Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Lama Waktu Maserasi Terhadap Stabilitas Zat Warna Alam Pada Ekstrak Air Bongol Pisang Ni Luh Utari Sumadewi; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 3 (2020): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.446 KB)

Abstract

ABSTRAKBonggol pisang merupakan salah satu sumber daya alam Indonesia yang dapatdigunakan sebagai alternatif zat warna alam. Kandungan kimia yang terdapat padabonggol pisang antara lain adalah tanin dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui lamanya waktu maserasi terhadap stabilitas zat warna alam padaekstrak air bonggol pisang. Metode yang digunakan adalah dengan mengukur absorbansisampel dengan menggunakan spektrofotometer uv-vis. Dari hasil penelitian padaperendaman 8 jam didapatkan absorbansi 0,920 pada Panjang gelombang 250 nm,perendaman 24 jam dengan absorbansi 1,019 dengan Panjang gelombang 225 nm, danpada perendaman 48 jam didapatkan absorbansi 0,315 dengan Panjang gelombang 250nm. Sehingga dapat disimpulkan lama waktu maserasi mempengaruhi kestabilan warnadari zat warna alam bonggol pisang.Kata kunci: bonggol pisang, ekstraksi, zat warna.
KANDUNGAN TOTAL ASAM, TOTAL GULA DAN NILAI pH KOMBUCHA CASCARA KOPI ARABIKA DESA CATUR BANGLI SELAMA FERMENTASI Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; Ni Luh Utari Sumadewi; Ni Kadek Yunita Sari
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 4 (2021): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.279 KB)

Abstract

ABSTRAKKulit teh yang dikeringkan (cascara) dapat dimanfaatkan menjadi minuman seduhanlayaknya teh. Pengembangan cascara sebagai minuman fermentasi yang sering disebutkombucha banyak dilakukan. Kombucha merupakan minuman fermentasi larutan teh dangula yang ditambahkan starter kombucha yaitu simbiosis bakteri Acetobacter xylinum danbeberapa jenis khamir diantaranya Saccharomyces cerevisiae. Penelitian bertujuanmengetahui kandungan total asam, total gula dan nilai pH kombucha cascara kopi arabikaselama fermentasi. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap dengan satufaktor yaitu lama fermentasi (4, 8, 10, 12, dan 14 hari). Hasil penelitian menunjukkan totalasam kombucha cascara berkisar antara 1,02-1,51%, total asam pada kombucha semakinmeningkat pada waktu fermentasi 4-14 hari. Total gula kombucha cascara yang dihasilkanberkisar antara 2,85-6,15%, semakin lama fermentasi maka total gula akan semakinmenurun. Nilai pH kombucha cascara berkisar antara 1,46-2,98, pH mengalami menurunselama fermentasi. Nilai pH kombucha yang aman dikonsumsi yaitu tidak boleh <3. Apabilanilai pH<3 maka minuman kombucha perlu diencerkan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.Kata kunci: cascara, kombucha, nilai pH, total asam, total gula.
PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP KANDUNGAN TOTAL FENOL CASCARA KOPI ARABIKA (Coffea arabika L.) Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; Ni Luh Utari Sumadewi
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.896 KB)

