Claim Missing Document
Check
Articles

Macronutrient and Calcium Composition with Substitution of Snakehead Fish (Channa striata) Flour as a Healthy Snack to Improve Children's Nutritional Status Avrilia Anggraeni Pakereng; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; Komang Windayani; Ida Bagus Agung Yogeswara
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutritional concerns for children aged 1–9 years remain a priority, particularly regarding the fulfillment of energy, protein, and calcium requirements. The development of nastar as a snack made from snakehead fish flour is an effort to address these issues. The objective of this study was to determine the macronutrient and calcium content of the product and its contribution to children’s energy and nutritional adequacy. The study design employed a Completely Randomized Design (CRD) with six formulations of catfish flour supplementation: F0 (0%), F1 (10%), F2 (20%), F3 (30%), F4 (40%), and F5 (50%), each with three replicates. Tests for macronutrients (carbohydrates, protein, fat), calcium, and acceptability were conducted by 25 panelists based on the parameters of aroma, taste, texture, and color. Data analysis used a One-Way ANOVA test and Duncan’s multiple range test at a 5% significance level. The results showed that the substitution of snakehead fish meal had a significant effect (p<0.05) on the levels of carbohydrates, fat, and calcium. Preference tests on F1 (10%) and F2 (20%) were preferred by the panelists compared to the other formulations. F1 contained carbohydrates (72.27 g), protein (0.11 g), fat (15.65 g), and calcium (17.15 mg). F2 contains carbohydrates (66.7 g), protein (0.11 g), fat (20.05 g), and calcium (29.87 mg). F1 provides 10–15% (172.16 kcal) of the RDA for children aged 10–3 years, and F2 provides 10–15% (179.12 kcal) of the RDA for children aged 4–9 years, with a serving size of 40 g.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN LEGALITAS SERTIFIKASI HALAL PRODUK “SI JAE” DI DESA TARO, TEGALALANG, GIANYAR, BALI Ni Sari; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jadma.v7i1.12766

Abstract

Sebagai salah satu kelompok tani yang berorientasi pada pengembangan agroindustri, Kelompok Tani Satya Kencana memanfaatkan jahe sebagai bahan baku dalam proses produksi berbagai produk olahan. Produk mitra tersebut menggunakan merek Si Jae dengan produk unggulan berupa teh celup jahe merah. Permasalahan utama mitra: belum memiliki pengetahuan terkait manfaat legalitas sertifikasi halal produk dan tata cara pengajuan legalitas sertifikasi-halal produk; belum memiliki keterampilan untuk menyusun dokumen penyelia halal dan  menyusun dokumen Manual-Sistem-Jaminan Produk-Halal sebagai berkas persyaratan pengajuan legalitas sertifikasi-halal produk; belum memiliki keterampilan untuk melakukan pendaftaran sertifikasi-halal produk  pada website SiHalal. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, mitra yang mengikuti pelatihan mencapai tingkat pemahaman sebesar 90% pada post-test. Pengetahuan terkait sosialisasi tata cara pengajuan legalitas sertifikasi halal produk bagi UMKM juga menunjukkan hasil yang signifikan, yakni tingkat pemahaman mitra mencapai 90% pada post-test. Selain itu, mitra telah menunjukkan kompetensi dalam menyusun dokumen penyelia halal; peningkatan keterampilan sebesar 90%  pada post-test  dan berhasil tersusunnya draft dokumen; mitra memiliki keterampilan-dalam- menyusun dokumen-Manual-Sistem-Jaminan-Produk-Halal, terjadi peningkatan keterampilan sebesar 80%  pada post-test dan berhasil tersusunnya draft dokumen; produk mitra mendapatkan ID sertifikat halal dari Kementeriaan Agama Indonesia dengan ID Sertifikat ID51110020443431024; Tercantumnya ID dan logo halal pada produk mitra.
PENYULUHAN TEKNIK PENGOLAHAN PANGAN FUNGSIONAL KUE KECIK DI DESA TAKMUNG BALI Purwaningtyas Kusumaningsih; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; I Gusti Ayu Ika Monika Prastyandhari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.55200

Abstract

Pengembangan usaha ekonomi sirkular dengan memanfaatkan ampas tahu sebagai bahan baku pengolahan kue kecik belum banyak dilakukan oleh usaha ekonomi perorangan. Padahal ampas tahu masih memiliki manfaat kesehatan berupa serat yang bisa masuk kedalam prebiotik. Ampas tahu di Klungkung dijual dengan harga sepuluh ribu rupiah per sepuluh kilogram. Selam aini penggunaan ampas tahu hanya sebatas untuk pekan ternak babi dan bebek. Produk kue kering yang berbahan baku ampas tahu belum ditemukan dijual di Kabupaten Klungkung. Oleh karena itu tim pengabdian hendak memperkenalkan olahan kue kecik kepada mitra yang merupakan usaha ekonomi perorangan produsen kue kering sebagai produk baru yang menjanjikan. Metode pengabdian yang diterapkan adalah memberikan penyuluhan dan pendampingan mengolah ampas tahu menjadi produk kue kecik. Mitra diberikan pemahaman tentang pangan funsgional dari ampas tahu dan teknik pengolahan kue kering. Pada tahapan akhir pengabdian mitra diberikan kesempatan mengolah ampas tahu menjadi kue kecik. Hasil yang diperoleh dari pengabdian mitra mendapat pengetahuan tentang ilmu pangan fungsional, teknik mengolah kue kering dan ketrampilan mengolah kue kecik berbahan ampas tahu.