Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Uji Akltivitas Antioksidan, Kadar Flavonoid, dan Fenolik Total Ekstrak dan Fraksi Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Nainggolan, Rully Mukti; Rahayu, Mamik Ponco; Rejeki, Endang Sri
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.554

Abstract

Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) merupakan suatu tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder berupa fenolik dan flavonoid. Senyawa tersebut berpotensi sebagai antioksidan alami untuk mencegah terjadinya penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan, kadar flavonoid, dan fenolik total pada ekstrak, fraksi n-heksan, etil asetat dan air daun Asam Jawa. Daun Asam Jawa diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, kemudian difraksinasi. Ekstrak dan fraksi daun Asam Jawa diuji kandungan kimianya dengan metode reaksi tabung, diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, ditetapkan kadar flavonoid totalnya dengan AlCl3 menggunakan baku kuersetin, dan ditetapkan kadar fenolik totalnya menggunakan baku asam galat dengan alat instrumen spektrofotometri UV-Vis.Hasil menunjukkan bahwa ekstrak, fraksi n-heksan, etil asetat, dan air daun Asam Jawa memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 44,53 ± 0,8; 306,61 ± 2,23; 27,27 ± 1,02; dan 47,04 ± 1,30 ppm, sedangkan baku kuersetin memiliki nilai IC50 sebesar 2,83 ± 0,04 ppm. Ekstrak etanol, fraksi n-heksan, etil asetat dan air daun Asam Jawa memiliki kandungan flavonoid total berturut-turut sebesar 8,52±0,29; 4,61±0,14; 24,43±1,97 dan 14,52±0,20 QE mg/g, sedangkan fenolik totalnya sebesar 57,21±0,44; 42,55±0,32; 93,31±0,62; dan 44,67±1,23 GAE mg/g. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan terkuat dengan kategori sangat kuat, serta memiliki kadar flavonoid dan fenolik total tertinggi dibandingkan dengan ekstrak dan fraksi lainnya.
Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Bawang Putih, Bawang Putih Tunggal, dan Bawang Hitam (Allium sativum) pada Mencit yang Diinduksi Aloksan: Antidiabetic Activity of Fresh Garlic, Solo Garlic, and Black Garlic Extracts in Alloxan Induced Diabetic Mice Wijayanti, Tri; Rahayu, Mamik Ponco
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i4.2347

Abstract

Diabetes mellitus is a disease that affects the body's ability to use and produce insulin. Many traditional medicines are currently being developed as antidiabetics, including garlic bulbs (Allium sativum Linn.). There are many types of garlic on the market, including cluster garlic and single garlic. The aim of this research was to obtain the activity and effective dose of cluster garlic extract, single garlic and black garlic in mice induced by alloxan. The method used for extraction is maceration using 96% ethanol. The test animals were divided into 6 groups, namely the negative group, the 0.65mg/kgbw glibenclamide group, the cluster garlic extract group, the single garlic group and the black garlic group with each dose of 175mg/kgbw and 350mg/kgbw induced by alloxan and a decrease was observed. blood glucose levels for 21 days. The results showed an effective reduction in blood glucose levels in the single garlic group 175mg/kgbw with a percent reduction of 37% and the black garlic group 175mg/kgbw with a percent reduction of 33%. Keywords:          Diabetic Mellitus, Fresh Garlic, Solo Garlic, Black Garlic   Abstrak Diabetes mellitus adalah penyakit yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menggunakan dan menghasilkan insulin. Obat-obatan tradisional saat ini banyak dikembangkan sebagai antidiabetik, diantaranya bulbus bawang putih (Allium sativum Linn.). Bawang putih sendiri di pasaran memiliki banyak jenis diantaranya bawang putih rumpun dan bawang putih tunggal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan aktivitas dan dosis efektif ekstrak bawang putih rumpun, bawang putih tunggal dan bawang hitam pada mencit yang diinduksi aloksan. Metode yang digunakan untuk ekstraksi yaitu dengan maserasi menggunakan etanol 96%.  Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok negatif, kelompok glibenklamid 0,65mg/kgbb, kelompok ekstrak bawang putih rumpun, kelompok bawang putih tunggal dan kelompok bawang hitam dengan masing-masing dosis yaitu 175mg/kgbb dan 350mg/kgbb diinduksi aloksan dan diamati penurunan kadar glukosa darah selama 21 hari. Hasil menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang efektif pada kelompok bawang putih tunggal 175mg/kgbb dengan persen penurunan sebesar 37% dan kelompok bawang hitam 175mg/kgbb dengan persen penurunan 33%.   Kata Kunci:         Diabetes Mellitus, Bawang putih Tunggal, Bawang Putih Rumpun, Bawang Hitam
Profil Ekstrak Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd.) dari Lokasi Tanam dengan perbedaan Letak Ketinggian Geografis Missya Putri Kurnia Pradani; Mamik Ponco Rahayu; Reslely Harjanti; Perdana Priya Haresmita
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 01 Juli 2024
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v0i0.18646

