Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analysis Autocorrelation Spatial Diarrhea, Typhoid and Leptospirosis on The East Flood Canal, Semarang City: Moran Index Method Fikri, Elanda; Firmansyah, Yura Witsqa; Ramadhansyah, Muhammad Fadli; Husna, Riyana; Widyantoro, Wahyu; Lewinsca, Maurend Yayank; Arumdani, Intan Sekar; Berlian, Alifia Intan; Novitasari, Karina Laras; Mahendra, Pasha Dwi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 4: December 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.779 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i4.734

Abstract

Waterborne disease is a disease with water-borne media. The waterborne disease can occur when people come into contact with water that is high in Escherichia coli (a pathogen that causes diarrhea), Salmonella (a pathogen that causes typhoid) and leptospira (a pathogen that causes leptospirosis). This study aims to provide information on the relationship and distribution pattern between canal water consumption and the incidence of waterborne diseases using spatial autocorrelation analysis using the Moran index method. This research is development research with a spatial approach and the Moran index method. From the results of the Moran index autocorrelation, diarrhea has a value of Z(I) = 0.085786 less than Z0.95 = 1.645, which means that there is no spatial autocorrelation, but the distribution pattern is positive so that it is clustered. Typhoid has a value of Z(I) = -0.015495 less than Z0.95 = 1.645, which means that there is no spatial autocorrelation, the distribution pattern is negative and random. While leptospirosis has a value of Z(I) = 0.014872 less than Z0.95 = 1.645, meaning that it has no spatial autocorrelation, the distribution pattern is positive with a clustered form. Efforts are needed for the participation of the Semarang City government in providing access to clean water in several urban areas of Semarang City, assessing parameters and processing water for the East Flood Canal.   Penyakit yang ditularkan melalui air adalah penyakit dengan media yang terbawa air. Penyakit yang ditularkan melalui air dapat terjadi ketika orang bersentuhan dengan air yang tinggi Escherichia coli (patogen penyebab diare), Salmonella (patogen penyebab tifus) dan leptospira (patogen penyebab leptospirosis). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang hubungan dan pola distribusi antara konsumsi air saluran dengan kejadian penyakit yang ditularkan melalui air menggunakan analisis autokorelasi spasial menggunakan metode indeks Moran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan pendekatan spasial dan metode indeks Moran. Dari hasil autokorelasi indeks Moran, diare memiliki nilai Z(I) = 0085786 kurang dari Z0,95 = 1,645 yang artinya tidak terdapat autokorelasi spasial tetapi pola distribusinya positif sehingga mengelompok. Tifus memiliki nilai Z(I) = -0,015495 kurang dari Z0,95 = 1,645 yang berarti tidak terdapat autokorelasi spasial, pola sebarannya negatif dan acak. Sedangkan leptospirosis memiliki nilai Z(I) = 0,014872 kurang dari Z0,95 = 1,645 artinya tidak memiliki autokorelasi spasial, pola sebarannya positif dengan bentuk mengelompok. Diperlukan upaya peran serta Pemerintah Kota Semarang dalam penyediaan akses air bersih di beberapa wilayah perkotaan Kota Semarang, pengkajian parameter dan pengolahan air untuk Kanal Banjir Timur.
Pengembangan Model Aspirator Penangkap Nyamuk Elektrik Wahyu Widyantoro; Sarifah Syadiyah; Ari Sumiyarsih
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i2.5995

Abstract

Kegiatan penangkapan nyamuk dalam survei dan pembelajaran praktik di laboratorium selalu menggunakan aspirator. Aspirator adalah alat yang digunakan untuk menangkap serangga yang sangat kecil, lembut, gesit, dan aktif yang sulit dikumpulkan dengan pinset atau sikat, seperti nyamuk. Aspirator yang banyak digunakan untuk menangkap nyamuk saat survei maupun di laboratorium sederhana yaitu aspirator mouth suction. Penggunaan oral suction aspirator rentan terhadap penyebaran kasus COVID-19 karena selain dihisap melalui mulut, juga digunakan secara bergantian. Sehingga perlu dikembangkan berbagai model aspirator otomatis tanpa penyedot mulut. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD). Berdasarkan uji daya hisap, model kipas memiliki kecepatan hisap maksimum 5cm sedangkan model katup 1 cm. Model aspirator kipas menerima 3,82 atau sangat baik dibandingkan dengan model katup 3,4 atau baik.
Environmental Exposure to Breast Cancer: Study Narrative Review, How to Prevent in Indonesia? Elanda Fikri; Yura Witsqa Firmansyah; Muhammad Fadli Ramadhansyah; Wahyu Widyantoro; Aziz Yulianto Pratama; Ayu Widyawati; Ike Rachmawati; Muslyana Muslyana; Ramadani Sukaningtyas; Danang Hendrawan; Khaira Ilma; Hanung Nurany; Maurend Yayank Lewinsca; Rafika Rafika; Laliyanto Laliyanto
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.112 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.1055

