Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Karakterisasi Simplisia dan Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L) Dhea Nur Fadhilah; Suharyanisa; Dumartina Hutauruk; Siti Nurbaya
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.901 KB) | DOI: 10.55606/jikg.v1i1.961

Abstract

Secang wood is one of the plants that contains many antioxidants, secondary metabolites and antibacterial compounds. This study aims to determine characterization of simplicia and chemical substances of Secang wood extract. Secang wood which was already in the form of simplicia was extracted by maceration using 96% ethanol solvent and the extract was concentrated with a rotary evaporator at a temperature of 40°C, then screening and characterization tests were carried out. The results of this study showed that phytochemical screening of the ethanol extract of sappan wood (Caesaloinia sappan L) showed the presence of flavonoid, tannin, saponin, alkaloid, steroid, and phenolic compounds. Characterization of simplicia obtained results at water content (3.95%) water soluble extract (11.01%), ethanol soluble extract (17.22%), total ash content (1.81%) and non-soluble ash content. acid soluble (0.28%).
Evaluasi Kombinasi Infusa Daun Sirih (Piper betle L.) dan Infusa Rimpang Jahe (Zingiber officinale-Roscoe) terhadap Tikus Jantan (Rattus norvegicus) Galur Wistar Sebagai Model Hiperglikemia Dhea Nur Fadhilah; Manahan Situmorang; Dumartina Hutahuruk; Julia Susanti
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 1 No. 3 (2023): Juli: Jurnal Imu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikg.v1i3.1731

Abstract

Hyperglycemia occurs when the body's condition is too much blood glucose that exceeds normal limits in the body because the body does not produce insulin properly. Betel leaves and ginger rhizomes have long been used by the people in Indonesia as traditional medicines that are believed to reduce blood glucose levels. This study aims to determine the effectiveness of betel leaves and ginger rhizomes empirically to reduce blood glucose levels in hyperglycemia male rats. Betel leaves and rhizomes of ginger are made in the form of infusions and used on 30 heads of hyperglycemia mice divided into 6 groups. Normal group, negative group induced alloxane, positive group (glibenklamide), betel leaf infusion group, ginger rhizome infusion group, betel leaf infusion combination group and ginger rhizome infusion, testing was carried out for 30 days. Data were analyzed with IBM SPSS 20.0 ANOVA and post hoc tukey HSD assays. The results showed that betel leaf infusion at a dose of 2 ml / kg BB and ginger rhizome infusion dose of 2ml / kg BB single administration could reduce blood glucose levels while in combination administration it was seen that there was less effective in reducing blood glucose levels in male white rats.
Sosialisasi Dampak Bencana Banjir Dan Dagusibu Antibiotik Di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang Dhea Nur Fadhilah; Suharyanisa Suharyanisa; Dumartina Hutauruk; Siti Nurbaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Vol. 2 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/jpmis.v2i1.93

