Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kondisi Fisik Atlet Taekwondo Jawa Barat Berdasarkan Kategori Pada Pon Aceh - Sumut 2024 Ramadani, Aqila Aulia; Purnamasari, Ira; Novian, Geraldi
SPORTIVE: Journal Of Physical Education, Sport and Recreation Vol. 9 No. 6 (2025): September
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani dan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fisik atlet Taekwondo asal Jawa Barat berdasarkan kategori pertandingan pada PON XXI Aceh–Sumut 2024. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling, melibatkan 13 atlet yang terbagi ke dalam dua kategori: Poomsae dan Kyorugi. Pengukuran kondisi fisik mencakup sepuluh komponen utama, yaitu kapasitas VO₂Max, fleksibilitas panggul dan punggung, kelincahan, keseimbangan, waktu reaksi, daya tahan otot, stabilitas inti, serta kekuatan eksplosif tungkai dan otot dada. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Mann–Whitney U, disesuaikan dengan distribusi data yang tidak normal serta jumlah sampel yang terbatas. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa atlet Poomsae memiliki rerata yang lebih unggul dalam aspek fleksibilitas, keseimbangan, kekuatan otot, dan daya tahan. Namun, secara statistik, perbedaan yang signifikan hanya ditemukan pada fleksibilitas punggung. Hal ini mencerminkan tuntutan teknis dari masing-masing kategori, di mana Poomsae menitikberatkan pada kontrol gerakan dan postur, sedangkan Kyorugi lebih menekankan kekuatan, kecepatan, dan reaksi dalam situasi duel. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam menyusun program latihan yang lebih terarah dan spesifik sesuai kebutuhan kategori pertandingan
Program Edukasi Peningkatan Pemahaman Penggunaan Suplemen Olahraga pada Atlet Beladiri Pitriani, Pipit; Purnamasari, Ira; Alam, Ikbal Gentar; Zenitasari, Sella; Triputra, Audhiaz Masthysal; Rahmah, Diah; Raspati, Ramadisa Nuki; Zaki, Egi Muhamad
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol 7, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v7i1.25532

Abstract

Pengaturan asupan nutrisi yang tepat bagi atlet bela diri sangat penting untuk menunjang performa yang maksimal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para atlet bela diri mengenai penggunaan suplemen dan meningkatkan kemampuan mereka dalam memilih suplemen yang tepat. Sebanyak 85 atlet dari berbagai cabang olahraga bela diri mengikuti program penyuluhan ini. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan, di mana kuesioner diberikan sebelum dan sesudah penyuluhan untuk mengukur pengetahuan dan penggunaan suplemen oleh atlet. Hasil kuesioner menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman atlet mengenai suplemen, dengan peningkatan pengetahuan tentang jenis suplemen, waktu penggunaan yang tepat, dan pertimbangan keamanan. Program ini memberikan manfaat langsung bagi mitra dengan membekali atlet keterampilan praktis dalam pemilihan suplemen dan memberdayakan pelatih untuk lebih baik membimbing praktik nutrisi atlet mereka. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pengetahuan atlet tentang suplemen awalnya masih tergolong rendah, namun melalui edukasi yang tepat sasaran, peserta memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan performa dan keamanan mereka. Diperlukan sosialisasi yang lebih intensif untuk atlet dan pelatih agar peningkatan ini dapat berkelanjutan.
SKRINING DAN PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI PUSKESMAS TAMBAK WEDI SURABAYA Eni Sumarliyah; Ira Purnamasari; Ade Susanty; Pipit Festy Wiliyanarti
PROCEEDING UMSURABAYA Prosiding Nasional " Perspektif Digitalisasi, Ekonomi, Dan Bisnis Pasca Pandemi"
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.25335