Abstract

The environment is one of the factors in the epidemiological triad as the concept of the emergence of a disease, including breast cancer which is the global burden. Globally, WHO declared breast cancer to have 2.26 million new cases per year in 2020, with the mortality rate climbing to 685,000. In Indonesia, breast cancer has the highest incidence rate for women, with 1.4 per 1000 population in 2013 growing to 1.79 per 1000 people in 2018. This review aims to describe environmental exposure factors that have the potential to cause breast cancer. The review study used the narrative review method with a screening process of 28 articles used. Environmental exposures that become potential occurrences of breast cancer are divided into 4, exposure to pesticides, exposure to household chemicals, exposure to food packaging, and exposure to air pollution which have different pathophysiologies for each exposure. Exposure to chemicals such as DDE and DDT in pesticides that have been proven to be carcinogenic and are still used in Indonesia. Exposure to chemicals from household chemicals such as PCBs, Benzophenone, and Phthalates in some household appliances are also carcinogenic substances. The use of BPA, BaP, and 2-Amino-1-Methyl-6-Phenylimidazo [4,5-B] pyridine in food packaging trigger breast cancer. Exposure to cigarette smoke or smoking behavior, consumption and evaporation of alcohol, as well as exposure to PM2.5 are air pollutants that are at risk of causing breast cancer. How to prevent it, we can use biopesticide, bioplastic, change a healthy lifestyle and replace fossil fuels into biofuels.  Abstrak: Lingkungan merupakan salah satu faktor dalam triad epidemiologi sebagai konsep munculnya suatu penyakit, termasuk kanker payudara yang menjadi beban global. Secara global, WHO menyatakan kanker payudara memiliki 2,26 juta kasus baru per tahun pada tahun 2020, dengan angka kematian meningkat menjadi 685.000. Di Indonesia, kanker payudara memiliki angka kejadian tertinggi pada wanita, dengan 1,4 per 1000 penduduk pada tahun 2013 tumbuh menjadi 1,79 per 1000 orang pada tahun 2018. Tinjauan ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor paparan lingkungan yang berpotensi menyebabkan kanker payudara. Kajian review menggunakan metode narrative review dengan proses screening sebanyak 28 artikel yang digunakan. Paparan lingkungan yang menjadi potensi terjadinya kanker payudara dibagi menjadi 4, paparan pestisida, paparan bahan kimia rumah tangga, paparan kemasan makanan, dan paparan polusi udara yang memiliki patofisiologi yang berbeda untuk setiap paparan. Paparan bahan kimia seperti DDE dan DDT pada pestisida yang telah terbukti bersifat karsinogenik dan masih digunakan di Indonesia. Paparan bahan kimia dari bahan kimia rumah tangga seperti PCB, Benzophenone, dan Phthalates di beberapa peralatan rumah tangga juga merupakan zat karsinogenik. Penggunaan BPA, BaP, dan 2-Amino-1-Methyl-6-Phenylimidazo[4,5-B]pyridine dalam kemasan makanan memicu terjadinya kanker payudara. Paparan asap rokok atau perilaku merokok, konsumsi dan penguapan alkohol, serta paparan PM2.5 merupakan polutan udara yang berisiko menyebabkan kanker payudara. Cara mencegahnya, kita bisa menggunakan biopestisida, bioplastik, mengubah gaya hidup sehat dan mengganti bahan bakar fosil menjadi biofuel.
PENGKAYAAN MATERI BAGI KADER JUMANTIK YANG TERGABUNG DALAM TANGGAP BOCAH [TABO] DI KECAMATAN SLEMAN Prasetyawati, Naris Dyah; Sudaryanto, Sigid; Muslikah, Muslikah; Widyantoro, Wahyu
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.939 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i1.2169

