Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

GAYA TUTUR DALAM PERTEMUAN ARISAN IBU-IBU DI PERUM LOJAJAR INDAH (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Palupi, Muncar Tyas; Herawati, Tri Ratna; Lestari, Ayu Sri
JURNAL SKRIPTA Vol 8 No 1 (2022): SKRIPTA MEI 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v8i1.2797

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk campur kode dan alih kode dalam pertemuan arisan ibu-ibu dan mendeskripsikan penyebabnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode dan teknik pengumpulan data menggunakan metode simak dan teknik catat. Dalam penelitian ini ditemukan adanya bentuk campur kode dan alih kode. Campur kode yang ditemukan yaitu percampuran dan peralihan kode antara bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, antara bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Alih kode yang ditemukan adalah alih kode internal.. Percampuran dan peralihan bahasa ini muncul karena bilingualisme, penutur dan lawan tutur menguasai bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan kebiasaan menggunakan bahasa Arab. Sedangkan alih kode muncul karena hadirnya orang ketiga dan hubungan antara penutur dan mitra-mitra tuturnya.Kata Kunci: Gaya Tutur, Campur Kode, Alih Kode, Sosiolinguistik
TINDAK TUTUR DALAM KOMENTAR PEMBACA BERITA KRIMINAL DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Palupi, Muncar Tyas; Nurul Kartika, Nisa; Ratna Herawati, Tri; Jamilah, Fitri
JURNAL SKRIPTA Vol 9 No 2 (2023): SKRIPTA NOVEMBER 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v9i2.5956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur dalam komentar pembaca berita kriminal dalam media sosial instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah komentar berita Ferdy Sambo pada media sosial instagram.  Objek dalam penelitian ini adalah tulisan-tulisan yang terdapat pada komentar berita Ferdy Sambo dalam media sosial instagram. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dengan teknik lanjutan berupa teknik catat. Uji keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam komentar pembaca berita kriminal  dalam media sosial instagram terdapat lima bentuk tindak tutur, yaitu asertif, komisif, direktif, ekspresif, dan deklaratif. Berdasarkan 92 data yang ada dalam penelitian ini ditemukan 22 tuturan asertif, 9 tuturan komisif, 18 tuturan direktif, 40 tuturan ekspresif, dan 3 tuturan deklaratif. Masing-masing bentuk tindak tutur memiliki fungsi tuturan yaitu tuturan asertif memiliki fungsi menyatakan, melaporkan, dan mengklaim, tuturan komisif memiliki fungsi menawarkan mengancam, dan memanjatkan doa, tuturan direktif memiliki fungsi menasihati, mengancam, dan menyuruh, tuturan ekspresif memiliki fungsi menyanjung, menyalahkan, memuji, mengkritik, ungkapan berbelas kasih, dan ungkapan meminta maaf, tuturan deklaratif memiliki fungsi menginformasikan dan memberikan nama.
Pelatihan pengolahan hasil pertanian Dusun Pulo Kalurahan Gulurejo untuk peningkatan ekonomi Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Ibu dimasa pandemi COVID-19 Nilansari, Anis Febri; Wardani, Setia; Palupi, Muncar Tyas
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v5i1.976

Abstract

Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada hampir semua sektor, demikian pula di sektor UMKM. Usaha Mikro Kecil Menengah umumnya dianggap sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan dalam suatu negara berkembang, dimana UMKM mempunyai peranan dalam mengurangi mengurangi pengangguran dan kemiskinan khususnya untuk negara-negara berkembang, sehingga dibutuhkan komitmen dan kemauan yang kuat dalam meningkatkan produktifitas UMKM. UMKM pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah Kelompok Tani Wanita (KTW) Karya Ibu yang bergerak pada bidang pertanian hasil bumi, berlokasi di Dusun Pulo Kalurahan Gulurejo. Masalah utama pada mitra adalah melimpahnya hasil pertanian dari KTW yang belum dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menambah pendapatan keluarga karena belum adanya pengarahan tentang pengolahan makanan ringan berbahan pisang dan singkong, jangkauan pasar yang masih lokal, desain produk yang masih konvensional. Tujuan pengabdian adalah membentuk dan mengembangkan kelompok usaha di Dusun Pulo yang mandiri secara ekonomi dengan memberikan solusi atas masalah pada mitra. Solusi untuk mengatasi masalah pada mitra antara lain pelatihan pengolahan hasil pertanian (berupa makanan ringan) dan pelatihan bahasa promosi serta pembuatan desain produk dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Hasil dari PkM ini adalah makanan ringan dari pisang dan singkong yang memiliki nilai jual tinggi serta promosi produk dengan memanfaatkan media sosial.
Pelatihan pembuatan media pembelajaran Finger Puppet sebagai media pembelajaran dan ekonomi kreatif guru PAUD Utama, Windi Wulandari Iman; Arwansyah, Yanuar Bagas; Palupi, Muncar Tyas
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v6i1.1308

