Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK NELAYAN MALANGKE SEBAGAI KEKUATAN EKONOMI KELUARGA DAERAH PESISIR Syamsuddin Syamsuddin; Nirsal Nirsal; Nur Annisa; Andi Jumardi; Aryadi Nurfalaq; Nurasia Nurasia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33263

Abstract

Abstrak: Kelompok Nelayan Malangke menghadapi masalah produktivitas hasil tangkapan yang rendah, penyimpanan ikan yang tidak efisien, serta keterbatasan akses pasar. Tujuan program ini adalah meningkatkan keterampilan nelayan dalam teknologi penangkapan, pengolahan, dan pemasaran hasil laut. Kelompok Nelayan Malangke beranggotakan 25 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini meliputi pelatihan, pendampingan, dan sosialisasi. Materi kegiatan yang diberikan kepada mitra yakni., Strategi Manajemen Usaha Perikanan, Penggunaan GPS Fish Finder, Diversifikasi olahan ikan berbasis frozen food serta Strategi pemasaran digital untuk produk olahan ikan. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan langsung dan pembagian kuesioner kepada peserta yang berisi 12 item pertanyaan untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta dalam aspek manajemen usaha perikanan, penggunaan GPS Fish Finder, Pengolahan ikan (frozen food) dan pemasaran digital dan praktik mitra setelah diberikan pelatihan dan pendampingan. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan teknologi sebesar 85%, kemampuan manajemen usaha sebesar 70%, serta peningkatan pendapatan hingga 40% dari penjualan produk olahan ikan. Program ini berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi pesisir melalui pendekatan berkelanjutan berbasis IPTEK.Abstract: The Malangke Fishermen Group faces problems of low catch productivity, inefficient fish storage, and limited market access. The goal of this program is to improve fishermen's skills in fishing, processing, and marketing technology for seafood. The Malangke Fishermen Group has 25 members. The methods used in this community empowerment activity include training, mentoring, and socialization. The activity materials provided to partners are, Fisheries Business Management Strategy, Use of GPS Fish Finder, Diversification of frozen food-based fish processing and Digital marketing strategy for processed fish products. Evaluation was carried out through direct observation and distribution of questionnaires to participants containing 12 questions to determine the increase in participants' understanding of aspects of fisheries business management, use of GPS Fish Finder, fish processing (frozen food) and digital marketing and partner practices after being given training and mentoring. The results showed an increase in technological skills by 85%, business management capabilities by 70%, and an increase in income of up to 40% from the sale of processed fish products. This program contributes to coastal economic empowerment through a sustainable approach based on science and technology.
Analisis Pola Persebaran Fasilitas Kesehatan di Kota Palopo Menggunakan Metode Nearest Neighbor Analysis dan Buffering Andi Nirmala; Andi Jumardi; Tsamratul’aeni
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v3i1.36

Abstract

Penelitian ini merumuskan masalah penyebaran fasilitas kesehatan di Kota Palopo yang masih menunjukkan ketimpangan, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk yang menyebabkan tingginya beban pelayanan serta menurunnya aksesibilitas masyarakat terhadap layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta sebaran, keterjangkauan, dan pola persebaran Fasilitas Kesehatan di Kota Palopo dengan menggunakan metode Plotting, Buffering dan Nearest Neighbor Analysis dan penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Kuantitatif dengan pendekatan Deskriptif untuk menganalisis dan mendeskripsikan sebaran, keterjangkauan dan pola persebaran Fasilitas Kesehatan di Kota Palopo. Hasil penelitian menggunakan metode Plotting ialah berupa sebaran 8 Rumah Sakit, 12 Puskesmas, dan 23 Pustu. Adapun metode Buffering menghasilkan jarak keterjangkauan Fasilitas Kesehatan ialah 1500 Meter untuk pustu, 3000 Meter untuk Puskesmas dan 5000 Meter untuk Rumah Sakit dari lokasi Fasilitas Kesehatan tersebut dan hasil pola persebaran fasilitas kesehatan di Kota Palopo menggunakan metode Nearest Nighbor Analysis menghasilkan pola persebaran antara lain Pustu yaitu berpola merata. Puskesmas berpola acak, dan Rumah Sakit berpola mengelompok. Dimana penelitian ini telah divalidasi oleh orang yang ahli di bidangnya dengan mendapatkan penilaian valid dengan nilai 2 dengan rentang nilai antara 1 – 4.
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA BERBASIS TEKNOLOGI PENARIK DAN PERONTOK RUMPUT LAUT OTOMATIS BAGI KELOMPOK TANI PASAMPA KATONIK Andi Jumardi; Masluki Masluki; Suaedi Suaedi; Baso Ali; Muhammad Naim; Iriansa Iriansa; Irgi Irgi; Andre Ardyansa; Nadya Chaila
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36371