Abstract

Di Indonesia demam berdarah merupakan penyakit menular yang belum bisa diberntas. Kasus demam berdarah di kecamatan sleman pada tahun 2015 mencapai 28 kasus. Diperlukan peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit DBD. Salah satu peran aktif dalam pencegahan DBD ini melalui edukasi anak-anak. Melalui kegiatan Tanggap Bocah (TABO) diharapkan mampu meberikan edukasi pencegahan penyakit DBD. Tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk kader kesehatan cilik melalui TABO di Wilayah Kerja Puskesmas Sleman. Kegiatan ini menggunakan metode dengan diskusi, tanya jawab, dan  simulasi. Media pembelajaran ini menggunakan permainan anak dengan memasukan materi kesehatan lingkungan khususnya gerakan 3 M plus. Hasil kegiatan ini mampu mengajak dan meningkatkan kepedulian anak-anak terhadap program pengendalian DBD yaitu mampu melakukan pemantauan jentik di lingkungan rumah.Kegiatan ini dinilai sangat efektif sehingga memerlukan peningkatan pola pelatihan baik dari segi materi maupun komponen lainnya sehingga dapat terus sejalan mengikuti perkembangan informasi.
Pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) Berbasis Masyarakat di Indonesia: Systematic Review Wahyu Widyantoro; Nurjazuli Nurjazuli; Yusniar Hanani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v10i03.1008

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi maslah kesehatan di Indonesia. Berbagai program telah dilaksanakan oleh pemerintah untuk menanggulangi DBD. Pelibatan masyarakat dalam pengendalian menjadi penting dalam upaya pengendalian DBD. Kajian sistematis ini bertujuan untuk mengetahui pelibatan komunitas dalam intervensi pengendalain DBD di Indonesia. Metode dalam penelitian ini adalah systematic review dengan menggunakan metode PRISMA. Kami melakukan pencarian literatur empat data base elektronik : Google Scholar, PubMed, Web of Science, Scopus dengan data open access dari tahun 2015 hingga 2020. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi community dengue control, engangment dengue control, sosial capital dengue control dan didapatkan 5 artikel yang sesuai untuk dikaji. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menggunakan data penelitian dengan topik yang sama sebagai data sekunder. Pelibatan komunitas menjadi bagian keberhasilan dalam pengendalian DBD di Indonesia.hasil intervensi meliputi pengetahuan, sikap dan praktik di komunitas; partisipasi masyarakat; modal social dan pemberdayaan masyrakat mampu menurunkan parameter terhadap kejadian maupun kasus DBD. Keberhasilan pelibatan komunitas dalam pengendalian DBD di Indonesia perlu adanya program keberlanjutan dan kesinambungan.
Pendampingan Pembelajaran Memilah Dan Menempatkan Sampah Pada Tempatnya Sejak Usia Dini Di TK Imbas 1 Amri, Choirul; Widyantoro, Wahyu
International Journal of Community Service Learning Vol. 1 No. 3 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2960.04 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v1i3.12598

Abstract

Perubahan perilaku dapat dilakukan melalui kebiasaan yang  dipraktikan sejak usia dini. Pembelajaran bagi anak usia dini merupakan  tahapan penting untuk pembisaan perilaku. Perilaku hidup sehat dan bersih melalui pengalaman belajar melalui pemberian contoh dan melalukan pembiasaan.Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan dan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini melalui pemilahan sampah di TK Imbas 1 (TK ABA Trini) Trihanggo, Gamping, Sleman. Kegiatan ini menggunakan metode demontrasi dan praktik memilah sampah. Diharapkan melalui kegiatan ini anak-anak TK Imbas 1 (TK ABA Trini) mampu mengenal dan mempraktikan memilah sampah pada tempat pemilah sampah.Praktik pemilahan sampah ini dengan pengenalan jenis sampah kepada Murid TK Imbas 1 (TK ABA Trini), hasil kegiatan ini mampu meningkatkan kebisaan anak-anak dalam menempatkan sampah pada tempat pemilah sampah.Pendekatan perilaku hidup sehat dapat dapat dilakukan sejak usia dini, pengalaman pemilahan sampah sejak dini ini akan memberikan pengalaman perilaku hidup sehat dan bersih sejak dini. 
Health Information : A Survey Study of Rat Vector in the Working Area of The Port Health Office Class II, Tarakan City Irayanti, Irayanti; Firmansyah, Yura Witsqa; Widyantoro, Wahyu; Pratama, Aziz Yulianto; Rachmawati, Ike; Lewinsca, Maurend Yayank; Ramadhansyah, Muhammad Fadli
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.315 KB) | DOI: 10.53416/jurmik.v2i1.69

