbasis pengalaman nyata petani merupakan keunggulan dari kegiatan ini. Metode ini tidak hanya meningkatkan kesadaran merek hingga lebih dari 90%, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam memahami nilai ekonomi dan ekologi produk organik. Kolaborasi antara tim pelaksana dan petani berhasil membangun kepercayaan, memperluas jejaring distribusi lokal, serta menumbuhkan kesadaran terhadap praktik pertanian berkelanjutan. Implementasi di masyarakat menunjukkan bahwa penguatan merek berbasis komunitas lebih efektif disbanding promosi konvensional karena melibatkan peran aktif petani sebagai duta merek. Secara keseluruhan, model ini berpotensi direplikasi untuk memperkuat posisi produk ramah lingkungan di pasar lokal dan meningkatkan kemandirian ekonomi petani melalui inovasi sosial berbasis pengetahuan lokal.