Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penguatan Pendidikan Gender di MI NU An Nur Purworejo Zaironi, Muhammad; Qosim M, Adib; Irawan, Muhammad Febri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6178

Abstract

This study examines the strengthening of gender education at MI NU An Nur Purworejo, focusing on students’ and teachers’ understanding, teaching practices, and the madrasa culture that supports gender equality. The research background indicates that although gender education regulations exist, gender stereotypes still appear, such as leadership roles being more frequently assigned to male students. The study employs a descriptive qualitative approach with 32 fourth- and fifth-grade students and four teachers as subjects, using data collection techniques including questionnaires, semi-structured interviews, and classroom observations. Data analysis was conducted thematically and through triangulation. The results show that most students understand the principles of gender equality, yet some still hold traditional stereotypes. Simple interventions, such as leadership rotation and inclusive routines, were proven effective in increasing gender awareness. These findings provide a new perspective on contextual strategies for strengthening gender education in NU-based madrasas and emphasize the importance of integrating gender education from the early grades to achieve sustainable inclusive practices.
REKONSTRUKSI SOSIO-MORAL BERBASIS KITAB TA'LIM AL-MUTA'ALLIM DI PONDOK PESANTREN GEDANGAN DALEMAN KEDUNGDUNG SAMPANG Muqoffi; Ainun Nafila; Muhammad Zaironi
Jurnal Studi Pesantren Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Studi Pesantren
Publisher : Pascasarjana Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/studipesantren.v6i1.1985

Abstract

Education in Indonesia tends to be fragmented into components that operate separately. In fact, there are three types of learning outcomes, cognitive, affective, and psychomotor. Therefore, the teaching of Ta’lim al-Muta’allim should not rely solely on oral instruction, but should involve other approaches that offer stronger potential for optimizing moral practice. On this basis, a study on socio-moral reconstruction grounded in Ta’lim al-Muta’allim was conducted at Pondok Pesantren Gedangan Daleman Kedungdung, Sampang, using a qualitative field research design. The findings indicate that this socio-moral reconstruction is implemented through three approaches. First, a holistic learning process consisting of preparation, introduction of material, active learning, application of knowledge, evaluation, and reflection. Second, moral exemplification through andhep ashor, abekteh, and ngormat, which are elements of Madurese pesantren culture that emphasize commendable conduct in humility, devotion, and respect for others. Third, habituation, namely continuous activities that accustom students to practices with positive value for their patterns of thinking and behavior. The high intensity of these activities leads to internalization, shaping students’ character and manifesting concretely in their daily lives.
Analisis Efektivitas Model Pembelajaran PAI Berbasis Teknologi terhadap Pengembangan Holistik Anak Usia Dini di TK MNU 16 Mayor Damar Turen Rohanita, Lailatur; Hilam, Husnul; Zaironi, Muhammad
AS-SABIQUN Vol 8 No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/assabiqun.v8i1.5976

Abstract

The integration of technology into Islamic Religious Education (PAI) for early childhood is an urgent necessity amid changes in the educational ecosystem in the digital era; however, its implementation still faces challenges in maintaining alignment between technological innovation, Islamic values, and children’s developmental characteristics. This study aims to analyze the effectiveness of a technology-based PAI learning model adapted to the context of an Aswaja An-Nahdliyah-oriented institution at TK Muslimat NU 16 Mayor Damar Turen, particularly in supporting the holistic development of students. Employing a descriptive qualitative approach with a case study design, data were collected through observation, in-depth interviews, documentation, and field notes, and were subsequently analyzed using the Miles and Huberman model. The findings show that the use of digital media, such as interactive videos, Islamic applications, digital storytelling, animations of the stories of the prophets, Smart Hafiz, and Smart Card Aswaja, has a positive impact on children’s cognitive, affective, and psychomotor development; children are better able to understand basic Islamic concepts, display emotional responses consistent with the moral values of the stories, and imitate worship movements more accurately. Nevertheless, the implementation of this model is not yet fully optimal due to limited devices, varying levels of teachers’ digital literacy, and the high potential for visual distraction among children. This study concludes that the technology-based PAI learning model is effective as long as it is curated through a pedagogical approach that is sensitive to Islamic values and children’s developmental stages. The implications are that educational institutions need to strengthen teachers’ religious digital literacy, enhance technological infrastructure, and develop developmentally appropriate PAI media so that technology integration proceeds in a sustainable and transformative manner.
Model Model Kurikulum Dalam Pengembangan Pendidikan Agama Islam Subjek Akademik,Humanistik Dan Rekontruksi Sosial Agung Muhamad Bisri; Dedi Suari; Abdul Ghofur; Muhammad Zaironi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.2939

