Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Pengaruh Kompensasi Pegawai, Disiplin Kerja, dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Melalui Komitmen Organisasi Pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Sorong Talha Tri Rejeki; Vebby Anwar; Wa Ode Likewati; Pahmi Pahmi
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi pegawai, disiplin kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai melalui komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada Badan Perencanaan Pembangunaaan Daerah Kota Sorong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Badan Perencanaan Pembangunaaan Daerah Kota Sorong yang berjumlah 50 orang, dan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert. Analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan software SmartPLS 4. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai di Badan Perencanaan Pembangunaaan Daerah Kota Sorong lebih efektif dilakukan melalui penguatan langsung pada faktor kompensasi yang adil dan motivasi kerja yang tinggi, dibandingkan melalui jalur penguatan disiplin atau komitmen organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan manajemen sumber daya manusia di sektor publik serta implikasi praktis bagi Badan Perencanaan Pembangunaaan Daerah Kota Sorong dalam merumuskan kebijakan peningkatan kinerja pegawai.
Pengaruh Budaya Organisasi dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Biro Kepemerintahan OTSUS dan Kesra Provinsi Papua Barat Daya Dina Idie; Wa Ode Likewati; Pahmi Pahmi; Amiruddin Amiruddin
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh budaya organisasi dan komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan, pada Biro Kepemerintahan Otsus dan Kesra Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 36 responden yang merupakan seluruh pegawai di biro tersebut (sampel jenuh). Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai secara parsial dengan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05) dan koefisien regresi positif sebesar 0,647; (2) Komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai secara parsial dengan nilai signifikansi 0,823 (p > 0,05); (3) Budaya organisasi dan komitmen organisasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai F-hitung sebesar 11,469 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,410 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan 41% variasi kinerja pegawai, sedangkan sisanya 59% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan budaya organisasi yang positif perlu menjadi prioritas utama dalam upaya peningkatan kinerja pegawai, serta diperlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan budaya dan komitmen organisasi secara simultan.
Pengaruh Pelayanan dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor DKP2B dan Satpol PP Provinsi Papua Barat Daya Marten Bless; Wa Ode Likewati; Pahmi Pahmi; Amiruddin Amiruddin
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelayanan dan motivasi terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Penanggulangan Bencana (DKP2B) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Papua Barat Daya, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal komparatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai aktif di kedua instansi yang berjumlah 146 orang, dan seluruhnya dijadikan sampel (teknik sensus). Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 1–4. Instrumen penelitian diuji validitas menggunakan korelasi Pearson Product-Moment dan reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, uji t (parsial), uji F (simultan), serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (nilai signifikansi 0,012 < 0,05; koefisien regresi 0,199); (2) Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (nilai signifikansi 0,000 < 0,05; koefisien regresi 0,688); (3) Secara simultan, pelayanan dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (nilai signifikansi 0,000 < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,716, yang berarti bahwa 71,6% variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh variabel pelayanan dan motivasi, sedangkan sisanya 28,4% dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian. Motivasi merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi kinerja pegawai di lingkungan DKP2B dan Satpol PP Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian ini merekomendasikan kepada pimpinan instansi untuk meningkatkan kualitas pelayanan internal melalui komunikasi yang efektif, kejelasan prosedur, dukungan pimpinan, serta sistem penghargaan berbasis kinerja guna meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai secara berkelanjutan.
Pengaruh Pelayanan, Komitmen Organisasi dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya Alfius Antoh; Pahmi Pahmi; Wa Ode Likewati; Rosdinaman Budi
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelayanan, komitmen organisasi, dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya yang berjumlah 52 orang, dengan sampel sebanyak 50 orang karena 2 orang meninggal dunia. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh (sensus). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert 4 poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelayanan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien regresi 0,012 dan signifikansi 0,916 > 0,05; (2) Komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien regresi 0,013 dan signifikansi 0,905 > 0,05; (3) Budaya organisasi berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien regresi 0,700 dan signifikansi 0,000 < 0,05 serta nilai standardized coefficients Beta (β = 0,734) yang menunjukkan budaya organisasi sebagai variabel paling dominan; (4) Secara simultan, pelayanan, komitmen organisasi, dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai Fhitung 19,162 > Ftabel dan signifikansi 0,000 < 0,05, serta nilai R Square sebesar 0,555 yang berarti 55,5% variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Kesimpulan penelitian ini adalah budaya organisasi merupakan determinan utama kinerja pegawai pada Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya, sementara pelayanan dan komitmen organisasi tidak terbukti berpengaruh secara parsial. Dalam konteks organisasi publik baru di daerah pemekaran, pembangunan budaya organisasi yang kuat dan berorientasi pada pelayanan menjadi fondasi strategis sebelum faktor-faktor lain dapat berdampak signifikan. Saran yang diberikan antara lain pimpinan perlu menjadi teladan dalam membangun budaya organisasi, menggunakan Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) untuk identifikasi tipe budaya, mengintegrasikan kearifan lokal Papua, serta memperbaiki sistem penilaian kinerja dengan melibatkan masyarakat.
