Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Antibacterial Activity Testing of Methanol Extract of Yellow Rope Barb (Anamirta cocculus) Wa Ode Nurwahida; A.M. Muslihin; Lukman Hardia
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.10760

Abstract

Indonesia has abundant natural wealth. One of the endemic plants of Papua which is often used in traditional medicine is yellow rope (A. cocculus). This study aims to determine the antibacterial activity of methanol extract of yellow rope bark (A. cocculus) against P. acnes, S. aureus, and E. coli bacteria using an experimental microbiological approach in the laboratory, and the experiment model may also serve as a contextual laboratory-based learning resource in microbiology education. The antibacterial activity test was carried out using the disc diffusion method which was made in 3 concentrations, namely 5%, 10% and 15%. The results of measuring the diameter of the inhibition zone showed that each concentration was able to inhibit the growth of P. acnes bacteria with an average diameter of 2,816 mm (Weak), 6,733 mm (Medium), 9,333 mm (Medium), and control (+) clindamycin 2 μg 14,483 mm (Strong). S. aureus bacteria with an average diameter of 3.133 mm (Weak), 6.35 mm (Medium), 8.235 mm (Medium) and control (+) clindamycin 2 μg 20.97 mm (Very strong). E. coli bacteria showed an average diameter of 3.875 mm (Weak), 6.175 mm (Medium), 8.566 mm (Medium) and control (+) ciprofloxacin 5 μg 20.783 mm (very strong). This research shows that the methanol extract of yellow stem bark (A. cocculus) has antibacterial activity.
ANALISIS BIBLIOMETRIK PENELITIAN ETNOMEDISIN A.M. Muslihin; Lukman Hardia
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 2 No. 01 (2024): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v2i01.1713

Abstract

Ethnomedicine is the study of certain communities in using medicines. Information on the use of medicinal plants can be provided using an ethnomedicine approach. Ethnomedicine as a method that can be used to explore the use of medicinal plants can be the first step to developing new medicines. Knowledge about how to process traditional ingredients used in certain community groups can be used as a reference in developing medicinal raw materials. Research on the use of medicinal plants in various communities (cross-cultural studies) can be used to find drugs and bioactive compounds. Ethnomedicine is an important stage in screening, selecting and developing new medicines derived from plants. Ethnic communities in an area have unique culture and local wisdom due to regional differences. This has an impact on knowledge about traditional medicine and medicine. Various tribes or ethnic groups in Indonesia have their own experiences in dealing with health problems. Ethnomedicine is part of a community's traditional medicine, often empirically proven, scientifically validated, for the discovery or development of new medicinal compounds.
ANALISIS KUALITATIF SENYAWA FORMALDEHYDE PADA TAHU PUTIH YANG BEREDAR DI PASAR KABUPATEN DAN PASAR KOTA SORONG Nur Hasana Lamarunga; A.M. Muslihin; Ratih Arum Astuti
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 2 No. 01 (2024): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v2i01.1714

Abstract

Tofu is one of the foods that is very popular with people because it has an economical price and sufficient nutrition, but it does not last long. Formalin is known as a synthetic preservative, but there are still many sellers who add formaldehyde to food, one of which is tofu, in order to extend the shelf life. storage. Formalin should not be added to food, even a small amount because it can cause cancer. The aim of the research is to find out whether the tofu circulating in the Regency market and Sorong City market contains qualitative formaldehyde with chromatophic acid reagent because it effectively binds the formaldehyde so that it is released from the ingredients. The research was carried out. at the UNIMUDA Sorong Integrated Laboratory, using a qualitative method with the addition of chromatogenic acid and sulfuric acid reagents then heated for 15 minutes, if there is a change in color to purple then the sample is declared positive for formalin. A total of 21 tofu samples obtained from 7 markets in Sorong Regency and City did not find formalin compounds.
FORMULASI DAN UJI KARAKTERISTIK STABILITAS FISIK SEDIAAN GEL SUNSCREEN EKSTRAK ETANOL BUAH MERAH (Pandanus conoideus) Khusnul Fitriana; Irwandi Irwandi; A.M. Muslihin
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 1 No. 01 (2023): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v1i01.1720

