Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Model Pembelajaran Kooperatif Berbantuan Flashcard Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Salbiah, Salbiah; Titin, Titin; Wahyuni, Eko Sri; Ningsih, Kurnia; Yuniarti, Anisyah
Jurnal Biotek Vol 12 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jb.v12i2.48340

Abstract

This study aimed to improve the learning outcomes of seventh-grade students in class VII A at SMPN 22 Pontianak on living organisms' classification through a cooperative learning model assisted by flashcards. The Classroom Action Research (CAR) model has two cycles, each including four stages: planning, implementation, observation, and reflection. Data collection methods involved the learning outcome tests, observation sheets, and documentation. This research focused on analyzing changes in students' understanding of active and interactive learning strategies using flashcards. The results showed a significant improvement in student learning outcomes; the mastery level was 81.25% in the first cycle, which increased to 87.50% in the second cycle. This increase indicates that the cooperative learning model assisted by flashcards not only enhances student engagement in the teaching-learning process but also effectively strengthens their understanding of the material on the classification of living organisms. The findings suggest that integrating cooperative methods with visual aids, like flashcards, can be an effective pedagogical strategy to enhance the quality of education in schools.
Overview of Waste Final Processing Place (TPA), Kubu Raya: A Descriptive Study Hajimi, Hajimi; Fauzi, Muhammad Rizki; Salbiah, Salbiah
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v4i2.276

Abstract

The Kubu Raya landfill uses an open dumping system in its operations. (This method is no longer recommended for use in Indonesia).  In this research, we describe the conditions surrounding the Kubu Raya TPA using observational methods and interviews with a descriptive approach. We describe landfill operations, infrastructure and facilities, daily waste volume, Kubu Raya landfill resources, remaining land, and service life. We also discuss future landfill land needs. The Kubu Raya landfill uses an open dumping system and does not practice vector control. The leachate collection facilities don't function, and the landfill's existing facilities and infrastructure need improvement. We have 270 m3 of waste entering Kubu Raya landfill each day, with a workforce of 37. The landfill covers 270 ha, and its remaining service life is approximately 300.84 days. In Kubu Raya Regency, it is necessary to consider adding 14.6 ha of land or building a new landfill. We need vector control efforts, infrastructure improvements, and considerations for additional land to make Kubu Raya TPA's waste management more environmentally friendly and efficient.
GAMBARAN KADAR UREUM DAN KREATININ PENDERITA GANGGUAN JIWA YANG MENDAPAT TERAPI OBAT ANTIPSIKOTIK DI RSKD DUREN SAWIT JAKARTA TIMUR Prasetyorini, Tri; Salbiah, Salbiah; Purwanti, Angki; Pani, Silvia Septi
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v8i2.1861