Abstract

Penelitian ini menganalisis model-model kurikulum yang memiliki peran strategis dalam penguatan Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan fokus pada tiga kerangka utama yaitu kurikulum subjek akademik, kurikulum humanistik, dan kurikulum rekonstruksi sosial. Ketiga model tersebut berakar pada landasan filosofis yang berbeda dan memberikan implikasi yang signifikan terhadap orientasi, perancangan, serta tujuan pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan menelaah literatur ilmiah, buku akademik, dan studi empiris yang diterbitkan pada rentang tahun 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa masing-masing model kurikulum memiliki keunggulan dan keterbatasan: kurikulum subjek akademik memperkuat penguasaan ilmu secara sistematis, kurikulum humanistik mendorong pengembangan peserta didik secara holistik, sementara kurikulum rekonstruksi sosial memosisikan pendidikan sebagai instrumen perubahan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada satu model kurikulum tunggal yang mampu mewujudkan tujuan PAI secara optimal, sehingga diperlukan integrasi harmonis ketiga paradigma tersebut agar PAI mampu berkembang secara intelektual, emosional, spiritual, dan sosial sekaligus responsif terhadap tantangan zaman. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya perancangan kurikulum PAI yang fleksibel, kontekstual, dan transformatif sesuai kebutuhan perkembangan peserta didik dan realitas sosial kontemporer.
Teori Humanistik Dan Aplikasinya Dalam Pembelajaran PAI di MI Biba’afadlrah Turen Malang Rahmania, Almaniatu Inda; Fitri Ayu Kurnia; Muhammad Zaironi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3163

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana teori humanistik diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MI BIBA’AFADLRAH Turen Malang dan melihat bagaimana hal itu berdampak pada perkembangan bakat dan karakter siswa. Dalam teori humanistik, aktualisasi diri, kebebasan berpikir, dan hubungan interpersonal yang hangat antara pendidik dan siswa sangat penting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di MI BIBA’AFADLRAH menerapkan prinsip humanistik melalui pembelajaran yang berpusat pada siswa, memberikan insentif dan penghargaan kepada perbedaan siswa, dan menciptakan suasana kelas yang ramah dan dialogis. Teori humanistik terbukti relevan dan efektif dalam membentuk siswa yang Islami, mandiri, dan berakhlak mulia di madrasah ibtidaiyah karena penggunaan teori ini membantu siswa menjadi lebih aktif, disiplin, dan merasa bertanggung jawab atas proses belajar agama.
Pengembangan Materi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Budaya Lokal di Indonesia: (Urgensi dan Tantangannya) Nindi Antika, Aisyah; Ishmah Syafiulloh; Zaironi, Muhammad
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam urgensi (pentingnya) pengembangan materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diintegrasikan dengan nilai-nilai budaya lokal di Indonesia serta mengidentifikasi tantangan-tantangan utama yang dihadapi dalam proses pengembangannya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literature review), di mana data dikumpulkan dari berbagai sumber primer dan sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan terkait integrasi PAI dan budaya lokal di Indonesia. Pendekatan analisis yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif untuk mengkonstruksi argumentasi mengenai pentingnya integrasi dan pemetaan kendala di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan materi PAI berbasis budaya lokal memiliki urgensi yang tinggi, terutama dalam hal: (1) Menumbuhkan Identitas Ganda (keagamaan dan kebangsaan) peserta didik; (2) Menciptakan Pembelajaran yang Kontekstual sehingga lebih mudah dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari (sesuai prinsip Contextual Teaching and Learning); dan (3) Mengembangkan Karakter Islami melalui penanaman nilai-nilai kearifan lokal yang sejalan dengan ajaran Islam (seperti ta'awun dan musyawarah). Meskipun demikian, terdapat tantangan signifikan yang harus diatasi, meliputi: (1) Keterbatasan Kurikulum Baku dan sumber belajar yang tersistematis; (2) Kurangnya Kompetensi Guru dalam literasi budaya dan pedagogi integrasi; serta (3) Adanya Konflik Nilai pada beberapa tradisi lokal yang bertentangan dengan prinsip dasar Syariat Islam, yang memerlukan proses seleksi dan penyesuaian yang cermat. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru, tokoh agama, dan budayawan menjadi kunci utama untuk mengatasi tantangan tersebut.
Analisis Efektifitas Penerapan Model Pembelajaran PAI Berbasis Masalah (PBL) dengan Mengembangkan Aspek Kognitif, Afektif dan Psikomotorik di SDN Sukun 3 Kota Malang Mar’atul Fitriayu Azizah; Ika Nur Hikmah; Muhammad Zaironi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Problem Based Learning (PBL) pada Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik kelas 6A SDN Sukun 3 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan studi kasus kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara tidak terstruktur, dokumentasi hasil karya peserta didik, dan lembar refleksi individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL efektif meningkatkan pemahaman kognitif tentang konsep halal dan haram, mengembangkan sikap afektif seperti kesadaran dan tanggung jawab, serta meningkatkan keterampilan psikomotorik melalui kegiatan praktik seperti pembuatan poster dan simulasi memilih produk halal. Faktor pendukung keberhasilan meliputi guru yang fasilitatif, materi kontekstual, dan lingkungan kelas yang mendukung, sedangkan kendala mencakup keterbatasan waktu dan variasi tingkat percaya diri peserta didik. Secara keseluruhan, PBL terbukti sebagai model pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara simultan, sehingga peserta didik memperoleh pengetahuan, sikap religius, dan keterampilan praktis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Integrasi Nilai-Nilai Islam Dalam Praktik Sehari-hari di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Studi Etnografi Ishomudin; Hesim Muzedi; Muhammad Zaironi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 dengan pendekatan etnografi. Pembelajaran klasikal di pesantren mencakup berbagai mata pelajaran seperti Nahwu, Fiqih, Tasawuf, Akhlak, Tauhid, dan Tafsir, yang saling melengkapi dalam membentuk karakter santri. Metode bandongan lebih dominan digunakan untuk pelajaran tingkat menengah dan tinggi, sedangkan metode sorogan diterapkan pada kitab-kitab dasar. Pembiasaan perilaku sehari-hari yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, seperti disiplin dan tanggung jawab, dilakukan secara konsisten untuk membentuk karakter santri secara alami. Penelitian ini menemukan bahwa keteladanan dari pengasuh dan ustaz, serta integrasi kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam pembelajaran, sangat penting dalam pendidikan karakter. Kesimpulannya, PAI di pesantren berfungsi sebagai sistem sosial yang efektif dalam membentuk generasi santri yang berilmu dan berakhlak melalui praktik nyata dan pembiasaan yang berkelanjutan.
Evaluasi Penerapan Model Pembelajaran PAI Untuk Penguatan Karakter Kompetensi Peserta Didik di TK Sunan Ampel PGRI 2 Putukrejo Lailatul Mufarrohah; Mirrohmatillah; Muhammad Zaironi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4106

