Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Belajar Mandiri pada Mata Kuliah Operasional Riset melalui Self-Regulated Learning Fitriatien, Sri Rahmawati; Mutianingsih, Ninik
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i1.595

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi mahasiswa yang masih kurang memiliki self concept dalam mempelajari mata kuliah operasional riset. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perkembangan kemampuan diri dalam menyelesaikan permasalahan sistem pengambilan keputusan yang dimiliki mahasiswa secara mandiri. Subjek penelitian sebanyak 49 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, terdiri dari angkatan 2017-B dan 2017-C. Metode penelitian yaitu penelitian tindakan kelas yang difokuskan pada proses perbaikan pembelajaran secara mandiri melalui self-regulated learning. Data kuantitatif diperoleh melalui tes tulis sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi dan wawancara. Analisis data penelitian ini menggunakan perhitungan persentase nilai rata-rata dengan batasan persentase nilai rata-rata minimal 75% maka pelaksanaan proses perbaikan dapat dihentikan. Temuan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses perbaikan pembelajaran melalui self-regulated learning mampu mengarahkan mahasiswa untuk belajar mandiri secara aktif dan memberikan motivasi dalam berkompetisi secara positif sehingga memperoleh hasil capaian pembelajaran yang lebih baik. This research is motivated by the condition of students who still lack self-concept in studying operational research subjects. The purpose of this study is to determine the development of the ability to self in solving the problem of decision-making systems that are owned by students independently. This study was implemented at the University of PGRI Adi Buana Surabaya, participated by 49 undergraduate students majoring in Mathematics Education, 2017-B and 2017-C. The research method used is classroom action research focused on the process of improving learning independently through self-regulated learning. Quantitative data were obtained through written tests while qualitative data were obtained through observation and interviews. Analysis of the data used in this study using the calculation of the percentage of the average value with a limit of the average percentage value of at least 75%, then the implementation of the improvement process can be stopped. The finding of this study indicates that the learning improvement process through self-regulated learning can direct the students to actively self-learn and motivate them to compete positively to obtain a better learning outcome.
INVESTIGASI PERSEPSI CALON GURU MATEMATIKA TENTANG TPACK Mutianingsih, Ninik; Prayitno, Lydia Lia; Chamidah, Amalia; Lestari, Dhea Ayu
TRANSFORMASI Vol 7 No 2 (2023): TRANSFORMASI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Pendidikan Matematika FMIPA Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tr.v7i2.3056

Abstract

This pedagogical research discusses the technology used by prospective mathematics teachers at two private universities in Surabaya. 88 prospective mathematics teachers filled out the TPACK questionnaire and the data were analyzed descriptively using mean, standard deviation, and correlation test with the help of SPSS version 25. The results of this study showed that CK, PK, TK, and TPTCK simultaneously had an influence on the TPACK of prospective mathematics teachers at PGRI Adi Buana University Surabaya and Wijaya Kusuma University Surabaya. This is supported by the ANOVA test with result of sign = .000 < .05 so it can be said that the prospective mathematics teachers involved in this research have knowledge of all TPACK components. The results of this research recommend follow-up action to gain deeper insight into the implementation of TPACK for prospective teachers which is supported by existing infrastructure in the university environment as a means of learning prospective teachers as well as developing strategies for their mindset.
Membangun Number Sense pada Anak TK A berdasarkan sudut pandang Semantik Prayitno, Lydia Lia; Mutianingsih, Ninik; Insani, Aulia
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.4460

