Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Evaluasi Pengobatan Covid-19 di Rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2020-2021 Sunandar Ihsan; Sabarudin Sabarudin; Nuralifah Nuralifah; Rachma Malina; Nita Trinovitasari; Irvan Anwar; Nur Apriani Baharudin; Hasrin Ainun Hikbar
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i1.300

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 yang menginfeksi seluruh dunia di akhir tahun 2019. Data WHO Per April 2021 melaporkan 141.057.106 kasus yang terkonfirmasi COVID-19. Di Indonesia terdapat 1.609.300 kasus dan di Sulawesi Tenggara khususnya Rumah Sakit Bahteramas pasien yang telah di konfirmasi positif sebanyak 609 orang. Dalam pengobatan Covid-19, Rumah Sakit memberikan berbagai macam terapi untuk mengobati berbagai gejala yang ditimbulkan akibat infeksi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran terapi Covid-19 dengan mengikuti kesesuaian pedoman Covid-19 di Rumah Sakit Bahteramas tahun 2020-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif melalui pengambilan data rekam medik pada pasien Covid-19 di Rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara dengan jumlah sampel penelitian ini sebanyak 154. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan obat pada pasien Covid-19 terdiri dari terapi antivirus; oseltamivir 18% dan favipiravir 5%, golongan antibiotik; azitromisin 17% dan levoflaksasin 2% dan terapi supportif; paracetamol 8%, asetilsistein 16%, deksametason 1%, lanzoprasol 1%, vitamin C 16%, zink 2%, become C® 10%, becefort® 3%, Amlodipine 1%. Pengobatan pasien Covid-19 yang diberikan di Rumah Sakit Bahteramas telah sesuai dengan pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020.
SOSIALISASI KESEHATAN REPRODUKSI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SOROPIA Yamin; Rachma Malina; Andi Finaya Azzahra; Arnika Septia; Muhammad Alan Febrian Masrul; Nada Eka Wiranti; Novia Ardhani
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v1i2.13

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan suatu kondisi yang sehat pada sistem, fungsi dan proses reproduksi pada remaja termasuk sehat secara mental serta sosial kultural. Menjaga kesehatan reproduksi pada masa remaja sangat penting, karena pada masa ini organ-organ seksual remaja telah aktif sehingga perlu mengetahui resiko apa saja yang dapat terjadi jika tidak memperhatikan kesehatan reproduksi. Tujuan dari kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi dan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja serta hal-hal yang dapat membahayakan diri jika tidak menjaga kesehatan reproduksi pada siswa(i) SMAN 1 Soropia. Metode yang diberikan dalam pelaksanaan pengabdian ini berupa sosialisasi (pemamparan materi), poster yang ditempelkan dan leaflet yang dibagikan saat soasialisai, Dilakukan tanya-jawab pada akhir sesi pengadian untuk melihat tingkat pengetahuan siswa setelah mendapatkan materi sosialisasi. Hasil   dari   kegiatan   pengabdian   yang   telah dilakukan yaitu bertambahnya pengetahuan Siswa/Siswi SMA Satu Negeri Soropia tentang Kesehatan reproduksi remaja dan mendapatkan informasi yang jelas mengenai Kesehatan reproduksi remaja.
SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI UNGGUL TANPA NARKOBA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 SOROPIA Sabarudin; Rachma Malina; Nita Trinovitasari; Dian Munasari Solo; Andi Arini Astari; Kartini Kuluhu; Mini Bekti Ningsih; Muhammad Ammar; Sitti Nurul Aisyah; Ifin Naim
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v1i2.22

