Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Belanja Tanpa Rencana: Peran Kontrol Diri dan Electronic Word Of Mouth dalam Pembelian Impulsif Mahasiswa Nanda Dian Kartika; Lania Muharsih; Yulyanti Minarsih
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 11 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i11.9719

Abstract

This study aims to determine the influence of self-control and electronic word of mouth (e-WOM) on impulsive buying among university students in Karawang. The research employed a quantitative approach with a causal design and involved 206 students aged 18–25, selected through purposive sampling. Instruments used included impulsive buying scales, Brief self-control scales and e-WOM scales. analyzed using multiple linear regression. The results showed that self-control had a significant negative effect, while e-WOM had a significant positive effect on impulsive buying (p < 0.05). Although most respondents had high self-control (46.1%), many still exhibited high levels of impulsive buying (34.5%). This indicates that self-control does not always effectively suppress the influence of e-WOM. The novelty of this study lies in identifying the mismatch between high self-control and impulsive behavior. The findings imply the need for digital education and stronger self-regulation in online shopping environments, especially among students exposed to e-WOM and impulsive buying tendencies.
Orang Tua Dan Anak : Sinergi Dalam Proses Pembelajaran Anak Usia Dini Devi Marganing Tyas; Yulyanti Minarsih; Ananda Saadatul Maulidia; Bramusti Aji Prabowo; Vania Zaimatun Nisa
KOLONI Vol. 3 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v3i4.700

Abstract

: This study aims to explore parental involvement in supporting early childhood learning processes, focusing on forms of involvement, influencing factors, and their impacts on children’s development. The background of this research is based on the importance of education during the golden age (0–6 years) in shaping the foundation of children’s cognitive, socio-emotional, and moral development. The method used is a descriptive qualitative approach with 3 parents of kindergarten students in Klaten as research subjects. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, analyzed using triangulation techniques to ensure validity. The findings reveal that parental involvement, such as assisting children in learning, providing emotional support, and maintaining consistency in learning methods at home, significantly impacts children’s academic abilities, social-emotional skills, and learning motivation. Major challenges identified include parents' busy schedules, lack of understanding of their roles, and the perception that education is solely the school’s responsibility. The study concludes that synergy between family and school is crucial to optimize early childhood development. This research offers practical recommendations to strengthen parental involvement through parenting training and collaborative programs with schools.
Self-Efficacy Dan Dukungan Sosial Sebagai Prediktor Motivasi Belajar Siswa Kelas X Di SMK Bhineka Karawang Muhamad Hibatur Rahman; Randwitya Ayu Ganis Hemasti; Yulyanti Minarsih
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.8516

Abstract

Perkembangan pendidikan di Indonesia menunjukkan adanya tantangan serius terkait rendahnya motivasi belajar siswa, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh self-efficacy dan dukungan sosial terhadap motivasi belajar siswa kelas X di SMK Bhinneka Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksplanasi. Populasi penelitian melibatkan seluruh siswa kelas X berjumlah 156 orang yang sekaligus dijadikan sampel penelitian. Instrumen penelitian terdiri dari Academic Motivation Scale (AMS), General Self-efficacy Scale (GSES-12), dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy dan dukungan sosial berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi belajar siswa kelas X di SMK Bhinneka Karawang. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 37,7% terhadap motivasi belajar siswa.
Wanita Dewasa Awal yang Berkarir dan Lajang : Tinjauan atas Psychological Well-Being, Gratitude dan Social Support Asep Zaelani; Puspa Rahayu Utami Rahman; Yulyanti Minarsih
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i5.6544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gratitude dan social support terhadap psychological well-being pada wanita dewasa awal yang berkarir dan lajang Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 215 responden dengan menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala Ryyf’s Psychological Well-being scale (RPWBS), Gratitude Questionnaire-6 (GQ-6), dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Analisis data menggunakan uji regresi berganda (uji T dan uji F). Hasil penelitian ini menunjukan nilai sig 0,000 (p< 0,05), yaitu Ha diterima dan H0 ditolak, artinya bahwa gratitude dan social support memiliki pengaruh  terhadap psychological well-being dengan sumbangan pengaruhnya sebesar 98,7%. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat gratitude dan social support yang tinggi dapat memperkuat psychological well-being wanita dewasa awal berkarir dan lajang.
Overview of Academic Dishonesty in Students in Karawang Regency Agnia Putri Permatasari; Cempaka Putrie Dimala; Yulyanti Minarsih
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i4.12434