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang berlokasi di wilayah yang rawan terhadap berbagai kejadian bencana alam. Banjir merupakan bencana yang setiap tahun terjadi di Indonesia dan berbagai kejadian banjir terbukti berdampak pada kehidupan manusia dan lingkunganya terutama dampaknya terhadap kesehatan masyarakat yang terkena banjir. Penyakit yang dialami biasanya berupa diare, demam, dan gatal-gatal pada kulit yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun patogen lainnya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya banjir dan pengenalan tentang antibiotik kepada masyarakat, sehingga penyakit dampak banjir khususnya diare dapat teratasi dengan baik, kegiatan ini dilakukan oleh tim Dosen Universitas Sari Mutiara dengan melakukan edukasi mengenai Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU) Antibiotik. Metode kegiatan ini melibatkan masayarakat di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang adalah ceramah, pembagian leaflet, dan tanya jawab. Ceramah yang disajikan dalam bentuk presentasi power point, pembagian leaflet dalam bentuk brosur dilanjutkan dengan sesi diskusi atau tanya jawab tentang DAGUSIBU Antibiotik. Hasil dari kegiatan ini adalah di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang mendapatkan edukasi terkait Sosialisasi Bahaya Banjir dan DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan, dan buang) antibiotik.
Penyuluhan Kepada Masyarakat Tentang Antibakteri Dari Buah Andaliman Sebagai Kosmetik Alami Pencegah Jerawat Fitri, Widya; Fadhilah, Dhea Nur; Silitonga, Evawani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengidap jerawat sebagian besar dialami oleh sekitar 75-80 % orang dewasa yang sering menyebabkan rasa tidak enak si penderita. Salah satu bakteri penyebab jerawat ialah Staphylococcus epidermidis. Salah satu tumbuhan asli Indonesia, Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) berpotensi dapat menghambat maupun mengatasi pertumbuhan bakteri, salah satunya bakteri penyebab jerawat (Staphylococcus epidermidis). Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat manfaat buah andaliman sebagai Antibakteri untuk kosmetik pencegah jerawat. Hasil kegiatan pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang antibakteri dari buah andaliman. Kesimpulan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah kegiatan penyuluhan telah terlaksana sesuai pelaksanaan dan rencana, mendapat sambutan yang baik dari pemerintah setempat dan masyarakat sekitar, sehingga siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi Pharmaca Kecamatan Medan Petisah Kota Medan, mendapatkan informasi serta pengetahuan dan menerapkan informasi tersebut bagi keluarga.
Sosialisai Tentang Pentingnya Penanaman Tanaman Obat Untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat Di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan Dhea Nur Fadhilah; Suharyanisa Suharyanisa; Jon Kenedy Marpaung; Juli Susanti
Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat. Vol. 1 No. 4 (2023): November : Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/natural.v1i4.248

Abstract

Medicinal plants are plants with positive pharmacological effects on the human body and are usually grown on a home or communal scale. These medicinal plants can then be used as traditional medicine which can be made easily. The plants chosen are usually plants that can be used to treat simple health problems such as flu and coughs. Medicinal plants can increase the body's immunity because they can prevent disease through the secondary metabolites they contain. In this service activity, two activities were carried out separately, namely socialization and planting medicinal plants with residents. The outreach was carried out to provide information to the residents of Medan Helvetia District regarding medicinal plants so that these medicinal plants can be useful after being planted. Planting is also carried out to increase awareness regarding land use, as well as being a starting point for residents in cultivating medicinal plants. This socialization on the use of family medicinal plants aims to provide information to the people of Kexamatan Medan Helvetia in using medicinal plants. It is hoped that this community service activity will help increase public knowledge about the importance of planting and utilizing medicinal plants to create a healthy society.
Pengujian Efek Analgesik Ekstrak Metanol Daun Gaharu (Aquilaria Malaccensis Lam) Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus Norvegicus) Monica Suryani; Manahan Situmorang; Dhea Nur Fadhilah
Jurnal Siti Rufaidah Vol. 1 No. 4 (2023): November : Jurnal Siti Rufaidah
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jasira.v1i4.38

Abstract

Medicinal plants have been known and used worldwide for thousands of years. One type of medicinal plant that is often used is gaharu. The efficacy of gaharu leaves provides properties as a fever reducer, increases appetite, launches menstruation, and relieves pain. This study aims to determine whether there is an analgesic effect from the methanol extract of gaharu leaves in male Wistar rats using the heat stimulation method. This study was an experimental study using twenty-five male Wistar rats divided into five groups. Group I (negative control), rats were treated with 1% CMC-Na. Group II (positive control), rats treated with mefenamic acid 45 mg/kg BW. Group III, IV, and V rats were treated with gaharu leaf methanol extract suspension (100; 200, and 400) mg/kg BW. Pain stimulation was carried out by dipping the rat tail into a 40°C water bath. Data on response time to pain, stimuli were analyzed using the One-Way Analysis of Variance (ANNOVA) method with a 95% confidence level followed by a post-hoc Tukey test to determine which group had the same or significantly different effect. The results showed that the normal response time data for mice to painful stimuli ranged from 2.79 to 3.57 seconds. 1% CMC-Na treatment in mice was unable to increase the response time to a significant pain stimulus (p>0.05). Mefenamic acid treatment 45 mg/Kg BW significantly increased the response time to painful stimuli (p<0.05) with the longest average response time to painful stimuli, namely 8.87 seconds. Based on the method used in this research, methanol extract of agarwood leaves 400 mg/kgBW has almost the same analgesic effect as mefenamic acid 45 mg/KgBW.
Pemberian Edukasi kepada Masyarakat tentang Daun Cengkeh sebagai Tanaman Herbal dalam Penumbuh Rambut Manuppak Irianto Tampubolon; Dhea Nur Fadhilah; Dumartina Hutauruk
Panggung Kebaikan : Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 3 (2024): Agustus : Panggung Kebaikan : Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/panggungkebaikan.v1i3.404