Abstract

Pelatihan skrining dan pencegahan penularan COVID-19 di Puskesmas Tambak Wedi Surabaya menjadi komponen penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menghadapi pandemi. Banyak kasus penularan terjadi di lingkungan komunitas, di mana skrining yang cepat dan tepat dapat mencegah penyebaran lebih lanjut. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam melakukan skrining dan pencegahan penularan melalui pelatihan di Puskesmas Tambak Wedi. Metode: Metode yang digunakan adalah pre-test dan post-test terhadap 30 peserta, meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan peserta. Sebelum edukasi diberikan, sebagian besar peserta memiliki pengetahuan yang rendah (36.7%). Namun, setelah edukasi, mayoritas peserta menunjukkan peningkatan signifikan, dengan 83% memiliki tingkat pengetahuan tinggi. Mayoritas responden menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek tersebut. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi skrining dan pencegahan penularan COVID-19 di Puskesmas Tambak Wedi efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi pandemi. Diharapkan, intervensi pelatihan yang berkelanjutan dapat diintegrasikan ke dalam program pelayanan kesehatan di Puskesmas untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Endurance training for judo athletes: Improving anaerobic and aerobic capacity in the high altitude Purnamasari, Ira; Novian, Geraldi; Febrianty, Mona Fiametta; Rismayadi, Alen
Journal Sport Area Vol 9 No 2 (2024): August
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2024.vol9(2).15982

Abstract

Background Problems: Judo is a sport that requires aerobic and anaerobic abilities. This is because the scoring in judo matches is different from other martial arts, where athletes will look for absolute 'ippon' points in one match. Therefore, training is needed that can support increasing aerobic and anaerobic capacity in judo athletes. Endurance training at high altitudes is a training method that is believed to have benefits for athletes' aerobic and aerobic capacity. Research Objectives: The study aims to examine the effect of endurance training on increasing the anaerobic and aerobic capacity of judo athletes based on the Special Judo Fitness Test (SJFT), which is a specific test for the sport of judo that can describe anaerobic and aerobic fitness according to the needs of judo. Methods: This research was conducted in the Puncak area of West Java, which is included in the highlands. An experimental method was used in this research on twenty-four Indonesian elite judo athletes who are carrying out training camps to face the SEA Games in Vietnam in 2021. The t test using SPSS Version 24 was used for data analysis in this study. Findings and Results: The results showed that there was a significant increase in anaerobic and aerobic capacity at high altitudes in judo athletes, as seen from the SJFT. Conclusion: This study concluded that endurance training could increase the anaerobic and aerobic capacity of judo athletes in the highlands. Endurance training at high altitudes for judo athletes is highly recommended because it has been proven to have a significant effect on increasing anaerobic and aerobic capacity. We recommend that judo coaches carry out training at high altitudes because it has been proven to improve the aerobic and anaerobic abilities of judo athletes.
Hypertension Self-Management Education (HSME) berbasis virtual reality terhadap self-efficacy penderita hipertensi dalam upaya pencegahan stroke di Gubeng Surabaya Ira Purnamasari; Eni Sumarliyah; Siti Aisyah; Firman Firman; Dede Nasrullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39072

