Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Ketidaklengkapan Formulir Resume Medis Terhadap Mutu Rekam Medis Pasien Rawat Inap Pelayanan Kanker Terpadu di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar Julieta Rosalinda Patty; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.698 KB)

Abstract

                                                Abstrak Resume medis merupakan bagian dari rekam medis yang harus diisi secara lengkap. Ketidaklengkapan pada rekam medis dapat mempengaruhi mutu rekam medis karena mutu rekam medis dapat mencerminkan pelayanan kesehatan yang diberikan. Rancangan penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional dan analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh yang signifikan terhadap pada review identifikasi (p value = 0,006) review autentifikasi (p value = 0,001) review laporan penting (p value = 0,001) dan tidak ada pengaruh yang signifikan pada review pencatatan (p value = 0,267). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ketidaklengkapan pada review identifikasi, review autentifikasi, dan review laporan penting ada pengaruh terhadap mutu rekam medis tetapi pada review pencatatan tidak terdapat pengaruh terhadap mutu rekam medis di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar.Kata kunci: Ketidaklengkapan, Resume medis, Mutu Rekam medis.                                                AbstractMedical resume is part of the medical record that must be filled in completely. Incompleteness in medical records can affect the quality of medical records because the quality of medical records can reflect the health services provided. This research design uses quantitative analysis with cross sectional research type and data analysis uses univariate and bivariate tests with chi square. The results of this study indicate that there is a significant effect on the identification review (p value = 0.006) authentication review (p value = 0.001) important report review (p value = 0.001) and there is no significant effect on the recording review (p value = 0.267). The conclusion of this study is that the incomplete identification review, authentication review, and important report review have an effect on the quality of medical records but in the recording review there is no effect on the quality of medical records at Prima Medika Hospital Denpasar.Keywords: Incompleteness, Medical Resume, Quality of Medical Records.
Analisis Dampak Rekam Medis Drop Out Terhadap Pelayanan Pasien BPJS Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar I Putu Krismantara; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; I Wayan Nurata
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.19 KB)

Abstract

                                                   Abstrak Rekam medis drop out atau ketidaktersediaan rekam medis rawat jalan merupakan suatu keadaan dimana rekam medis pasien yang dibutuhkan dalam menunjang pengobatan di poliklinik rawat jalan tidak dapat disediakan dan ditemukan saat dibutuhkan oleh pasien saat berobat ke rumah sakit. Pada bulan Januari sampai dengan Maret 2021, ditemukan bahwa terdapat 309 rekam medis yang drop out dari 25.267 rekam medis yang keluar di Tempat Penerimaan Pasien Rawat Jalan (TPPRJ). Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui dampak dan tindak lanjut rekam medis drop out di poliklink rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan metode Mix Methode. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan jenis nonprobability dengan menggunakan teknik purposive. Sampel pada penelitian ini data pendukung 309 rekam medis Droup Out pasien rawat jalan pada bulan Januari msampai dengan Maret 2021 di Badan Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar. Berdasaran hasil penelitian dari 309 rekam medis Drop Out. Kejadian tersebut berdampak pada perpanjangan response time pelayanan yang berjumlah 245 rekam medis, berdampak pada patient safety pada sasaran II berjumlah 7 rekam medis, dan pada sasaran IV berjumlah 9 rekam medis. Pada berkas klaim BPJS berdampak adanya penundaan rekam medis sebanyak 286 rekam medis.Kata kunci: Drop out RM, Response time, Patient Safety, BPJS                                                Abstract Drop out medical records or the unavailability of outpatient medical records is a condition where the patient's medical records needed to support treatment at the outpatient polyclinic cannot be provided and are found when needed by the patient during treatment at the hospital. From January to March 2021, it was found that there were 309 medical records that dropped out of the 25,267 medical records that came out at the Outpatient Reception Center (TPPRJ). This study aims to determine the impact and follow-up of drop out medical records at the outpatient polyclinic of the Sanjiwani Regional General Hospital, Gianyar.The design of this study used the design of the Mix Method method. The type of research used is the non-probability type using a purposive technique. The sample in this study is supporting data for 309 outpatient medical records from January to March 2021 at the Sanjiwani Regional General Hospital, Gianyar.Based on the results of research from 309 medical records Drop Out. This incident had an impact on the extension of the service response time which amounted to 245 medical records, impacted on patient safety in target II totaling 7 medical records, and target IV totaling 9 medical records. The BPJS claim file resulted in a delay of 286 medical records.Keywords: Drop out RM, Response time, Patient Safety, BPJS
Analisis Kandungan Zat Gizi Makro, Vitamin C, dan Organoleptik Puding Gonda (Sphenoclea Zeylanica Gaertn) dengan Penambahan Buah Kiwi (Actinidia Deliciosa) Ni Kadek Sri Sutarmini; I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.402 KB)

