Claim Missing Document
Check
Articles

STABILITAS ZAT WARNA ALAM DAN KADAR TANIN DARI BONGGOL TANAMAN PISANG BATU (Musa Balbisiana) Ni Luh Utari Sumadewi; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 43 No. 1 April 2021
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v43i1.6760

Abstract

Penggunaan zat warna sintetis pada industri tekstil dapat menimbulkan masalah terhadap lingkungan. Limbah yang dihasilkan oleh pewarna sintetis menyebabkan pencemaran lingkungan karena terdapat senyawa yang bersifat karsinogenik sehingga apabila limbah tersebut dibuang ke lingkungan akan menjadikan air bau, dampaknya terjadi penipisan oksigen terlarut, kualitas perairan menurun dan kematian makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat penggunaan zat warna sintetis, maka digunakan zat warna alam yang lebih ramah lingkungan. Bonggol pisang merupakan salah satu sumber daya alam Indonesia yang dapat digunakan sebagai alternatif zat warna alam. Kandungan kimia yang terdapat pada bonggol pisang antara lain adalah tanin dan flavonoid (Putra, 2014). Tujuan dari penelitian ini adalah menguji stabilitas zat warna alam bonggol pisang terhadap perbedaan lamanya ekstraksi, penambahan peroksida, pengaruh pH, dan jenis pelarut yang digunakan, serta menghitung kadar tanin yang terdapat pada ekstrak bonggol pisang. Untuk menguji stabilitas zat warna dan menentukan kadar tanin digunakan spektrofotometer uv-vis. Dari hasil penelitian lama ekstraksi, penambahan oksidator, pengaruh pH dan jenis pelarut mempengaruhi kestabilan warna dari zat warna alam bonggol pisang. Kadar tannin total pada ekstrak air bonggol pisang pada perendaman 24 jam diperoleh Sebesar 16,443 ± 0,428 GEA/g dan kadar tannin pada ekstrak etanol perendaman 8 jam diperoleh sebesar 194,919 ± 24,094 GEA/g.
Pemberdayaan Menu Sebagai Upaya Pengentasan Gizi Buruk Dan Obesitas Balita Di Desa Catur, Kintamani, Bangli, Bali Ni Ketut Wiradnyani; Ni Wayan Nursini; I Gede Mustika; Ida Bagus Agung Yogeswara; I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Ni Putu Eny Sulistyadewi; Purwaningtyas Kusumaningsih; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 7 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v7i1.2397

Abstract

Pengabdian masyarakat prodi Gizi Universitas Dhyana Pura dilakukan di Desa Catur, Bangli Bali bertujuan sebagai upaya memberikan edukasi dan skill kepada masyarakat ibu asuh yang mempunyai anak balita, dalam rangka memperdayakan menu sebagai upaya pengentasan gizi kurang dan lebih. Program ini diberikan untuk mengatasi masalah yang diprioritaskan yaitu: 1) kurangnya pengetahuan para ibu asuh balita mengenai bahan-bahan makanan yang mempunyai potensi untuk meningkatkan maupun menurunkan berat badan, 2) keterbatasan ketersediaan alat dan kurangnya pemahaman mengenai pengolahan makanan menjadi menu yang dapat memperbaiki status gizi anak balita, 3) kurangnya pengetahuan mengenai jenis-jenis menu sebagai asupan gizi yang harus diberikan kepada anak-anak balita gizi kurang dan lebih, 4) kurangnya kemampuan mengolah makanan menjadi menu yang menarik berbasiskan bahan lokal yang sudah ada dan melimpah, 5) kurangnya ketrampilan mengolah makanan dengan menu yang sederhana dalam waktu yang sangat singkat untuk pemenuhan gizi seimbang anak asuh balita. Pengabdian dilakukan dengan metode learning by doing, memberikan materi ceramah diikuti dengan praktek pembuatan menu sebagai upaya pemenuhan gizi seimbang balita yang diikuti oleh ibu asuh balita Desa Catur. Hasil yang diperoleh adalah peningkatan pengetahuan dan skill dalam pembuatan menu gizi seimbang.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PRA PRODUKTIF SIMPLISIA HERBAL DI DESA CATUR KINTAMANI KABUPATEN BANGLI PROVINSI BALI I Putu Darmawijaya; Putu Chris Susanto; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.14485