Abstract

Academic dishonesty occurs a lot in education. Academic dishonesty has been widely committed by students and students, and has a negative impact and causes problems in the future. This study aims to determine the picture of academic dishonesty in students in Karawang. The sampling technique used in this study used convenience sampling. The population used in this study is active students studying at five universities in Karawang with a total of 400 students. Data collection techniques in this research use two different ways, namely with scale sheets that are given directly and through scale sheets that can be accessed online. The instrument in this study used a Likert scale composed of four answer choices. The measuring instrument used in this study is Bashir & Bala's Academic Dishonesty Scale (ADS) (2018) which has 23 items. Data analysis techniques in this study used normality tests, categorization tests, and difference tests. The results in this study show that academic dishonesty in students in Karawang is relatively low. Based on gender, it was found that there was no difference between males and females. Furthermore, in the age range there was no difference between the age range between 18-21, 22-25 and 26-48 years. Meanwhile, based on education, there is no difference in academic dishonesty carried out in universities and in semesters there is no difference in academic dishonesty carried out by students in each semester.Academic dishonesty banyak terjadi di dunia pendidikan. ketidakjujuran akademik sudah banyak dilakukan oleh pelajar maupun mahasiswa, serta memiliki dampak negatif dan menimbulkan masalah dimasa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran academic dishonesty pada mahasiswa di Karawang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan convenience sampling. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif yang berkuliah di lima perguruan tinggi yang ada di Karawang dengan jumlah responden sebesar 400 orang mahasiswa. Teknik pengumpulan data dalam peneltian ini menggunakan menggunakan dua cara yang berbeda, yaitu dengan lembar skala yang diberikan secara langsung dan melalui lembar skala yang dapat di akses secara daring. Instrument dalam penelitian ini menggunakan skala likert yang tersusun dari empat pilihan jawaban. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Academic Dishonesty Scale (ADS) milik Bashir & Bala (2018) yang memiliki 23 aitem. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji kategorisasi, dan uji beda. Hasil dalam penelitian ini menunjukan academic dishonesty pada mahasiswa di Karawang tergolong rendah. Berdasarkan jenis kelamin ditemukan bahwa tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Lebih lanjut pada rentang usia tidak ditemukan perbedaan antara rentang usia antara 18-21, 22-25 dan 26-48 tahun. Sedangkan berdasarkan pendidikan tidak memiliki perbedaan academic dishonesty yang dilakukan di perguruan tinggi dan pada semester tidakditemukan perbedaan academic dishonesty yang dilakukan mahasiswa di setiap semesternya.
PENGARUH KONTROL DIRI DAN KELEKATAN ORANG TUA TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI KARAWANG Nafisah Ghaliyati Firsanah; Puspa Rahayu Utami Rahman; Yulyanti Minarsih
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 11 No. 1 (2026): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/8cvz7e17

