Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Tingkat pendapatan dan pola makan berhubungan dengan status gizi balita di Daerah Nelayan Distrik Jayapura Utara Kota Jayapura Persulessy, Vonny; Mursyid, Abidillah; Wijanarka, Agus
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 1, NOMOR 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2013.1(3).143-150

Abstract

ABSTRACTBackground: Nutrition has an important role in human life cycle. Undernourishment in infants and underfives can cause growth and development disorder. Development of Papua community begins from village empowerment, such as nutrition improvement, health service, and people’s economy. There are544 fisherman families at District of Jayapura Utara. Main stipend of Papua community consists of rice, sago, hipere, taro and banana. Sago is consumed by the majority of people residing at coastal areas. Nutrition Status Monitoring of Jayapura Municipal Health Office in 2008 indicated that 3.4% of underfiveswere malnourished, 17.8% undernourished, 76% well nourished and 2.8% overnourished.Objectives: To identify correlation between level of income and diet pattern with nutritional status of underfive in fi sherman area of Jayapura District Jayapura Municipality.Methods: The study was observational with cross sectional design. The independent variables were level of income and eating pattern; the dependent variable was nutritional status. The study was undertaken in October-December 2010 at District of North Jayapura, Jayapura Municipality involving 162 underfives (of 12-59 moths), and mothers of underfives as respondents. Data were obtained through questionnaire of income, eating pattern using food frequency questionnaire, nutritional status measured from anthropometrybased on weight/age standard of WHO 2005. Data analysis used bivariate with chi square, multivariate with multiple logistic regression.Results: There was signifi cant correlation between income level with nutritional status with (p=0.000) and between diet pattern with nutritional status (p=0.000).Conclusions: Underfives having parents with sufficient income had better nutritional status than those having parent with insufficient income. Underfives with good diet pattern had better nutritional status than those with poor diet pattern.KEYWORDS: income, diet pattern, nutrition status of underfives, fisherman areaABSTRAKLatar belakang: Secara nasional, prevalensi balita gizi buruk dan kurang menurun sebanyak 0,5% menjadi 17,9%. Prevalensi gizi buruk dan kurang Provinsi Papua menurut Riskesdas tahun 2010 sebanyak 16,3%. Data neraca bahan makanan (NBM) Provinsi Papua secara kuantitas menunjukkan rata-rata peningkatan produksi bahan makanan di antaranya beras, jagung, umbi-umbian. Secara kualitas, energi dan protein melebihi angka kecukupan gizi (AKG), tetapi status gizi buruk dan kurang di Kota Jayapura mencapai 21,2% yang dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu tingkat pendapatan, pola makan, pengetahuan ibu, jumlah anggota dalam keluarga.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendapatan dan pola makan dengan status gizi balita di daerah nelayan Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 162 balita (usia 12-59 bulan) dan ibu balita sebagai responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat pendapatan, pola makan anak dalam keluarga menggunakan food frequency questionnaire (FFQ), status gizi diukur menggunakan antropometri berdasarkan BB/U standar baku WHO 2005. Analisis data bivariat menggunakan chi-square, sedangkan analisis multivariat menggunakan multiple logistic regression.Hasil: Tingkat pendapatan dengan status gizi menunjukkan hubungan yang bermakna dengan nilai (p=0,000). Pola makan dengan status gizi menunjukkan hubungan yang bemakna yaitu (p= 0,010). Variabel luar pengetahuan ibu dengan status gizi, jumlah anggota keluarga dengan status gizi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna, yaitu p>0,05.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendapatan dengan status gizi, pola makan dengan status gizi.Tetapi tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan status gizi, dan jumlah anggota keluarga dengan status gizi.KATA KUNCI: tingkat pendapatan, pola makan, status gizi balita, daerah nelayan
The impact of e-booklets on knowledge and attitudes toward anemia awareness among adolescent girls Ainun Najmi, Ismi Izaz; Rialihanto, Muhammad Primiaji; Setiyobroto, Idi; Wijanarka, Agus; Attawet, Jutharat; Laksono, Agung Dwi; kasjono, Heru Subaris; Waluyo, Waluyo; Siswati, Tri
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 5, 2025
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(5).352-364

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Menurut Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, sebanyak 15,5% remaja putri menderita anemia, sehingga anemia sebagai suatu masalah kesehatan yang signifikan. Salah satu faktor yang berkaitan dengan anemia remaja adalah rendahnya pengetahuan dan kepatuhan konsumsi Fe.Tujuan: Mengevaluasi efektivitas edukasi gizi menggunakan e-booklet dibandingkan dengan media slide dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap terkait anemia.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain pretest-posttest control group. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2024, melibatkan 85 siswi SMP di Yogyakarta, yang dibagi ke dalam kelompok intervensi (e-booklet dan media slide) dan kelompok kontrol (media slide). Data tentang pengetahuan dan sikap dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur pada tiga tahap: pretest, posttest-1, dan posttest-2. Analisis statistik yang digunakan adalah paired t-test, uji wilcoxon, independent t-test, dan uji mann-whitney.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor pengetahuan pada kedua kelompok, dengan kelompok intervensi mencapai skor post-test yang lebih tinggi (89,1 vs 78,8; p<0,05). Meskipun kedua kelompok menunjukkan sedikit peningkatan dalam hal sikap, perubahan yang diamati tidak mencapai signifikansi secara statistik. Temuan ini menyoroti efektivitas e-booklet sebagai alat pembelajaran digital, yang menawarkan fleksibilitas dan konten mendalam yang mendukung pembelajaran mandiri.Kesimpulan: Penelitian ini menggarisbawahi potensi e-booklet untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan tentang anemia di kalangan remaja. Pembuat kebijakan sebaiknya mengintegrasikan e-booklet ke dalam program pendidikan kesehatan nasional dan menggabungkannya dengan metode offline yang interaktif untuk meningkatkan perubahan pengetahuan remaja.KATA KUNCI: anemia; e-booklet; pengetahuan; remaja putri; sikap ABSTRACTBackground: Based on Indonesia Health Survey 2023, 15,5% female adolescents suffer from anemia, as a significant health problem. This is due to lack of knowledge and low compliance of Fe consumption. Objectives: To evaluate the effectiveness of nutrition education using e-booklets compared to slide media in improving anemia-related knowledge and attitudes.Methods: This was a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group, conducted in March–April 2024, involving 85 junior high school girls in Yogyakarta, divided into intervention (e-booklet and slide media) and control (slide media) groups. Data on knowledge and attitudes were collected using structured questionnaires at three points: pretest, posttest-1, and posttest-2. Statistical analyses included paired t-tests, Wilcoxon, independent t-tests, and Mann-Whitney tests.Results: The results showed a significant improvement in knowledge scores in both groups, with the intervention group achieving higher post-test scores (89.1 vs. 78.8; p<0.05). Although both groups demonstrated a slight improvement in attitudes, the observed changes did not reach statistical significance. The findings highlight the effectiveness of e-booklets as a digital learning tool, offering flexibility and in-depth content that supports independent learningConclusions: This study underscores the potential of e-booklets to address knowledge gaps about anemia among adolescents. Policymakers should integrate e-booklets into national health education programs while combining them with interactive offline methods to enhance attitude changes.KEYWORDS: anemia; attitude; adolescent girls; e-booklet; knowledge