Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Poloxamer 188 dan Propilen Glikol terhadap Karakteristik Fisik, Stabilitas, dan Inhibisi Tyrosinase pada NLC Bakuchiol Hanistya, Ria; Sari, Annisa Kartika; Solikah, Umrotus
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 7 No. 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v7i2.7840

Abstract

Penuaan kulit merupakan proses degeneratif yang terjadi akibat faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik, yang ditandai dengan munculnya garis halus pada kulit wajah, hiperpigmentasi, kering, keriput dan kerutan. Bakuchiol (Psoralea corylifolia) merupakan senyawa meroterpenoid yang memiliki aktivitas antipenuaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi poloxamer 188 dan propilen glikol terhadap karakteristik fisik, stabilitas dan efektivitas inhibisi enzim tyrosinase. Variasi konsentrasi poloxamer 188 dan propilen Glikol yang digunakan yaitu 8:8 (F1), 6:10 (F2) dan 10:6 (F3). Formulasi NLC dibuat dengan metode high shear homogenation dan ultrasonikasi yang kemudian diinkorporasi ke dalam emulgel. Sediaan dievaluasi karakteristik fisiknya meliputi ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial, organoleptik, homogenitas, tipe emulsi, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, stabilitas dipercepat, dan efektivitas dengan metode inhibisi enzim tyrosinase. Hasil evaluasi menunjukkan NLC bakuchiol memenuhi karakteristik fisik dan stabilitas. Formula 1 (F1) menunjukkan karakteristik paling optimal dengan ukuran partikel rendah, PDI rendah, stabilitas terbaik, dan terbukti memiliki aktivitas inhibisi enzim tyrosinase yang tinggi. Berdasarkan keseluru- han parameter tersebut, formula 1 (F1) dinyatakan sebagai formula terbaik untuk pengembangan emulgel NLC bakuchiol. Skin aging is a degenerative process caused by intrinsic and extrinsic factors characterized by the appearance of fine lines, hyperpigmentation, dryness, wrinkles, and creases. Bakuchiol (Psoralea corylifolia) is a meroterpenoid compound with antiaging activity. This study aimed to evaluate the effect of varying concentrations of poloxamer 188 and propylene glycol on the physical characteristics, stability, and tyrosinase enzyme inhibition activity. The concentrations used were 8:8 (F1), 6:10 (F2), and 10:6 (F3). NLC formulations were prepared using the high shear homogenization and ultrasonication method, then incorporated into an emulgel base. The formulations were evaluated for particle size, polydispersity index, zeta potential, organoleptic properties, homogeneity, emulsion type, pH, viscosity, spreadability, adhesiveness, accelerated stability, and effectiveness through a tyrosinase inhibition assay. The evaluation demonstrated that the bakuchiol NLC met the physical characteristics and stability criteria requirements. Among the formulations tested, formula 1 exhibited the most optimal performance, evidenced by its smaller particle size, lower polydispersity index, superior physicochemical stability, and markedly higher tyrosinase inhibition activity. Based on these comprehensive parameters, formula 1 is identified as the most superior formulation for the development of bakuchiol NLC emulgel.
PENINGKATAN KESADARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK YANG RASIONAL PADA KOMUNITAS PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI KUALA LUMPUR, MALAYSIA Annisa Kartika Sari; Fuad Muzakky; Nur Mukarromah; Supatmi Supatmi; Reliani Reliani; Isnaeni Isnaeni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28680

