Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN PENGGUNAAN VARIASI MERK BAHAN BAKAR GASOLINE PADA MESIN 1NR-VE NORMALLY ASPIRATED TERHADAP EMISI GAS BUANG Supiyadi, Ahmad; Retno Eka Pramitasari; Dian Anisa Rokhmah Wati; Basuki
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal MOTION: November 2025
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v4i1.10690

Abstract

His research is motivated by researchers who are interested in testing Pertamax, Shell Super, and Mobil fuels by comparing the differences in exhaust emissions. The purpose of this study is to determine the exhaust emissions of Pertamax, Shell Super, and Mobil fuels.This study uses an experimental method with testing variations of 3 fuels. This test was carried out with several variations of rpm. This test uses an exhaust gas analyzer on a 1NR-VE engine. For the rpm variations used, the rpm is 800 to 4000 with a difference of 200 in each rpm. The data results are processed using a table and described using a diagram to determine the exhaust gas graph produced by the engine.The results of the study showed that there was a difference in the test results with the test results using Pertamax fuel showing the best HC value at rpm 2800 with an HC value of 0 Ppm and with a CO₂ gas value of 12%. While for the HC gas value in Shell Super fuel, the best is at rpm 2000, 2600, 2800, and rpm 3400 with a value of 0 Ppm and CO₂ gas of 11.90% and for Car fuel, the test results with the best HC gas value at rpm 2600 with a value of 0 Ppm and CO₂ gas of 11.90%.
ANALISA LAJU PENGERINGAN DAN NILAI EFISIENSI TERMAL DITINJAU DARI MASSA KUNYIT DENGAN MESIN PENGERING TIPE RAK Mubin, Fatkhur; Retno Eka Pramitasari; Dian Anisa Rokhmah Wati; Basuki
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal MOTION: November 2025
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v4i1.10810

Abstract

Abstrak Kunyit merupakan tanaman obat yang dikenal diberbagai negara, hal ini dikarenakan manfaat yang luar biasa pada bidang kesehatan dan industri makanan. Salah satu tahapan yang penting dalam proses pengolahan kunyit yaitu proses pengeringan, yang bertujuan untuk menjaga kualitas kunyit, seperti kurkumin serta memudahkan penyimpanan kunyit. Pengeringan kunyit dapat dilakukan dengan berbagai metode, yaitu pengeringan secara manual dan bantuan alat. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental. Mesin yang digunakan untuk menguji pengeringan kunyit yaitu mesin pengering tipe rak. Mesin ini berfungsi sebagai alat pengering kunyit dengan durasi yang cukup singkat. Dalam pengujiannya, dilakukan dengan menggunakan massa kunyit yang berbeda, yaitu 1 kg, 1.2 kg, dan 1.6 kg. Hal ini dilakukan untuk mengetahui efisiensi laju pengeringan pada proses pengeringan kunyit menggunakan mesin pengering tipe rak. Data akan diolah dengan menggunakan beberapa persamaan yang mendukung untuk mencari nilai yang diinginkan. Hasil yang diperoleh yaitu nilai rata-rata laju pengeringan kunyit pada massa 1 kg sebesar 7.88 kg/m2jam, pada massa kunyit 1.2 kg adalah 9.08 kg/m2jam, sedangkan pada massa 1.6 kg adalah 11.10 kg/m2jam. Adapun Nilai rata-rata efisiensi termal proses pengeringan kunyit terdapat pada variasi massa kunyit 1 kg, dengan nilai 55,52%, untuk variasi massa 1,2 nilai rata-rata efisiensi termal yaitu 43,06%, sedangkan pada variasi massa 1,6 kg nilai rata-rata efisiensi termal adalah 38,64%. Nilai efisiensi termal akan semakin besar jika massa kunyit semakin sedikit.
RANCANG BANGUN NOZZLE BURNER PADA PELEBURAN ALUMINIUM BERBAHAN BAKAR OLI BEKAS Dwi Saputra, Reza; Fajar Satriya Hadi; Retno Eka Pramitasari; Mochmmad Arif Irfa'I
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal MOTION: November 2025
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v4i1.10820