Abstract

In 2020, herbal plant seeds were distributed to 348 families in Catur Kintamani Village, totaling 2,489 herbal plant seeds. The fertile land in Catur Village causes the yield of these herbal plants to be higher than for daily needs. This causes the excess supply to be not utilized optimally. Seeing these problems, the PKM implementation team assists in manufacturing, packaging, and marketing herbal simplicia. The method used in this training activity is the participatory community method. The results of this activity are the production of several herbal simplicia products in the form of dry powder, for example, ginger powder simplicia, processed foods from herbal ingredients such as ginger cookies, and simplicia in the form of slices, for example, lemon simplicia. The products produced are then marketed around the village area as well as marketing using social media. The result of this activity is an increase in community income to improve the village community's family economy. --- Tahun 2020 telah dibagikan bibit tanaman herbal kepada 348 kepala keluarga di Desa Catur Kintamani dengan jumlah total bibit 2.489 tanaman herbal. Suburnya lahan di Desa catur menyebabkan hasil panen dari tamanan herbal tersebut lebih tinggi daripada untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini menyebabkan kelebihan panen (excess supply) tidak termanfaatkan secara optimal. Melihat permasalahan in tim pelaksana PKM memberikan pendampingan berupa proses pembuatan, pengemasan, dan pemasaran simplisia herbal. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode society participatory. Dari hasil kegiatan ini adalah dihasilkannya beberapa produk simplisia herbal dalam bentuk bubuk kering contohnya simplisi bubuk jahe,  olahan makanan dari bahan herbal contohnya adalah cookies jahe, dan simplisia dalam bentuk slice contohnya simplisia lemon. Dari produk yang dihasilkan kemudian dipasarkan ke sekitar wilayah desa serta pemasaran menggunakan media sosial. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya penigkatan pendapatan masayarakat sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga masyarakat desa.
METODE COOKING SEBAGAI UPAYA PENGENTASAN GIZI KURANG DAN GIZI LEBIH BALITA DI DESA CATUR, KINTAMANI, BANGLI, BALI Ni KETUT WIRADNYANI; Ni Wayan Nursini; Ni Putu Eny Sulistyadewi; Purwaningtyas Purwaningtyas; I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Ida Bagus Agung Yogeswara; I Gede Mustika; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.206 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1376

Abstract

The purpose of community service by the Dhyana Pura University Nutrition Program Study applying the cooking method is to provide knowledge, skills to Posyandu, foster mothers who have under-fives and more. The solution that has been given by the method of cooking by moist heat and dry heat in processing various food ingredients from plant and animal origin makes a menu of less nutrition and more nutrition through lectures, demonstrations and question and answer methods. The results of the post-test stated that 88% of the posyandu community and foster mothers with less and more nutrition in toddlers aged 2 -5 years knew how to use the cooking method in making teplon pizza, purple sweet potato bread and pudding, soup pumkin, egg dishes, soto radish, capcay, breaded catfish satay, pumpkin bread, green bean juice, in the presentation of the lectures as well as the skills and target of achieving solutions that partners expect to increase from the pre-test results of 11,5%. From this activity the knowledge and ability of foster mothers and posyandu groups increased regarding the cooking method used in processing plant and animal food ingredients for alleviating the problem of undernutrition and increased by 22%. Keywords: Over nutrition, less nutrition, Moist heat, Dry heat, Catur Village
POTENTIAL TABAH BAMBOO SHOOTS FLOUR (GIGANTOCHLOA NIGROCILIATA BUSE-KURZ) IN STIMULATE LACTIC ACID BACTERIA GROWTH Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; Cornelius Sri Murdo Yuwono
International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD) Vol. 1 No. 2 (2019): International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD)
Publisher : Unmas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.848 KB)

Abstract

One of the varieties local of bamboo shoots is tabah bamboo shoots (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ), usually has and having dietary fiber content and nutrients. The potential diatery fiber and oligosaccharide of tabah bamboo shoots flour patient stimulate the growth of bacteria lactic acid (LAB) wanted to know in this study. This research consisting analysis total dietary fiber content food in enzymatic, the components of oligosaccharide with High Performance Liquid Chromatography (HPLC), and testing LAB growth in a media flour bamboo shoots patient. The experimental design used was a single-factor randomized block design (RBD). Results showing total dietary fiber on the patient bamboo shoots flour contents 18,29% (db) at the apical, 20,92% (db) at the middle and 14,22% (db) at the basal. The amount of total dietary fiber content obtained showed that tabah bamboo shoots flour has potential as a source of dietary fiber. Components of oligosaccharide in the tabah bamboo shoots flour presented descriptive. The highest content of 4,55% raffinose (db), and 0,35% sucrose (db). The content of simple carbohydrates in the flour has a tabah bamboo shoots can be a prebiotic. The growth of L. acidophilus, L. brevis, L. casei rhamnosus highest at the apical and the middle 2,8 x 1010 – 5,8 x 1010CFU/ml. Bifidobacterium bifidum highest at the basal 3,6 x 1010- 3,7 x 1010 CFU/ml. This shows that dietary fiber on tabah bamboo shoots flour able to stimulate BAL growth.
Karakteristik Kimia dan Aktivitas Antioksidan Selama Fermentasi Kombucha Cascara Kopi Arabika (Coffea arabika L.) Desa Catur Kabupaten Bangli Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; Ni Luh Utari Sumadewi; Ni Kadek Yunita Sari
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v5i2p44-51