Abstract

Radiasi sinar ultraviolet yang diterima tubuh secara berlebih mengakibatkan pengaruh buruk pada kulit dapat muncul bintik hitam pada kulit, eritema, elastosis, penuaan dini, hingga dapat menghambat sistem kekebalan tubuh menjadi salah satu pemicu kenker kulit. Tumbuhan di papua yang mengandung antioksidan tinggi yaitu buah merah (Pandanus conoideus). Untuk memudahkan masyarakat dalam hal penggunaan, buah merah dapat diformulasikan menjadi sediaan gel sunscreen. Sediaan gel terpilih sebab lebih praktis mudah menyerap, membentuk lapisan film yang mudah dibersihkan dan memberikan efek rasa dingin pada kulit. Tahapan dalam penelitian ini adalah persiapan sampel, formulasi gel sunscreen konsntrasi 10 %, uji karakteristik fisik, uji stabilitas fisik dan uji in vitro sediaan gel sunscreen ekstrak etanol buah merah. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil ekstrak kental buah merah sebanyak 154,5 gram dari simplisia kering sebanyak 1000 gram sehingga rendemen ekstrak yang diperoleh adalah 15,45%. Hasil pengujian karakteristik fisik, stabilitas fisik sedian gel sunscreen ekstrak etanol buah merah konsentrasi 10 % baik. Ekstrak etanol buah merah dapat diformulasikan menjadi sediaan gel sunscreen konsentrasi 10 % memiliki karakteristik dan stabilitas fisik baik nilai SPF 23,5474 dengan kemampuan menangkal paparan sinar matahari yang baik.
TREN PENELITIAN BAKTERI RESISTEN PENGHASIL METALLO-BETA LACTAMASE (MBL) TERHADAP ANTIBIOTIK GOLONGAN KARBAPENEM: ANALISIS BIBLIOMETRIK Lukman Hardia; A. M. Muslihin
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 1 No. 01 (2023): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v1i01.1724

Abstract

Publikasi mengenai bakteri penghasil enzim Metallo-?-Lactamase (MBL) masih belum memadai, hal ini karena tren publikasi yang membahas topik tersebut masih minim. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui tren penelitian bakteri resisten yang menghasilkan MBL dan menyebabkan resistensi terhadap karbapenem dengan menggunakan metode bibliometric analysis. Hasil penelitian diperoleh 1429 publikasi, dimana 83,2% (1189) dalam bentuk artikel jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren penelitian dan publikasi ilmiah pertama kali dilakukan pada tahun 1990 dengan kata kunci yang paling tren digunakan ialah humans (731), microbial sensitivity tests (596), anti-bacterial agents/pharmacology (478), carbapenems/pharmacology (359), dan beta-lactamases/genetics(306). Peningkatan tren publikasi terjadi mulai tahun 2019 dengan rata-rata publikasi lebih dari 100 dokumen. China dan USA menjadi negara dengan produktifitas publikasi tertinggi. USA juga menjadi negara yang paling banyak berkolaborasu dengan negara lain, sedangkan penulis paling produktif yaitu Bonomo, Robert A dengan total publikasi sebanyak 32 kali. Sumber jurnal Antimicrobial Agets and Chemoterapy menjadi yang paling produktif dengan menerbitkan 217 publikasi, sedangkan Institusi yang paling produktif yaitu Zagreb sebanyak 550 artikel, JMI Laboratories sebanyak 363 artikel, dan Schaumburg sebanyak 356 artikel.
PENETAPAN KADAR SARI LARUT AIR, KADAR SARI LARUT ETANOL DAN IDENTIFIKASI ALKALOID PADA EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) A.M. Muslihin; Angga Bayu Budiyanto
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 1 No. 02 (2022): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v1i02.1725

Abstract

Kersen (Muntingia calabura L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang tumbuh baik di daerah tropis seperti Indonesia. Pohon kersensangat mudah tumbuh tanpa penanaman khusus seperti tempat terbuka, perbukitan, hingga tepi-tepi jalan. Daun kersen juga memilikiberbagai kandungan seperti senyawa flavonoid, tannin, triterpene, saponin, polifenol yang menunjukkan adanya aktivitas antioksidan. Pada penelitian ini dilakukan penetapan kadar sari pada simplisia daun kersen menggunakan 2 jenis pelarut yaitu air dan etanol 96%dan simplisia sebanyak 5 gram pada masing masing pelarut. Berdasarkan hasil yang didapatkan kadar sari larut etanol mendapatkanhasil sebanyak 0,16% dan kadar sari larut air mendapatkan hasil sebanyak 0,96%. Penelitian ini juga dilakukan identifikasi alkaloid dan hasilnya menunjukkan bahwa Ekstrak Etanol daun Kersen (Muntingia calabura L.) positif mengandung Alkaloid.
ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica A.Juss) DENGAN METODE DPPH A.M. Muslihin; Ratih Arum Astuti; Irwandi Irwandi
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 1 No. 02 (2022): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v1i02.1726

