Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Formulasi dan Evaluasi Mutu Fisik Sediaan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Biji Pinang (Areca Catechu L.) Sebagai Antioksidan Asaddah Dwi Mulyani; Mamik Ponco Rahayu; Nur Aini Dewi Purnamasari
Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Vol 3, No 3 (2023): September-Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/ijpe.v3i3.22033

Abstract

Antioxidants are compounds that can reduce free radicals. Antioxidant compounds in the form of synthetic compounds and natural compounds. One of the plants with antioxidant activity is areca nut (Areca catechu L.). Areca seed extract contains secondary metabolites such as flavonoids, triterpenoids, tannins and has potential antioxidant activity. This study aims to determine the differences in PVA base concentration variations on the physical quality and stability tests of peel-off gel mask preparations and the antioxidant activity of piji areca nut (Areca catechu L.) extract.  This study used areca nut powder which was macerated using 96% ethanol. Areca seed extract is made into a formulation for peel-off gel masks using a PVA base with various concentrations of 10%, 12%, and 14%. Testing the physical quality of the gel peel-off mask preparations included organoleptic tests, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, adhesion, dry time, and stability tests. Antioxidant testing of mask preparations was carried out using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 516 nm. The research results were analyzed using SPSS on the One Way ANOVA method and independent t test. The results showed that areca seed extract can be formulated into a gel peel-off mask preparation with good physical quality. Formula 2 is a gel peel-off mask preparation which has good physical quality. Antioxidant activity in formula 2 has an IC50 value of 71.789 ppm which is a strong antioxidant.
PELATIHAN PEMBUATAN AROMATERAPI LAVENDER & GRASS OIL (ALTERNATIF PENCEGAH DBD) DAN LEMON & GREENTEA (KARMINATIF) Turahman, Taufik; Rahayu, Mamik Ponco; Fadma Sari, Ghani Nurfiana; Rejeki, Endang Sri; Harmastuti, Nuraini; Supriyadi, Supriyadi
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Juni
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v3i1.81

Abstract

The Lavender and Grass oil Aromatherapy Making Training is a Community Service project to disseminate relevant knowledge and technology that is easy to use. In addition, it provides value by improving skills and motivate to establish a home industry in the pursuit of a small business. A USB Pharmacy lecturer conducted this program for people of the Genengan community, located at RT 08 RW 12, Mojosongo Village, Jebres Sub-district, Surakarta City. Oils from Lemongrass and Lavender Herbs are used in aromatherapy making training. These organic components have not yet been utilized by community members or locals to produce aromatherapy that is beneficial to their health. Typically, pharmacies charge relatively high costs for products that include aromatherapy. It is envisaged that the Geneng community's training in aromatherapy production will boost the village's added value. Making products for aromatherapy using lavender and lemongrass is one of the projects that has the potential to be used as a home industry activity.
PELATIHAN PEMBUATAN NATURAL HERBAL SOAP SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEWIRAUSAHAAN PKK DESA TRIYAGAN Sari, Ghani Nurfiana Fadma; Rejeki, Endang Sri; Turahman, Taufik; Rahayu, Mamik Ponco; Harmastuti, Nuraini
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Juni
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v4i1.110

Abstract

Masyarakat Karangturi desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo masih memerlukan pelatihan untuk meningkatan perawatan serta kesehatan keluarga terutama menggunakan bahan tradisional yang mudah didapatkan dan menciptakan motivasi perintisan home indutri dalam upaya peningkatan kewirausahaan dan perekonomian warga. Maka dari itu diperlukan adanya kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan Natural Herbal Soap. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dalam dua kegiatan, yaitu: Pertama, penyuluhan tentang peran bahan alami tradisional dalam kesehatan. Kedua, pelatihan pembuatan Natural Herbal Soap dari campuran antara minyak (minyak zaitun dan minyak kelapa) dengan larutan alkali (NaOH) sehingga membentuk padatan yang mengental yang disebut trace, kemudian ditambahkan minyak essensial (greentea, chamomile, sereh) secukupnya dan dihomogenkan lalu dibiarkan memadat. Target serta objek dari kegiatan ini adalah masyarakat akan mendapat tambahan keterampilan membuat Natural Herbal Soap yang dapat dilakukan dengan mudah dan dengan modal kecil sehingga dapat sebagai salah satu alternatif peningkatan kewirausahaan keluarga dan juga dapat digunakan untuk peningkatan kesehatan keluarga sehari-hari.
Uji Akltivitas Antioksidan, Kadar Flavonoid, dan Fenolik Total Ekstrak dan Fraksi Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Nainggolan, Rully Mukti; Rahayu, Mamik Ponco; Rejeki, Endang Sri
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.554

