Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Poklahsar Camar Laut dalam Peningkatan Kualitas Pengolahan Produk Ikan Asin dengan Teknologi Penjemuran Berbasis Sumberdaya Lokal Akbardiansyah Akbardiansyah; Ishak Hasan; Afdhal Fuadi; Ikhsanul Khairi; Nabila Ukhty; Rahmawati Rahmawati; Muhammad Arif; Hamidi Hamidi; Rosi Rahayu; Syarifah Zuraidah; Iyan Al Misbah; Syahrul Muhharram; Nurul Najmi; Rudi Hermi; Ikromatun Nafsiyah
Marine Kreatif Vol 10, No 1 (2026): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v10i1.15282

Abstract

Kelompok Poklahsar Camar Laut merupakan salah satu pelaku usaha mikro di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, yang bergerak dalam pengolahan ikan asin. Potensi usaha kelompok ini cukup besar karena didukung oleh lokasi yang strategis, ketersediaan lahan penjemuran yang luas, serta pasokan bahan baku yang berkelanjutan dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan nelayan tradisional. Namun demikian, proses pengolahan ikan asin yang masih sederhana dan kurang higienis menyebabkan mutu produk belum optimal. Penjemuran ikan yang dilakukan di atas tanah atau rumput menurunkan kualitas serta tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan mutu produk ikan asin melalui penerapan teknologi penjemuran berbasis sumber daya lokal yang higienis dan efisien. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD) bersama mitra untuk perencanaan kegiatan, sosialisasi dan workshop tentang pengolahan ikan asin sesuai standar SNI, pelatihan pembuatan alat penjemuran dari bahan lokal, serta pelatihan pengolahan ikan teri siap saji (teri asam sunti) guna meningkatkan nilai jual produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam teknik penggaraman, penjemuran, serta diversifikasi produk. Selain itu, kegiatan ini mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha masyarakat pesisir melalui peningkatan kualitas dan daya saing produk ikan asin kelompok Poklahsar Camar Laut.
Analisis Kepatuhan Pekerja dalam Menggunakan Masker Respirator terhadap Paparan Uap Benzena di Area Filling Shed PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Meulaboh Muhammad Arif; Jun Musnadi Is; Rubi Rimonda; Kiswanto Kiswanto; Perry Boy Chandra Siahaan
KOLONI Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i3.1060

Abstract

Exposure to benzene vapors in the downstream oil and gas industry poses a latent carcinogenic risk that threatens workers' respiratory health and hematopoietic systems. Personal Protective Equipment (PPE), including respirator masks, is the last resort in protecting workers from workplace hazards. This study aims to analyze in-depth the dynamics of worker compliance in the use of respirator masks and identify factors that influence their resistance to use in the filling shed area of ​​PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Meulaboh. The method used is descriptive qualitative with a purposive sampling approach. Data were collected through in-depth interviews with five informants (three operational workers, one HSE officer, and one supervisor) and participant observation using 20 field items. The results of the study indicate the occurrence of a phenomenon of pseudo-compliance (surface compliance), where workers only wear respirators during formal supervision. Based on the PRECEDE-PROCEED model, this non-compliance is triggered by a multidimensional accumulation: ergonomic barriers and environmental thermal constraints (enabling factors) in the form of tightness, stuffiness, and trapped sweat; cognitive devaluation and risk perception bias due to the asymptomatic nature of benzene (predisposing factors); and the blunting of organizational control functions (reinforcing factors) due to the absence of written administrative sanctions that provide a deterrent effect. This study concludes that safety interventions cannot be carried out partially, but must integrate engineering .techniques on the aspect of respirator comfort, ongoing behavioral education, and strict enforcement of internal regulations.
Optimalisasi Proses Pengeringan Ikan melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Standardisasi Produksi pada Poklahsar Camar Laut Nabila Ukhty; Yasrizal Yasrizal; Muhammad Arif; Siti Melda; Sulaiman Sulaiman
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/wn634a88

Abstract

Poklahsar Camar Laut di Desa Suak Indrapuri, Aceh Barat, mengolah ikan asin, teri kering, rebon kering, dan terasi. Proses produksinya masih bergantung pada penjemuran terbuka sehingga rentan terhadap hujan, kelembapan tinggi, ketidakseragaman mutu, dan kehilangan pascapanen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pengeringan ikan melalui teknologi tepat guna serta memperkuat standardisasi produksi. Pendekatan partisipatif kolaboratif diterapkan kepada sepuluh anggota melalui empat tahap, yaitu identifikasi masalah dan sosialisasi, penerapan serta pelatihan pengoperasian oven pengering berbahan bakar LPG dengan kontrol suhu otomatis, penyusunan dan penerapan prosedur operasional standar produksi dan higiene, serta pendampingan dan evaluasi. Kegiatan menghasilkan kesepakatan perbaikan produksi, panduan operasional pengeringan terkendali, serta prosedur sanitasi, higiene, dan pengemasan. Teknologi yang diterapkan menyediakan proses pengeringan yang lebih terlindung dan mudah dikendalikan, sedangkan prosedur operasional membantu anggota menata produksi secara lebih konsisten dan mengurangi risiko kontaminasi. Pendampingan jangka pendek juga menunjukkan perlunya pencatatan suhu, pemeliharaan alat, penggunaan daftar periksa produksi, serta pengukuran lanjutan terhadap kadar air, efisiensi pengeringan, umur simpan, dan manfaat ekonomi. Integrasi teknologi tepat guna dan standardisasi proses menjadi dasar praktis untuk mengurangi ketergantungan terhadap cuaca dan memperkuat keberlanjutan usaha pengolahan ikan skala kelompok.