Abstract

Penyalahgunaan narkoba menjadi permasalahan yang sangat mengkhawatirkan di Indonesia. Kasus penyalahgunaan narkoba terus meningkat di beberapa kawasan Indonesia, meskipun masyarakat telah mengetahui bahaya penyalahgunaan narkoba. Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan masalah kesehatan yang sangat serius teruatama pada kesehatan jiwa generasi muda yaitu dapat menimbulkan terganggunya fungsi otak, rusaknya daya ingat, sulit berkonsentrasi,mempersepsi secara tidak normal sehingga perkembangan kognitif dan mentalnya tidak normal. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengurangi penyalahgunaan narkoba khususnya dikalangan remaja, salah satunya dengan adanya sosialisasi. Tujuan dari kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat atau bahan berbahaya lainnya. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah metode ceramah melalui sosialisai dan edutainment (edukasi sambil bermain). Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Soropia mengenai pencegahan penyalahgunaan narkotika dan obat atau bahan berbahaya lainnya yang ditandai dengan peserta mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri dengan tepat dan bersemangat. Tetapi, tetap diperlukan pendampingan secara khusus oleh orang tua, guru dan orang sekitar untuk pencegahan penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya lainnya demi masa depan bangsa yang lebih baik.
Penentuan Toksisitas Akut Ekstrak dan Fraksi Daun Maja (Aegle Marmelos L.) dan Identifikasi Gugus Fungsi Irvan Anwar; Yamin; Parawansah; Sabarudin; Rachma Malina; Vica Aspadiah; Loly Subhiaty Idrus; Nadiya Mutmainnah
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 1 No. 2 (2023): Lansau: Edisi Oktober 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lansau.v1i2.17

Abstract

Daun maja (Aegle marmelos L.) adalah tanaman yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional dan dikenal memiliki banyak metabolit sekunder. Dilakukan pengujian toksisitas untuk menilai keamanan tanaman yang digunakan sebagai bahan obat. Pengujian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak beracun yang muncul dalam kurun waktu 24 jam setelah pemberian bahan/zat uji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut, kadar total fenolik dan flavonoid, serta identifikasi gugus fungsi pada fraksi n-heksan daun maja (Aegle marmelos L.). Pengujian toksisitas akut dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), penentuan kadar total fenolik dan flavonoid menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan identifikasi gugus menggunakan spektrofotometri Fourier-Transform Infra Red. Nilai LC50 ekstrak methanol dan fraksi n-heksana dalam penelitian ini berturut-turut adalah 771,19 dan 772,77 ppm, yang artinya ekstrak dan fraksi daun maja bersifat toksik dilihat dari nilai LC50< 1000 ppm. Pada pengukuran kadar fenolik dan flavonoid total fraksi n-heksan memiliki kadar paling tinggi berturut-turut yaitu 312,10 dan 296,90 mgEQ/g. Hasil pengujian identifikasi gugus fungsi pada daun maja berdasarkan spektra FTIR menunjukkan keberagaman jenis gugus fungsi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu daun maja (Aegle marmelos L.) mengandung komponen kimia yang berkontribusi terhadap toksisitasnya, dan dikategorikan medium toksik (≤1,000 mg/L).
Acute Toxicity Determination and Compound Changing with Chemometric Procedures from Komba-Komba Leaf (Chromolaena odorata L.) Irvan Anwar; Yamin Yamin; Rachma Malina; Sabarudin Sabarudin
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.384

Abstract

The employing of komba-komba leaves (Chromolaena odorata L.), a medicinal plant that can prevent and treat many ailments, is one example of the expanding use of traditional medicine in the health field. To increase their use as traditional medicine, Komba-komba leaves must have complete information about their safety due to the abundance of secondary metabolite substances they contain. The goal of this work was to classify the extract components and fractions of komba-komba leaves using FTIR spectra and a PCA chemometric technique, as well as to estimate the hazardous potential of komba-komba leaves, total flavonoid and phenolic levels from komba-komba leaves. The BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) method was used for acute toxicity testing. The toxicity test results revealed that the LC50 values of the komba-komba leaves (Chromolaena odorata L.) n-hexane fraction, ethyl acetate fraction, and insoluble ethyl acetate fraction had LC50 values 1000 ppm, indicating that the extract and n-hexane fractions were poisonous. The total flavonoid concentration was determined to be 243.4 mgEQ/g in the methanol extract, 380.1 in the n-hexane fraction, 512.8 in the ethyl acetate fraction, and 189 mgEQ/g in the ethyl acetate insoluble fraction. The methanol extract's total phenolic content was 146.3 mgEAG/g, whereas that of the n-hexane, ethyl acetate, and insoluble ethyl acetate fractions was 269.6, 360.9, and 109.3 mgEAG/g, respectively. From the results of the score plot, it can be seen that the PCA analysis was successful in demonstrating group differences between extracts and fractions of komba-komba leaves. Extracts and fractions of C.odorata L. leaves have moderate toxicity due to the presence of flavonoid and phenolic content, making them potential candidates for development as natural antioxidants.
SOSIALISASI DAGUSIBU (DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN DAN BUANG) OBAT DENGAN CARA YANG BENAR DAN PENYULUHAN PENGGUNAAN OBAT DIABETES MELITUS PADA PASIEN LANJUT USIA DI BLUD UPTD PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI Nuralifah; Irvan Anwar; Parawansah; Rachma Malina; Arfan; Nurramadhani A.Sida
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v2i1.32