Abstract

Gangguan jiwa masih menjadi masalah sosial dan kesehatan yang jumlahnya masih banyak di Indonesia khususnya di Jakarta. Banyak dari penderita gangguan jiwa belum memiliki akses terhadap perawatan efektif dan juga banyak yang mengalami stigma dan diskriminasi. Gangguan jiwa umumnya ditandai dengan kerusakan emosi, pikiran dan perilaku, oleh karena itu penderita gangguan jiwa akan mendapatkan terapi obat antipsikotik untuk mengurangi gejala kekambuhan, namun konsumsi obat dengan dosis besar dan jangka waktu yang lama dapat berpengaruh terhadap penurunan sistem fungsi ginjal yang ditandai dengan kenaikan kadar ureum dan kreatinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar ureum dan kreatinin penderita gangguan jiwa yang mendapat terapi obat antipsikotik di RSKD Duren Sawit. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan mengambil 110 data sekunder dari catatan rekam medik di RSKD Duren Sawit periode Januari 2023 – April 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita gangguan jiwa adalah laki-laki (73%) dengan rentang usia 21-40 tahun (51%), penderita gangguan jiwa sebagian besar sudah mengkonsumsi obat lebih dari 6 tahun (52%), penderita gangguan jiwa sebagian besar mengkonsumsi jenis obat antipsikotik atipikal (92%). Hasil penelitian dapat disimpulkan dari 110 penderita gangguan jiwa kadar ureum sebagian besar masih normal (77%) dan hasil penelitian kadar kreatinin sebagian besar juga kadarnya masih normal (82%).Gangguan jiwa masih menjadi masalah sosial dan kesehatan yang jumlahnya masih banyak di Indonesia khususnya di Jakarta. Banyak dari penderita gangguan jiwa belum memiliki akses terhadap perawatan efektif dan juga banyak yang mengalami stigma dan diskriminasi. Gangguan jiwa umumnya ditandai dengan kerusakan emosi, pikiran dan perilaku, oleh karena itu penderita gangguan jiwa akan mendapatkan terapi obat antipsikotik untuk mengurangi gejala kekambuhan, namun konsumsi obat dengan dosis besar dan jangka waktu yang lama dapat berpengaruh terhadap penurunan sistem fungsi ginjal yang ditandai dengan kenaikan kadar ureum dan kreatinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar ureum dan kreatinin penderita gangguan jiwa yang mendapat terapi obat antipsikotik di RSKD Duren Sawit. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan mengambil 110 data sekunder dari catatan rekam medik di RSKD Duren Sawit periode Januari 2023 – April 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita gangguan jiwa adalah laki-laki (73%) dengan rentang usia 21-40 tahun (51%), penderita gangguan jiwa sebagian besar sudah mengkonsumsi obat lebih dari 6 tahun (52%), penderita gangguan jiwa sebagian besar mengkonsumsi jenis obat antipsikotik atipikal (92%). Hasil penelitian dapat disimpulkan dari 110 penderita gangguan jiwa kadar ureum sebagian besar masih normal (77%) dan hasil penelitian kadar kreatinin sebagian besar juga kadarnya masih normal (82%).
PENYULUHAN PENCEGAHAN ASAM URAT DENGAN MENGGUNAKAN TANAMAN HERBAL DI DESA LAMPOH SIRONG KABUPATEN PIDIE Kasrawati, Kasrawati; Salbiah, Salbiah; Vatica, Jeny Riska
Al Ghafur : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): JULI
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam urat merupakan hasil metabolisme akhir dari purin yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat dalam inti sel tubuh. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Lampoh Sirong Kabupaten Pidie mengenai pencegahan penyakit asam urat serta penggunaan tanaman herbal yang aman dan efektif. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan demonstrasi guna memberikan pemahaman terkait faktor resiko, gejala serta penanganan asam urat dengan pendekatan berbasis pengetahuan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penyakit asam urat masih perlu ditingkatkan. Setelah penyuluhan terjadi peningkatan pemahaman mengenai faktor resiko, gejala serta cara penanganan yang tepat. Selain itu masyarakat memperoleh informasi mengenai jenis-jenis tanaman herbal yang dapat digunakan serta cara penggunaannya secara aman. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa edukasi yang terarah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit asam urat dan penggunaan tanaman herbal yang tepat.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATERI RUANG LINGKUP BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 MUTIARA Makawiyah, Makawiyah; Zuraida, Zuraida; Salbiah, Salbiah
Jurnal Sains Riset Vol 14, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v14i1.2548

Abstract

Research with the title Application of the Inquiry Learning Model in Biology Scope Material to Improve Learners Learning Outcomes at SMA Negeri 1 Mutiara. This research aims to determine the improvement in learners' learning outcomes through the application of the inquiry learning model to biology scope material at SMA Negeri 1 Mutiara. The population is all learners of class X MIPA SMA N 1 Mutiara consisting of 6 classes with a total of 180 learners. Of the six classes by using a random sampling technique (random method) to determine the experimental class and control class. The data collection technique for this research is a test technique in the form of 25 multiple-choice questions. From the results of data analysis, it was obtained that tcountttable was 4.511.67 at a significance level of 0.05. Based on these data, the hypothesis formulated, namely that the application of the Inkuri learning model can increase learners ' understanding of learning concepts in biology scope material in class X SMA N 1 Mutiara, can be accepted as true.Keywords : Inquiry Learning Model, Learning Outcomes, Scope of Biology
ANALISIS KADAR SERUM GLUTAMIC PIRUVIC TRANSAMINASE DAN SERUM GLUTAMIC OXALOACETIC TRANSAMINASE PADA PASIEN TUBERKULOSIS YANG MENJALANI PENGOBATAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS Salbiah, Salbiah; Diah Lestari; Dina Indarsita; Halimah Fitriani Pane; Yasmine Amira Fadila
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 19 No. 1 (2024): Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v19i1.2120