Abstract

Clove leaves contain eugenol compound have properties to overcome hair growth problems. Public knowledge about herbal plants that had an effect on hair growth problems was still less. This community service was carried out to provide education to the public about clove leaves as herbal plants that can overcome hair problems. The method of community service was to provide education to the public through material exposure about clove leaves as herbal plants that overcome hair growth problems and introduce how to use clove leaves naturally. The results showed an increase in public knowledge in the use of herbal plants in Indonesia after providing education in the good category from 17.91% to 45.86%. Public knowledgestill lacking about herbal plants that could be used traditionally or processed into pharmaceutical preparations to prevent hair problems. The conclusion of community service in managing clove leaves as herbal plants to prevent hair problems meets the quantity and quality.
Formulasi Sediaan Lulur Body Scrub Dari Beras Ketan Hitam (Oryza sativa l. Var glutinosa) Penambahan Madu Dengan Konsentrasi Berbeda: Formulasi Sediaan Lulur Body Scrub Dari Beras Ketan Hitam (Oryza sativa l. Var glutinosa) Penambahan Madu Dengan Konsentrasi Berbeda Sari, Febia Sari; Rani, Wahyu Mustika; Meutia3, Rena; Thursina, Cut Syarifa; Fadhilah, Dhea Nur; Sabrina, Nur Irhamni
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v4i2.746

Abstract

Body scrub adalah sediaan farmasi berupa produk kecantikan yang berfungsi untuk menghaluskan kulit tubuh dan mengangkat sel-sel kulit rusak dengan bantuan bahan scrub. Bahan tambahan alami yang dapat membantu kualitas body scrub adalah beras ketan hitam dan madu, beras ketan hitam memiliki kandungan antioksidan yang mampu mempercepat produksi kolagen dan berperan dalam elastisitas kulit, penambahan madu pada body scrub berperan sebagai vitamin yang dapat memberikan kelembapan kulit dan memperbaiki kulit yang kusam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik pada pembuatan body scrub berbahan dasar beras ketan hitam dengan penambahan madu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan sampel beras ketan hitam berkonsentrasi 5% dan madu berkonsentrasi sebesar 5%, 10%, dan 15%. Analisis data yang digunakan adalah analisa deskriptif berupa angka yang kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Uji mutu fisik sediaan meliputi uji organoleptik (warna, aroma, bentuk dan tekstur), uji homogentas, uji pH, uji daya sebar, dan uji iritasi kulit. Hasil penelitian menunjukkan sediaan yang dibuat memenuhi evaluasi fisik sediaan lulur pada uji organoleptik yang menghasilkan warna ungu, memiliki aroma khas beras ketan hitam dan madu, memiliki tekstur yang kasar karena memiliki butiran scrub, pH memenuhi persyaratan standar nasional indonesia, menghasilkan sediaan yang homogen, memiliki hasil daya sebar yang sesuai standar nasional indonesia, tidak terjadinya iritasi pada kulit. Diperoleh hasil yaitu pada kosentrasi 5% didapatkan daya hambat sebesar 5,3 cm, sedangkan pada kosentrasi 10% yaitu 5,5 cm dan pada kosentrasi terbesar 15% diperoleh daya hambat yaitu 5,7 cm.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsentrasi terbaik pada F3 sediaan lulur body scrub dari beras ketan hitam 5% dengan penambahan madu terdapat pada konsentrasi 15% memiliki mutu fisik terbaik pada uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji iritasi.
Pencegahan Penyakit Degeneratif dengan Pemeriksan Diabetes di Lingkungan Fmipa Universitas Syiah Kuala Meutia, Rena; Fadhilah, Dhea Nur; Sabrina, Nur Irhamni; Sari, Febia; Meila, Okpri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2025): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v6i2.6540