Abstract

Kulit kopi yang dikeringkan (cascara) dapat dimanfaatkan menjadi minuman seduhan layaknya teh. Pengembangan cascara sebagai minuman fermentasi (kombucha) banyak dilakukan. Kombucha merupakan minuman fermentasi larutan cascara dan gula yang ditambahkan starter kombucha yaitu simbiosis bakteri Acetobacter xylinum dan beberapa jenis khamir diantaranya Saccharomyces cerevisiae. Penelitian bertujuan mengetahui karakteristik kimia (total asam, total fenol, total gula, pH, alkohol) dan aktivitas antioksidan kombucha cascara kopi arabika selama fermentasi. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor yaitu lama fermentasi (4, 8, 10, 12, dan 14 hari). Analisia sidik ragam untuk pengaruh perlakuan dilakukan pada data yang diperoleh, bila hasil menunjukkan berpengaruh nyata, maka dilakukan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan total asam, total fenol, alkohol dan IC50 kombucha cascara semakin meningkat dengan waktu fermentasi 4-14 hari yaitu total asam berkisar 1,02-1,51% peningkatan total asam terjadi karena metabolisme sukrosa oleh bakteri dan kapang yang akan menghasilkan sejumlah asam organik dan alkohol yang diproduksi secara anaerob oleh khamir Saccharomyces cerevisiae sehingga terjadi kenaikan alkohol berkisar 48,41-2377,55 ppm. Total fenol berkisar 13,31-22,37 mg GAE/mL, kenaikan total fenol diduga karena terbentuknya senyawa fenolik akibat aktivitas enzimatis oleh mikroba SCOBY kombucha dalam mendegradasi komponen matriks lainnya dan mengakibatkan kenaikan IC50 berkisar 52,021-262,298 mg/L. Total gula dan nilai pH kombucha cascara yang dihasilkan semakin lama fermentasi akan menurun dengan total gula berkisar 2,85-6,15% dan nilai pH berkisar 1,46-2,98, gula yang ada digunakan sebagai sebagai nutrisi oleh kultur kombucha selama fermentasi dan menghasilkan alkohol dan asam organik hal ini mengakibatkan adanya penurunan total gula dan pH pada kombucha cascara.
Upaya Peningkatan Imunitas Tubuh melalui Edukasi Pangan dan Gizi bagi Pegawai dan Dosen di LLDIKTI Wilayah VIII: Efforts to Improve Body Immunity through Food and Nutrition Education for Employees and Lecturers in LLDIKTI Region VIII I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Ni Wayan Nursini; Ida Bagus Agung Yogeswara; Ni Putu Eny Sulistyadewi; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; Ni Ketut Wiradnyani; Ida Bagus Ketut Mantra; Purwaningtyas Kusumaningsih; I Gede Mustika
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1151.957 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v4i1.1373

Abstract

The Covid 19 pandemic and unhealthy life style may lead to depression and anxiety followed by a decreasing of immune system. A healthy diet affects a person’s health and immune system. Objective: To provide education to the community, especially employees and lecturers in the LLDIKTI region VIII work environment, regarding food consumption and nutrition that can prevent stress and increase endurance during a pandemic. Methods: The activity begins with preparation, implementation and evaluation. Education is carried out using virtual media through zoom meetings, which are in the form of webinar series containing lectures and discussions. At the beginning of the activity, partners are given a pre-test and at the end of the discussion partners are given a post-test. Community service activities are carried out from October 13, 2021, to November 13, 2021. The evaluation was carried out using a knowledge questionnaire based on the material presented by the speaker.  The results of the community service activities showed an increase in partner knowledge about food and nutrition consumption that can prevent stress and increase endurance during a pandemic. Suggestion: It is necessary to conduct training and assistance in hygiene food processing to produce processed innovations that can be used to increase body immunity.
PENGARUH METODE PENGERINGAN DAN RASIO PENYEDUHAN TERHADAP TOTAL ASAM, pH DAN WARNA TEH CASCARA KOPI ARABIKA (Coffea arabika L.) Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; Ni Kadek Yunita Sari
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 3 (2020): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.552 KB)

