Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)

Analisis dampak media sosial tiktok terhadap karakter sopan santun peserta didik sekolah dasar SDN 1 Rancapaku Kabupaten Tasikmalaya Rendi Rizki Sutisna; Syarip Hidayat; Anggit Merliana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.19131

Abstract

AbstractResponding to technological developments in the midst of the development of the globalization era, especially the social media Tiktok, based on research which states that stating that technology is a tool where to help and facilitate human communication with other humans, technology pushes humans to be more advanced than previous civilizations, with advances in technology, several social media have emerged which helps to facilitate one's communication with others easily. Of course, Tuktok technology and social media and other media have positive and negative impacts. Analysis of the impact of Tiktok social media on the polite character of elementary school students. This study aims to describe how the impact of Tiktok social media has on the polite character of elementary school students in one of the elementary schools in Tasikmalaya Regency. While the approach taken is descriptive qualitative using data collection techniques through interviews, observation and documentation. The objects of this study were the parents of students and Class VI students at SDN 1 Rancapaku, and the data collection procedures used were structured interviews and documentation. From the research conducted, the following results were obtained: The impact of Tiktok social media on the polite behavior of students, there were more negative impacts such as students lacking in caring for the environment, playing more cellphones than socializing with the environment. Students also don't care about other people, get together to discuss viral things on social media Tik tok and make videos together and dance together. Elementary school students are of course very prone to being influenced by the environment, not to mention elementary school students are not able to distinguish between good and bad, students who use Tiktok for the reason that they are only looking for entertainment, to fill their free time. This is of course a worrying thing for the character of children's manners and children's behavior. Therefore, it is necessary to supervise parents, teachers towards students in using Tiktok social media, so that the child's polite character is maintained with morality, ethics and noble character. Keywords: Tiktok social media, students, elementary school. AbstrakMerespon perkembangan teknologi ditengah perkembagan zaman globalisasi terkkhusus media sosial Tiktok berdasarkan riset yang menyebutkan bahwa Menyatakan bahwa Teknologi merupakan satu alat dimana untuk membantu serta mempermudah komunikasi manusia dengan manusia lainya, teknologi mendorong manusia lebih maju dari perdaban sebelumnya, dengan kemajuan tektologi maka muncul beberapa media sosial yang memmabantu untuk mempermudah komunikasi seseorang dengan orang lain dengan mudah. Tentunya Teknologi maupun media sosial Tuktok serta media lainya mempunyai dampak positif dan negatif . Analisis dampak mendia sosial Tiktok terhadap karakter sopan santun peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana dampak media sosial Tiktok terhadap karakter sopan sanun peserta didik  sekolah dasar di salah satu sekolah dasar yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Sedangkan pendekatan yang dilakukan yaitu kualitaif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Objek dari penelitian ini adalah orang tua siswa dan siswa  Kelas VI SDN 1 Rancapaku, dan prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur dan dokumentasii. Dari penelitian yang dilaksanakan, diperoleh hasil sebagai berikut: Dampak media sosial Tiktok terhadap perilaku sopan santun peserta didik, lebih banyak terlihat dampak negatif seperti siswa kurang dalam kurang peduli terhadap lingkungan, lebih banyak memainkan HP daripada bersosialisasi dengan lingkungan. Siswa juga kurang peduli terhadap orang lain, berkumpul membahas hal-hal viral yang ada di media sosial tik tok dan membuat video bersama dan berjoget bersama. Peserta didik sekolah dasar tentunya sangat tentan terpanguruh oleh lingkungan, belum lagi peserta didik sekolah dasar belum mampu membedakan yang mana yang baik dan buruk, peserta didik yang menggunakan Tiktok dengan alasan hanya mencari hiburan, mengisi waktu luang saja. Hal ini tentunya menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi karakter sopan santun anak dan perilaku anak. Oleh karena itu diperlukannya pengawasan bagi orang tua, guru terhadap peserta didik dalam menggunakan media sosial Tiktok, agar karakter sopan santun anak terjaga bermoral, beretika dan berahlak mulia.  Kata Kunci: Medis sosial Tiktok, Peserta didik, Sekolah dasar. 
Model pengembangan karakter religius melalui program pembudayaan sekolah di SDIT At Taufiq Al Islamy Silvia Putri Yandra; Syarip Hidayat; Anggit Merliana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i3.19407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk model pengembangan karakter religius melalui program pembudayaan sekolah di SDIT At Taufiq Al Islamy. Pengembangan dan pembentukan karakter religius diyakini penting untuk dilakukan oleh sekolah untuk menjadi pijakan dalam penyelenggaraan pendidikan karakter. Model pengembangan karakter religius melalui program pembudayaa sehari-hari di sekolah ini merupakan langkah awal dalam membentuk mental dan juga karakter anak bangsa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkapkan model pengembangan karakter religius yang dilakukan dalam program pembudayaan sekolah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi pada hasil yang terdapat faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah Kepala sekolah, guru PAI guru kelas III dan guru kelas VI serta peserta didik usia skeolah dasar. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian data dianalis dengan cara reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, adanya perencanaan pada model pengembangan karakter religius yang dilakukan di sekolah. Kedua, yaitu pelaksanaan model pengembangan karakter religius melalui program pembudayaan sekolah dengan berbagai program pembudayaan harian atau rutinan. Ketiga evaluasi terhadap model pengembangan karakter religius melalui program pembudayaan sekolah. Dengan adanya faktor pendukung dan penghambat. Kata Kunci: Model pengembangan karakter; Karakter religius; Progam pembudayaan
Pengembangan media laci pintar Operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan cacah Irma Pebianti; Karlimah Karlimah; Anggit Merliana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i5.20043