Abstract

Abstrak Hipertensi yang tidak terkontrol menyebabkan kerusakan pembuluh darah otak dan memicu stroke yang berpotensi menyebabkan kecacatan permanen atau kematian. Rendahnya self-management penderita hpertensi dalam menjalankan perawatan secara mandiri disebabkan oleh rendahnya self-efficacy. Penderita dengan efikasi diri yang rendah cenderung kurang konsisten dalam menerapkan perilaku sehat seperti kepatuhan minum obat, pengaturan diet rendah garam, aktivitas fisik teratur, pengendalian stres, serta pemantauan tekanan darah secara rutin. Metode edukasi yang masih bersifat konvensional, cenderung bersifat satu arah dan kurang interaktif berpotensi membatasi pengalaman belajar dalam meningkatkan keterlibatan serta keyakinan pasien dalam mengelola kesehatannya secara mandiri. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan efikasi diri penderita hipertensi melalui pemberian hypertension self-management education (HSME) berbasis virtual reality. Kegiatan pengabdian dilakukan selama 4 minggu dengan melibatkan 65 penderita hipertensi. Tim pengabdi memberikan pendampingan dan edukasi self-management berbasis virtual reality. Hasil kuesioner didapatkan hasil efikasi diri responden sebelum kegiatan VR-HSME, mayoritas memiliki efikasi diri cukup 58.5% dan setelah kegiatan pendampingan menjadi efikasi diri baik 70.8%. Setelah kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan efikasi diri guna mencegah terjadinya stroke pada penderita hipertensi. Kata kunci: hipertensi; self-management; self-efficacy; stroke; virtual reality. AbstractUncontrolled hypertension causes damage to cerebral blood vessels and significantly increases the risk of stroke, which may result in permanent disability or death. Poor self-management among individuals with hypertension is often associated with low self-efficacy. Patients with low self-efficacy tend to be less consistent in adopting healthy behaviors, including adherence to antihypertensive medication, maintaining a low-sodium diet, engaging in regular physical activity, managing stress, and routinely monitoring blood pressure. Conventional educational approaches, which are generally one-way and less interactive, may limit meaningful learning experiences and reduce patients’ engagement and confidence in managing their health independently. This community service program aimed to improve the self-efficacy of individuals with hypertension through the implementation of a **Virtual Reality–Based Hypertension Self-Management Education (VR-HSME)** program. The program was conducted over four weeks and involved 65 individuals with hypertension. Participants received mentoring and self-management education using virtual reality technology. Questionnaire results indicated that, prior to the intervention, the majority of participants (58.5%) demonstrated a moderate level of self-efficacy. Following the VR-HSME program, 70.8% of participants achieved a high level of self-efficacy. These findings suggest that virtual reality–based hypertension self-management education has the potential to enhance self-efficacy, thereby supporting stroke prevention among individuals with hypertension. Keywords: hypertension; self-management; self-efficacy; stroke; virtual reality.
Co-Authors Abigael Grace Prasetiani Abigael Grace Prasetiani Ade Susanty Ade Susanty Ade Susanty Akbar, Imam Aulia Alam, Ikbal Gentar Awaludin, Iqbal Indra Awwaludin, Patriana Nurmansyah Azzahra, Zahwa Budi Hidayat Choliq, Maulivia Idham Dede Nasrullah Dede Rohmat Nurjaya, Dede Rohmat Diah Ariana DITA ARTANTI Dita Artanti Dwi, Rizal Fajar Elih Sudiapermana, Elih Eni Sumarliyah, Eni Farida Prihatiningsih Febrianty, Mona Fiametta Ferry Effendy Firman Firman Firman Firman Firman Firmansyah Firmansyah Fitri Rosdiana Hasanudin, Dudung Idham Choliq Idham Choliq Ira Sandi Tunny Islam Syaifurrahman Islam Syarifurrahman Komarudin Komarudin Lailatun Ni’mah Listiandi, Arfin Deri M Luthfi Adillah M Luthfi Adillah Mundakir Mustaqim, Ridha Nanny Raras Setyoningrum Novian, Geraldi Nur Mukarromah Nurbiah, Nurbiah Pipit Festy Wiliyanarti Pitriani, Pipit Pramudia, Joni Rahmat Priatna, Moch Rizky Rachman, Kurniawan Rahma Widyastuti Rahmah, Diah Ramadani, Aqila Aulia Ramdhan, Tryan Mochamad Raspati, Ramadisa Nuki Ricky Wibowo Rio Ari Prasetio Rismayadi, Alen Rudiatna, Muhammad Aditya Septina, Trisha Aryanti Sidik, Dikdik Zafar Siti Aisyah Siti Aisyah Siti Aisyah Siti Mardiyah Solikah, Nur Luthfiatus Sopian sopian Sriwenda, Djudju Suharyono Suharyono Suhendra Agung Wibowo susanty, ade Teguh Prayitno Tintin Sukartini Sukartini, Tintin Sukartini Triputra, Audhiaz Masthysal Uswatun Hasanah USWATUN HASANAH Uswatun Hasanah Uswatun Hasanah Uswatun Hasanah Vika Fitriyani Vika Ramadhana Fitriyani Vika Ramadhana Fitriyani Wilianarti, Pipit Festi Wiwi Rumaolat Yulidar Yanti Zaki Astofani Zaki, Egi Muhamad Zenitasari, Sella