Abstract

Juvenile delinquency is a social problem influenced by internal and external factors. This study aimed to examine the effect of self-control, mother attachment, and father attachment on juvenile delinquency among adolescents in Karawang. This research used a quantitative approach with a multiple linear regression design. The participants were 385 adolescents aged 15–18 years residing in Karawang, selected using convenience sampling. Data were collected using the Brief Self-Control Scale (BSCS), Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA), and Subtypes of Antisocial Behavior Questionnaire (SABQ). Data analysis was conducted using assumption tests, multiple linear regression analysis, partial tests, simultaneous tests, and coefficient of determination. The results showed that self-control had a significant negative effect on juvenile delinquency, indicating that higher self-control was associated with lower delinquency tendencies. Mother attachment also had a significant negative effect on juvenile delinquency, while father attachment did not show a significant partial effect. Simultaneously, self-control, mother attachment, and father attachment significantly affected juvenile delinquency with a contribution of 75.6%. These findings indicate the importance of strengthening adolescents’ self-control and improving positive emotional relationships between parents and adolescents as preventive efforts against juvenile delinquency. Kenakalan remaja merupakan permasalahan sosial yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontrol diri, kelekatan ibu, dan kelekatan ayah terhadap kenakalan remaja di Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linear berganda. Subjek penelitian berjumlah 385 remaja berusia 15–18 tahun yang berdomisili di Karawang dan dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Brief Self-Control Scale (BSCS), Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA), dan Subtypes of Antisocial Behavior Questionnaire (SABQ). Analisis data dilakukan melalui uji asumsi, regresi linear berganda, uji parsial, uji simultan, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kenakalan remaja, sehingga semakin tinggi kontrol diri maka semakin rendah kecenderungan kenakalan remaja. Kelekatan ibu juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kenakalan remaja, sedangkan kelekatan ayah tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial. Secara simultan, kontrol diri, kelekatan ibu, dan kelekatan ayah berpengaruh signifikan terhadap kenakalan remaja dengan kontribusi sebesar 75,6%. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kontrol diri serta penguatan hubungan emosional yang positif antara orang tua dan remaja sebagai upaya pencegahan kenakalan remaja.
PENGARUH KONTROL DIRI DAN POLA KOMUNIKASI KELUARGA TERHADAP SMARTPHONE ADDICTION  PADA REMAJA MADYA DI KARAWANG Rayina Julita; Puspa Rahayu Utami Rahman; Yulyanti Minarsih
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 11 No. 1 (2026): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/3y6n3b57

Abstract

This study aims to determine the effect of self-control and family communication patterns on smartphone addiction among middle adolescents in Karawang Regency. Respondents in this study consisted of 385 middle adolescents aged 15–18 years in Karawang Regency. This research used a quantitative method. Data were collected using the Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV) developed by Kwon et al. (2013), the Brief Self-Control Scale (BSCS) developed by De Ridder et al. (2011), and the Revised Family Communication Patterns (RFCP) developed by Koerner and Anne (2002). The research data were processed using SPSS version 25 with multiple linear regression analysis. The results showed that self-control, conversation orientation, and conformity orientation affected smartphone addiction among middle adolescents in Karawang Regency. Simultaneously, self-control, conversation orientation, and conformity orientation had a significant effect on smartphone addiction. The contribution of these variables was 35.9%, while the remaining 64.1% was influenced by other variables not examined in this study. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontrol diri dan pola komunikasi keluarga terhadap smartphone addiction pada remaja madya di Kabupaten Karawang. Responden dalam penelitian ini berjumlah 385 remaja madya berusia 15–18 tahun di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pengambilan data menggunakan Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV) dari Kwon et al. (2013), Brief Self-Control Scale (BSCS) dari De Ridder et al. (2011), serta Revised Family Communication Patterns (RFCP) dari Koerner dan Anne (2002). Data penelitian diolah menggunakan SPSS versi 26.0 dengan uji analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri, orientasi percakapan, dan orientasi konformitas berpengaruh terhadap smartphone addiction pada remaja madya di Kabupaten Karawang. Secara simultan, kontrol diri, orientasi percakapan, dan orientasi konformitas berpengaruh signifikan terhadap smartphone addiction. Besar pengaruh ketiga variabel tersebut adalah 35,9%, sedangkan 64,1% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Terjebak Bosan, Larut di Layar: Pengaruh Leisure boredom dan Kecanduan Media Sosial terhadap Perilaku Phubbing pada Gen Z di Karawang Salsabila Wahidati; Nuram Mubina; Yulyanti Minarsih
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol. 15 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i4.13861

