Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Arsitektur ARCADE

KAJIAN OPTIMALISASI FASAD BANGUNAN RUMAH TINGGAL DALAM MENUNJANG PROGRAM NET ZERO ENERGY BUILDINGS (NZE-Bs) Permana, Asep Yudi; Susanti, Indah; Wijaya, Karto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The house is one of the primary needs of man, so planning the construction of houses should be careful and consider many things. Some of them, namely the potential physical and socio-cultural potential. Physical potential is considered to be the building materials, the local climate and geological conditions. Mean while, social and cultural potential consists of local architecture and way of life. Related to the issue of global warming that occurred in modern times, the climate becomes a major consideration that needs to be resolved.Energy waste is also caused by the design of the buildings are not well integrated and not even one responsive to aspects of functionality, wet tropical climate of Indonesia. This is compounded designers are more concerned with aesthetic aspects (the prevailing trend). Issues green concept and the efficiency of energy consumption through the program Net-Zero Energy Buildings (NZE-Bs) of the housing sector as respon to tackle global heating-an already familiar in Indonesia, although its application can not be found significantly. Green concept by houses an developers often only as a mere trick and not realized and grown the responsibility of residents. Key word: socio-culture, Net-Zero Energy Buildings, energy consumption. Abstrak: Rumah merupakan salah satu kebutuhan utama manusia, sehingga perencanaan pembangunan rumah harus cermat dan mempertimbangkan banyak hal. Beberapa di antaranya, yaitu potensi fisik dan potensi sosial budaya. Potensi fisik adalah pertimbangan akan bahan bangunan, kondisi geologis dan iklim setempat. Sedangkan, potensi sosial budaya terdiri atas arsitektur lokal dan cara hidup. Terkait dengan isu pemanasan global yang terjadi pada masa modern ini, iklim menjadi sebuah pertimbangan utama yang perlu diselesaikan.Pemborosan energi disebabkan oleh desain bangunan yang tidak terintegrasi dengan baik bahkan salah dan tidak tanggap terhadap aspek fungsi, iklim tropis basah Indonesia. Hal tersebut diperparah kecende­rungan para perancang yang lebih mementingkan aspek estetis (tren yang berlaku). Isu-isu konsep hijau dan efisiensi konsumsi energi melalui program Net Zero-Energy Buildings (NZE-Bs) dari sektor perumahan sebagai res­pon untuk menanggulangi pemanas­an global sudah tidak asing di Indo­nesia, walaupun penerapannya ma­sih belum dapat ditemukan secara signifikan. Konsep hijau yang dita­warkan oleh pengembang perumah­an seringkali hanya sebagai trik pe­masaran belaka dan tidak diwujudkan serta ditumbuhkan tanggung jawab para penghuni untuk menja­ganya. Akibat minimnya pemaham­an mengenai konsep hijau tersebut, para pengembang perumahan cen­derung lebih banyak menawarkan lingkungan perumahan yang asri dan hijau, bukan konsep hijau yang sebenarnya. Kata Kunci: Sosial budaya, Net-Zero Energy Buildings, Konsumsi Energi
KAJIAN DESAIN DAN MEKANISME SISTEM PERUMAHAN PUBLIK (DANCHI) DI JEPANG Yosita, Lucy; Susanti, Indah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Problem of housing in Indonesia is still as a complex problem, with many problems of: land acquisition, backlog 13,8 million of housing need  and high price of house. All of that problems is crucial which need the best and faster solution, therefore analysis and problem solving for this is necessary. In this paper will describe about analysis about public housing in Japan (Danchi) to complete the