Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

FORMS OF SEXISM AGAINST WOMEN IN LUCIA PRIANDARINI’S PENYALIN CAHAYA NOVEL: SARA MILLS’ CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS Bourbon, Ade Amelia; Abidin, Aslan; Saguni, Suarni Syam
JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES Vol. 3 No. 03 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the representation of forms of sexism against women in Lucia Priandarini’s Penyalin Cahaya novel through the perspective of Sara Mills’ Critical Discourse Analysis (CDA). The phenomenon of sexual violence, which is rooted in sexism within Sara Mills' framework, is a crucial issue that needs to be critically examined through discourse analysis in literary works. The research employs a qualitative descriptive method using the literature study technique, where data consisting of textual quotations and narration from the novel are analyzed using Sara Mills' CDA. The findings reveal that sexism against women is divided into two primary forms. First, physical sexism (or overt sexism) is manifested through the objectification of women’s bodies, pornography, and sexual harassment, functioning as a tool to assert male dominance and control over women’s bodies. Second, verbal sexism (or indirect sexism) is found in the forms of sexist labeling, gender stereotypes in language, and sexist jokes. Overall, the findings conclude that sexism in the Penyalin Cahaya novel operates as a discursive mechanism that effectively maintains and reinforces the patriarchal power structure, with language and action being used as instruments of control that demean and restrict women's roles. This analysis can serve as a reference for enhancing critical awareness regarding sexist discourse in contemporary literary texts.
Narasi Seksisme dalam Sastra: Studi Kasus Pada Karya Best Seller Indonesia Saguni, Suarni Syam; Satriani, Irma; Filawati, Filawati
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk seksisme yang muncul dalam karya bess seller  Indonesia sebagai representasi ideologi patriarki yang terselubung. Dengan menggunakan teori feminisme radikal Shulamith Firestone. Penelitian ini menggambarkan  tubuh, cinta, dan keluarga sebagai arena utama politik patriarki yang menindas perempuan melalui moralitas, domestifikasi, dan objektifikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis tekstual terhadap narasi, karakter, dan dialog dalam karya terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seksisme hadir melalui tiga bentuk utama: (1) penundukan tubuh perempuan melalui konstruksi cinta dan pengorbanan, (2) simbolisasi perempuan sebagai objek moral dan biologis, serta (3) reproduksi nilai-nilai patriarki melalui bahasa dan citra estetik. Penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra populer tidak hanya merefleksikan realitas sosial, tetapi juga memperkuat ideologi gender yang mapan. Temuan ini diharapkan dapat memperluas kajian feminisme dalam sastra Indonesia dan mendorong kesadaran kritis terhadap bias gender dalam budaya populer.Kata kunci: seksisme, feminisme radikal, ideologi patriarki, sastra popular
PENINGKATAN LITERASI JURNALISTIK DAN KEAMANAN MEDIA SOSIAL BAGI SISWA SMK NEGERI 5 MAKASSAR MELALUI PROGRAM HERALD GOES TO SCHOOL Diana, Ririn Sefty; Rusdi, Andi Nur’ Afiat; Saguni, Suarni Syam
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 06 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Herald Goes to School merupakan kegiatan pengabdian yang mengangkat tema peningkatan literasi jurnalistik dan keamanan bermedia sosial bagi siswa SMK Negeri 5 Makassar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dasar-dasar jurnalistik serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keamanan dalam menggunakan media sosial. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan berupa penyampaian materi dan diskusi panel, serta evaluasi hasil kegiatan. Siswa memperoleh pemahaman mengenai teknik dasar jurnalistik, etika bermedia sosial, dan kemampuan bercerita melalui gambar. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kemampuan siswa dalam memahami, menggunakan, dan memanfaatkan teknologi digital secara bijak. Diharapkan, siswa dapat terus mengembangkan kreativitas serta menerapkan penggunaan media sosial secara positif dan produktif.
LITERASI MARITIM DAN APRESIASI SASTRA PESISIR MELALUI BEDAH BUKU SELAMA LAUT MASIH BERGELOMBANG KARYA MARIATI ATKAH M Faidil, M Faidil; Saguni, Suarni Syam; Satriani, Irma; Yunus, Andi Fatimah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 06 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa bedah buku kumpulan puisi Selama Laut Masih Bergelombang karya Mariati Atkah dilaksanakan bagi mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan 24. Kegiatan ini bertujuan ganda: pertama, untuk meningkatkan Literasi Maritim mahasiswa terhadap isu-isu kelautan dan kearifan lokal yang terekam dalam puisi; dan kedua, untuk mengembangkan keterampilan apresiasi sastra yang kritis dan terstruktur, khususnya dalam menganalisis genre puisi maritim. Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah ceramah interaktif, diskusi kelompok, telaah teks mendalam, dan praktik penulisan ulasan/apresiasi sastra. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman mahasiswa mengenai unsur-unsur pembentuk puisi, kemampuan mereka dalam menafsirkan simbolisme sastra pesisir, serta keterampilan mereka dalam menyusun esai apresiasi yang runtut. Antusiasme mahasiswa yang tinggi menjadi faktor pendukung utama keberhasilan kegiatan ini. Meskipun terdapat tantangan dalam hal keterbatasan waktu dan kurangnya pengalaman awal dalam menulis apresiasi, kegiatan ini berhasil menumbuhkan motivasi dan memperkuat kompetensi literasi maritim dan kreativitas mahasiswa di bidang sastra. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model dalam pemanfaatan karya sastra untuk meningkatkan kesadaran dan kecintaan terhadap budaya maritim.
PERBANDINGAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM SERIAL ANIMASI RIKO THE SERIES SEASON 5 DAN NUSSA SEASON 3 PADA PLATFORM YOUTUBE Eka, Sanita; Saleh, Muhammad; Saguni, Suarni Syam
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40574