Abstract

Program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) obat merupakan upaya peningkatan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan dan mengelola obat. Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang masyarakat Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan sosialisasi DAGUSIBU dan Penyuhan diabetes mellitus dalam mendukung peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) pada masyarakat di kecamatan Puuwatu dan diutamakan pada masyarakat lanjut usia. Kegiatan yang dilakukan dalam program pengabdian kepada masyarakat di kecamatan puuwatu dan berlokasi di puskesmas puuwatu diikuti oleh 25 peserta. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan leaflet dagusibu. Pemateri yaitu dokter dan perwakilan dari Fakultas Farmasi. Materi yang dibawakan oleh dokter mengenai penyakit diabetes melitus, dan perwakilan farmasi memberikan materi DaGuSiBu. Keberhasilan kegiatan sosialisasi dilihat pada post test berupa tanya jawab langsung pada pasien. Hasil yang diperoleh yaitu pasien menerima materi dengan baik, materi yang diberikan berupa pengenalan mengenai pola hidup sehat untuk mencegah diabetes mellitus serta penggunaan obat-obat diabetes mellitus. Dilanjutkan materi DaGuSiBu memuat jenis-jenis obat, dimana saja obat dapat diperoleh, cara penyimpanan, dan carab uang obat yang benar. Selain itu juga meningkatkan. Pengetahuan pasien bertambah yang ditunjukkan dengan antusiasme saat menjawab post test yang diberikan. Kesimpulan kegiatan ini yaitu sosialisasi DAGUSIBU pada pasien di BLUD UPTD Puskesmas Puuwatu berhasil meningkatkan pengetahuan pasien terkait obat dan penyeakit diabetes melitus
Evaluasi Mutu Pelayanan Farmasi Klinis di Puskesmas Kota Kendari Nita Trinovitasari; Nurull Hikmah; Rachma Malina; Sunandar Ihsan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1221