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada belum tersedianya media khusus pada materi operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan cacah di kelas 2 sekolah dasar. Hal ini berdampak pada kegiatan pembelajaran yang kurang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif siswa kelas rendah. Guru menggunakan metode ceramah untuk menjelaskan materi operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan cacah dan menggunakan tabel perkalian sehingga siswa lebih sering mendengar penjelasan dari guru dan menghafal perkalian. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian tentang pengembangan media laci pintar operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan cacah. Media laci pintar dapat memfasilitasi penyampaian materi operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan cacah menggunakan konsep penjumlahan berulang dan pengurangan berulang. Bentuk fisik media laci pintar dapat menyampaikan konsep materi yang abstrak menjadi konkret dan hal ini sesuai dengan perkembangan kognitif siswa kelas rendah yang berada pada tahap operasional konkret. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan pembuatan media laci pintar, menguji kelayakan dan menghasilkan produk akhir media laci pintar yang dapat menunjang proses pembelajaran matematika pada materi operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan cacah. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research model Reeves dengan melakukan identifikasi dan analisis masalah melalui studi dokumen, mengembangkan prototype dengan merancang media laci pintar berdasarkan teori yang relevan dan hasil dari analisis, melakukan proses berulang untuk menguji dan memperbaiki produk melalui uji validitas dan uji coba, serta refleksi untuk menghasilkan design principle dengan peninjauan kembali mengenai data yang telah dikumpulkan. Penelitian ini menghasilkan produk akhir berupa media pembelajaran laci pintar materi operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan cacah untuk siswa kelas 2 sekolah dasar.
Analisis kebutuhan pengembangan e-modul STEM terintegrasi literasi sains pada materi gaya di sekolah dasar Siti Yulianti; Ghullam Hamdu; Anggit Merliana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i2.24088

Abstract

Pembaruan pendidikan melalui pembelajaran berbasis STEM memiliki potensi besar dalam mengembangkan dan melatih literasi sains peserta didik. Sejalan dengan hal tersebut, perlu dilakukannya perbaikan bahan ajar untuk memfasilitasi membaca siswa. Salah satunya dengan memanfaatkan digital yang mengubah modul menjadi modul elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan e-modul STEM terintegrasi literasi sains pada materi gaya di sekolah dasar, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa wawancara dan studi dokumentasi, dengan analisis data menggunakan teknik Miles-Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran STEM masih belum sepenuhnya diterapkan di semua sekolah dan bahan ajar yang belum sepenuhnya memfasilitasi dengan baik untuk belajar mandiri siswa.Kata Kunci: pembelajaran stem, literasi sains, modul elektronik.
Analisis preferensi siswa kelas IV terhadap penggunaan kamus pada pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar Risqa Padilasari; Erwin Rahayu Saputra; Anggit Merliana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 5 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i5.26766

Abstract

Abstract This study aims to explore the use of dictionaries in English language learning. The background of dictionary use in English learning is based on the observation that students' learning outcomes in English are suboptimal, largely due to difficulties in understanding the meanings of English vocabulary. The utilization of dictionaries is seen as a solution to assist students in finding the meanings of unknown English vocabulary. This assertion is supported by research findings indicating that the use of dictionaries improves the quality of learning. The study employs a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques include the use of questionnaires. The researcher selected Google Forms as the instrument for collecting questionnaire data. The results of this study show that 62.49% of students responded "yes," while 37.51% responded "no." This indicates that the use of dictionaries in English language learning received a positive response from students. Keyword: Dictionary, Response, English Language Learning Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan kamus pada pembelajaran bahasa Inggris. Penggunaan kamus dalam pembelajaran bahasa Inggris dilatarbelakangi oleh keadaan yang menunjukkan tidak optimalnya hasil belajar siswa pada pembelajaran bahasa Inggris yang disebabkan oleh kesulitan siswa dalam memahami arti kosakata bahasa Inggris. Pemanfaatan kamus dijadikan solusi sebagai alat bantu untuk mencari arti kosakata bahasa Inggris yang belum diketahui. Keterangan tersebut terbukti dalam hasil penelitian yang menunjukkan bahwa dengan menggunakan kamus, kualitas pembelajaran jadi lebih baik. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah angket atau kuesioner. Peneliti memilih media google form sebagai instrumen dalam pengumpulan data angket atau kuesioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan persentase 62,49% siswa menjawab “ya” dan 37,51% siswa menjawab “tidak”. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kamus pada pembelajaran bahasa Inggris mendapatkan respon positif dari jawaban siswa. Kata Kunci: Kamus, Tanggapan, Pembelajaran Bahasa Inggris