Abstract

Anak TK mengalami kesulitan mengidentifikasi angka dan menghubungkan banyaknya benda dengan jumlah yang tepat. Hal ini berimplikasi pada number sense sebagai bagian penting dalam perkembangan kognitif anak usia TK. Empat orang ustadzah dan 32 siswa TK A Aisyiyah Bustanul Athfal 31 Surabaya terlibat dalam penelitian deskriptif eksploratif untuk mendeskripsikan proses membangun number sense. Penelitian ini bersifat fleksibel dan tidak kaku karena disesuaikan dengan tema setiap minggunya selama tiga bulan dimulai bulan Juni 2022 sampai dengan Agustus 2022. Proses pembelajaran direkam menggunakan handycam, diobservasi, dan dilakukan pencatatan lapangan selama penanaman number sense. Selama pengumpulan data, peneliti mengobservasi pembelajaran menggunakan lembar observasi dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan kesejajaran dan konstruksi semantiknya melalui pemilihan data, pengelompokkan data, dan menyimpulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan proses yang dilakukan ustadzah untuk membangun number sense pada anak TK A melalui proses (1) membilang tanpa makna, (2) mengenalkan korespondensi satu-satu antara bilangan dengan objek nyata, (3) mengurutkan bilangan, dan (4) mengenalkan konsep kardinalitas.
KOMPETENSI CALON GURU MATEMATIKA MENGEMBANGKAN LKPD DITINJAU DARI PERSPEKTIF MEA Prayitno, Lydia Lia; Mutianingsih, Ninik; Harmono, Bayu Akbar; Mawaddah, Iffa Waidatul; Ula, Nur Shuhufil; Sugandi, Eko; Chamidah, Amalia
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 8 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v8i2.7930

Abstract

Penerapan kurikulum Merdeka, seorang guru dituntut mengarahkan proses pembelajaran menjadi lebih inovatif, kreatif, menyenangkan, dan memerdekakan siswa untuk belajar melalui pengembangan LKPD berbasis MEA. 26 calon guru matematika terlibat dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi kompetensi calon guru matematika dalam mengembangkan LKPD ditinjau dari perspektif MEA. Penelitian deskriptif kuantitatif ini melibatkan calon guru yang menempuh Pendidikan di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dari calon guru ketika menempuh mata kuliah Program Pengalaman Lapangan. Data dianalisis menggunakan prosentase kompetensi calon guru berdasarkan perspektif MEA. Hasil analisis data berdasarkan indikator perspektif MEA diperoleh 76,92% calon guru belum kompeten mengembangkan LKPD dan sisanya kompeten. Akan tetapi, ada kelemahan dari LKPD yang dikembangkan oleh calon guru matematika yaitu belum memenuhi prinsip self assessment yang seharusnya ada pada LKPD dan pemberian Latihan mandiri perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut. Implikasinya perlu ada pembekalan bagi pengampu mata kuliah yang mengajarkan pengembangan LKPD untuk memperhatikan sasaran pembuatan LKPD yang memperhatikan latar belakang siswa secara keseluruhan sehingga dapat mengakomodir situasi di kurikulum Merdeka. Para pengampu mata kuliah juga perlu mengikuti perkembangan masa yang ada agar para calon guru tidak mengalami kebingungan dalam mengonstruk pengetahuan melalui petunjuk di LKPD.
Penerapan PjBL Dalam Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah PLSV di Kelas VIII SMP Darul Muta’allimin Alfa Rohmatun Ni&#039;mah; Ninik Mutianingsih; Lydia Lia Prayitno
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.18660

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa untuk melakukan penyelesaian masalah matematika mengenai Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) disebabkan ketidakpahaman terhadap materi prasyarat yang mendasari konsep PLSV. Mengatasi hal tersebut peneliti menerapkan model PjBL guna meningkatkan keterampilan pemecahan masalah matematis yang merujuk pada teori Sumarmo. Tujuannya guna mengetahui perbandingan antara pengaruh model PjBL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis materi PLSV di kelas VIII SMP Darul Muta’allimin. Pendekatan kuantitatif deskriptif dengan jenis quasi experimen  serta desain post-test only control group diterapkan pada kajian ini. Populasi dalam kajian mencakup keseluruhan siswa kelas VIII di SMP Darul Muta’allimin dengan dua kelas sebagai sampel: kelas VIII-A kelompok kontrol dan kelas VIII-B kelompok eksperimen dipilih melalui teknik Simple Random Sampling. Data dilaksanakan dengan tes serta hasilnya dianalisis memakai uji Independent Samples t-test yang sebelumnya telah uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk dan uji homogenitas melalui Variance Homogeneity Test. Pada uji Independent Samples t-test,hasil analisis data didapat nilai sig = 0,000 < 0,05. Perihal ini menampilkan bahwasanya model PjBL memengaruhi secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi PLSV di kelas VIII SMP Darul Muta’allimin. Sehingga, mampu ditarik Kesimpulan bahwasanya penerapan model PjBL efektif dalam memberikan peningkatan terhadap keterampilan pemecahan masalah matematis siswa. Peneliti menyarankan agar model ini dikembangkan dan diimplikasikan dalam pembelajaran matematika lainnya guna alternatif memberikan peningkatan terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa.
Profil Kemampuan Penalaran Logis Calon Guru Matematika dalam Menyelesaikan Pembuktian Logika Ditinjau dari Adversity Quotient Ninik Mutianingsih; Eko Sugandi; Lydia Lia Prayitno; Agus Prasetyo Kurniawan; Maghfirotul Latifah
JES-MAT: Jurnal Edukasi dan Sains Matematika Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jes-mat.v12i2.95