Abstract

AbstrakPuding gonda dengan penambahan buah kiwi merupakan salah satu produk olahan yang berbahan dasar dari daun gonda dan buah kiwi. Daun gonda mengandung senyawa aktif antioksidan sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber pangan fungsional. Buah kiwi mengandung vitamin C dan antioksidan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin C, serta daya terima puding gonda dengan penambahan buah kiwi. Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan yaitu subtitusi 75%, 50%, 25%, dan 1 perlakuan kontrol yaitu 100% gonda. Parameter pengujian adalah kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin C serta uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Analisis data menggunakan analisis sidik ragam jika terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan buah kiwi pada puding gonda memberikan pengaruh nyata terhadap kandungan karbohidrat, protein, dan lemak dan tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan vitamin C. Hasil uji daya terima menunjukkan bahwa daya terima berdasarkan parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur puding gonda dengan penambahan buah kiwi yang paling disukai oleh panelis adalah formulasi F25 (Gonda 25% : Kiwi 75%) . Formulasi F25 (Gonda 25% : Kiwi 75%) menjadi formulasi terpilih dengan kandungan karbohidrat sebesar 18,79%, kandungan protein sebesar 0,28%, kandungan lemak sebesar 0,02%, dan kandungan vitamin C sebesar 56,77%. Puding gonda dengan penambahan buah kiwi dapat dijadikan camilan alternatif yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh remaja yang sedang menjalani diet rendah kalori dan penderita diabetes karena mengandung karbohidrat dan lemak yang rendah.Kata kunci: Puding gonda, karbohidrat, protein, lemak, vitamin C, buah kiwi AbstractThe addition of kiwi fruit in gonda pudding is one of the processed products made from gonda leaves and kiwi fruit. Gonda leaf contains antioxidants and has the potential to be developed as a source of functional food. In addition, kiwi is a source of vitamin C and antioxidants. The aim of the study was to determine the content of carbohydrates, protein, fat, vitamin C, and sensory analysis of gonda pudding with the addition of kiwi. The design of the study was a complete randomized design with 3 formulations (75%, 50%, 25%) and 1 control (100%). The parameters include carbohydrates, protein, fat, vitamin C, and sensory tests (color, aroma, taste, and texture) were determined. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), the significant results were carried out using Duncan's test with a 95% confidence level. The results showed that the addition of kiwi fruit had a significant effect on the carbohydrate, protein, and fat content and had no significant effect on the vitamin C content. According to sensory analysis, the addition of 75% of kiwi (F25) was the most preferred by the panelists. Formulation F25 (Gonda 25%: Kiwi 75%) was chosen in terms of macronutrient content with the highest carbohydrate and protein content of 18.79% and 0.28% respectively. In addition, F25 gives the lowest fat content (0.02%), with high vitamin C content (56.77%). In conclusion, Pudding gonda with the addition of kiwi fruit can be used as an excellent alternative snack and can be consumed by teenagers who are on a calorie deficit diet and a person with diabetes due to low carbohydrate and fat content. Keyword: Gonda pudding, carbohydrat, protein, fat, vitamin C, Kiwi fruit   
Analisis Kandungan Zat Gizi Makro, Vitamin C, dan Organoleptik Puding Gonda (Sphenoclea Zeylanica Gaertn) dengan Penambahan Buah Kiwi (Actinidia Deliciosa) Ni Kadek Sri Sutarmini; I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i1.1982