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter dan pengembangan kompetensi peserta didik, khususnya melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Pembelajaran PAI di PAUD tidak hanya bertujuan mengenalkan pengetahuan keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai religius, moral, dan sosial secara kontekstual sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan model pembelajaran PAI di TK Sunan Ampel PGRI 2 Putukrejo serta menganalisis kontribusinya terhadap penguatan karakter dan pengembangan kompetensi peserta didik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif evaluatif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru PAI, dan peserta didik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI diterapkan secara kontekstual melalui pembiasaan, keteladanan guru, serta kegiatan belajar yang menyenangkan seperti bermain dan bercerita. Penerapan model pembelajaran tersebut berkontribusi positif dalam menanamkan nilai-nilai karakter religius dan sosial, sekaligus mendukung perkembangan kompetensi peserta didik pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Dengan demikian, pembelajaran PAI pada jenjang PAUD berfungsi sebagai fondasi penting dalam pembentukan karakter dan pengembangan kompetensi anak sejak usia dini.
Implementasi Deep Learning dalam Kurikulum Pesantren melalui Metode Sorogan dan Bandongan di Pesantren An-Nur 2 Kemal Husen; Ari Abdi; Muhammad Zaironi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi konsep deep learning dalam sistem pembelajaran di Pesantren An-Nur 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan deep learning berlangsung secara nyata melalui struktur kurikulum berjenjang serta penggunaan metode pembelajaran khas pesantren, yaitu bandongan dan sorogan. Proses pembelajaran tidak diarahkan semata-mata pada penguasaan teks kitab secara hafalan, melainkan pada pemahaman konseptual yang mendalam, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah oleh santri. Hal ini tercermin dari tuntutan kemampuan membaca kitab secara mandiri, memahami struktur kebahasaan, serta menjelaskan kembali materi dengan redaksi sendiri. Integrasi metode bandongan sebagai pembentuk kerangka konseptual awal dan sorogan sebagai sarana pendalaman individual menciptakan keseimbangan antara pembelajaran kolektif dan personal. Didukung oleh budaya pesantren, kompetensi ustadz, serta sistem pembelajaran yang konsisten, Pesantren An-Nur 2 menghadirkan model deep learning berbasis tradisi pesantren yang relevan dengan teori pembelajaran modern serta efektif dalam membangun pemahaman keilmuan jangka panjang dan pembinaan akhlak santri.