Abstract

Rats are carriers and breeding grounds for a variety of parasites. The existence of a large population of rats can cause zoonotic diseases. This research is a survey and identification of the presence of rats in the Tarakan Class II Port Health Office Juwata Tarakan Airport and Port Working Area as an effort to prevent zoonotic disease caused by rat vectors. This research is descriptive with quantitative data types, measuring the presence of rats for 4 days and identification of rat species using survey and observation data collection methods. The results showed that the rats caught were still in low numbers with the types of rats caught being Rattus rattus and Rattus novergicus. Observation of the area showed that poor sanitation conditions, the density of piles of goods, sewerage, and the distance between the trash can and the canteen were opportunities for rats
Model Pemberdayaan Masyarakat Dalam Melaksanakan 5 Pilar STBM Di Sorowajan Bantul Kasjono, Heru Subaris; Widyantoro, Wahyu; Pujiyati, Nunuk Endang
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v1i2.938

Abstract

Challenges related to health development, particularly in the field, hygiene and sanitation are still great need to be undertaken integrated interventions through a Total Community Based Sanitation approach or commonly known as STBM. According to the PHBS survey that has been done by Puskesmas Sewon II in 2014 in Sorowajan result 21.71% of citizens who have maintained healthy healthy behavior according to indicator 10 indicator PHBS so that still in low category. Community service is done STBM approach implemented in the working area of Puskesmas Sewon II that is in Sorowajan hamlet, Panggungharjo village, Sewon district, Bantul district, DI Yogyakarta. The purpose of this empowerment activity is to raise awareness in the five pillars of STBM. The method used is to model the modified STBM trigger. After carrying out community empowerment in the implementation of 5 pillars of STBM After carrying out community empowerment in application of 5 pillars of STBM to help accelerate Sorowajan area become hamlet that qualified STBM. The results of the survey after the launch activities of 5 pillars STBM trigger as much as 97.28% with a 75.57% increase. These results show the STBM triggering model is able to increase the poverty of PHBS in Sorowajan village.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN HAND SANITIZER ALAMI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENCEGAHAN TBC PADA MASYARAKAT PAYAMAN GIRIMULYO IMOGIRI BANTUL YOGYAKARTA Rahmawati, Ullya; Rahayu, Muji; Windarso, Sardjito Eko; Widyantoro, Wahyu; Nuryati, Anik; Nuryani, Siti; Pudyastuti, Rita Rena
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Februari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i2.2350

Abstract

TBC cases in Indonesia continue to increase. One way to prevent transmission of TBC is to wash your hands with soap or hand sanitizer. Hand sanitizers on the market contain many antiseptics in the form of synthetic chemicals which can cause skin health problems, besides being relatively expensive. For this reason, it is necessary to develop hand sanitizers made from natural ingredients that are safe, cheap and easy to make with simple equipment and have economic value. Some natural ingredients that can be used in making natural hand sanitizers include betel leaf, lime, orange peel, aloe vera and several studies have also mentioned natural ingredients such as basil leaves, kecombrang flowers, banana fronds, aloes. These natural ingredients contain several active ingredients such as saponins, tannins, flavonoids, citric acid, polyphenols, alkaloids which function as an antiseptic capable of killing pathogenic organisms. The aim of the activity is to provide knowledge to the public about hand sanitizers and how to make hand sanitizers with natural ingredients. as well as the application of making natural hand sanitizers independently. The method used is counseling/ lectures/ material explanations accompanied by discussions and demonstrations of making hand sanitizers. The result of this community service is an increase in the participants' knowledge from 80-90% correct answers to 100% and 100% of the participants practice making natural hand sanitizers, the participants are also committed to implement and apply the manufacture of natural hand sanitizers in their respective homes using various materials from plants that are easy to get around the neighborhood such as betel, aloe vera and lime.