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly influenced social interaction patterns, particularly among Generation Z, who are characterized as digital natives. One emerging behavioral phenomenon is phubbing, defined as ignoring others during face-to-face interactions due to excessive smartphone use. This study aimed to analyze the influence of leisure boredom and social media addiction on phubbing behavior among Generation Z in Karawang. Leisure boredom refers to a subjective experience arising from a mismatch between available leisure time and the need for meaningful and satisfying activities, while social media addiction denotes excessive and compulsive use of social media that disrupts emotional and social functioning. A quantitative approach with a causal associative design was employed in this study. The participants consisted of 377 Generation Z individuals residing in Karawang, selected using convenience sampling techniques. Data were collected using adapted versions of the Leisure Boredom Scale (LBS), the Social Media Disorder Scale (SMD), and the Generic Scale of Phubbing (GSP). Multiple regression analysis was conducted to examine the effects of the independent variables on phubbing behavior. The results indicated that leisure boredom and social media addiction had a positive and significant influence on phubbing behavior among Generation Z in Karawang, both simultaneously and partially. The model explained 66.7% of the variance in phubbing behavior, suggesting a substantial effect of these psychological factors. These findings imply that individuals who experience higher levels of boredom during leisure time and stronger dependence on social media are more likely to engage in phubbing behavior. This study highlights the importance of managing leisure activities and regulating social media use to reduce maladaptive social behaviors among Generation Z. The results provide practical implications for preventive interventions, psychoeducation, and guidance programs aimed at promoting healthier digital habits and improving the quality of face-to-face social interactions.
Ketika Kuliah Menjadi Beban: Analisis Peran Dukungan Sosial dan Motivasi Belajar terhadap Academic Burnout Gina Mulyani; Lania Muharsih; Yulyanti Minarsih
Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Vol 6, No 4 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i4.837

Abstract

Mahasiswa yang tidak mampu menghadapi berbagai permasalahan perkuliahan dan tuntutan akademik akan rentan mengalami stres dan kemudian burnout. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui dukungan sosial dan motivasi belajar sebagai prediktor academic burnout pada mahasiswa Universitas Buana Perjuangan Karawang. Penelitian ini dilakukan kepada 336 responden yang merupakan seluruh Mahasiswa Universitas Buana Perjuangan Karawang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 3 skala psikologi, yaitu Maslach Burnout Inventory-Student Survey, Multidimensional Scale of Perceived Social Support dan The Motivated Strategies For Learning Qustionnaire yang diadaptasi oleh peneliti. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial dukungan sosial dan motivasi belajar memiliki dampak terhadap academic burnout. Secara parsial menunjukkan bahwa variabel dukungan sosial memiliki dampak terhadap burnout academic dengan nilai signifikansi 0,049 < 0,05 dan variabel motivasi belajar memiliki dampak tehadap burnout academic dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,50. Kemudian didapatkan hasil dukungan sosial dan motivasi belajar memberikan dampak sebesar 42,1% terhadap academic burnout.
KETIKA BUDAYA MENANTANG TEORI:PENGARUH POLA ASUH TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK USIA DINI Muhammad Purwa Tuhagana; Puspa Rahayu Utami Rahman; Yulyanti Minarsih
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.9078

Abstract

Perkembangan sosial-emosional merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pola asuh ibu sebagai pengasuh utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh otoritatif, otoriter, dan permisif ibu terhadap perkembangan sosial-emosional anak usia dini di Syaira Global School Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 41 ibu yang memiliki anak usia 54–72 bulan dengan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah Parenting Styles and Dimensions Questionnaire-Short Form (PSDQ-SF) untuk mengukur pola asuh dan Ages and Stages Questionnaire: Social Emotional Second Edition (ASQ:SE-2) untuk mengukur perkembangan sosial-emosional anak. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoritatif berpengaruh signifikan terhadap perkembangan sosial-emosional anak (p = 0,003) dengan arah hubungan negatif. Sementara itu, pola asuh otoriter (p = 0,688) dan pola asuh permisif (p = 0,117) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan bahwa pola asuh otoritatif memiliki pengaruh dengan arah negatif ini mengindikasikan bahwa efektivitas pola asuh terhadap perkembangan sosial-emosional anak perlu dipahami berdasarkan kesesuaiannya dengan konteks budaya dan karakteristik perkembangan anak, sehingga pola asuh yang secara teoretis dianggap ideal belum tentu memberikan hasil yang sama pada setiap budaya.