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi terkait urgensi media pembelajaran untuk anak usia dini dan pelatihan keterampilan pembuatan media pembelajaran berbahan dasar eva foam yang memungkinkan menjadi salah satu alternatif ekonomi kreatif kepada guru Gugus PAUD I dan Gugus PAUD II Kecamatan Pajangan Bantul Yogyakarta. Sosialisasi dilaksanakan melalui ceramah dan diskusi. Pelatihan dilaksanakan secara bertahap dan dilakukan pendampingan secara berkala dalam proses produksi dan diskusi pemasran produk secara luring maupun daring. Outcome dari pelatihan ini ialah pengetahuan dan keterampilan serta inovasi dalam pembuatan media pembelajaran untuk anak usia dini dan pemahaman tentang peluang alternative ekonomi kreatif bagi guru PAUD.
Nilai-Nilai Profetik dalam Pendidikan Karakter sebagai Bahan Ajar Sastra di SMP: Herawati, Tri Ratna; Tyas Palupi, Muncar
Jurnal Korpus Vol 9 No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v9i3.45474

Abstract

The focus of this research is prophetic values in folklore in the form of examples of changes in behavior, attitudes, science, both habluminalloh and habluminannas in order to create a harmonious balance in students. This research uses qualitative description methods using documentation techniques. Data source in the form of Indonesian folklore books on the island of Java. Of the several Indonesian folk tales selected, there are 5 (five), namely the folk tales (1) Nawangwulan, (2) Bawang Merah Bawang Putih, (3) Cindelaras, (4) Sangkuriang, and (5) Roro Mendut. The five folk tales are analyzed using steps to read, observe, record, identify and analyze from the aspects of humanization, liberation and transcendence in the five contents of the folk tale. Content and meaning analysis is used which is carried out objectively and transparently and arranged systematically and comprehensively to draw research conclusions. The results of this research show that there are prophetic values found in the five Indonesian folk tales. The meaning contained in the five Indonesian folklore is related to (1) humanist (humanity), namely instilling a soul based on the principle of humanity; and the interests of fellow human beings and being devoted to parents, (2) liberation, namely the soul upholding honesty and justice, and (3) transcendent, namely instilling devotion with gratitude and istiqomah in getting closer to God Almighty. Choosing the right folklore will be beneficial in character education for students in Junior High School.
Analisis Penamaan Semantik Analisis Penamaan Jajanan Pasar Khas Temanggung dalam Kajian Semantik Bahasa Indonesia: Semantic Naming Patterns of Traditional Market Snacks in Temanggung: An Analysis Based on Abdul Chaer’s Theory Vinda Dewi Astuti; Muncar Tyas Palupi
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i2.22444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola dan bentuk, makna dan latar belakang penamaan jajanan pasar khas Temanggung berdasarkan teori semantik Abdul Chaer. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa nama-nama jajanan pasar yang diperoleh dari Pasar Entho dan Pasar Papringan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam bersama pelaku kuliner, dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi; (1) reduksi data, (2) klasifikasi berdasarkan pola penamaan, (3) analisis makna semantik, (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian penamaan jajanan pasar ini didominasi faktor sifat khas 34%, bahan 31%, cara pembuatan 31%, keserupaan 14% dan penamaan baru 3%. Secara makna, penamaan jajanan pasar didominasi makna leksikal, namun dalam pengunaannya telah berkembang menjadi makna konotatif dan asosiatif. Latar belakang penamaan banyak dipengaruhi oleh faktor bahan, proses pembuatan, keserupaan bentuk dan persepsi visual terhadap suatu benda lain, kreativitas analogi visual dan humor masyarakat penutur bahasa. Dengan demikian penamaan jajanan pasar ini mampu merepresentasikan antara fungsi informatif suatu bahasa dengan ekspresi realitas kehidupan berbudaya, bentuk ekspresi tradisi dan pengalaman, persepsi serta kreativitas masyarakat Temanggung.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KOLOM KOMENTAR TIKTOK PADA VIDEO TENTANG PEMBERITAAN PAJAK DAN BEACUKAI : KAJIAN PRAGMATIK Nadila Putri Larasati; Muncar Tyas Palupi
TANDA Vol 6 No 04 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i04.2929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan maksim kesantunan berbahasa serta mengetahui kecenderungan penggunaan maksim kesantunan oleh warganet dalam kolom komentar TikTok pada beberapa video Purbaya Yudhi Sadewa terkait isu pajak dan bea cukai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa komentar warganet pada tiga video TikTok Purbaya Yudhi Sadewa yang membahas isu pajak dan bea cukai. Sebanyak 1.850 komentar berhasil dikumpulkan, kemudian diseleksi berdasarkan prinsip kesantunan berbahasa menurut teori Geoffrey Leech sehingga diperoleh 1.367 komentar yang memenuhi kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam maksim kesantunan berbahasa yang digunakan oleh warganet, yaitu maksim pujian sebanyak 729 komentar, maksim kesepakatan sebanyak 216 komentar, maksim simpati sebanyak 211 komentar, maksim kebijaksanaan sebanyak 173 komentar, maksim kedermawanan sebanyak 37 komentar, dan maksim kerendahan hati sebanyak 1 komentar. Berdasarkan hasil tersebut, maksim pujian merupakan maksim yang paling dominan digunakan oleh warganet. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komentar warganet dalam kolom komentar TikTok cenderung bersifat apresiatif, suportif, dan konstruktif terhadap Purbaya Yudhi Sadewa serta isu pajak dan bea cukai yang dibahas.
Makna Leksikal dan Kontekstual dalam Penamaan Gendhing Jawa: Kajian Semantik Salsabila, Fajar Kinasih; Fairuzain, Iqbal Hanizham; Palupi, Muncar Tyas
Hasta Wiyata Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2026.009.02.06