Abstract

ABSTRAKKomoditas kopi Arabika di Kabupaten Bangli provinsi Bali pada Tahun 2018 mencapaisebesar 2.252 Ton. Tingginya hasil perkebunan kopi ini berdampak dengan tingginya hasil limbahkulit buah kopi pasca panen yang dihasilkan. Limbah kulit kopi yang dihasilkan rata-rata mencapai16,37% atau setiap pengolahan buah kopi akan dihasilkan 45% kulit kopi, 10% lender, 5% kulit aridan 40% biji kopi. Pemanfaatan limbah kulit kopi dilakukan dengan mengolahnya menjadi tehcascara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan dan rasiopenyeduhan terhadap total asam, pH dan warna teh cascara kopi arabika (Coffea arabika L.).Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial; dengan 2 faktor perlakuan.Faktor I adalah cara pengeringan (sinar matahari:oven) dan faktor II adalah rasio penyeduhan tehkering : air (1:200; 3:200; 5:200) dengan 4 kali ulangan. Total asam ditentukan dengan metodeiodometri, Derajat keasaman (pH) ditentukan dengan pH meter, dan Warna dengan colour reader.Hasil analisa menunjukkan metode pengeringan sinar matahari memiliki total asam tinggi dansejalan dengan peningkatan rasio penyeduhan yaitu pada rasio penyeduhan 5:200 (0,64%). Derajatkeasaman (pH) menunjukkan metode pengeringan sinar matahari memiliki pH rendah sejalandengan peningkatan rasio penyeduhan yaitu pada rasio penyeduhan 5:200 (5,69). Warna pada airseduhan ditunjukkan dari Nilai kecerahan (L*) menunjukkan metode pengeringan sinar mataharimenghasilkan nilai kecerahan lebih rendah sejalan dengan peningkatan rasio penyeduhan berkisarantara 0,43-0,76%. Nilai kemerahan (a*) menunjukkan metode pengeringan sinar mataharimenghasilkan nilai kemerahan tinggi sejalan dengan peningkatan rasio penyeduhan berkisar antara(39,49-49,12%). Nilai Kekuningan (b*) menunjukkan metode pengeringan sinar mataharimenghasilkan nilai kecerahan lebih rendah sejalan dengan peningkatan rasio penyeduhan berkisarantara (-21,16- -27,74%).Kata kunci: Cascara, Pengeringan, Rasio Penyeduhan, Total Asam, Warna
KANDUNGAN PROTEIN, SERAT, DAN DAYA TERIMA KACANG GUDE PADA PERBEDAAN PERLAKUAN SUHU DAN WAKTU Resti Kusumarini Samben; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 3 (2020): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.991 KB)

Abstract

ABSTRAKKurangnya asupan protein dan zat gizi mikro menjadi salah satu penyebab malnutrisi. Kacanggude tinggi protein, serat dan mikronutrien, namun pengolahan dapat menghilangkan kandungannutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan protein, serat dan daya terimakacang gude pada berbagai perlakuan suhu dan waktu. Metode penelitian ini menggunakanrancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor: : Faktor 1 (S1, S2, S3) : perlakuan suhupengukusan 1100C , 1150C, 1200C, Faktor 2 (W1, W2, W3) : perlakuan waktu 10 menit, 20 menit,30 menit dengan 3 kali ulangan. Hasil pengamatan akan dianalisis dengan analysis of variance(ANOVA) dilanjutkan uji BNT 5%. Perlakuan suhu dan waktu mempengaruhi kandungan proteinkacang gude, dengan nilai p < 0,05, sedangkan perlakuan suhu dan waktu tidak berpengaruhkadar serat kasar dengan nilai p > 0,05 Semakin lama waktu pengolahan maka kandungan proteindan serat kasar kacang gude semakin menurun. Uji sensori kesukaan menunjukkan tingkatpenerimaan kacang gude yang paling tinggi pada perlakuan suhu 1150C selama 10 menit. Hasil ujibeda nyata menunjukkan parameter tektstur beda nyata dengan nilai p < 0,05 sedangkan padaparameter warna, rasa, aroma tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p > 0,05.Kesimpulan: Suhu dan lama ektruksi mempengaruhi kadar protein dan tekstur, tapi tidakberpengaruh pada serat kasar, aroma, rasa, dan warna.Kata Kunci : Protein, Serat, Kacang Gude, Suhu, Waktu
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL BONGGOL PISANG BATU (Musa balbisiana Colla) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE DIFUSI SUMURAN Ni Luh Utari Sumadewi; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; I Made Gde Sudyadnyana Sandhika
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 4 (2021): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.865 KB)

Abstract

ABSTRAKAntibiotik memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Namun penggunaan antibiotikyang tidak tepat menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Bakteri yang palingsering menginfeksi manusia salah satunya bakteri Staphylococcus aureus. Pada penelitian inidilakukan uji daya hambat ekstrak etanol bonggol pisang batu (Musa balbisiana Colla)terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode difusi sumuran dengan pengulangan3 kali. Tujuannya untuk mengetahui daya hambat yang dihasilkan oleh ekstrak etanolbonggol pisang batu dengan metode difusi sumuran. Dari hasil penelitian diperoleh dayahambat yang ekstrak etanol bonggol pisang batu adalah 2 mm.Kata kunci: Daya Hambat, antibiotik, difusi sumuran, bonggol pisang