Abstract

AbstrakPuding gonda dengan penambahan buah kiwi merupakan salah satu produk olahan yang berbahan dasar dari daun gonda dan buah kiwi. Daun gonda mengandung senyawa aktif antioksidan sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber pangan fungsional. Buah kiwi mengandung vitamin C dan antioksidan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin C, serta daya terima puding gonda dengan penambahan buah kiwi. Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan yaitu subtitusi 75%, 50%, 25%, dan 1 perlakuan kontrol yaitu 100% gonda. Parameter pengujian adalah kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin C serta uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Analisis data menggunakan analisis sidik ragam jika terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan buah kiwi pada puding gonda memberikan pengaruh nyata terhadap kandungan karbohidrat, protein, dan lemak dan tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan vitamin C. Hasil uji daya terima menunjukkan bahwa daya terima berdasarkan parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur puding gonda dengan penambahan buah kiwi yang paling disukai oleh panelis adalah formulasi F25 (Gonda 25% : Kiwi 75%) . Formulasi F25 (Gonda 25% : Kiwi 75%) menjadi formulasi terpilih dengan kandungan karbohidrat sebesar 18,79%, kandungan protein sebesar 0,28%, kandungan lemak sebesar 0,02%, dan kandungan vitamin C sebesar 56,77%. Puding gonda dengan penambahan buah kiwi dapat dijadikan camilan alternatif yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh remaja yang sedang menjalani diet rendah kalori dan penderita diabetes karena mengandung karbohidrat dan lemak yang rendah.Kata kunci: Puding gonda, karbohidrat, protein, lemak, vitamin C, buah kiwi AbstractThe addition of kiwi fruit in gonda pudding is one of the processed products made from gonda leaves and kiwi fruit. Gonda leaf contains antioxidants and has the potential to be developed as a source of functional food. In addition, kiwi is a source of vitamin C and antioxidants. The aim of the study was to determine the content of carbohydrates, protein, fat, vitamin C, and sensory analysis of gonda pudding with the addition of kiwi. The design of the study was a complete randomized design with 3 formulations (75%, 50%, 25%) and 1 control (100%). The parameters include carbohydrates, protein, fat, vitamin C, and sensory tests (color, aroma, taste, and texture) were determined. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), the significant results were carried out using Duncan's test with a 95% confidence level. The results showed that the addition of kiwi fruit had a significant effect on the carbohydrate, protein, and fat content and had no significant effect on the vitamin C content. According to sensory analysis, the addition of 75% of kiwi (F25) was the most preferred by the panelists. Formulation F25 (Gonda 25%: Kiwi 75%) was chosen in terms of macronutrient content with the highest carbohydrate and protein content of 18.79% and 0.28% respectively. In addition, F25 gives the lowest fat content (0.02%), with high vitamin C content (56.77%). In conclusion, Pudding gonda with the addition of kiwi fruit can be used as an excellent alternative snack and can be consumed by teenagers who are on a calorie deficit diet and a person with diabetes due to low carbohydrate and fat content. Keyword: Gonda pudding, carbohydrat, protein, fat, vitamin C, Kiwi fruit   
Analisis Dampak Rekam Medis Drop Out Terhadap Pelayanan Pasien BPJS Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar I Putu Krismantara; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; I Wayan Nurata
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2330

Abstract

                                                   Abstrak Rekam medis drop out atau ketidaktersediaan rekam medis rawat jalan merupakan suatu keadaan dimana rekam medis pasien yang dibutuhkan dalam menunjang pengobatan di poliklinik rawat jalan tidak dapat disediakan dan ditemukan saat dibutuhkan oleh pasien saat berobat ke rumah sakit. Pada bulan Januari sampai dengan Maret 2021, ditemukan bahwa terdapat 309 rekam medis yang drop out dari 25.267 rekam medis yang keluar di Tempat Penerimaan Pasien Rawat Jalan (TPPRJ). Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui dampak dan tindak lanjut rekam medis drop out di poliklink rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan metode Mix Methode. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan jenis nonprobability dengan menggunakan teknik purposive. Sampel pada penelitian ini data pendukung 309 rekam medis Droup Out pasien rawat jalan pada bulan Januari msampai dengan Maret 2021 di Badan Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar. Berdasaran hasil penelitian dari 309 rekam medis Drop Out. Kejadian tersebut berdampak pada perpanjangan response time pelayanan yang berjumlah 245 rekam medis, berdampak pada patient safety pada sasaran II berjumlah 7 rekam medis, dan pada sasaran IV berjumlah 9 rekam medis. Pada berkas klaim BPJS berdampak adanya penundaan rekam medis sebanyak 286 rekam medis.Kata kunci: Drop out RM, Response time, Patient Safety, BPJS                                                Abstract Drop out medical records or the unavailability of outpatient medical records is a condition where the patient's medical records needed to support treatment at the outpatient polyclinic cannot be provided and are found when needed by the patient during treatment at the hospital. From January to March 2021, it was found that there were 309 medical records that dropped out of the 25,267 medical records that came out at the Outpatient Reception Center (TPPRJ). This study aims to determine the impact and follow-up of drop out medical records at the outpatient polyclinic of the Sanjiwani Regional General Hospital, Gianyar.The design of this study used the design of the Mix Method method. The type of research used is the non-probability type using a purposive technique. The sample in this study is supporting data for 309 outpatient medical records from January to March 2021 at the Sanjiwani Regional General Hospital, Gianyar.Based on the results of research from 309 medical records Drop Out. This incident had an impact on the extension of the service response time which amounted to 245 medical records, impacted on patient safety in target II totaling 7 medical records, and target IV totaling 9 medical records. The BPJS claim file resulted in a delay of 286 medical records.Keywords: Drop out RM, Response time, Patient Safety, BPJS
Analisis Pengaruh Ketidaklengkapan Formulir Resume Medis Terhadap Mutu Rekam Medis Pasien Rawat Inap Pelayanan Kanker Terpadu di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar Julieta Rosalinda Patty; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2332