Abstract

Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) merupakan suatu tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder berupa fenolik dan flavonoid. Senyawa tersebut berpotensi sebagai antioksidan alami untuk mencegah terjadinya penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan, kadar flavonoid, dan fenolik total pada ekstrak, fraksi n-heksan, etil asetat dan air daun Asam Jawa. Daun Asam Jawa diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, kemudian difraksinasi. Ekstrak dan fraksi daun Asam Jawa diuji kandungan kimianya dengan metode reaksi tabung, diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, ditetapkan kadar flavonoid totalnya dengan AlCl3 menggunakan baku kuersetin, dan ditetapkan kadar fenolik totalnya menggunakan baku asam galat dengan alat instrumen spektrofotometri UV-Vis.Hasil menunjukkan bahwa ekstrak, fraksi n-heksan, etil asetat, dan air daun Asam Jawa memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 44,53 ± 0,8; 306,61 ± 2,23; 27,27 ± 1,02; dan 47,04 ± 1,30 ppm, sedangkan baku kuersetin memiliki nilai IC50 sebesar 2,83 ± 0,04 ppm. Ekstrak etanol, fraksi n-heksan, etil asetat dan air daun Asam Jawa memiliki kandungan flavonoid total berturut-turut sebesar 8,52±0,29; 4,61±0,14; 24,43±1,97 dan 14,52±0,20 QE mg/g, sedangkan fenolik totalnya sebesar 57,21±0,44; 42,55±0,32; 93,31±0,62; dan 44,67±1,23 GAE mg/g. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan terkuat dengan kategori sangat kuat, serta memiliki kadar flavonoid dan fenolik total tertinggi dibandingkan dengan ekstrak dan fraksi lainnya.
Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Bawang Putih, Bawang Putih Tunggal, dan Bawang Hitam (Allium sativum) pada Mencit yang Diinduksi Aloksan: Antidiabetic Activity of Fresh Garlic, Solo Garlic, and Black Garlic Extracts in Alloxan Induced Diabetic Mice Wijayanti, Tri; Rahayu, Mamik Ponco
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i4.2347

Abstract

Diabetes mellitus is a disease that affects the body's ability to use and produce insulin. Many traditional medicines are currently being developed as antidiabetics, including garlic bulbs (Allium sativum Linn.). There are many types of garlic on the market, including cluster garlic and single garlic. The aim of this research was to obtain the activity and effective dose of cluster garlic extract, single garlic and black garlic in mice induced by alloxan. The method used for extraction is maceration using 96% ethanol. The test animals were divided into 6 groups, namely the negative group, the 0.65mg/kgbw glibenclamide group, the cluster garlic extract group, the single garlic group and the black garlic group with each dose of 175mg/kgbw and 350mg/kgbw induced by alloxan and a decrease was observed. blood glucose levels for 21 days. The results showed an effective reduction in blood glucose levels in the single garlic group 175mg/kgbw with a percent reduction of 37% and the black garlic group 175mg/kgbw with a percent reduction of 33%. Keywords:          Diabetic Mellitus, Fresh Garlic, Solo Garlic, Black Garlic   Abstrak Diabetes mellitus adalah penyakit yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menggunakan dan menghasilkan insulin. Obat-obatan tradisional saat ini banyak dikembangkan sebagai antidiabetik, diantaranya bulbus bawang putih (Allium sativum Linn.). Bawang putih sendiri di pasaran memiliki banyak jenis diantaranya bawang putih rumpun dan bawang putih tunggal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan aktivitas dan dosis efektif ekstrak bawang putih rumpun, bawang putih tunggal dan bawang hitam pada mencit yang diinduksi aloksan. Metode yang digunakan untuk ekstraksi yaitu dengan maserasi menggunakan etanol 96%.  Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok negatif, kelompok glibenklamid 0,65mg/kgbb, kelompok ekstrak bawang putih rumpun, kelompok bawang putih tunggal dan kelompok bawang hitam dengan masing-masing dosis yaitu 175mg/kgbb dan 350mg/kgbb diinduksi aloksan dan diamati penurunan kadar glukosa darah selama 21 hari. Hasil menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang efektif pada kelompok bawang putih tunggal 175mg/kgbb dengan persen penurunan sebesar 37% dan kelompok bawang hitam 175mg/kgbb dengan persen penurunan 33%.   Kata Kunci:         Diabetes Mellitus, Bawang putih Tunggal, Bawang Putih Rumpun, Bawang Hitam