Pengaruh Kepuasan Konsumen dan Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pengunjung Wisatawan Pada Objek Wisata Malaumkarta Sorong Federika Yumame; Pahmi Pahmi; Wa Ode Likewati; Rosdinaman Budi
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan konsumen dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pengunjung wisatawan di Objek Wisata Malaumkarta, Kabupaten Sorong. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 70 responden pengunjung yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan teknik analisis regresi berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi melalui bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pengunjung berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas (signifikansi 0,000; koefisien 0,489). Sebaliknya, kualitas pelayanan tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap loyalitas (signifikansi 0,056), meskipun secara bersama-sama dengan kepuasan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan secara simultan terhadap loyalitas (signifikansi uji F 0,000). Model penelitian ini mampu menjelaskan 34,2% variasi loyalitas pengunjung (R² = 0,342). Temuan ini mengimplikasikan bahwa dalam membangun loyalitas di destinasi alam seperti Malaumkarta, fokus strategis utama harus diarahkan pada peningkatan kepuasan pengunjung secara holistik, mulai dari pengalaman di lokasi hingga layanan pasca-kunjungan. Sementara itu, kualitas pelayanan berperan lebih sebagai faktor pendukung yang berkontribusi secara tidak langsung melalui pembentukan kepuasan. Penelitian ini merekomendasikan agar pengelola destinasi memprioritaskan konservasi dan pengelolaan daya tarik alam sebagai core product, sambil tetap mengoptimalkan pelayanan sebagai hygiene factor untuk mencegah ketidakpuasan.
Pengaruh Kebijakan Organisasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada BPKSDM Provinsi Papua Barat Muhamad Zulfian; Vebby Anwar; Pahmi Pahmi; Andi Irwan
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan, pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Barat Daya. Latar belakang penelitian didasari oleh fenomena ketidakseimbangan kinerja pegawai serta tantangan geografis dan sosial-ekonomi yang beragam di Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai BKPSDM Provinsi Papua Barat Daya sebanyak 105 orang, dan teknik sampling jenuh digunakan sehingga seluruh populasi menjadi sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 5 poin, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kebijakan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (nilai signifikansi 0,000; thitung 7,733 > ttabel 1,984); (2) motivasi kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (nilai signifikansi 0,051 > 0,05; thitung 1,975 < ttabel 1,984); (3) kebijakan organisasi dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (nilai signifikansi 0,000; Fhitung 34,984 > Ftabel 3,09). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,407 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan 40,7% variasi kinerja pegawai, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini merekomendasikan agar pimpinan BKPSDM Provinsi Papua Barat Daya memprioritaskan perbaikan kebijakan organisasi yang adaptif terhadap kebutuhan lokal, serta mengintegrasikannya dengan upaya peningkatan motivasi kerja secara berkelanjutan.
Analisis Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Biro Pemerintahan Otonomi Khusus (OTSUS) dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Barat Daya Amos Nauw; Vebby Anwar; Pahmi Pahmi; Andi Irwan
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional dan motivasi terhadap kinerja pegawai pada Biro Pemerintahan Otonomi Khusus dan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Papua Barat Daya. Kinerja pegawai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan organisasi pemerintahan, sehingga diperlukan kepemimpinan yang efektif serta motivasi kerja yang tinggi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai pada Biro Pemerintahan Otonomi Khusus dan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Papua Barat Daya. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan kepemimpinan transformasional belum mampu meningkatkan kinerja pegawai secara optimal. Sementara itu, motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, yang berarti semakin tinggi motivasi kerja pegawai maka semakin meningkat pula kinerja pegawai. Secara simultan, kepemimpinan transformasional dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Biro Pemerintahan Otonomi Khusus dan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Papua Barat Daya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, organisasi diharapkan dapat meningkatkan motivasi kerja pegawai serta memperkuat penerapan kepemimpinan yang efektif guna meningkatkan kinerja pegawai dan kualitas pelayanan organisasi.