Abstract

This study aims to describe and comparison the values of character education in the animated series Riko The Series Season 5 and Nussa Season 3. This research is classified as a descriptive qualitative research type with data sources in the form of the two animated series on the YouTube platform. The data collection techniques used include observation techniques, viewing notes, and documentation. Data analysis techniques are carried out through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of this study show (1) there are various character education values in the Riko The Series Season 5 animation series, namely religious, honest, tolerant, disciplined, hard work, creative, independent, curiosity, respect for achievements, communicative/friendly, peace-loving, social care, and responsibility. (2) there are several character education values in the Nussa Season 3 animated series, namely religious, honest, disciplined, creative, independent, curious, communicative/friendly, peace-loving, socially caring, and responsibility. (3) There is a comparison of the value of character education in the two animated series. The similarities, both display important values such as religious, honest, disciplined, creative, independent, curious, communicative, peace-loving, social care, and responsibility, with similar educational goals and approaches. The difference lies in the context of application, variations and values highlighted. Riko The Series Season 5 contains more variety including tolerance, hard work, and appreciation for achievements and highlights curiosity, while Nussa Season 3 highlights religious values. The conclusion of the study shows that the two animated series have the potential to be an effective character learning medium.
Kontribusi Mahasiswa terhadap Pelayanan Administrasi Publik Bidang pengelolaan Keuangan Nensilianti, Nensilianti; Ridwan, Ridwan; Saguni, Suarni Syam; Filawati, Filawati; Humaira, Annisa Nur Afiat; Hidayanti, Novy; Abd. Kadir T, Nabila
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.626

Abstract

Kegiatan Magang yang dilakukan dalam pelayanan administrasi publik di bidang pengelolaan keuangan bertujuan untuk meningkatkan pengalaman dan pengetahuan mahasiswa dalam administrasi Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Gowa pada bidang Anggaran, Perbendaharaan, dan Akuntansi. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan meliputi keterlibatan aktif mahasiswa secara langsung dalam tugas-tugas yang diberikan di setiap bidang, mulai dari menulis, memberikan stempel, mengirimkan berkas arsip, serta mengobservasi berkas-berkas yang berhubungan dengan setiap bidang seperti berkas SP2D, SPJ,SKPD, SPP, DAN SPM. Hasil Praktik magang mahasiswa sastra dalam bidang pelayanan administrasi publik dapat disimpulkan relvansi antara mahasiswa dan instansi memiliki relevansi yang signifikan. Kemampuan utama yang dimiliki mahasiswa sastra, seperti kecermatan dalam menulis, ketelitian dalam membaca dan memahami dokumen, serta keahlian dalam berkomunikasi efektif secara tertulis, mampu menjadi modal penting dalam mendukung pekerjaan administratif yang menuntut ketepatan dan kejelasan informasi.
FENOMENA HIBRIDITAS DALAM NOVEL 1890 KARYA AYU DEWI: POSTKOLONIAL HOMI K. BHABHA Sakti M, Reztu Dwi; Nensilianti, Nensilianti; Saguni, Suarni Syam
Neologia: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2026): February
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Indoensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/neologia.v7i1.82453