Abstract

Nozzle adalah alat penyemprotan aliran fluida cair atau gas untuk meningkatkan kecepatan aliran keluar. Penggunaan Nozzle untuk mengarahkan atau memodifikasi aliran fluida digunakan mengontrol laju aliran, kecepatan, arah, massa, bentuk, dan tekanan. Nozzle memiliki fungsi untuk memecah cairan fluida menjadi butiran partikel halus menyerupai kabut. Pada campuran bahan bakar semakin kecil ukuran partikel pengkabutan bahan bakar menghasilkan pembakaran, semakin sempurna yang diindikasikan dengan meningkatnya temperatur pembakaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui desain dan mengetahui bagaimana performa nozzle untuk peleburan alumunium berbahan bakar oli bekas. Perancangan nozzle burner pada peleburan alumunium berbahan bakar oli bekas menggunakan metode R&D (research and devlopment). Serta melalui uji fungsional dan uji kelayakan dengan memberikan angket pada validator untuk mengetahui dari performa nozzle yang dirancang. Pada desain jenis nozzle yang dipakai adalah nozzle dua fluida (two-fluid nozzle) dengan sistem pencampuran internal (internal mixing), yang membuat pencampuran udara dan bahan bakar terjadi di dalam nozzle untuk menghasilkan atomisasi yang lebih halus dan pembakaran yang efisien. Sistem ini bekerja pada tekanan 30 PSI guna kestabilan dan intensitas nyala api yang optimal. Hasil performa pengujian menunjukkan bahwa nozzle mampu menghasilkan suhu pembakaran sebesar 723,1°C, yang telah melebihi titik lebur aluminium yaitu 660°C.
PERBEDAAN PENGGUNAAN VARIASI MERK BAHAN BAKAR GASOLINE PADA MESIN 1NR-VE NORMALLY ASPIRATED TERHADAP EMISI GAS BUANG Supiyadi, Ahmad; Retno Eka Pramitasari; Dian Anisa Rokhmah Wati; Basuki
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal MOTION: November 2025
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v4i1.10690

Abstract

His research is motivated by researchers who are interested in testing Pertamax, Shell Super, and Mobil fuels by comparing the differences in exhaust emissions. The purpose of this study is to determine the exhaust emissions of Pertamax, Shell Super, and Mobil fuels.This study uses an experimental method with testing variations of 3 fuels. This test was carried out with several variations of rpm. This test uses an exhaust gas analyzer on a 1NR-VE engine. For the rpm variations used, the rpm is 800 to 4000 with a difference of 200 in each rpm. The data results are processed using a table and described using a diagram to determine the exhaust gas graph produced by the engine.The results of the study showed that there was a difference in the test results with the test results using Pertamax fuel showing the best HC value at rpm 2800 with an HC value of 0 Ppm and with a CO₂ gas value of 12%. While for the HC gas value in Shell Super fuel, the best is at rpm 2000, 2600, 2800, and rpm 3400 with a value of 0 Ppm and CO₂ gas of 11.90% and for Car fuel, the test results with the best HC gas value at rpm 2600 with a value of 0 Ppm and CO₂ gas of 11.90%.
ANALISA LAJU PENGERINGAN DAN NILAI EFISIENSI TERMAL DITINJAU DARI MASSA KUNYIT DENGAN MESIN PENGERING TIPE RAK Mubin, Fatkhur; Retno Eka Pramitasari; Dian Anisa Rokhmah Wati; Basuki
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal MOTION: November 2025
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v4i1.10810