Abstract

Introduction: Since 1995, Indonesia began to adopt the Directly Observed Treatment Shortcourse Chemotherapy (DOTS) system in controlling tuberculosis. The main drugs recommended in this system are Antituberculosis Drugs (OAT) consisting of Isoniazid (H), Rifampicin (R), Pyrazinamide (Z), and Ethambutol (E). The use of Anti-Tuberculosis Drugs can cause side effects which are still other problems, such as liver damage which is characterized by an increase in transaminase enzymes. Therefore, monitoring liver function is very important. The routine examination carried out is a serum transaminase examination, namely SGOT (AST) and SGPT (ALT). Therefore, monitoring liver function is very important. The routine examination carried out is a serum transaminase examination, namely SGOT (AST) and SGPT (ALT). Objective: the aim of this study is to determine whether there is a difference between SGOT and SGPT levels before and after treatment with Antituberculosis Drugs . Method: The research design was cross-sectional analytic using secondary data from examination results of SGOT and SGPT levels from adult tuberculosis sufferers who were undergoing treatment at Cileungsi Regional Hospital, totaling 70 people. The research was conducted from January to August 2023. Results: There was an increase in SGOT levels by 104%, namely from 21.61 IU/L before treatment to 43.47 IU/L and SGPT levels increased by 107%, namely from 16.41 IU/L before treatment to 34.47 IU /L.. The Wilcoxon test showed a significant difference of 0.000 (p <0.05) for SGOT and SGPT levels before and after treatment.. Conclusion: there is a significant difference between SGOT and SGPT levels before and after treatment with antituberculosis drugs.
Peran Kualitas Pribadi Konselor untuk Membangun Kedekatan Emosional dengan Konseli dalam Pelaksanaan Konseling Linda, Linda; Damanik, Nur Ainun; Salbiah, Salbiah; Asbi, Asbi
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2024): Sublim: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pribadi konselor memainkan peran fundamental dalam membangun kedekatan emosional dengan konseli selama proses konseling. Seorang konselor profesional harus memiliki kualitas pribadi yang efektif, karena kepribadian konselor adalah faktor kritis dalam keberhasilan konseling. Studi ini menyoroti pentingnya kualitas pribadi konselor, seperti empati, kejujuran, penerimaan, dan kemampuan komunikasi yang baik, yang secara signifikan mempengaruhi efektivitas konseling. Kedekatan emosional antara konselor dan konseli sangat penting karena menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan terbuka bagi konseli untuk berbagi pengalaman dan masalah mereka. Kedekatan ini membantu konselor memahami konseli dengan lebih baik dan memberikan intervensi yang tepat. Membangun hubungan positif dan saling percaya dengan konseli difasilitasi oleh kemampuan konselor untuk menampilkan kualitas pribadi yang positif. Studi ini juga menekankan pentingnya pengembangan diri yang berkelanjutan bagi konselor melalui pendidikan formal, pelatihan, dan refleksi diri untuk mempertahankan efektivitas dalam memberikan dukungan yang berarti kepada klien mereka
KAPITA SELEKTA BIMBINGAN KARIR, PERAN KONSELOR DALAM MEMBANTU INDIVIDU MENEMUKAN KARIR YANG TEPAT DALAM BIMBINGAN KARIR Ainun Damanik, Nur; Salbiah, Salbiah; lesmana, Gusman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 6 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i6.2024.2357-2361

Abstract

Konseling adalah proses interaktif yang melibatkan seorang profesional terlatih, disebut konselor, bekerja dengan individu atau kelompok untuk membantu mereka memahami dan mengatasi masalah pribadi, emosional, dan psikologis. Tujuan utama konseling adalah untuk membantu individu lebih memahami diri mereka sendiri, meningkatkan hubungan interpersonal, dan mengembangkan strategi yang efektif untuk menghadapi tantangan hidup. Dalam konteks perencanaan karir, kapita selekta mengacu pada kumpulan topik penting yang perlu dipahami oleh individu dan profesional untuk merancang jalur karir yang efektif dan memuaskan. Penelitian ini menggunakan metode "library study" untuk mengumpulkan dan menganalisis literatur yang ada, dengan tujuan memperoleh pemahaman mendalam tentang perencanaan karir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapita selekta perencanaan karir mencakup berbagai topik penting seperti peningkatan pemahaman diri, kesadaran akan pilihan karir, pengembangan keterampilan pencarian kerja, perencanaan karir yang lebih baik, dan adaptasi terhadap perubahan. Setiap topik memberikan panduan bagi individu dalam mengelola dan mengembangkan karir mereka di tengah dinamika pasar kerja yang terus berubah. Penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman diri, informasi karir yang akurat, keterampilan pencarian kerja yang efektif, perencanaan karir yang terstruktur, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan sebagai faktor kunci dalam mencapai kesuksesan karir. Dengan memanfaatkan alat dan teknologi modern, individu dapat membuat keputusan karir yang lebih tepat dan mencapai kepuasan dalam kehidupan kerja mereka. Kapita selekta perencanaan karir memberikan panduan komprehensif bagi individu dalam merancang dan mengelola karir mereka, sehingga dapat mencapai kesuksesan dan keseimbangan dalam kehidupan kerja mereka.