Abstract

ABSTRAKCascara merupakan produk olahan kulit buah kopi yang mengalami proses sortasi, pencucian buah kopi, pengupasan dan pengeringan kulit buah kopi. Teh kulit buah kopi (Cascara) telah banyak beredar di pasaran internasional, namun masih jarang ditemui di Indonesia. Kulit buah kopi mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder salahsatunya golongan polifenol. Senyawa fenol memiliki aktivitas antioksidan, antitumor, antiviral dan antibiotik. Adanya proses pengeringan dalam pembuatan cascara akan berdampak pada kandungan fenol pada cascara yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan (oven dan sinar matahari) terhadap kandungan total fenol pada cascara kopi Arabica (Coffea arabika L.). Total fenol ditentukan dengan metode Follin Chiocalteau Phenol. Hasil analisa kandungan total fenol tertinggi pada cascara (kulit buah kopi berwarna hijau) dengan metode pengeringan sinar matahari selama 20 jam yaitu sebesar 1400,652mg/100g GAE. Kandungan total fenol terendah terdapat pada cascara dari kulit buah kopi (ceri kopi) berwarna merah dengan menggunakan metode pengeringan menggunakan oven 40oC selama 6 jam yaitu sebesar 289,808-319,812mg/100g GAE. Metode pengeringan dengan menggunakan sinar matahari merupakan metode pengeringan dengan suhu rendah, sehingga mampu mempertahankan komponen-komponen polifenol dari kerusakan akibat suhu tinggi.Kata kunci: Cascara, Total fenol, Kopi arabika, Pengeringan.ABSTRACTCascara is a product which undergoes a sorting process, washing, stripping and drying coffee fruit skin. fruit coffee skin tea (Cascara) has been widely visited on the international market, but is still rarely found in Indonesia. fruit coffee skin contains several metabolites, one of which is a polyphenol group. Phenol compounds have antioxidant activity, antitumor, antiviral and antibiotics. The drying process in making cascara will increase in the phenol content of cascara produced. This study discusses the method of drying (oven and sunlight) on the total content of phenol in Arabica (Coffea arabica L.) coffee. The amount of phenol is determined by the Follin Chiocalte Phenol method. The results of the analysis of the highest total phenol content in cascara (green fruit coffee peel) by the sun-drying method for 20 hours is equal to 1400,652mg / 100g GAE. The lowest total phenol content in cascara from fruit coffee skin (coffee cherry) is red using the drying method using a 40oC oven for 6 hours which is equal to 289,808-319,812mg / 100g GAE. The method of drying using sunlight is a method of drying with low temperatures, so as to be able to maintain the components of polyphenols from damage due to high temperatures.Keywords: Cascara, Total phenol, Arabica coffee, Drying.
KOMPOSISI MAKRONUTRIENT COOKIES TORBANGUN DENGAN KOMBINASI KURMA, PUMKIN DAN UBI UNGU SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN IBU MENYUSUI Ni Wayan Nursini; Y. Ayu Fitria Adi Pravitasari; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 4 (2021): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.073 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian kombinasi tepung torbangun, kurma, pumpkin, dan ubi ungu terhadap sifat kimia dan organoleptik cookies ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari tepung torbangun, kurma, pumpkin, dan ubi ungu sebagai makanan tambahan ibu menyusui. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 1 kali ulangan. Kombinasi yang dilakukan memberikan pengaruh pada pada semua pengujian. Kandungan karbohidrat pada cookies torbangun tertinggi terdapat pada formulasi P1 yaitu 81,275% dikarenakan penambahan tepung terigu lebih dominan daripada tepung torbangun. Kandungan lemak tertinggi terdapat pada formulasi P2 yaitu 2,444%. Semakin banyak penambahan tepung pumpkinakan meningkatkan kadar lemak cookies. Kandungan protein tertinggi cookies yaitu pada formulasi P6 yaitu 13,400% disebabkan karena perbedaan jumlah tepung yang digunakan sehingga mengakibatkan perbedaan jumlah protein.Kata kunci: cookies, kurma, pumkin, ubi ungu, makronutrient
POTENSI TEPUNG REBUNG BAMBU TABAH (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ) DALAM MENSIMULASI PERTUMBUHAN BAKTERI ASAM LAKTAT Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; Nyoman Semadi Antara; Ida Bagus Wayan Gunam
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSalah satu varietas rebung bambu lokal adalah rebung bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ, biasa dikonsumsi masyarakat dan memiliki kandungan serat pangan dan nutrisi. Potensi serat pangan dan oligosakarida tepung rebung bambu tabah dalam menstimulasi pertumbuhan Bakteri Asam Laktat (BAL) ingin diketahui pada penelitian ini. Penelitian ini terdiri analisis kandungan serat pangan total secara enzimatis, kandungan oligosakaridan dengen HPLC dan pengujian pertumbuhan BAL pada media tepung rebung bambu tabah. Rancangan Acak Kelompok faktor tunggal (RAK) digunakan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan total serat pangan pada bagian rebung bambu tabah yang diolah menjadi tepung yaitu 18,29% (bk) pada bagian ujung 20,92% (bk) pada bagian tengah dan 14,22% (bk) pada bagian pangkal. Komponen penyusun karbohidrat sederhana pada tepung rebung bambu tabah tediri dari 0,07%-0,45% (bk) glukosa, 0,12%-0,39% (bk) fruktosa, 0,04%, sukrosa 0,14%-0,35% (bk), dan 1,93-4,55% (bk) rafinosa. Pertumbuhan BAL yaitu Lactobacillus acidophilus, L. brevis, L. casei Rhamnosus paling tinggi pada bagian ujung dan tengah dan Bifidobacterium bifidum paling tinggi pada bagian pangkal. Pertumbuhan kelompok Lactobacillus berkisar 2,8 x 1010 - 5,8 x 1010CFU/ml dan Bifidobacterium bifidum 3,6 x 1010- 3,7 x 1010 CFU/ml. Ini menunjukkan bahwa serat pangan dan adanya komponen karbohidrat sederhana pada tepung rebung bambu tabah mampu menstimulasi pertumbuhan BAL.Kata kunci: tepung rebung bambu tabah, serat pangan, BAL.ABSTRACTOne of the varieties local of bamboo shoots is tabah bamboo shoots (gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ), usually has and having diatery fiber content and nutrients. The potential diatery fiber and oligosaccharide of tabah bamboo shoots flour patient stimulate the growth of bacteria lactic acid (LAB) wanted to know in this study. This research consisting analysis total diatery fiber content food in enzimatis, the components of oligosaccharide with High Performance Liquid Chromatography (HPLC), and testing LAB growth in a media flour bamboo shoots patient. The experimental design used was a single-factor randomized block design (RBD). Results showing total diatery fiber on the patient bamboo shoots flour contentis 18,29% (db) at the apical, 20,92% (db) at the middle and 14,22% (db) at the basal. The amount of total dietary fiber content obtained showed that the tabah bamboo shoots flour has potential as a source of dietary fiber. Componentsof oligosaccharide in the tabah bamboo shoots flour presented descriptive. The highest content of 4,55% raffinose (db), and 0,35% sucrose (db). The content of simple carbohydrates in the flour has a tabah bamboo shoots can be a prebiotic. The growth of L. acidophilus, L. brevis, L. casei rhamnosus highest at the apical and the middle 2,8 x 1010 – 5,8 x 1010CFU/ml. Bifidobacterium bifidum highest at the basal 3,6 x 1010- 3,7 x 1010 CFU/ml. This shows that diatery fiber on tabah bamboo shoots flour able to stimulate BAL growth.Keywords: tabah bamboo shoots flour, dietary fiber, LAB.
INTRODUKSI PENANGANAN PASCA PANEN PANDAN WANGI PADA KELOMPOK TANI MILENIAL DI DESA CEPAKA, KEDIRI TABANAN Ni Kadek Yunita Sari; Anak Agung Ayu Putri Permatasari; Ni Putu Widya Astuti; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 3 (2020): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.535 KB)