Pengaruh Komitmen Organisasi, Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai BPPKAD Provinsi Papua Barat Daya Indra Mulyana; Pahmi Pahmi; Andi Irwan; Vebby Anwar
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komitmen organisasi, kepemimpinan transformasional, dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai BPPKAD Provinsi Papua Barat Daya, baik secara parsial maupun simultan. Latar belakang penelitian ini adalah adanya fluktuasi kinerja pegawai yang tercermin dari penurunan efisiensi penagihan pendapatan daerah sebesar 5% dan keterlambatan pelaporan keuangan rata-rata 10 hari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai BPPKAD Provinsi Papua Barat Daya yang berjumlah 43 orang, dan teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert 4 poin yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Metode analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai signifikansi 0,981 > 0,05; (2) kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai signifikansi 0,600 > 0,05; (3) disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai signifikansi 0,002 < 0,05 dan koefisien regresi sebesar 1,003; (4) secara simultan, komitmen organisasi, kepemimpinan transformasional, dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai F hitung 11,218 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,422 menunjukkan bahwa ketiga variabel independen mampu menjelaskan 42,2% variasi kinerja pegawai, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Disiplin kerja merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja pegawai dengan nilai Beta sebesar 0,839. Penelitian ini merekomendasikan penguatan disiplin kerja sebagai prioritas utama peningkatan kinerja pegawai di BPPKAD Provinsi Papua Barat Daya.
Pengaruh Kedisiplinan, Motivasi Kerja, dan Penghargaan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor BKPSDM Provinsi Papua Barat Daya Nurhaya Waroma; Pahmi Pahmi; Vebby Anwar; Amiruddin Amiruddin
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedisiplinan, motivasi kerja, dan penghargaan terhadap kinerja pegawai pada Kantor BKPSDM Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah pegawai BKPSDM Provinsi Papua Barat Daya, dengan sampel sebanyak 61 responden yang ditentukan melalui teknik sampling yang digunakan dalam penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai signifikansi 0,006 (0,05), dan penghargaan juga tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,501 (>0,05). Secara simultan, kedisiplinan, motivasi kerja, dan penghargaan mampu menjelaskan 46,9% variasi kinerja pegawai, sedangkan 53,1% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kedisiplinan merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kinerja pegawai pada BKPSDM Provinsi Papua Barat Daya.
Strategi Peningkatan Kompetensi Pegawai Dalam Pemanfaatan Aplikasi SIPD RI di Provinsi Papua Barat Daya Ariani Ariani; Vebby Anwar; Pahmi Pahmi; Rosdinaman Budi
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem informasi, kepemimpinan, dan efisiensi terhadap kompetensi pegawai dalam pemanfaatan Aplikasi SIPD RI di Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan implementasi SIPD RI sebagai provinsi baru hasil pemekaran, di mana banyak ASN belum sepenuhnya memahami fitur-fitur aplikasi, belum mengikuti pelatihan teknis, serta masih bergantung pada cara manual. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai BPPKAD Provinsi Papua Barat Daya sebanyak 100 orang yang dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 1-4 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sistem informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi pegawai (sig. 0,028; β=0,224); (2) Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi pegawai (sig. 0,003; β=0,258) dengan pengaruh yang lebih besar dibandingkan sistem informasi; (3) Efisiensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kompetensi pegawai (sig. 0,824; β=0,011); (4) Secara simultan, sistem informasi, kepemimpinan, dan efisiensi berpengaruh signifikan terhadap kompetensi pegawai (sig. 0,000) dengan kontribusi sebesar 25,8% (R²=0,258). Kesimpulan penelitian ini adalah sistem informasi dan kepemimpinan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kompetensi pegawai dalam pemanfaatan SIPD RI, sementara efisiensi belum menjadi faktor determinan di Provinsi Papua Barat Daya sebagai daerah otonom baru. Saran yang diberikan antara lain peningkatan kualitas sistem informasi, penguatan kepemimpinan transformasional, serta fokus pada peningkatan kompetensi dasar sebelum mengejar target efisiensi.