Claim Missing Document
Check
Articles

Soy Juice Is Effective in Reducing Hot Flush Symptoms in Premenopausal Mothers Ellyda Rizki Wijhati Wijhati; Sandiya Ferlina; Rosmita Nuzuliana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i4.13709

Abstract

Hot flush occurs in 73.3% of premenopausal mothers and is often accompanied by sleep disturbances and mood swings. This study aims to determine the effectiveness of soy juice in reducing hot flush symptoms in premenopausal mothers. This study uses a pre-experimental method with a type of one-group pretest-posttest design, and data analysis is carried out with the Wilcoxon Signed Ranks Test statistical test. The sampling technique used was purposive sampling with a total sample of 31 premenopausal mothers. The results showed that the consumption of soy juice reduced hot flush symptoms in premenopausal mothers with a significance value of 0.000 (ρ < 0.05). This shows that there is a significant influence before and after the administration of soy juice. The isofla-vones in soybean juice have a biological activity similar to estrogen and bind to estrogen receptors (Ers) as agonists. The reaction of the stimulation of the estrogen receptor Erα by isoflavones results in an interaction that affects the transcription process of cells, so that there is a stimulation of neurons in the central nervous system and resulting in a decrease in hot flush symptoms.
Socioeconomic Status as a Root Cause of Child Malnutrition Rosmita Nuzuliana; Ellyda Rizki Wijhati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i4.13717

Abstract

Nutritional problems increase the prevalence of brain disorders and intellectual devel- opment disorders in underweight toddlers by 52%, severe stunting by 6.32%, and severe wasting by 1.22%. The type of qualitative research is related to problems in toddlers who experience nutritional issues. The primary informants were 9 mothers who had malnourished toddlers. Data triangulation involved nutritionists, health cadres, and health center midwives. The research location was in the working area of the Bantul Regency Health Center, Special Region of Yogyakarta. Data were taken by in-depth interviews and home observations. The instruments used were interview guidelines and Healthy Home assessment instruments. Data analysis used thematic analysis. The results obtained 5 themes, including low socio-economic status, health status, parenting style and feeding of toddlers with permissive and unresponsive parenting styles, low maternal education, and poverty resulting in low provision of quality food. Almost all malnourished toddlers experience health problems, and unhealthy housing conditions, and nutrition management carried out by the health center is good.
Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja SMAN 1 Sentolo Kulon Progo Indo Bulaweng; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1847

Abstract

Anemia pada remaja masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dapat mengganggu pertumbuhan, perkembangan, kemampuan belajar, serta kesehatan reproduksi di masa mendatang. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia adalah status gizi. Namun, hubungan antara status gizi dan kejadian anemia pada remaja masih menunjukkan hasil yang beragam sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja di SMA N 1 Sentolo Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi kelas X SMA N 1 Sentolo sebanyak 108 siswi. Sampel berjumlah 85 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U), sedangkan kadar hemoglobin diukur menggunakan alat Hb digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 16 tahun (70,6%). Berdasarkan status gizi, sebanyak 41,2% responden memiliki status gizi baik, 32,9% gizi kurang, 15,3% gizi lebih, dan 10,6% obesitas. Sebanyak 44,7% responden mengalami anemia, sedangkan 55,3% tidak mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,192 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja di SMA N 1 Sentolo Kabupaten Kulon Progo. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian anemia pada remaja di SMA N 1 Sentolo Kabupaten Kulon Progo. Kejadian anemia pada remaja diduga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti asupan zat besi, pola makan, kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah, menstruasi, serta faktor sosial ekonomi. Kata kunci: anemia, remaja, status gizi, indeks massa tubuh, kejadian anemia.
Penatalaksanaan Efektif dalam Rangka Peningkatan Pertumbuhan Anak pada Kasus Stunting Putri, Riskiana; Nuzuliana, Rosmita
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 2 (2020): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.54930

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode emas pertumbuhan dan perkembangan pada awal kehidupan anak. Stunting dapat menyebabkan dampak jangka panjang pada fisik, imunologi, neurokognitif, dan sosial-ekonomi. Penatalaksanaan untuk meningkatkan pertumbuhan anak perlu dilakukan guna membantu agar memiliki pertumbuhan normal.Tujuan: Sistematik review ini bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan anak stunting di Indonesia.Metode: Artikel didapatkan dari pencarian pada dua database, yaitu pubmed dan science direct, disertai dengan artikel dari reference list. Kata kunci utama yang digunakan adalah “management” dan “stunting”. Pemilihan artikel berdasarkan pada panduan PRISMA.Hasil: Total artikel yang didapatkan adalah 897 artikel, 13 artikel terpilih untuk direview. Terdapat 2 poin penatalaksanaan yaitu 1) pemberian pendidikan kesehatan, nutrisi, dan parenting kepada ibu, 2) pemberian multiple mikronutrien menggunakan berbagai media dan bentuk. Pemberian pendidikan kepada ibu efektif merubah pola asuh ibu dan asupan makan anak, pemberian mikronutrien untuk peningkatan TB dan BB kepada anak lebih efektif jika ditambahkan dengan susu.Kesimpulan: Penatalaksanaan yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan anak stunting adalah dengan memberikan pendidikan mengenai kesehatan, nutrisi dan parenting kepada ibu/pengasuh anak secara bertahap. Setelah ibu/pengasuh memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai kesehatan dan nutrisi adalah memberikan intervensi asupan mikronutrien.