Abstract

                                                Abstrak Resume medis merupakan bagian dari rekam medis yang harus diisi secara lengkap. Ketidaklengkapan pada rekam medis dapat mempengaruhi mutu rekam medis karena mutu rekam medis dapat mencerminkan pelayanan kesehatan yang diberikan. Rancangan penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional dan analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh yang signifikan terhadap pada review identifikasi (p value = 0,006) review autentifikasi (p value = 0,001) review laporan penting (p value = 0,001) dan tidak ada pengaruh yang signifikan pada review pencatatan (p value = 0,267). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ketidaklengkapan pada review identifikasi, review autentifikasi, dan review laporan penting ada pengaruh terhadap mutu rekam medis tetapi pada review pencatatan tidak terdapat pengaruh terhadap mutu rekam medis di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar.Kata kunci: Ketidaklengkapan, Resume medis, Mutu Rekam medis.                                                AbstractMedical resume is part of the medical record that must be filled in completely. Incompleteness in medical records can affect the quality of medical records because the quality of medical records can reflect the health services provided. This research design uses quantitative analysis with cross sectional research type and data analysis uses univariate and bivariate tests with chi square. The results of this study indicate that there is a significant effect on the identification review (p value = 0.006) authentication review (p value = 0.001) important report review (p value = 0.001) and there is no significant effect on the recording review (p value = 0.267). The conclusion of this study is that the incomplete identification review, authentication review, and important report review have an effect on the quality of medical records but in the recording review there is no effect on the quality of medical records at Prima Medika Hospital Denpasar.Keywords: Incompleteness, Medical Resume, Quality of Medical Records.
Pelatihan Pengolahan Kudapan Berbahan Dasar Protein Hewani di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih Badung Kusumawati, I Gusti Ayu Wita; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah; Sulistyadewi, Ni Putu Eny; Yogeswara, Ida Bagus Agung; Nursini, Ni Wayan; Kusumaningsih, Purwaningtyas; Wiradnyani, Ni Ketut; Mantra, Ida Bagus Ketut
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 8 No. 2 (2024): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v8i2.3330

Abstract

Masalah gizi yang umumnya terjadi di Indonesia diakibatkan karena minimnya tingkat pengetahuan mengenai menu gizi seimbang. Anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan rentan mengalami malnutrisi. Tujuan dilakukannya kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan pelatihan mengenai olahan berbahan dasar protein hewani untuk memenuhi kebutuhan protein hewani anak yang berada di LKSA Widhya Asih Badung. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan metode pelatihan pengolahan kudapan berbahan dasar protein hewani, yaitu berupa nugget lele, bakso ayam, dan dendeng babi. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan mitra mengenai cara pengolahan kudapan berbahan dasar protein hewani. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mitra dapat mengkonsumsi kudapan berbahan protein hewani yang bervariasi dan bergizi.
PKM PENERAPAN HYGIENE DAN SANITASI HASIL OLAHAN SALAK KELOMPOK TANI MEKAR SARI DESA SIBETAN KARANGASEM Prastyandhari, I Gusti Ayu Ika Monika; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah; Junaedi, I Wayan Ruspendi; Diarini, I Gusti Ayu Agung Sinta
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salak merupakan komoditas utama masyarakat di Desa Sibetan Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem Provinsi Bali. Desa Sibetan yang terdiri atas 10 Banjar Dinas yaitu Kalanganyar, Telaga, Dukuh, Pengawan, Telutug, Kutabali, Brahmana, Triwangsa, Kreteg, dan Tengah memiliki luas wilayah 11,25 km2. Sebagian besar wilayah Desa Sibetan merupakan lahan kering/tegalan, yaitu 912,616 hektar yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian salak. Iklim dan curah hujan yang sangat baik dengan rata-rata 2000-2500 mm dan suhu udara 23-29°C sangat cocok untuk pertumbuhan salak dan memiliki hingga 14 jenis salak yang diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat, yang juga dimanfaatkan sebagai olahan minuman fermentasi. Terkait dengan hygiene dan sanitasi olahan minuman fermentasi, belum ada nya pelatihan serta pendampingan sehingga belum terlaksana praktik hygine dan sanitasi. Program kemitraan ini memberikan solusi dalam penyelesaian masalah tersebut yaitu dengan memberikan pelatihan serta pendampingan dalam penerapan hygiene dan sanitasi olahan minuman fermentasi kombucha salak pada kelompok Tani Mekar Sari. Hasil pelatihan dan pendampingan diperoleh adanya peningkatan pengetahuan dan penerapan hygiene dan sanitasi mitra mencapai 95%, dan mitra memahami bahwa hygiene dan sanitasi saling terkait satu dengan lainnya dari persiapan bahan baku, pengolahan sampai produk minuman tersebut jadi dan dikemas. Tenaga pengolah harus bersih dan sehat, peralatan pengolahan yang digunakan harus bersih, selama proses pengolahan harus bertingkah laku sehat dan bersih. Bila itu sudah diterapkan akan menjamin kebersihan dan kesehatan dari produk yang dihasilkan.
PKM KELOMPOK TANI MILENIAL DI DESA CEPAKA, KEDIRI TABANAN Sari, Ni Kadek Yunita; Permatasari, Anak Agung Ayu Putri; Astuti, Ni Putu Widya; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.485 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i2.30883