Abstract

Abstrak Kunyit merupakan tanaman obat yang dikenal diberbagai negara, hal ini dikarenakan manfaat yang luar biasa pada bidang kesehatan dan industri makanan. Salah satu tahapan yang penting dalam proses pengolahan kunyit yaitu proses pengeringan, yang bertujuan untuk menjaga kualitas kunyit, seperti kurkumin serta memudahkan penyimpanan kunyit. Pengeringan kunyit dapat dilakukan dengan berbagai metode, yaitu pengeringan secara manual dan bantuan alat. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental. Mesin yang digunakan untuk menguji pengeringan kunyit yaitu mesin pengering tipe rak. Mesin ini berfungsi sebagai alat pengering kunyit dengan durasi yang cukup singkat. Dalam pengujiannya, dilakukan dengan menggunakan massa kunyit yang berbeda, yaitu 1 kg, 1.2 kg, dan 1.6 kg. Hal ini dilakukan untuk mengetahui efisiensi laju pengeringan pada proses pengeringan kunyit menggunakan mesin pengering tipe rak. Data akan diolah dengan menggunakan beberapa persamaan yang mendukung untuk mencari nilai yang diinginkan. Hasil yang diperoleh yaitu nilai rata-rata laju pengeringan kunyit pada massa 1 kg sebesar 7.88 kg/m2jam, pada massa kunyit 1.2 kg adalah 9.08 kg/m2jam, sedangkan pada massa 1.6 kg adalah 11.10 kg/m2jam. Adapun Nilai rata-rata efisiensi termal proses pengeringan kunyit terdapat pada variasi massa kunyit 1 kg, dengan nilai 55,52%, untuk variasi massa 1,2 nilai rata-rata efisiensi termal yaitu 43,06%, sedangkan pada variasi massa 1,6 kg nilai rata-rata efisiensi termal adalah 38,64%. Nilai efisiensi termal akan semakin besar jika massa kunyit semakin sedikit.
RANCANG BANGUN NOZZLE BURNER PADA PELEBURAN ALUMINIUM BERBAHAN BAKAR OLI BEKAS Dwi Saputra, Reza; Fajar Satriya Hadi; Retno Eka Pramitasari; Mochmmad Arif Irfa'I
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal MOTION: November 2025
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v4i1.10820

Abstract

Nozzle adalah alat penyemprotan aliran fluida cair atau gas untuk meningkatkan kecepatan aliran keluar. Penggunaan Nozzle untuk mengarahkan atau memodifikasi aliran fluida digunakan mengontrol laju aliran, kecepatan, arah, massa, bentuk, dan tekanan. Nozzle memiliki fungsi untuk memecah cairan fluida menjadi butiran partikel halus menyerupai kabut. Pada campuran bahan bakar semakin kecil ukuran partikel pengkabutan bahan bakar menghasilkan pembakaran, semakin sempurna yang diindikasikan dengan meningkatnya temperatur pembakaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui desain dan mengetahui bagaimana performa nozzle untuk peleburan alumunium berbahan bakar oli bekas. Perancangan nozzle burner pada peleburan alumunium berbahan bakar oli bekas menggunakan metode R&D (research and devlopment). Serta melalui uji fungsional dan uji kelayakan dengan memberikan angket pada validator untuk mengetahui dari performa nozzle yang dirancang. Pada desain jenis nozzle yang dipakai adalah nozzle dua fluida (two-fluid nozzle) dengan sistem pencampuran internal (internal mixing), yang membuat pencampuran udara dan bahan bakar terjadi di dalam nozzle untuk menghasilkan atomisasi yang lebih halus dan pembakaran yang efisien. Sistem ini bekerja pada tekanan 30 PSI guna kestabilan dan intensitas nyala api yang optimal. Hasil performa pengujian menunjukkan bahwa nozzle mampu menghasilkan suhu pembakaran sebesar 723,1°C, yang telah melebihi titik lebur aluminium yaitu 660°C.
Edukasi Makanan Sehat malalui Pembuatan Es Krim dalam Pendampingan P5 di Siswa SDI Al-Fattah Wati, Dian Anisa Rokhmah; Pramitasari, Retno Eka; Nugroho, Meriana Wahyu; Yuni K, Kusnul Ciptanila; Wijanarko, Nadia Parwaty; Basuki, Basuki; Ramadhani, Rahma
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20735