housing literature study in Indonesia to understand many positive aspects from that. From this analysis can be known that Danchi has many positive aspects, there are : (1). The role of government is as main keyword on Danchi Program by subsidy and totality application, (2). The role of government on  land acquisition is also as the second factor (the justice on right of the land), (3). The simple layout and design is also significant factor to get the price being affordable, (4). The system of payment is based on affordability of community, different salary can be possible to buy/rent housing  (5). The building maintenance is keep on high quality, therefore the age can be longer and the quality can be better.  Keyword: Public Housing, Danchi, Backlog of housing needs Abstrak: Masalah perumahan di Indonesia masih merupakan masalah yang kompleks, dengan aneka masalah yakni: permasalahan tanah, backlog kebutuhan rumah sebanyak 13,8 juta, dan tingginya harga rumah. Semua masalah ini adalah masalah penting yang masih memerlukan solusi yang terbaik dan paling efisien, maka dari itu analisis dan pemecahan masalah adalah sangat penting. Dalam telaah literatur ini akan menganalisis dan membahas mengenai nilai-nilai positif mengenai perumahan di Jepang (Danchi) untuk melengkapi kajian literarur mengenai perumahan dan permukiman di Indonesia. Dari analisis dapat diketahui bahwa : (1). Pranata dan prosedur penanganan pihak pemerintah yang konsisten dan berkeadilan, (2). Penataan lahan, (3). Layout dan desain yang sederhana dan efektif, (4). Sistem pembayaran dan penyewaan sesuai dengan tingkat kemampuan (level of payment) dan (5) Pemeliharaan bangunan secara high quality, adalah prasyarat untuk usia dan kualitas bangunan yang lebih baik.Kata Kunci: Perumahan massal (public housing), Danchi dan Kebutuhan perumahan (housing needs)
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adhi Susanto Adiratna Sekar Siwi Aditia Nur Rahman Aliefyansyah, Almayda Erris Ana Ramdani Sari Andini, Amelia Anggraeni, Rosi Apdola, Zikrina Arahman, Zikra Arian Febrila Dewanti, Neni Arofiati, Fitri Aryati Aryati Asep Yudi Permana Atfat Malic, Rohan Athena, Aegle Atwood, Margaret Auron, Afrodita Bambang Budi Wiyono Burhan, Asmat Dewi, Wulan Mei Mustika Dutta Roy, Ananya Dyah Utari Yusa Wardhani Effan Fahri Mahendra, Rahmad Eka Sariningsih Fauzi Rahmanullah Feibirini, Fitri Fikar Lanjari, Zul Ghassani, Azka Inatsan Ginting, Bersiap Gitriadi, Heru Hafiz Nurrahman Hamdani, Deni Hamka Hamka, Hamka Herlina, Octa Hidayat, Riski Indrawasih, Indrawasih Indri Heri Susanti, Indri Heri Ismail, Gurawan Dayona Karto Wijaya Karto Wijaya, Karto Kim Chi, Do Thi Kusnadi Kusnadi, Ilman Kusuma, Yudhistira Lia Puspita, Indah Lilis Widaningsih Lucy Yosita Lumban Toruan, Anggia Augustasia M. Norrström, Elin Maharani, Dhevia Mardiyah, Nikmatul Maria Seraph, Nero Maulana, Aji Mixrova Sebayang, Septian Mora, Haslinda Mustiningsih Mutiar, Mutiar Muzakki, M Hafiz Natasya Edward, Marry Naufala, Kharisma Nitih Indra Komala Dewi Nunung Ayu Sofiati (Efi) Nurhaida Nurhaida Nurhaida, . Nursyahid Siregar Oanh, Lê Thị Kim Paulus Subiyanto Permanasari, Diah Cahyani Prihatiningsih, Dwi Puspitasari, Dela Urbach R. MacLeod, Emily Ritali Evi Mudrikah Royland Marpaung, Ferdy Ruangdet, Kritsada Sahara, Ain Salsabila Sakanti, Aulia Sebayang, Septian Mixrova Sekar Siwi, Adiratna Silva, Vanessa A Breu Da Solikhin, Krisviadi Ahmat Sri Widada, Thomas Sumarni, Rantiningsih Sumawidjaya, Riyandi Nur Susanto, Amin Syafiqah, Nurul Tin Utami Tri Sumarni Trias Megayanti Triyudono, Danang Umi Kalsum Vijay Kumar Widayanti, Nelvira Yonki Alexander Volta Zamron, Muhammad