Abstract

Salah satu perkebunan pandan wangi di Bali adalah kelompok tani milenial mengusung nama UD Melonila, yang terletak di Jalan Raya Munggu Kapal, Banjar Batanduren Desa Cepaka, Kediri, Tabanan, Bali. Sejauh ini pengembangan produk dari tanaman pandan wangi belum dilakukan. Inovasi pemanfaatan daun pandan wangi untuk membuat produk seperti simplisia masih belum dikembangkan. Sehingga Tim PKM berencana untuk melakukan pendampingan terhadap kelompok tani milenial di Desa Cepaka, Kediri, Tabanan untuk membuat produk simplisia.  Permasalahan mitra:1)Mitra belum memiliki konsep dasar simplisia 2)Mitra belum memiliki keterampilan dalam  membuat produk simplisia, 3)Mitra belum memiliki merk dagang dan kemasan produk hasil pengembangan produk. Solusi yang ditawarkan yaitu 1)Pelatihan melalui penyuluhan tentang konsep dasar simplisia meliputi definisi simplisia, kegunaan dan metode pengolahan daun pandan wangi menjadi simplisia, 2)Pelatihan dan pendampingan praktek membuat produk simplisia, 3)Pendampingan dan pelatihan membuat merk dagang dan desain kemasan. Hasil  yang diperoleh dari PKM yaitu 1)Semua anggota mitra yang mengikuti sosialisasi mendapatkan rerata nilai pemahaman 84 pada post-test, 2)Mitra memiliki keterampilan dalam membuat produk simplisia, 3)Produk simplisia yang dihasilkan memiliki merek dagang dan kemasan penjualan. Kata Kunci : Desa Cepaka, Kelompok Tani Milenial, Simplisia, Pandan Wangi
Edukasi Gizi Berbasis Kudapan Protein Hewani untuk Meningkatkan Pemahaman dan Pencegahan Stunting pada Anak Sekolah SD Kusumawati, I Gusti Ayu Wita; Yogeswara, Ida Bagus Agung; Mantra, Ida Bagus Ketut; Nursini, Ni Wayan; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah; Sulistyadewi, Ni Putu Eny; Kusumaningsih, Purwaningtyas; Sumadewi, Ni Luh Utari; Kurniati, Ni Made; Wasita, Rai Riska Resty
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Februari 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v5i1.71

Abstract

masalah gizi pada anak usia sekolah, terutama stunting, masih menjadi tantangan di banyak daerah Indonesia, termasuk di Kabupaten Karangasem. Program pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi gizi kepada siswa SD Negeri 2 Bunutan melalui penyuluhan dan pemberian kudapan tinggi protein hewani. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan pemberian contoh kudapan bergizi berupa bahan pangan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang pentingnya konsumsi gizi, khususnya protein hewani, serta perubahan kebiasaan makan yang lebih sehat. Diharapkan, kegiatan ini dapat berkontribusi dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di daerah tersebut.   Nutritional problems in school-age children, especially stunting, are still a challenge in many regions in Indonesia, including Karangasem Regency. This community service program aims to provide nutritional education to students of SD Negeri 2 Bunutan through counseling and providing high-protein animal snacks. The methods used include lectures, demonstrations, and providing examples of nutritious snacks in the form of local food ingredients. The results of the activity showed an increase in student knowledge about the importance of nutritional consumption, especially animal protein, as well as changes in healthier eating habits. It is hoped that this activity can contribute to efforts to reduce the prevalence of stunting in the area.