Abstract

This study aims to examine the phenomenon of hybridity in Ayu Dewi's 1890 novel using Homi K. Bhabha's postcolonial concept. This study uses a descriptive qualitative method through text content analysis. Data collection was conducted through thorough reading and recording of relevant quotations, while data analysis used the Miles and Huberman model (reduction, presentation, conclusion drawing). The results of the study show the phenomenon of hybridity that gives rise to a new identity as a result of the mixing of colonial and local cultures. This phenomenon appears in three forms: linguistic hybridity (the use of Dutch and Malay), lifestyle hybridity (the adoption of European lifestyles), and character identity hybridity (such as Pamungkas and Utari). Hybridity functions as a mechanism for negotiating power, a form of resistance, and an attempt to build social mobility for colonized subjects.
PENULISAN PEREMPUAN DAN BAHASA PEREMPUAN DALAM MENGUNGKAPKAN FENOMENA KEHIDUPAN PADA NOVEL BELENGGU MERAH MUDA KARYA TYAS DAMARIA: KRITIK SASTRA FEMINISME ELAINE SHOWALTER Aprilia, Arzety; Nensilianti, Nensilianti; Saguni, Suarni Syam
Neologia: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2026): February
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Indoensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/neologia.v7i1.82591

Abstract

This study describes women’s writing and women’s language in the novel Belenggu Merah Muda by Tyas Damaria using Elaine Showalter’s gynocritics approach. This qualitative descriptive research uses textual data from the novel that reflect the female characters’ life experiences. The analysis focuses on three aspects: explicit and implicit sentences, body expressions, and multifocal elements in women’s language. The results show that Damaria portrays women’s experiences through emotional, metaphorical, and reflective language. Explicit sentences reveal the burdens and roles of women, while implicit sentences appear through metaphors that signify the protagonist’s emotional wounds. Body expressions emerge in open, fragmented, and flowing forms, illustrating the character’s psychological conditions. Furthermore, the multifocal aspect reflects women’s layered and complex perspectives on life. These findings affirm that women’s literature serves as a space to articulate women’s experiences authentically
Parodi, Pastiche, Ironi dalam Film Hello Ghost Versi Indonesia: Postmodernisme Jean Francois Lyotard Syafiqah, Syarah; Juanda, Juanda; Saguni, Suarni Syam
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.1508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan parodi, pastiche, dan ironi dalam film Hello Ghost versi Indonesia menggunakan teori postmodernisme Jean Francois Lyotard. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis unsur-unsur postmodern dalam narasi film. Sumber data penelitian adalah film Hello Ghost yang dirilis pada tahun 2023, yang merupakan adaptasi dari film Korea Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik tontonan, catat, dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa penggunaan parodi dalam film ini berfungsi untuk mengolok-olok norma-norma budaya dan memberikan kritik sosial terhadap pandangan konvensional tentang kehidupan dan kematian. Aspek pastiche terlihat dalam kombinasi gaya visual yang menciptakan keragaman budaya, sedangkan ironi mengungkapkan konsistensi dalam pengalaman karakter, menantang asumsi penonton tentang kenyataan. Penelitian ini menunjukkan bahwa film Hello Ghost tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat untuk refleksi kritis terhadap kondisi sosial dan budaya yang dihadapi masyarakat Indonesia, menciptakan lapisan makna yang kompleks dan relevan dalam konteks postmodern.