Abstract

Penamaan gendhing Jawa tidak hanya berfungsi sebagai penanda identitas komposisi karawitan, tetapi juga merepresentasikan hubungan antara bahasa, pengalaman budaya, dan sistem pengetahuan masyarakat Jawa. Meskipun kajian mengenai penamaan telah banyak dilakukan pada berbagai objek linguistik, penelitian yang mengkaji makna leksikal dan makna kontekstual dalam penamaan gendhing Jawa masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kategori penamaan serta mengungkap makna leksikal dan makna kontekstual pada nama-nama gendhing Jawa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan objek penelitian berupa lima belas nama gendhing Jawa yang dimainkan dalam pertunjukan wayang kulit. Data diperoleh melalui wawancara semiterstruktur dengan seorang akademisi yang juga aktif sebagai seniman dan pengrawit, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan enam kategori penamaan, yaitu berdasarkan karakter bunyi, tempat, tumbuhan, aktivitas, tokoh pewayangan, serta peristiwa atau keadaan tertentu. Analisis juga menunjukkan bahwa makna leksikal memberikan dasar pemaknaan terhadap nama gendhing, sedangkan makna kontekstual memperluas interpretasi melalui keterkaitannya dengan nilai budaya, fungsi pertunjukan, dan pengalaman kolektif masyarakat Jawa. Temuan ini menunjukkan bahwa penamaan gendhing merupakan representasi hubungan antara sistem kebahasaan dan budaya, sekaligus memperkaya kajian semantik mengenai pemaknaan dalam tradisi budaya Jawa.
Relasi Manusia dan Alam dalam Puisi “Lembah Anai” dan “Sungai Siak” Karya Raudal Tanjung Banua: Kajian Ekokritik Kun Andyan Anindita; Tri Ratna Herawati; Muncar Tyas Palupi; Fitri Jamilah; Primasari Wahyuni; Tomi Wahyu Septarianto
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi relasi manusia dan alam dengan menggunakan pendekatan ekokritik. Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah melihat bagaimana bahasa puitik yang bekerja dalam membangun kesadaran ekologis, representasi relasi manusia dan alam serta kritik terhadap paradigma pembangunan yang eksploitatif. Sumber data penelitian berupa puisi “Lembah Anai” dan “Sungai Siak” karya Raudal Tanjung Banua yang terdapat dalam kumpulan puisinya yang berjudul Jejak Lintasan (2024). Data penelitian berupa diksi ekologis yang berkaitan dengan alam, sungai, hutan, air, dan relasi manusia dengan lingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat dengan mengidentifikasi metafora, citraan, dan simbol ekologis dalam teks. Hasil analisis ekokritik terhadap puisi Lembah Anai dan Sungai Siak menunjukkan bahwa kedua puisi tersebut menghadirkan alam bukan sekadar sebagai latar estetis, melainkan sebagai entitas hidup yang memiliki nilai ekologis, historis, spiritual, dan emosional. Melalui penggunaan bahasa puitik berupa metafora, simbol, personifikasi, dan citraan alam, penyair membangun kesadaran ekologis yang menempatkan manusia dan alam dalam relasi yang saling terhubung. Alam direpresentasikan sebagai ruang hidup yang memiliki sensitivitas, memori, dan makna spiritual sehingga tidak dapat direduksi hanya sebagai objek eksploitasi pembangunan modern. Penelitian ini memperlihatkan bahwa puisi dapat menjadi bentuk resistensi terhadap dominasi antroposentrisme dan paradigma pembangunan kapitalistik yang destruktif terhadap lingkungan.