Abstract

ABSTRAKSalah satu perkebunan pandan wangi di Bali adalah kelompok tani milenial mengusung nama UD Melonila, yang terletak di Jalan Raya Munggu Kapal, Banjar Batanduren Desa Cepaka, Kediri, Tabanan, Bali. Sejauh ini penanganan pasca panen daun pandan wangi hanya dilakukan dengan memangkas daun kemudian dijual ke pengepul, dan sebagian dibeli oleh pedagang canang yang ada di kawasan tersebut. Penanganan pasca panen dengan mengolah daun pandan wangi menjadi produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi belum pernah dilakukan. Permasalahan mitra: 1) Mitra belum mengetahui teknologi pasca panen daun pandan wangi yang tepat untuk menghasilkan suatu produk dengan daya jual yang lebih tinggi 2) Mitra belum memiliki pengetahuan tentang simplisia dan metode pengolahan daun pandan wangi menjadi simplisia. Solusi yang ditawarkan yaitu 1)Sosialisasi melalui penyuluhan tentang pengenalan produk simplisia, 2)Sosialisasi melalui penyuluhan tentang definisi simplisia, kegunaan dan metode pengolahan daun pandan wangi menjadi simplisia. Hasil yang didapatkan yaitu; 1)Tingkat pengetahuan mitra meningkat dari tidak tahu menjadi tahu akan pengembangan produk simplisia; 2)Semua anggota Mitra yang mengikuti sosialisasi mendapatkan rerata nilai pemahaman 84 pada post-test.Kata Kunci : Desa Cepaka, Kelompok Tani Milenial, Simplisia, Pandan Wangi
PKM HIGIENE SANITASI LINGKUNGAN DAN MAKANAN KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DI DESA CATUR KABUPATEN BANGLI Ni Putu Widya Astuti; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.066 KB)