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul analisis aktivitas antioksidan fraksi ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A.Juss) dengan metode DPPH. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi etanol 70% dari ekstrak etanol daun mimba (Azadirachta indica A.Juss) dengan metode DPPH. Daun mimba diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak etanol daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) di fraksinasi dengan tiga pelarut yang berbeda kepolaran yaitu n-heksan, etil asetat dan etanol 70%. Masing-masing fraksi diuji aktivitasnya terhadap radikal bebas DPPH dan diukur absorbannya menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 500 nm. Hasil analisis menunjukan bahwa fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi etanol 70% daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 masing-masing 1420,25 ?g/mL , 642, 75 ?g/mL dan 1007,34 ?g/mL
Uji Toksisitas Subkronik Kombinasi Ekstrak Etanol Kunyit Dan Jahe Terhadap Fungsi Hepar Tikus Putih Angga Bayu Budianto; Irwandi Irwandi; A.M. Muslihin; Ratih Arum Astuti
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 1 No. 02 (2022): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v1i02.1728

Abstract

Rimpang kunyit dan jahe merupakan tanaman tradisional yang berkhasiat sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas subkronik kombinasi ekstrak etanol rimpang kunyit dan jahe terhadap perubahan kadar SGPT, SGOT dan gambaran histopatologi organ hepar pada tikus putih. Metode ekstraksi yang digunakan adalah sokhletasi dengan pelarut etanol 70%. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus putih galur wistar jantan dan betina sebanyak 50 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol negatif (Tween 2%), dosis I (400 mg/kgBB), dosis II (700 mg/kgBB), dosis III (1000 mg/kgBB) selama 28 hari dan kelompok satelit (1000 mg/kgBB) ditambah 14 hari. Data hasil pemeriksaan SGPT dan SGOT dianalisis dengan menggunakan One Way Anova, hari terakhir tikus dikorbankan untuk dilihat gambaran histopatologi organ hepar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak etanol rimpang kunyit dan jahe secara oral tidak memberikan efek toksik pada organ hepar tikus putih jantan dan betina yang dilihat dari hasil pemeriksaan kadar SGPT dan SGOT serta diamati dari parameter histopatologi.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Lidah Buaya Terhadap Penyembuhan Luka Full Thickness Ratih Arum Astuti; Irwandi Irwandi; A.M. Muslihin
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 1 No. 02 (2022): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v1i02.1730

Abstract

Pengobatan tradisional dari tanaman herbal dan produk alam banyak digunakan oleh masyarakat sebagai perawatan dalam penyembuh luka. Tanaman lidah buaya (Aloe vera) terkonfirmasi memiliki efek terapetik dalam penyembuhan luka. Adanya kegagalan pada proses penyembuhan luka dapat menyebabkan ulserasi kronik bahkan infeksi. Pemilihan jenis sediaan yang sesuai akan memberikan keuntungan baik membantu penetrasi obat ke lapisan kulit maupun penggunaanya yang mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol lidah buaya dalam bentuk sediaan spray pada mencit model luka full thickness. Penelitian ini dilakukan dengan desain random matched post test only control group. Mencit yang digunakan adalah Balb/C jantan yang dibuat dalam 4 kelompok yaitu KS (kontrol grup), KN (basis spray), KP (oxoverin), KL (spray ekstrak etanol lidah buaya 1%). Pembuatan spray lidah buaya terdiri dari ekstrak etanol lidah buaya, DMSO dan aquabidest. Terapi dilakukan selama 14 hari dengan parameter rasio luas luka yang dianalisis menggunakan One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ekstrak etanol lidah buaya 1% secara signifikan dapan menurunkan rasio luas luka (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah sediaan spray lidah buaya 1% mempercepat penyembuhan luka full thickness dengan pengaplikasian mudah dan resiko kontaminasi yang rendah.
FORMULASI DAN EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL PEWARNA RAMBUT ALAMI EKSTRAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus L.) Muhammad Andy Irfan; Irwandi Irwandi; A.M. Muslihin
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 3 No. 01 (2025): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v3i01.1960

Abstract

Synthetic dyes are a type of dye that contains chemical substances as their main component, and to date, they remain a primary choice in hair coloring processes due to their excellent color results and long-lasting durability. However, the discovery of several cases of contact dermatitis resulting from the use of synthetic hair dyes has highlighted the potential side effects of these dyes. One common effect is irritation to the scalp and hair. Red fruit (Pandanus conoideus L.) is a Papua-specific plant rich in carotenoids. To facilitate its use, red fruit can be formulated into a hair dye gel preparation. Gel is chosen for its practicality, ease of absorption, formation of a film layer that is easy to clean, and provision of a cooling effect on the skin. The stages of this research include sample preparation, formulation of hair dye gel at concentrations of 6%, 8%, and 10%, physical characteristic testing, and effectiveness testing of the red fruit ethanol extract hair dye gel preparation. The results showed that 141.9 grams of thick extract were obtained from 750 grams of dry simplicia, resulting in a yield of 70.45%. The physical characteristic and effectiveness testing of the hair dye gel preparation at concentrations of 6%, 8%, and 10% were satisfactory. The ethanol extract of red fruit can be formulated into a hair dye gel preparation at concentrations of 6%, 8%, and 10%, with comparable coloring results.