Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Paparan Pornografi Media Sosial Dengan Perilaku Seksual Berisiko Remaja Irma Misbahul Jannah; Yekti Satriyandari; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.296

Abstract

Perilaku seksual adalah tindakan yang dilakukan oleh remaja yang berkaitan dengan hasrat dan ekspresi seksual terhadap lawan jenis maupun sesama jenis. Perilaku ini dapat mencakup berbagai bentuk, mulai dari berpegangan tangan, berciuman, berpelukan, meraba bagian tubuh sensitif, petting, oral seks, hingga hubungan seksual. Menurut World Health Organization (WHO), setiap tahunnya terdapat sekitar 21 juta kehamilan pada remaja perempuan berusia 15-19 tahun. Survei Nasional Kesehatan Republik Indonesia (SKRI) pada 2020-2021 menemukan bahwa 2,4% remaja berusia 15-19 tahun telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Di Kota Yogyakarta, kasus kehamilan remaja tersebar merata di empat kabupaten, dengan jumlah kasus tertinggi di Sleman (228 kasus), diikuti Bantul (224 kasus), Gunungkidul (133 kasus), dan Kulonprogo (86 kasus).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara paparan pornografi di media sosial dengan perilaku seksual remaja di SMA. Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII, dengan jumlah populasi sebanyak 213 siswa. Sampel yang diperoleh menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% menghasilkan 139 sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, sehingga jumlah sampel yang diambil adalah 139 siswa. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari 6 pertanyaan mengenai paparan dan 9 pertanyaan mengenai perilaku seksual berisiko. Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan p-value = 0.00 (p-value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara paparan pornografi di media sosial dengan perilaku seksual remaja. 
Pendampingan Keluarga Dalam Upaya Peningkatan Gizi Pada Balita Malnutrisi Rosmita Nuzuliana; Ellyda Rizki Wijhati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i1.2341

Abstract

Malnutrisi adalah suatu kondisi kurangnya asupan atau penyerapan makanan yang menyebabkan perubahan komposisi tubuh (pengurangan massa bebas lemak) dan perubahan massa sel tubuh, sehingga mengakibatkan penurunan fungsi fisik dan mental serta gangguan hasil klinis dari suatu penyakit. Indonesia menempati peringkat keenam jumlah balita malnutrisi secara global. Upaya yang dilakukan puskesmas belum sampai kearah pendampingan keluarga karena terkendala sumberdaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan komprehensif pada keluarga yang memiliki balita malnutrisi. Sasaran  dari kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita malnutrisi. Metode pemecahan masalah dilakukan dengan pendampingan keluarga dengan rincian koordinasi awal, pembentukan  WAG, edukasi dan penilaian rumah, pemantauan rutin dan evaluasi.  Hasil didapatkan ibu balita kurang percaya diri dalam mendampingi anak sehingga diberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, pijat bayi dan pendampingan intensive melalui WAG. Hasil yang didapatkan terdapat peningkatan pengtahuan ibu  terkait nutrisi yang sehat untuk anak namun belum semua ibu menerapkan karena terkendala masalah ekonomi dan  dukungan keluarga. Luaran yang sudah dihasilkan adalah, video kegiatan, artikel media elektronik.
MINAT DAN PENGALAMAN DALAM KEIKUTSERTAAN SCREENING KANKER SERVIKS : SCOPING REVIEW Juwita, Noormah; Nuzuliana, Rosmita; Sulistyaningsih, Sulistyaningsih
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 3 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i3.506

Abstract

Latar Belakang: Secara global persentase morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh kasus kanker serviks terus mengalami peningkatan, metode pemeriksaan atau skrining dengan metode IVA tes terbukti menjadi langkah awal yang cukup efektif dan efisien untuk mendeteksi serviks, saat ini menurunkan minat melakukan pemeriksaan IVA tes akibat kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya melakukan pendeteksian kanker serviks menjadi tantangan bagi penyedia kesehatan. Tujuan: untuk melihat upaya yang telah diterapkan pada penelitian sebelumnya dan menilai tindakan yang dapat dilakukan selanjutnya. Metode: Pencarian sumber dari 3 database PubMed, Science Direct dan Ebsco dengan Kriteria inklusi yang sudah ditentukan. Studi apprasial menggunaan Critical Appraisal Skills Program (CASP), dan metode sintesis menggunakan PEO modifikasi. Hasil: Partisipasi serta minat wanita melakukan skrining kanker serviks rendah, minat serta pengalaman skrining kanker serviks dipengaruhi oleh beberapa hal utama diantaranya pengetahuan tentang kenker serviks yang rendah, lingkungan tempat tinggal yang kurang kondusif serta kurangnya dukungan dari suami dan keluarga. Kesimpulan: Dibutuhkan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat melakukan penyaringan kanker serviks dengan mempersembahkan edukasi pada wanita dan keluarga oleh para penyedia kesehatan serta mengikutsertakan peran serta kader.