Abstract

ABSTRACTCatur village, bangli regency is one of the tourist villages in the province of bali. This village is very potential as a wista village because of its natural potential. One of the strengths of this village is its agriculture and natural resources in the form of waterfalls, historic caves and natural coolness. In supporting tourism in the chess village, the community develops a traditional home stay. But management is not done to the maximum. Particularly related to environmental sanitation and food hygiene activities there is no training and assistance so that sanitation hygiene practices have not been implemented. This partnership program provides a solution to solve the problem, which is to provide training and assistance in environmental sanitation and food hygiene to the tourism conscious group so that it can be implemented in a managed home stay.the result of this dedication is an increase in sanitation hygiene facilities at the homestay by 90%, an increase in participants' knowledge, namely the management of the homestay about the importance of environmental sanitation, food and personal hygiene by 80%. The conclusion in this service is a significant increase before and after the community service activities. Keywords: Catur village, home stay, environmental sanitation hygiene, food sanitation hygiene abstrakABSTRAKKata kunci: Desa Catur, Home Stay, Higiene Sanitasi Lingkungan, Higiene Sanitasi MakananPKM HIGIENE SANITASI LINGKUNGAN DAN MAKANAN KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DI DESA CATUR KABUPATEN BANGLI1Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Dhyana Pura; 2Program Studi Perekam Informasi Kesehatan, Universitas Dhyana PuraEmail: widyaastuti@undhirabali.ac.idDesa Catur, Kabupaten Bangli merupakan salah satu desa wisata di Provinsi Bali. Desa ini sangat berpotensi sebagai desa wista karena potensi alam yang dimiliki. Salah satu yang menjadi keunggulan desa ini yaitu pertaniannya dan sumber daya alam berupa air terjun, goa bersejarah dan kesejukan alamnya. Dalam mendukung pariwisata di Desa Catur, masyarakat mengembangkan home stay tradisional. Tetapi pengelolaan kurang dilakukan dengan maksimal. Khususnya terkait dengan kegiatan higiene sanitasi lingkungan dan makanan belum adanya pelatihan dan pendampingan sehingga belum terlaksana praktek higiene sanitasi. Program kemitraan ini memberikan solusi dalam menyelesaiakan masalah tersebut yaitu memberikan pelatihan dan pendampingan higiene sanitasi lingkungan dan makanan pada kelompok sadar pariwisata sehingga dapat diterapkan di home stay yang telah dikelola.Hasil pengabdian ini yaitu terjadinya peningkatan fasilitas higiene sanitasi di homestay sebesar 90%, terjadi peningkatan pengetahuan peserta yaitu pengelola homestay tentang pentingnya higiene sanitasi lingkungan, makanan dan personal higiene sebesar 80 %. Kesimpulan dalam pengabdian ini yaitu terjadi peningkatan yang signifikan sebelum dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat
ADAPTASI KEBIASAAN BARU DI ERA NORMAL BARU KELOMPOK MASYARAKAT DI DESA BONGAN TABANAN BALI Ni Luh Utari Sumadewi; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; Pande Kadek Widiastuti; I Komang Tio Marta Bagusadewa; Nyoman Ayu Wiwin Yuliastini
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 4 (2021): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.393 KB)

