Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kontribusi Orang Tua dalam Mengimplementasikan Nilai-Nilai Kristiani dalam Keluarga di Jemaat Moria Nitus Klasis Kuanfau Kecamatan Kuanfatu Kabupaten Timor Tengah Selatan Nofriana Baun; Maya Djawa; Dwi Kristinningati; Owendi Lili Afi
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v1i2.170-178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi orang tua dalam mengimplementasikan nilai-nilai kristiani dalam keluarga di jemaat Moria Nitus klasis Kuanfatu kecamatan kuanfatu kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan teknis analisis data. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kontribusi orang tua dalam menerapkan nilai-nilai kristiani dalam keluarga di jemaat moria nitus sudah dilakukan oleh orang tua, namun tidak dilakukan secara terus menerus karena orang tua lebih menghabiskan waktu di kebun dan anak lebih menghabiskan waktu untuk bermain serta kurangnya pemahaman orang tua tentang pentingnya nilai-nilai kristiani dalam keluarga dan akan berpengaruh bagi pertumbuhan kerohanian anak. Untuk itu orang tua harus lebih meluangkan waktu bersama anak agar orang tua dapat berkontribusi dalam mengimplementasikan nilai-nilai kristian dalam keluarga pada anak.
Mencari Makna di Balik Simbol: Studi Kasus Tentang Pawai Paskah 2025 di Kota Kupang dalam Perspektif Interaksi Simbolik Heldi Efraim Amung; Omega Bia; Maya Djawa
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember: Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v4i3.6375

Abstract

This study analyzes the symbolic meaning of the 2025 Easter Parade in Kupang City using a symbolic interactionist approach, with a central focus on the cross as a primary symbol. The cross is not only understood as a sacred religious emblem but also as a medium of social communication whose meaning is dynamically constructed through interactions between parade participants, spectators, and particularly the actors portraying the figure of Jesus. These social interactions allow for the reinterpretation of the symbol’s meaning based on cultural contexts and participants' experiences.The findings reveal that deviant behavior exhibited by some actors portraying Jesus created a dissonance between the ideal meaning of Christ’s suffering and the actual performance displayed during the parade. This mismatch caused cognitive dissonance among viewers and had the potential to distort the intended spiritual message of the symbol. The incident underscores the importance of actors' awareness of the sacred nature of the symbol and the necessity for responsible and contextually appropriate representations in public rituals.The study also emphasizes that religious symbols are fluid and do not possess fixed or absolute meanings. Instead, they are subject to redefinition based on individual and collective experiences, cultural backgrounds, and public perceptions. Within the context of the Easter Parade, the cross becomes a performative medium that reflects the values, beliefs, and social dynamics of the diverse society in Kupang. This research employs a mixed-methods approach by integrating both quantitative and qualitative data to provide a more comprehensive understanding. Quantitative data offers general insights into audience perceptions of the symbolic performance, while qualitative data explores deeper layers of symbolic meaning and the sociocultural implications that arise. Overall, this study contributes to the discourse on religion, symbolism, and public ritual by highlighting the importance of intentionality, appropriate representation, and cultural sensitivity in maintaining the sacredness of religious symbols in dynamic and pluralistic public spaces
Makna Pengampunan dalam Ritus Naketi pada Masyarakat Amanuban Timur dan Relevansinya terhadap Nilai-nilai Kristiani Tlonaen, Talita; Djawa, Maya
APOSTOLOS Vol 4 No 1 (2024): May
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/a.v4i1.281

Abstract

Pengampunan merupakan kewajiban yang harus dilakukan dalam ritus naketi di Amanuban Timur. Namun pemaknaan pengampunan dalam ritus naketi belum dilaksanakan secara maksimal sehingga masyarakat belum memahami dengan benar apa yang seharusnya dilakukan dalam memberikan pengampunan dan memaknai pengampunan sesuai dengan kehendak Allah. Oleh karena itu, dalam penulisan ini akan dikemukakan makna pengampunan dalam ritus naketi di Amanuban Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data adalah dengan cara observasi, wawancara serta domunetasi dan dokumen-dokumen. Hasil penulisan ditemukan bahwa tujuan utama dari ritus naketi adalah untuk merefleksikan diri, memperbaiki kesalahan yang dilakukan dan memperdamaikan diri dengan sesama maupun Tuhan sebagai bentuk pemulihan relasi. Pemaknaan pengampunan dalam ritus nakekti harus ditandai dengan adanya perdamaian dalam diri sendiri, sesama dan Tuhan sebagai pencipta. Mengampuni berarti merefleksikan diri atas kesalahan yang dilakukan, memaafkan kesalahan yang dilakukan tanpa adanya kepahitan dalam diri dan mampu mengaplikasikan pengampunan yang diberikan oleh Yesus Kristus sebagai bentuk ucapan syukur atas anugerah yang diterima tanpa menuntut balasan.
Kecanduan Game Online sebagai Gejala Nekrofilia Sosial: Analisis Humanistik Erich Fromm dalam Masyarakat Digital Sudarso, Yosep; Boymau, Yerliani; Seo, Marwela R.; Djawa, Maya
Widyadewata Vol. 8 No. 2 (2025): Vol. 8 No. 2 (2025): Widyadewata : Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article explores the phenomenon of online game addiction in digital society through the lens of Erich Fromm’s theory of necrophilia. Fromm interprets necrophilia not merely as a sexual disorder but as a personality orientation that favors the dead, static, and mechanical. Employing a descriptive qualitative approach with a humanistic analysis, this study investigates how game addiction reflects social necrophilic symptoms and affects interpersonal relationships and psychosocial life. Findings indicate that game addiction is not only a behavioral issue but a sign of modern human alienation from authentic and living relationships. Fromm proposes biophilia—a love of life—as a counterpoint, highlighting the importance of human connection, empathy, and life values. The study recommends value-based education and the development of a healthy digital culture as both preventive and curative strategies against game addiction. Keywords:Social nekriphilia, Game Addiction, Erivh Fromm, Digital Society