Abstract

Background: Latar belakang dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah pentingnya menanamkan pemahaman tentang makanan sehat sejak dini, khususnya di tingkat Sekolah Dasar. Siswa seringkali tertarik pada jajanan manis seperti es krim yang belum tentu memenuhi standar gizi seimbang. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memberikan edukasi dengan pendekatan yang menyenangkan dan praktis. Tujuan PKM ini adalah untuk mengedukasi siswa SDI Al-Fattah tentang prinsip-prinsip makanan sehat melalui aktivitas pembuatan es krim bergizi serta untuk mengukur tingkat kepuasan mitra terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan. Metode: Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap utama: (1) penyampaian materi edukatif mengenai gizi dan bahan-bahan sehat, (2) demonstrasi dan praktik pembuatan es krim yang menyehatkan dengan memanfaatkan bahan bergizi seperti susu dan buah, dan (3) evaluasi melalui angket kepuasan mitra yang menggunakan skala Likert. Angket tersebut mencakup aspek kejelasan materi, kesenangan kegiatan, pemahaman gizi, manfaat, dan keinginan untuk keberlanjutan. Hasil: Kepuasan mitra (guru dan siswa) mencapai 95% hingga 100% pada semua indikator yang diukur. Rata-rata skor untuk semua pernyataan berada pada kisaran 3,4 hingga 3,95 dari skala 4. Kesimpulan: Tingkat kepuasan yang sangat tinggi membuktikan bahwa kegiatan ini relevan dan bermanfaat. Untuk itu, disarankan agar sekolah dapat mengadopsi dan mengembangkan kegiatan serupa dengan variasi tema lain untuk terus memperkuat pemahaman siswa tentang gaya hidup sehat.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa SMK 10 Nopember Jombang Melalui Pelatihan Mesin CNC Roughter Basuki, Basuki; Rosadi, Mohammad Munib; Minto, Minto; Pramitasari, Retno Eka; Hadi, Fajar Satriya; Wati, Dian Anisa Rokhmah
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v8i1.21644

Abstract

CNC (computerized numerical control) is which means that all movements of machine parts are moved or controlled by program commands in the form of numerical codes on a computer. CNC knowledge needs to be given from an early age in vocational high schools or vocational schools. Vocational school graduates need to master this reliable technology in order to be able to compete, because almost all industrial machines have implemented digitalization systems with the aim of efficiency. Therefore, it is necessary to provide vocational school level CNC roughter training to improve skills before entering the world of work. The service stages include preparation, implementation, evaluation and reporting stages. CNC roughter machine training is able to influence the learning outcomes of class XI students at SMK 10 November Jombang.
Pengaruh variasi kecepatan putaran spindle frais milling terhadap sifat kekasaran alumunium 6061 Firmansyah, Mochammad; Wati, Dian Anisa Rokhmah; Pramitasari, Retno Eka; Wijanarko, Nadia Parwaty
KOLECER Scientific Journal of Mechanical Engineering Vol. 1 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/ksjme.v1i2.30720

Abstract

This research aims to determine the roughness level of a 6061 aluminium workpiece by varying the spindle rotation speed in the milling machine. The results of this study are data on surface roughness obtained through variations in spindle rotation speed during milling. This research uses experimental research methods. Methods that aim to test the effect of a variable on other variables or test the causal relationship between one variable and other variables. The results of this study are presented as roughness test results. The test results using spindle rotation n_1  = 410 rpm; n_2 = 570 rpm; n_3  = 660 rpm. The lowest roughness value occurs at spindle rotation n_3 = 660 rpm, producing an average roughness value of 0.697 µm. The highest roughness value occurs at a spindle rotation of n_1 = 410 rpm, yielding an average roughness of 2.164 µm. Testing at 660 rpm yields smoother results than at 570 rpm and 410 rpm.
Pengaruh Derajat Putaran Kontrol Gas Terhadap Hasil Kadar Air Kunyit Pada Alat Pengering Tipe Rak Oky Adithya Indrawan, Retno Eka Pramitasari
Reaktom: Rekayasa Keteknikan dan Optimasi Vol 6 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/reaktom.v6i2.2177

Abstract

Turmeric is one of the most commonly encountered rhizome plants that are used for cooking because it is a natural coloring of a food. Turmeric has a water content of about 80% to 82,5%. Drying is the process of heat transfer that is done to remove the water content in an object with a medium in the form of hot air. Currently there are 2 commonly used drying methods, namely drying in a natural way that uses solar heat as its heat media and artificial drying that uses other aids as heat media. This study used this type of experimental research with variations in the degree of gas control rotation of 90°, 135°, 180° on rack-type dryers. The purpose of this study is to find out whether or not the effect of the degree of gas control spin on the water content of turmeric evaporated. The results of the study will be conducted multiple regression analysis by conducting a T test on the SPSS 26 application. Results obtained from the T test stated a significance value of 0,015 < 0,05 and a calculated T value of 3,378 > 2,447. Conclusions obtained from the results of the T test stated the effect of the degree of gas control round on the evaporated turmeric water content.