Abstract

Rimpang lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd.) merupakan bahan tanaman obat sebagai bahan baku obat bahan alam yang harus berkualitas sehingga menjamin keamanan, dan manfaatnya. Lokasi geografis tanam menjadi salah satu faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kualitas mutu simplisia, ekstrak dan kandungan metabolit sekunder yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perbedaan ketinggian lokasi tanam berpengaruh terhadap kualitas dan profil metabolit sekunder pada rimpang lengkuas. Sampel diperoleh dari Kecamatan Jaten, Jumantono dan Jenawi sebagai lokasi dengan perbedaan ketinggian geografis, yaitu dataran tinggi, sedang, dan rendah. Karakter mutu serta profil metabolit sekunder yang dari simplisia tersebut diidentifikasi menggunakan metode High Performance Thin Layer Chromatography (HPTLC) menggunakan pembanding eugenol selanjutnya dianalisis menggunakan hierarchical cluster analysis (HCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian letak geografis tanam lengkuas yang berbeda menunjukkan profil susut pengeringan, kadar air, kadar sari larut air, dan kadar sari larut etanol yang berbeda. Profil HPTLC menunjukkan bahwa metabolit sekunder rimpang lengkuas dari Jenawi berbeda dengan sampel dari Jaten dan Jumantono dengan nilai similarity 61,49% pada analisis HCA.
Aktivitas Imunomodulator Fraksi n-Heksan dari Herba Sambiloto (Andrographis paniculata, (Burm.F) Nees ) Terhadap Mencit yang Diinduksi Vaksin Hepatitis B dengan Parameter Ig G Mamik Ponco Rahayu
Journal of Pharmascience Vol. 2 No. 1 (2015): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v2i1.5811

Abstract

AbstrakHerba sambiloto (Andrographis paniculata Burm. Nees) mengandung banyak komponen senyawa kimia yang telah banyak di teliti dengan aktivitas sebagai hepatoprotektor dan salah satu kandungan zat aktifnya yaitu andrographolid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dari A. paniculata yang mempunyai aktivitas sebagai imunomodulator dan hepatoprotektor terhadap mencit Balb/c yang telah diinduksi vaksin hepatitis B. Ekstraksi herba sambiloto menggunakan alat Soxhlet dengan pelarut yang berseri. Vaksin hepatitis B digunakan sebagai penginduksi mencit Balb/c. Sebagai tolok ukur imunostimulator adalah peningkatan jumlah antibodi IgG dengan ELISA tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan (2,7 mg/20 g BB mencit) menunjukkan peningkatan IgG tertinggi. Tiga fraksi teraktif dengan peningkatan jumlah  IgG tertinggi sampai terendah yaitu F2 (0,569 mg/20 g BB mencit), F1(0,126 mg/20 g BB mencit), F4(0,094 mg/20 g BB mencit). Kata Kunci : Herba sambiloto (Andrographis paniculata Burm. Nees), Imunomodulator, Hepatoprotektor, Vaksin Hepatitis B  AbstractAndrographis herbs (Andrographis paniculata Burm. Nees) has many active compounds , which  shown hepatoprotector activity and one of its component is andrograpolide. Therefore, the aim of this study were to search the active compounds from A. paniculata as imunomodulator from the BALB/c mice was induced by hepatitis B vaccine. Andrographis herbs was extracted using Soxhlet by series of solvents. The isolation process was guided with in vivo imunommodulatory assay induced by hepatitis B vaccine in Balb/c mice. The  imunostimulant activity was assesed through the increasing of IgG antibody.   Hexane extract (2.7 mg /20 g mice) was increasing the titer of IgG higher than others. The fractions activity on increasing IgG titer from highest to lowest were F2 (0.569 mg/20 g mice), F1(0.126 mg/20 g mice), F4(0.094 mg/20 g mice). Keywords : Andrographis herbs (Andrographis paniculata Burm. Nees), Immunomodulator, Hepatoprotektor, hepatitis B vaccine