Abstract

ABSTRAKDesa Bongan merupakan daerah haterogen. Penduduk memiliki pekerjaan,Pendidikan dan tingkat perekonomian yang beragam. Adaptasi kebiasaan barusangat penting dilakukan guna menunjang kegiatan sehari-hari agar terhindar dariinfeksi virus covid19 dengan menerapkan perilaku pencegahan khususnya tentangcara mencuci tangan yang baik dan benar dan cara penggunaan masker yang tepat.Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini mewujudkan kesejahteraan kelompok dalambidang Kesehatan khususnya dalam protokol Kesehatan di masa normal baru.Kegiatan ini dilaksanakan dengan melakukan sosialisasi ke kelompok mitra.Capaian luaran kegiatan ini adalah kelompok masyarakat mampu menerapkanprotokol Kesehatan khususnya melakukan cuci tangan dengan baik dan benar danmenggunakan masker dengan tepat.Kata kunci: adaptasi kebiasaan baru, covid19, protokol Kesehatan, cuci tangan dan pakaimasker
TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP POLA MAKAN DAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI TAMAN KANAK – KANAK DENPASAR SELATAN Ni Putu Eny Sulistyadewi; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 1, No 1 (2017): JURNAL KESEHATAN TERPADU EDISI MARET
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.014 KB)

Abstract

ABSTRAKPengaturan pola makan pada anak balita sangat bergantung dengan tingkat pengetahuan ibu dalam memilih, mengolah serta mengatur makanan yang dibutuhkan oleh balita. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang dimiliki ibu tentang gizi balita akan mendasari pemberian makan pada anak, sehingga akan menentukan pola makan anak dan selanjutnya akan menentukan status gizi anak tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan terhadap pola makan dan status gizi anak balita di taman kanak – kanak Denpasar Selatan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional. Hasil penelitian dari 31 orang responden mempunyai status gizi baik dan pola makan sesuai dengan tingkat pengetahuan ibu yang kurang. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap pola makan dan status gizi anak balita taman kanak – kanak Denpasar Selatan yang ditunjukkan dengan nilai p>0,05.Kata Kunci : Pola makan, Status Gizi, Tingkat Pengetahuan Ibu, BalitaABSTRACTDietary adjustments in children under five is very dependent on the level of knowledge of mothers in selecting, processing and arranging food needed by toddlers. This suggests that knowledge of mothers about infant nutritional would constitute feeding the child, so that will determine the child's diet and will determine the nutritional status of the child. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of diet and nutritional status of children under five in kindergarten - childhood South of Denpasar. This research is observational analytic study with cross-sectional study design. The results of the 31 respondents have good nutritional status and diet according to the mother's level of knowledge is lacking. This shows that there is no relationship between the level of knowledge of the mother's diet and nutritional status of children under five kindergarten - childhood South of Denpasar indicated by the value of p> 0.05.Keyword : Diet, Nutritional Status, Knowledge Level Mother, Toddler
Efektivitas Penerapan Tracer Terhadap Pengendalian Kejadian Missfile Rekam Medis Di UPTD Puskesmas Rendang Ni Luh Ayu Winda Mahayani; Agus Donny Susanto; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
Jurnal Yoga dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v6i1.1855

Abstract

UPTD Puskesmas Rendang has not applicated a medical record tracer (exit instructions) so that there are still misplaced or no medical records found on the storage rack that caused missfile. Based on a preliminary study conducted in December 2021, it was found that the percentage of missfile events was 10.53% of 1,680 medical records. Puskesmas Rendang  requires a medical record tracer that could overcome the problem of medical record missfiles. The purpose of this study is to design a medical record tracer and measure the effectiveness of the application of the tracer. The research design used is One Group Pretest-Postest Design, which is to measure the number of missfile events before and after the application of the medical record tracer. The results of this study are using a questionnaire test with a Likert scale, the results obtained are 85% whose feasibility can be categorized as "Very Eligible". The results of hypothesis testing using the Wilcoxon Signed Ranks Test obtained a significance value of 0.000 so that 0.000 <0.05. Based on the results, it concluded that there is an effectiveness of the application of tracer to control the incidence of missfile medical records in the UPTD Puskesmas Rendang. It suggests that the development of an electronic-based medical record tracer is needed so that the service process can run effectively and efficiently. Furthermore, retention is also required.