Abstract

Kemampuan penalaran logis merupakan kompetensi fundamental yang wajib dimiliki oleh calon guru matematika dalam memecahkan masalah pembuktian logika. Namun, pencapaian kemampuan ini kerap dipengaruhi oleh daya tahan mental mahasiswa dalam menghadapi kesulitan, yang dikenal sebagai Adversity Quotient (AQ). Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk menganalisis profil kemampuan penalaran logis calon guru matematika ditinjau dari kriteria AQ (climbers, campers, dan quitters). Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari tiga mahasiswa calon guru mewakili masing-masing kategori AQ (KYA sebagai climbers, NNA sebagai campers, dan SMP sebagai quitters). Data dikumpulkan melalui angket AQ, tes kemampuan penalaran logis, dan wawancara berbasis tugas, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Subjek climbers (KYA) memenuhi seluruh indikator penalaran logis (mengumpulkan fakta, menetapkan asumsi, menilai asumsi, dan menentukan kesimpulan) secara sistematis dan valid; (2) Subjek campers (NNA) memenuhi tiga indikator dan hanya belum memenuhi indikator mengumpulkan fakta secara tertulis; serta (3) Subjek quitters (SMP) belum memenuhi seluruh indikator penalaran logis secara substantif karena cenderung menarik kesimpulan secara spekulatif tanpa prosedur pembuktian yang sah. Temuan ini menegaskan bahwa adanya perbedaan profil kemampuan penalaran logis pada subjek dengan kategori AQ yang berbeda.
Kesalahan Calon Guru Matematika Dalam Mengembangkan Modul Ajar Jenjang Sekolah Menengah Lydia Lia Prayitno; Ninik Mutianingsih; Dea Ayu Lestari; Annisa Dewi Ainur Rosyidah; Dadang Sumianto
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.021 KB) | DOI: 10.25139/smj.v11i1.5694

Abstract

Teachers are educators who are required to have pedagogical, professional, social, and personality competencies. The role of educational institutions prepares prospective teachers to have these competencies. This paper is a descriptive study involving 25 prospective mathematics teachers who program field experience courses in schools. This course requires a prospective teacher to develop mathematics teaching modules for the high school level. So, the purpose of this study describes the mistakes of prospective mathematics teachers in developing mathematics teaching modules. The data is collected through the documentation by collecting mathematics teaching modules developed by the prospective teachers, and then analyzed based on three components, such are general information, core information, and attachments. The results of this study indicate that the mistakes made by prospective teachers in the general information component happen in determining the model, approach, learning method, diagnostic results, time duration, and meetings assigned. Then, the mistakes in core components happen when prospective teachers determine meaningful understanding, triggering questions, designing assessments, not explaining learning syntax, scientific approach, 21st-century skills, Pancasila student profiles, and differentiation. Furthermore, in the attachment component, the mistakes happen in the development of LKPD which is not yet constructivist and can be done individually, has not developed appropriate learning media, has not been appropriate in developing remedial and enrichment programs, and has not written glossarial in mathematics teaching module. Keywords: mistakes, development, teaching module, Merdeka curriculum