Abstract

Pekayanan kefarmasian merupakan salah satu pelayanan yang disediakan oleh Puskesmas bagi masyarakat. Pelayanan kefarmasian terdiri dari pelayanan manajerial dan pelayanan farmasi klinis. Pelayanan farmasi klinis menjadi salah satu layanan yang dapat mempengaruhi tingkat kesembuhan, kualitas hidup dan tingkat pengetahuan pasien terkait pengobatannya. Permasalahannya pelayanan farmasi klinis di puskesmas belum terlaksana sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pelayanan farmasi klinis yang ada di lima puskesmas kota Kendari. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan di Kota Kendari pada tahun 2022. Data penelitian diambil dari wawancara langsung dengan 5 apoteker puskesmas dan 500 lembar resep di puskesmas wilayah Kota Kendari sepanjang tahun 2021. Pelayanan farmasi klinis di 5 puskesmas kota Kendari belum terlaksana sepenuhnya. Pengkajian resep telah dilaksanakan oleh kelima puskesmas dengan nilai rata – rata tertinggi 87,23% dilaksanakan oleh puskesmas Puuwatu. Pelayanan informasi obat dan visite (bagi puskesmas rawat inap) telah dilaksanakan oleh seluruh puskesmas. Tidak ada kejadian efek samping obat pada periode penelitian. Pemantauan terapi obat hanya dilaksanakan oleh puskesmas Abeli, Lepo – Lepo dan Puuwatu. Serta konseling belum dilaksanakan oleh seluruh puskesmas.
Ethanol Extract Activity of Teak Leaves (Tectona grandis L) Against Histopotological Appearance of Pancreatic Organs in Rats (Rattus norvegicus) Model Type II DM Nuralifah; Parawansah; Ruslin; Rachma Malina; Emma Haerunnita
MEDULA: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo Vol. 10 No. 2 (2023): April
Publisher : MEDULA: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a disease characterized by increased blood glucose levels and changes in the histopathological structure of the islets of Langerhans of the pancreas. One of the plants used empirically as an antidiabetic is the teak plant (Tectona grandis Linn). The content compounds that are thought to act as antidiabetics are flavonoids. Purpose: The purposes of this study is to determine the activity of the ethanol extract of Tectona grandis L leaves which has antihyperglycemic activity as seen from the histopathology of the pancreas of white rats (Rattus norvegicus). Methods: Modeling diabetes mellitus in test animals was carried out by inducing 40 mg/kg BW streptozotocin intraperitoneally. There were 6 treatment groups, namely the normal control group, the positive control group, the negative control group, and the teak leaf ethanol extract group at doses of 100, 200, and 300 mg/kg. Results: The ethanol extract of Tectona grandis leaves has repair activity for regenerating endocrine cells in the islets of Langerhans with an average number of endocrine cells in the normal control group of 483 cells, positive control group 474 cells, negative control 318 cells, dose 100 mg/kg body weight 450 cells, a dose of 200 mg/KBB 462 cells and a dose of 300 mg/KBB 469 cells and it can regenerate endocrine cells. Conclusion: the ethanol extract of Tectona grandis L leaves at a dose of 300 mg/kg BW has activity in repairing endocrine cells with cell morphology almost resembling normal cells.
PENYULUHAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK RASIONAL PADA LANSIA DI PUSKESMAS PUUWATU SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RESISTENSI ANTIBIOTIK Rachma Malina; Yamin; Sri Rahmaniar; Athiyah Syifa Aziz; Gizma Sasikirana Syahrani; Nur Azizah; Yepsan B. Manguntu
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i7.2704

Abstract

Irrational use of antibiotics is one of the main factors contributing to the increasing prevalence of antibiotic resistance. Older adults are at a higher risk of medication misuse due to age-related declines in physical and cognitive functions. This community service activity aimed to improve older adults' knowledge regarding the rational use of antibiotics. The program was conducted on May 23, 2026, at UPTD Puuwatu Community Health Center, Kendari City, using the Interactive Health Edu-Counselling method. Educational materials were delivered through presentations and leaflets, complemented by interactive discussions. The results indicated an improvement in participants’ understanding of appropriate antibiotic use, the importance of completing prescribed antibiotic courses, and the risks associated with using antibiotics without a prescription. The activity was successfully implemented with the active participation of 27 older adults. This educational program contributed to increasing community awareness of rational antibiotic use as an effort to prevent antibiotic resistance.
VAKSINASI SEBAGAI INVESTASI KESEHATAN MASA DEPAN: EFEK JANGKA PANJANG TERHADAP KUALITAS HIDUP ANAK Sabarudin Sabarudin; Rachma Malina; Wanda Lintang Sudarsono; Mir’ah Tazkiah Abbas; Andriani Andriani; Sean Irani Lykra; Falni Fina Ria
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i7.2758

Abstract

Imunisasi merupakan upaya pencegahan penyakit yang efektif untuk meningkatkan derajat kesehatan anak. Namun, kepatuhan orang tua terhadap jadwal imunisasi masih rendah, dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan, kekhawatiran akan efek samping vaksin, serta maraknya informasi tidak akurat di media sosial. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepatuhan orang tua terhadap pentingnya imunisasi lengkap melalui edukasi berbasis leaflet dan diskusi interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Mei 2026 di Posyandu Nusa Indah, wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo, Kota Kendari, dengan 25 peserta. Metode meliputi pre-test, penyampaian materi, pembagian leaflet, diskusi tanya jawab, dan post-test, dievaluasi menggunakan kuesioner 15 pertanyaan (ya/tidak). Hasil menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan dari 48,57% (pre-test) menjadi 80,95% (post-test), atau naik 66,67%. Hal ini membuktikan bahwa edukasi menggunakan leaflet dan diskusi interaktif efektif meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya vaksinasi bagi kualitas hidup anak, sekaligus mendukung peningkatan cakupan imunisasi dan pencegahan penyakit.