Abstract

Abstrak: Asia tenggara ditetapkan sebagai salah satu wilayah dengan beban resistensi antibiotik yang perlu mendapat perhatian. Prevalensi resistensi dipicu oleh kebutuhan antibiotik yang cukup tinggi disertai penggunaannya yang tidak rasional. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan terkait antibiotik dan cara penggunaannya secara rasional, serta dampak resistensi antibiotik agar pengetahuan dan sikap terkait penggunaan antibiotik pada komunitas pekerja migran Indonesia di Kuala Lumpur meningkat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kesehatan dan diskusi interaktif. Kegiatan ini sebagai manifestasi dari kolaborasi dengan MSU dan PCIA Kuala Lumpur yang dilaksanakan di Sekretariat PRIM dan PRIA di Kampung Pandan, Kuala Lumpur, Malaysia. Sejumlah 20 orang pekerja migran menjadi peserta dalam kegiatan ini dengan rata-rata tingkat pendidikannya sampai jenjang SMP dan maksimal jenjang SMA. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner yang mencakup sikap dan pengetahuan responden terkait materi penyuluhan. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan berhasil meningkatkan pengetahuan (35% menjadi 65%) dan sikap (47% menjadi 53%) dalam upaya pencegahan resistensi antibiotik. Penyuluhan kesehatan dengan memanfaatkan media pembelajaran terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap komunitas pekerja migran Indonesia di Kuala Lumpur untuk pencegahan resistensi antibiotik. Kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap pemahaman responden tentang penggunaan antibiotik secara rasional dan pencegahan resistensi. Abstract: Southeast Asia is designated as one of the regions with the burden of antibiotic resistance that urgently needs attention. The prevalence of resistance is triggered by the high need for antibiotics and their irrational use. The purpose of this community service program is to provide social counseling regarding antibiotics and how to use them rationally, and the impact of antibiotic resistance so that knowledge and attitudes related to antibiotic use in the community of Indonesian migrant workers in Kuala Lumpur will be increased. Community service activities are carried out through health counseling and interactive discussions. This activity was a manifestation of collaboration with MSU and PCIA Kuala Lumpur which was implemented at the PRIM and PRIA Secretariat in Kampung Pandan, Kuala Lumpur, Malaysia. A total of 20 migrant workers participated in this activity with an average level of education up to junior high school level and a maximum of high school level. Evaluation was carried out using a questionnaire which captures the respondents' attitudes and knowledge related to the counseling material. The results showed that the counseling activities succeeded in increasing knowledge (35% to 65%) and attitudes (47% to 53%) in order to prevent antibiotic resistance. Health counseling by utilizing learning media proved to be effective in improving the knowledge and attitude of the Indonesian migrant worker community in Kuala Lumpur for the prevention of antibiotic resistance. This activity can provide a positive impact on respondents' understanding of the rational use of antibiotics and prevention of resistance.
ECO-INNOVATION SABUN KERTAS ANTISEPTIK HALAL BERBASIS POLYHERBAL DAN PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG TELUR AYAM Annisa Kartika Sari; Etik Wahyuningsih; Nur Haliza Firdausi; Elok Siti Nurjannah; Laili Irfanah; Ria Hanistya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39630

Abstract

Abstrak: Permasalahan penumpukan sampah rumah tangga dan belum optimalnya pemanfaatan limbah cangkang telur ayam serta berbagai jenis tanaman herbal (polyherbal) terjadi di wilayah Rekesan, Provinsi Jawa Timur. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah tersebut menjadi sabun kertas antiseptik halal bernilai ekonomi. Metode dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung pada 28 anggota Perkumpulan Al-Hidayah Rekesan Prigen. Evaluasi dilakukan dengan memberikan 10 pertanyaan pre-test/post-test, dan uji hedonik. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan, dengan persentase jawaban benar post-test mencapai 93–100% pada seluruh indikator, meningkat tajam dari 0–25% saat pre-test. Keterampilan peserta dalam melakukan formulasi sabun kertas terlihat dari produk akhir yang berhasil dibuat dan diterima dengan baik berdasarkan uji hedonik, dengan rata-rata skor pada kategori “suka” hingga “sangat suka”. Produk ini berpotensi membuka peluang usaha baru berbasis pemberdayaan masyarakat sekaligus mengurangi beban sampah lingkungan.Abstract: The issues of household waste accumulation and the suboptimal utilization of chicken eggshell waste and various types of herbal plants (polyherbal) are prevalent in the Rekesan area, East Java Province. The objective of this community service project is to enhance the community’s knowledge and skills in processing these wastes into halal antiseptic paper soap with economic value. The methods employed included outreach sessions, demonstrations, and hands-on practice with 28 members of the Al-Hidayah Rekesan Prigen Association. Evaluation was conducted using a 10-question pre-test/post-test and a hedonic test. The results showed a significant increase in knowledge, with the percentage of correct answers on the post-test reaching 93–100% across all indicators—a sharp increase from 0–25% on the pre-test. Participants’ skills in formulating paper soap were evident in the final products they successfully produced, which were well-received based on the hedonic test, with average scores ranging from “like” to “love.” This product has the potential to open up new community-empowerment-based business opportunities while reducing the environmental burden of waste.