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh penurunan fungsi organ didalam tubuh yang terjadi pada jangka panjang akibat proses penuaan. Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit degenaratif. Penyakit degeratif ini akan menyebabkan komplikasi yang parah seperti, komplikasi ginjal, jantung hingga mengalami kebutaan. Oleh karena itu, harus dilakukan kegiatan preventif dan edukasi dalam menurunkan tingkat peningkatan penyakit ini. Bedasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) oleh Departemen Kesehatan, didapatkan hasil prevalensi di Indonesia penyakit diabetes melitus sebesar 6,9%. Tujuan pengabdian ini dilakukan yaitu untuk meningkatkan pemahaman tentang penyebab, akibat, pencegahan dan penanggulangan pada penyakit degeneratif diabetes melitus, serta melakukan pengecekan kadar guladarah pada peserta. Metode yang dilakukan mencakup melakukan pengecekan gula darah, edukasi tentang penyakit diabetes melitus, tentang pencegahan serta pengobatan. Kegiatan melibatkan seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang ada dilingkungan Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam, Universitas Syiah Kuala. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini menunjukkan dari keseluruhan peserta pada saat pengujian glukosa darah dari total 50 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, seluruhnya didapatkan hasil masih dalam nilai normal. Edukasi yang dilakukan yaitu meliputi tentang penyakit diabetes mellitus, pencegahan penyakit dan pengobatan yang dapat dilak ukan. Adapun kesimpulan yang diperoleh yaitu, nilai glukosa darah pada seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Syiah Kuala masih dalam keadaan normal dan tidak ada faktor resiko yang menyebabkan timbulnya penyakit diabetes melitus. Adapun saran dari pengabdian ini yaitu supaya kedepannya para peserta dapat lebih banyak yang ikut amtusias dalam pengabdian ini.
Uji Aktivitas Antioksidan Pada Teh Chamomile Kemasan Berdasarkan Variasi Suhu Dan Lama Penyeduhan Dengan Metode Dpph (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) Dhea Nur Fadhilah*; Binsar Sitorus; Tumpak Rudi Aman Manik; Eva Siburian
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioxidants can neutralize free radicals and protect the body from various diseases by binding to free radicals and highly reactive molecules that can damage cells. Increased knowledge about free radical activity has resulted in the use of antioxidant compounds being increasingly developed for food, beverages, and treatment. Tea is a very popular drink and is consumed by almost all people in the world and become an important agricultural product, one of them is Chamomile tea. Chamomile tea comes from Chamomile flowers which contain lots of chemical compounds such as tannins and flavonoids namely: polyphenol compounds and their derivatives. Group of compounds Tea is one type of functional beverage because in tea is contained natural antioxidants, namely flavonoids that can keep the body from free radical attacks. This study aims to determine the influence of temperature and duration of brewing antioxidant power in the water of broom tea by using the DPPH method. This study used a randomized block design method (RAK), factor A is the brewing temperature (20˚C, 40˚C, and 50˚C) and factor B is the length of the brewing (2, 4, and 6 minutes) treatment combination of 9 treatments.The research results showed that with the higher temperature and duration of brewing the total content of the antioxidant power in tea steep also increased. And the combination of good performance based on the IC 50 test result is a combination of A3B3 (temperature brewing 50˚C for 6 minutes) with the highest total antioxidant equal to 232,4617 µg/mL sample. The result of a statistical test of Kurskal Wallis antioxidant activity of chamomile tea with a variation of temperature 20˚C, 40˚C, and 50˚C and brewing time 2 minutes, 4 minutes, 6 minutes there was a significant difference.