Abstract

Abstrak: Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pascapanen rumput laut melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis sistem penarik dan perontok otomatis. Mitra pada kegiatan ini yakni Kelompok Tani Rumput Laut Pasampa Katonik yang beranggotakan 20 orang. Permasalahan utama mitra adalah proses penarikan dan perontokan rumput laut yang masih dilakukan secara manual, membutuhkan waktu lama, tenaga kerja banyak, dan menurunkan kualitas hasil panen. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan alat berbasis motor listrik berdaya rendah, pelatihan operasional dan perawatan alat, serta uji coba lapangan dengan pendekatan partisipatif serta sistem evalusia pada kegiatan yang sudah dilaksanakan. Indikator keberhasilan pada kegiatan ini yakni, alat penarik dan perontok otomatis mampu mengurangi waktu kerja hingga 80% dalam hal memisahkan rumput laut dari tali bentangan, menurunkan kebutuhan tenaga kerja sebesar 60% dan meningkatkan kebersihan hasil panen hingga 95%. Selain itu, berhasil meningkatkan kemampuan teknis petani dalam mengoperasikan dan memelihara alat secara mandiri. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, serta kemandirian kelompok tani dalam pengelolaan rumput laut pasca panen.Abstract: This community service program aims to improve the efficiency and productivity of post-harvest seaweed processing through the application of appropriate technology in the form of an automatic seaweed pulling and threshing machine for the Seaweed Farmers Group in Bassiang Timur Village, Ponrang Selatan District, Luwu Regency. The main problem faced by the partner community is the traditional manual method of pulling and threshing seaweed, which requires considerable time and labor, leading to reduced quality and productivity. The implementation method involved a needs assessment, the design and fabrication of a low-power electric motor–based device, training on operation and maintenance, and field trials using a participatory approach. The results indicated that the automatic pulling and threshing tool reduced working time by up to 80%, decreased labor requirements by 60%, and improved product cleanliness to 95%. Moreover, the training activities successfully enhanced farmers’ technical competence and independence in operating and maintaining the equipment. This activity effectively increased productivity, work efficiency, and technological independence among local seaweed farmers. The introduced innovation is expected to be replicated by other coastal farmer groups in the Luwu Raya region to support blue economy development and the strengthening of community-based maritime industries.
SIKAVALTA: A responsive webGIS-based calculator for prescriptive economic valuation of agricultural land losses caused by pests and hydrometeorological disasters in East Luwu Rusmala; Abdullah Syukur; Fahrul Basir; Arsita Eka Oktaviani; Ichwan Muis; Andi Jumardi
Indonesian Journal of Innovation and Applied Sciences (IJIAS) Vol. 6 No. 2 (2026): June-September
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47540/ijias.v6i2.2818

Abstract

East Luwu Regency is a strategic food-producing area that increasingly faces a double exposure to crop-pest infestations and hydrometeorological disasters such as flooding. Until now, the assessment of post-disaster economic losses in the region has leaned on manual recapitulation, a method that is slow, prone to human error, and unable to capture the spatial variability between land parcels. The resulting delay holds up the disbursement of government relief and rice-farming insurance claims, which weakens the capital resilience of smallholders. This study develops SIKAVALTA, a responsive web-based geographic information system that converts physical crop damage from biotic and abiotic hazards into a monetary value expressed in Rupiah. The system was built through a Research and Development approach using the JITU method, namely Data Netting, Formula Interpretation, Web Technology, and Validity Testing. The prototype integrates on-map land digitization, automatic geodesic area computation, a deterministic valuation engine for rice and oil-palm commodities, and report export in document and spreadsheet formats. Black-Box testing confirmed that every feature operated as intended, and the user-acceptance evaluation cleared the minimum feasibility threshold. SIKAVALTA therefore shows a prescriptive spatial valuation capability that sets it apart from conventional descriptive mapping systems.